<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4118448489383692634</id><updated>2012-01-05T19:10:43.451-08:00</updated><category term='Mutiara Hadist'/><category term='Kristenisasi'/><category term='Tulisanku'/><category term='Kisah Nabi'/><category term='Tokoh / Khazanah'/><category term='ARIMATEA'/><category term='Mualaf'/><category term='Mutiara Qur&apos;an'/><category term='Doa'/><category term='Renungan / Kisah'/><category term='Berita'/><category term='Keajaiban Al-Qur&apos;an'/><category term='Islamology'/><title type='text'>! -.- ! MEDIA DAKWAH ISLAM ! -.- !</title><subtitle type='html'>.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://batupengajar.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Batu Pengajar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15306453411249356230</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-BXU3TyQhybo/TrC4tXSo5qI/AAAAAAAAAAQ/S-c1QQQ48us/s220/batupengajar.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>520</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4118448489383692634.post-4962634879498279456</id><published>2012-01-05T19:10:00.001-08:00</published><updated>2012-01-05T19:10:43.459-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan / Kisah'/><title type='text'>Yuk, Menabung di 'Bank Akhirat'...Bunganya Menggiurkan</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/-6Y9j6e1ZRDg/TwZmKwtuheI/AAAAAAAAARg/fb2rWwCyafg/s1600-h/image%25255B3%25255D.png"&gt;&lt;img style="border-right-width: 0px; display: inline; border-top-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: 0px; border-left-width: 0px; margin-right: 0px" title="image" border="0" alt="image" align="left" src="http://lh3.ggpht.com/-J7DwF2u_3gs/TwZmMSqPeTI/AAAAAAAAARo/D99ec6fkzPk/image_thumb%25255B1%25255D.png?imgmax=800" width="244" height="177" /&gt;&lt;/a&gt; Oleh: Nandang saputra     &lt;br /&gt;Ketika ingin menabung atau mendepositokan uang di bank konvensional, biasanya para nasabah akan mencari bank yang memberikan bunga paling besar. Di samping segi keamanannya dan keterpercayaannya. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Jika di bank-bank konvensional mungkin hanya menawarkan beberapa belas persen dalam setahun, bank yang satu ini menawarkan bunga 700 persen untuk tiap kali setoran. Bukan dalam setahun, tapi setiap kali setoran diberikan bunga 700 persen. &lt;/p&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;p align="justify"&gt;Itu belum termasuk “promo-promo” yang diadakan bank tersebut. Untuk membuka rekeningnya tidak ada batasan minimal. Berapapun akan diterima. Tidak ada biaya administrasi per bulannya. Mau? Inilah 'bank Akhirat'. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Tidak ada setoran minimal yang ditentukan untuk membuka rekening tabungan. “Wahai orang-orang yang beriman! Infakkanlah sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untukmu…” (QS&amp;#160; Al-Baqoroh: 267)&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;“Berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan nafkahkanlah sebagian dari hartamu yang Allah telah menjadikan kamu menguasainya. Maka orang-orang yang beriman di antara kamu dan menafkahkan (sebagian) dari hartanya, memperoleh pahala yang besar.” (QS Al-Hadiid: 7)      &lt;br /&gt;“Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu lalu ia berkata: ‘Ya Rabbku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang shale?” (QS Al-Munaafiquun: 10)       &lt;br /&gt;Dari tiga keterangan tersebut tidak dijelaskan besaran pasti untuk kita melakukan setoran. Yang diminta hanya sebagian. Bisa sebagian kecil, bisa sebagian besar. Tergantung diri kita masing-masing maunya berapa. Ketika kita sudah menyedekahkan harta kita, maka otomatis catatan kebaikan di buku amal kita akan bertambah. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Dan, “bunga” yang kita dapatkan dari hasil sedekah kita adalah 700 persen. “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Alloh adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada setiap bulir seratus benih. Alloh melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Alloh Maha Luas (karuniaNya) lagi Maha Mengetahui.” (QS&amp;#160; Al-Baqoroh: 261)&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Hitung-hitungannya, menurut saya: 1 butir benih x 7 bulir x 100 benih = 700 benih. Itu minimalnya. Kalo kita lihat di hitungan tersebut, setiap benih itu bisa menghasilkan tujuh bulir. Kalo kita punya 700 benih berarti jadi 4.900 bulir yang akan menghasilkan lagi 100 biji pada masing-masing bulir. Begitu seterusnya. Tak akan pernah berhenti. Hal itu bisa kita lihat di ayat tersebut. “Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki.”&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Bank akhirat ini memang tidak punya kantor resmi. Tapi kita bisa melakukan setoran di mana saja. Misal, ke orang tua, sanak-saudara, anak-anak yatim, orang miskin, dan musafir.&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;“Mereka bertanya tentang apa yang mereka nafkahkan. Jawablah: ‘Apa saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu-bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan.’ Dan apa saja kebaikan yang kamu buat, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya.” (QS Al-Baqoroh: 215)      &lt;br /&gt;Mudah kan?&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Juga, tak perlu khawatir salah catat setoran. “Dan mereka tiada menafkahkan suatu nafkah yang kecil dan tidak (pula) yang besar dan tidak melintasi suatu lembah, melainkan dituliskan bagi mereka (amal saleh pula) karena Allah akan memberi balasan kepada mereka yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS Al-Baqoroh: 121)&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Dengan membuka rekening di bank akhirat ini berarti kita telah menyimpan harta kita dalam bank teraman di dunia bahkan di akhirat. Yang namanya tabungan tentu saja harta yang kita tabung sebenarnya masih ada hak kita. Hanya saja kita memang tidak memegangnya. Apalagi di bank akhirat ini kita tidak bisa melakukan penarikan tunai. Tapi kita bisa merasakan manfaat dari tabungan kita tersebut. Bisa di dunia ini atau di akhirat nanti. Wallahu a'lam bish-shawab. republika.co.id&lt;/p&gt; &lt;/span&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4118448489383692634-4962634879498279456?l=batupengajar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://batupengajar.blogspot.com/feeds/4962634879498279456/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2012/01/yuk-menabung-di-akhirat-menggiurkan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/4962634879498279456'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/4962634879498279456'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2012/01/yuk-menabung-di-akhirat-menggiurkan.html' title='Yuk, Menabung di &amp;#39;Bank Akhirat&amp;#39;...Bunganya Menggiurkan'/><author><name>Batu Pengajar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15306453411249356230</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-BXU3TyQhybo/TrC4tXSo5qI/AAAAAAAAAAQ/S-c1QQQ48us/s220/batupengajar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh3.ggpht.com/-J7DwF2u_3gs/TwZmMSqPeTI/AAAAAAAAARo/D99ec6fkzPk/s72-c/image_thumb%25255B1%25255D.png?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4118448489383692634.post-130351851523131206</id><published>2012-01-04T18:48:00.003-08:00</published><updated>2012-01-04T18:48:45.632-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mualaf'/><title type='text'>Mualaf Clay (2) Ia Bahagia Mengetahui Islam Menghormati Yesus</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/-6hbQXv26jto/TwUPhPaeY4I/AAAAAAAAARQ/wJmCV-v-FCk/s1600-h/image1.png"&gt;&lt;img style="border-right-width: 0px; display: inline; border-top-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: 0px; border-left-width: 0px; margin-right: 0px" title="image" border="0" alt="image" align="left" src="http://lh5.ggpht.com/-AgdD-Qy7oHU/TwUPikG9m4I/AAAAAAAAARY/bLgyFemwl5c/image_thumb1.png?imgmax=800" width="244" height="177" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Awalnya Clay tak yakin bahwa Alquran sebagai satu-satunya sebab yang menjadikannya masuk Islam, ia berfikir Islamnya ia hari ini terjadi atas kehendak Allah. “Saya tidak pernah tahu bagaimana pikiran saya bisa berubah. Allah yang mengendaki saya suatu hari akan memeluk Islam. Alhamdulillah, setelah 18 bulan, aku tiba-tiba terbangun dengan rasa iman di dada dan (tiba-tiba) mengenali-Nya,” kata dia. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Clay mulai memeluk Islam setelah 18 bulan mempelajari Islam. Keislamannya seperti sesuatu yang spontan. Ia tiba-tiba terbangun di tengah malam dan berujar, “Hei, subhannallah, saya muslim!&amp;quot;. &lt;/p&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;p align="justify"&gt;Mengutip hadis, ia mengatakan bahwa siapa yang diberi hidayah oleh Allah maka tidak seorangpun yang bisa menyesatkannya. Sebaliknya, siapa yang disesatkan oleh Allah maka tida seorangpun yang bisa memberinya petunjuk (HR. Ahmad, Abu Dawud, at Tirmidzi).&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Ketika menjadi muslim ia bahagia mengetahui Islam menghormati Nabi Isa. Clay tidak memungkiri hak-hak ilahiah yang diberikan kepada Yesus (Isa). “Ketika saya tahu bagaimana Islam menggambarkan tentang Yesus, aku senang melihat bahwa Yesus digambarkan sebagai seorang nabi (Isa/Yesus juga disebut Mesias),” kata dia. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Salah seorang Muslim pertama yang ia temui selama 18-bulan masa belajar Islam pernah melontarkan satu hal. &amp;quot;Yesus adalah seorang nabi Allah yang harus dihormati. Meninggal dengan cara disalib bukanlah cara yang baik untuk mati. Dan ini tidak cocok untuk seorang nabi Allah,” ujar dia. Saat itu ia baru menydari bahwa umat Islam begitu menghormati Yesus. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Setelah memeluk Islam, ia berharap semua umat Islam di dunia mendapatkan hidayah agar ibadah yang dilakukan semakin baik dan sempurna. Ia merasa sedih dengan pemberitaan tentang Islam yang beredar di media, misalnya tentang teroris. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;“Sangat menyedihkan bahwa orang tidak mendapatkan gambaran yang jelas tentang Islam dalam berita dan media,” ujar dia. Jika ada sesuatu yang salah tentang Islam, media langsung memberitakannya. Menurutnya, media pintar sekali membisniskan berita.&amp;#160; “Padahal seorang muslim sejati tidak akan pernah menjadi teroris. Dan teroris itu bukanlah muslim sejati,” katanya.&lt;strong&gt; (selesai)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Redaktur:&lt;/b&gt; Ajeng Ritzki Pitakasari&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Reporter:&lt;/b&gt; Dwi Murdaningsih/onislam REPUBLIKA.CO.ID&lt;/p&gt; &lt;/span&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4118448489383692634-130351851523131206?l=batupengajar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://batupengajar.blogspot.com/feeds/130351851523131206/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2012/01/mualaf-clay-2-ia-bahagia-mengetahui.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/130351851523131206'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/130351851523131206'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2012/01/mualaf-clay-2-ia-bahagia-mengetahui.html' title='Mualaf Clay (2) Ia Bahagia Mengetahui Islam Menghormati Yesus'/><author><name>Batu Pengajar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15306453411249356230</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-BXU3TyQhybo/TrC4tXSo5qI/AAAAAAAAAAQ/S-c1QQQ48us/s220/batupengajar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh5.ggpht.com/-AgdD-Qy7oHU/TwUPikG9m4I/AAAAAAAAARY/bLgyFemwl5c/s72-c/image_thumb1.png?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4118448489383692634.post-180386549384278071</id><published>2012-01-04T18:48:00.001-08:00</published><updated>2012-01-04T18:48:09.097-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mualaf'/><title type='text'>Mualaf Clay (1) Saat Ingin Pengaruhi Teman Muslimnya, Ia Justru Tercerahkan</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/-4ozv1WH_k0A/TwUPYgjaRuI/AAAAAAAAARA/MkYe4StjcrM/s1600-h/image1.png"&gt;&lt;img style="border-right-width: 0px; display: inline; border-top-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: 0px; border-left-width: 0px; margin-right: 0px" title="image" border="0" alt="image" align="left" src="http://lh5.ggpht.com/-qGNuMad1Ha0/TwUPZgZpl2I/AAAAAAAAARI/u18xkH93_qA/image_thumb1.png?imgmax=800" width="244" height="177" /&gt;&lt;/a&gt; Nikmat Islam dan Iman akan diberikan Allah kepada siapa saja yang Ia kehendaki. Clay, termasuk salah satunya. Tak pernah ia menyangka, selama 20 tahun memeluk Kristen evangelis, ternyata ia hanya membutuhkan waktu kurang dari dua tahun sebelum menyatakan beriman kepada Allah. Kini, sudah 4,5 tahun mantan mahasiswa Universitas Arizona ini memeluk agama Islam. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ia mengaku tak pernah tahu apa-apa tentang Islam. “Kecuali apa yang mereka katakan&amp;#160; kepadaku saat masih di kelas lima. Yang mereka ajarkan kepadaku adalah Alquran itu hal besar,” ujar dia. &lt;/p&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;p align="justify"&gt;Saat masih berkuliah (18-20 tahun), ia sering berlajar bersama teman di ruang bawah tanah perpustakaan. Kelompok belajarnya berasal dari campuran beberapa agama. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Saat belajar, mereka tak hanya mendiskusikan pelajaran. Topik lain seperti politik dan agama juga menjadi santapan. Di antara teman kelompoknya itu, ada satu orang muslim. Kepada kawan muslimnya, ia pernah menyimpan niat untuk ‘mengkristenkan’ orang itu. Dalam hati, ia berujar, “Aku akan membawa orang ini menuju Kristus,” katanya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Ia pernah beberapa kali memberi masukan tentang Kristen. Sebagai orang Kristen, ia merujuk pada perjanjian baru Alkitab. Temannya mendengarkan dengan saksama. Sampai kemudian mereka berpisah, Clay mendoakan agar si muslim bisa masuk Kristen. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Melihat ada gelagat aneh untuk mengkristenkan temannya, sang kawan yang Muslim lantas menanyakan apa yang sebenarnya diinginkan Clay. &amp;quot;Dengar, aku akan melakukan apa pun yang Anda inginkan. Jika anda ingin saya untuk membelikan anda mobil, aku akan membelikanmu mobil,” ujar Clay menirukan kawannya. Lalu Clay hanya menjawab bahwa ia tak menginginkan apapun dari teman muslimnya kecuali ia menjadi Kristen. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Siapa sangka, pengalaman sang teman muslim justru memberikan pencerahan pada Clay. Sambil mengobrol, Clay baru tahu latar belakang si Muslim yang ternyata seorang atheis. Sebelum menjadi Muslim, dari atheis ia memeluk Kristen, kemudian ke Katolik, baru akhirnya memeluk Islam.&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Meski informasi itu sempat mengusiknya, Clay tetap pergi ke gereja hingga usianya 20 tahun. Menjelang usia 30-an, ia merasakan sesuatu terjadi dalam dirinya. Ia penasaran tentang Islam. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Saat panggilan itu muncul, timbul pula rasa ragu antara ‘ya dan tidak’ untuk mempelajarinya lebih lanjut. Butuh waktu sembilan bulan baginya untuk memutuskan akan mencari tahu tentang Islam. “Jadi aku pergi ke toko buku dan membeli terjemahan bahasa Inggris dari ALquran dan mulai membacanya,” ujar dia. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Ia hanya membutuhkan waktu sekitar satu bulan untuk menyadari ada gambaran yang berbeda tentang Tuhan dari kitab suci yang belum lama ia baca itu. Saat ia membaca terjemahan Alquran, ia menyadari Islam adalah agama yang sangat terfokus dan bahwa Tuhan adalah sumber dari segala kekuatan yang ada. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;“Tak satu pun dari kekuasaan diperuntukkan bagi orang lain. Semua takdir yang baik, buruk, jelek, indah dan yang akan terjadi, hanya Allah yang punya kuasa,” kata dia. Entah karena apa, ia merasa keinginan untuk memuji Allah seperti tumbuh saja pada dirinya.&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Redaktur:&lt;/b&gt; Ajeng Ritzki Pitakasari&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Reporter:&lt;/b&gt; Dwi Murdaningsih REPUBLIKA.CO.ID&lt;/p&gt; &lt;/span&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4118448489383692634-180386549384278071?l=batupengajar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://batupengajar.blogspot.com/feeds/180386549384278071/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2012/01/mualaf-clay-1-saat-ingin-pengaruhi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/180386549384278071'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/180386549384278071'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2012/01/mualaf-clay-1-saat-ingin-pengaruhi.html' title='Mualaf Clay (1) Saat Ingin Pengaruhi Teman Muslimnya, Ia Justru Tercerahkan'/><author><name>Batu Pengajar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15306453411249356230</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-BXU3TyQhybo/TrC4tXSo5qI/AAAAAAAAAAQ/S-c1QQQ48us/s220/batupengajar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh5.ggpht.com/-qGNuMad1Ha0/TwUPZgZpl2I/AAAAAAAAARI/u18xkH93_qA/s72-c/image_thumb1.png?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4118448489383692634.post-1842140036177327725</id><published>2012-01-04T18:47:00.003-08:00</published><updated>2012-01-04T18:47:36.916-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mualaf'/><title type='text'>Mualaf Yusuf Burke (3 Habis): Aktivis yang Getol Sadarkan Hak Sipil dan Politik Muslims AS</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/-GrRgrSOrV7g/TwUPQKnO4xI/AAAAAAAAAQw/7EQe3H0Z0M8/s1600-h/image1.png"&gt;&lt;img style="border-right-width: 0px; display: inline; border-top-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: 0px; border-left-width: 0px; margin-right: 0px" title="image" border="0" alt="image" align="left" src="http://lh6.ggpht.com/--OxkCyrqWUU/TwUPRmnO53I/AAAAAAAAAQ4/Eg6kyZdgaII/image_thumb1.png?imgmax=800" width="244" height="177" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Usai berkali-kali menangani kasus dan membantu Muslim AS, Yusuf Braker, menyimpulkan mereka pun kini lebih sadar akan hak-hak sipil dan hukum mereka. &amp;quot;Mereka akan berjalan sesuai itu dan mencoba meminta akomodasi ketika dibutuhkan. Ada waktu juga ketika kami harus mengambil langkah hukum dan meminta mereka berkonsultasi pada pengacara. Tapi untungnya ini tidak kerap terjadi,&amp;quot; tutur Yusuf. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Yusuf menyatakan mayoritas kasus yang pernah ia jumpai tidak benar-benar berdasar sikap bias tetapi hanya ketidakpedulian terhadap apa yang Islam butuhkan. &amp;quot;Jadi mereka harus memahami apa Islam itu dan apa tanggung jawab mereka di bawah hukum,&amp;quot; ujarnya. &lt;/p&gt; &lt;span class="fullpost"&gt; &lt;p align="justify"&gt;Ia juga mendorong Muslim untuk memiliki pemahaman lebih baik sebagai warga negara dan aktif di dalam pemerintah dalam hal mengenal wakilnya di legislatif, memahami isu yang terjadi di Amerika dan memberikan suara dengan benar. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Yusuf menilai Muslim di AS mesti mneyadari sebagai warga Amerika mereka harus tahu bagaimana mengungkapkan dan menyalurkan pendapat mereka serta tahu siapa orang yang mereka pilih. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Saat ini diakui Yusuf Muslim merasa tidak percaya diri bahwa mereka tak bisa mempengaruhi perubahan apa pun. Jadi tantangan terbesar adalah bagaimana ia menjelaskan pada mereka pentingnya untuk terlibat dalam semua aktivitas kewarganegaraan termasuk memberi suara &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;quot;Bahkan dalam skalan nasional anda memiliki satu suara, meski di sana ada ratusan juta orang di AS, namun satu suara dihitung. Bila anda menengok pada pemilu 2000 lalu, ketika seseorang memberikan suara lewat kabel mereka dihitung satu per satu. Inilah kekuatan suara.&amp;quot; papar Yusuf. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;quot;Kami mencoba memastikan anggota komunitas kami memahami isu ini dan demi apa perwakilan mereka duduk di kursi parlemen. Kami hanya mencoba membuat mereka paham pula hak-hak politik mereka, menjalani proses tersebut, memilih dengan benar dan apa yang mereka bela,&amp;quot; imbuhnya &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Mengapa seorang kaukasia berkulit putih seperti dirinya memilih Islam? Kulit putih justru menjadi minoritas di komunitas Muslim Amerika. Namun Yusuf memandang pemikiran mengenai Muslim berwarna dan Muslim kulit putih timbul akibat selip pemahaman hasil propaganda media. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;quot;Jadi saya pikir ini memang sulit, terutama untuk Kaukasia untuk benar-benar melihat, merasakan dan larut dalam realitas Islam di sini. Ini pula yang kami coba atasi ketika kami berbicara dengan warga Muslim ketika kami memberikan presentasi kepada aparat penegakan hukum, rumah sakit dan area-area lain,&amp;quot; kata Yusuf. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;quot;Tujuan kami hanyalah menghilangkan mitos burung tentang Islam dan Muslim dan membantu mereka untuk memiliki pemahaman lebih baik terhadap Muslim,&amp;quot; ujarnya. Sehingga, ia berharap, ketika mereka melintas dan bertemu Muslim baik di rumah, atau melihat seseorang berdoa di mobilnya mereka tidak curiga dengan apa yang Muslim lakukan. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;quot;Kami juga jelaskan kami beribadah lima kali sehari. Kadang anda bisa melihat seseorang di mobil dan berpikir mereka menghantamkan kepala mereka ke setir, padahal ia hanyalah shalat di kendaraan. Itulah mengapa kami harus memberi tahu kepada penegak hukum dan orang-orang yang kami yakini akan kerap menjumpai hal ini dalam kehidupan sehari-hari,&amp;quot; papar Yusuf. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Tak hanya itu, kini ia bersama koleganya juga mencoba menghapus makna salah dan negatif tentang Jihad. &amp;quot;Pemahaman bahwa itu adalah perang suci, sungguh salah. Dengan mengakui hak-hak wanita pula, kami sebagai Muslim mencoba menjelaskan bahwa wanita justru dilindungi dalam Islam, dan praktek-praktek selip yang sering muncul bukanlah berdasar agama, melainkan kebudayaan mereka,&amp;quot; ujarnya. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Yusuf mengakui masih diperlukan banyak perjuangan di Amerika. &amp;quot;Namun saya berpikir masa depan cukup cerah di sini, selama kita setia terhadap prinsip Islam dan menjadi Muslim yang Baik.&amp;quot;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Redaktur:&lt;/b&gt; Ajeng Ritzki Pitakasari REPUBLIKA.CO.ID&lt;/p&gt; &lt;/span&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4118448489383692634-1842140036177327725?l=batupengajar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://batupengajar.blogspot.com/feeds/1842140036177327725/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2012/01/mualaf-yusuf-burke-3-habis-aktivis-yang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/1842140036177327725'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/1842140036177327725'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2012/01/mualaf-yusuf-burke-3-habis-aktivis-yang.html' title='Mualaf Yusuf Burke (3 Habis): Aktivis yang Getol Sadarkan Hak Sipil dan Politik Muslims AS'/><author><name>Batu Pengajar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15306453411249356230</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-BXU3TyQhybo/TrC4tXSo5qI/AAAAAAAAAAQ/S-c1QQQ48us/s220/batupengajar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh6.ggpht.com/--OxkCyrqWUU/TwUPRmnO53I/AAAAAAAAAQ4/Eg6kyZdgaII/s72-c/image_thumb1.png?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4118448489383692634.post-6172551219209703838</id><published>2012-01-04T18:47:00.001-08:00</published><updated>2012-01-04T18:47:03.258-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mualaf'/><title type='text'>Mualaf Yusuf Burke (2): Mengadvokasi dan Membantu Sesama Muslim Jadi Santapan Rutin</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/-4gvU5wRDqZE/TwUPHm1xX6I/AAAAAAAAAQg/hSMJPGpSVvQ/s1600-h/image1.png"&gt;&lt;img style="border-right-width: 0px; display: inline; border-top-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: 0px; border-left-width: 0px; margin-right: 0px" title="image" border="0" alt="image" align="left" src="http://lh3.ggpht.com/-uXnmKzcQ_ZI/TwUPJd8oXxI/AAAAAAAAAQo/s9DKDxlZOxg/image_thumb1.png?imgmax=800" width="244" height="177" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Setelah memeluk Islam, Yusuf Burke pun mengakui keluarganya begitu terkejut. &amp;quot;Namun saya pikir mereka bisa memahami keputusan saya,&amp;quot; ucapnya. Keluarga Yusuf memiliki pikiran terbuka dan mereka selalu menghormati semua orang, terutama dari keyakinan monotheis. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;quot;Saya pikir mereka memandang saya beribadah berdasar cara yang saya yakini dan mereka mengapresiasi itu,&amp;quot; ungkapnya. Namun Yusuf pun merasa perlu menjelaskan kepada keluarganya mengapa ia memutuskan memeluk Islam. &amp;quot;Mungkin itu bisa menyingkirkan pula selip pemahaman yang kita miliki di Amerika Serikat mengenai Islam, dan luar biasa mereka sangat mendukung.&amp;quot; &lt;/p&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;p align="justify"&gt;Kini Yusuf tak hanya seorang Muslim, ia pun aktif dalam kegiatan dan organisasi Islam. Saat ini ia menjadi direktur salah satu cabang Dewan Hubungan Amerika-Israel (CAIR) di AS. &amp;quot;Kami, bagian dari grup advokasi untuk Muslim Amerika, pada dasarnya berupaya mencoba menghapus beberapa selip pemahaman sekaligus membantu Muslim dalam kasus kebebasan atau hak-hak sipil,&amp;quot; kata Yusuf. &amp;quot;Kami mencoba membawa Muslim duduk semeja dengan masyarakat AS dan mengenalkan mereka ke komunitas lebih luas.&amp;quot; &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Saat terjun berdakwah, ia mengkui bersama koleganya selalu berupaya mengusung cita rasa Islam ke Amerika. Perjuangan terhadap hak-hak dan kebebasan sipili warga Muslim adalah kegiatan utama. &amp;quot;Setiap Muslim yang didiskriminasi karena mereka Muslim baik di tempat kerja atau lembaga pemerintah, kami mencoba memantu mereka. Kini kami tengah menangani beberapa kasus semacam.&amp;quot; &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Meski ia mengakui diskriminasi terhadap minoritas kerap dijumpai, namun satu hal besar yang ia acungi jempol atas hidup di Amerika adalah hukum tentang kebebasan beragama dan akomodasi terhadap ibadah sesuai agamanya, terutama di tempat kerja. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&amp;quot;Namun masalahnya, banyak pekerja tak tahu ini dan kami membuat mereka paham apa itu ibadah dan seperti apa bentuk akomodasi terhadap agama, seperti ibadah shalat atau jilbab atau jenggot untuk pria. Kami terus sosialisasikan itu untuk memastikan mereka memahami dan mereka boleh meminta hak itu di tempat kerja,&amp;quot; tutur Yusuf. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Dalam pengertian lain, banyak Muslim yang menghadapi masalah di tempat kerja karena atasan tak mengizinkan mereka shalat, berjilbab, atau bahkan menumbuhkan jenggot. &amp;quot;Itulah yang terjadi, seperti mengenakan jilbab dalam lingkungan kerja yang memiliki kebijakan mengenakan seragam. Padahal undang-undang berpihak pada kita dan itulah yang coba kami edukasikan,&amp;quot; ujar Yusuf.&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Redaktur:&lt;/b&gt; Ajeng Ritzki Pitakasari REPUBLIKA.CO.ID&lt;/p&gt; &lt;/span&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4118448489383692634-6172551219209703838?l=batupengajar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://batupengajar.blogspot.com/feeds/6172551219209703838/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2012/01/mualaf-yusuf-burke-2-mengadvokasi-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/6172551219209703838'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/6172551219209703838'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2012/01/mualaf-yusuf-burke-2-mengadvokasi-dan.html' title='Mualaf Yusuf Burke (2): Mengadvokasi dan Membantu Sesama Muslim Jadi Santapan Rutin'/><author><name>Batu Pengajar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15306453411249356230</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-BXU3TyQhybo/TrC4tXSo5qI/AAAAAAAAAAQ/S-c1QQQ48us/s220/batupengajar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh3.ggpht.com/-uXnmKzcQ_ZI/TwUPJd8oXxI/AAAAAAAAAQo/s9DKDxlZOxg/s72-c/image_thumb1.png?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4118448489383692634.post-7520803548988805528</id><published>2012-01-04T18:46:00.001-08:00</published><updated>2012-01-04T18:46:22.838-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mualaf'/><title type='text'>Mualaf Yusuf Burke (1): Pakar Teknik AS Ini Berislam di Indonesia</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/-rfguxbPCMcw/TwUO97u0HtI/AAAAAAAAAQQ/5jBt1Qna72E/s1600-h/image1.png"&gt;&lt;img style="border-right-width: 0px; display: inline; border-top-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: 0px; border-left-width: 0px; margin-right: 0px" title="image" border="0" alt="image" align="left" src="http://lh6.ggpht.com/-zi43bnKX2TA/TwUO--2xBfI/AAAAAAAAAQY/JMqc2GAjHd0/image_thumb1.png?imgmax=800" width="244" height="177" /&gt;&lt;/a&gt; Yusuf Burke dibesarkan di New York. Sebagian besar hidupnya ia jalani sebagai penganut Katholik, mulai dari sekolah Katholik hingga universitas. Namun, saat itu ia pun sudah memahami sedikit tentang Islam. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;quot;Ayah saya dulu sempat bepergian ke Malaysia beberapa kali, jadi ia memiliki teman-teman Muslim,&amp;quot; tuturnya. Kadang keluarga Yusuf menerima mereka sebagai tamu. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Yusuf selalu memiliki ketertarikan untuk melihat dunia luar, menyaksikan keragaman budaya, begitu pula perbedaan agama. Rasa ingin tahunya itu pun yang membuat ia mempelajari sedikit dasar-dasar Islam saat memeluk Katholik. &lt;/p&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;p align="justify"&gt;&amp;quot;Saat itu saya bersiap mengambil mata kuliah agama dan saya mengenal dasar-dasar Islam. Namun saya tidak benar-benar paham banyak hingga saya pergi ke Indonesia,&amp;quot; ungkapya. &amp;quot;Saat itu adalah kali pertama saya pindah dan tinggal di negara bermayoritas Muslim,&amp;quot; akunya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Yusuf belajar kelistrikan di bangku kuliah dan 2 tahun setelah itu ia keluar lalu bergabung bersama tim energi dari General Electric sebagai ahli teknis lapangan. Ia pun mulai kerap bepergian ke luar negeri untuk mengerjakan proyek-proyek tenaga dan membangun pembangkit listrik. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Saat pertama kali ke Indonesia pada 1994, ia pun pergi dalam rangka mengerjakan proyek pendirian pembangkit listrik. Di Indonesia ia mengaku menikmati bertemu dengan orang-orang lokal. &amp;quot;Mereka adalah orang-orang yang sangat ramah dan sangat terbuka serta antusias untuk terlibat obrolan dengan anda karena anda berbeda,&amp;quot; katanya menuturkan pengalamannya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Tinggal di Indonesia ia pun mulai belajar mengenai Islam. Dua tahun berselang, 1996, ia mengikrarkan keislamannya. Saya menikah tak lama setelah itu, kami bepergian lagi, lalu menetap kembali di New York pada 2002 setelah sempat tinggal sebentar di Malaysia, Singapura, Australia dan Thailand pula. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Mengapa ia tertarik Islam? &amp;quot;Saya memiliki pemahaman mendalam tentang Katholik. Saya pikir yang membawa saya pada Islam ialah sifatnya yang logis. Sebagai insinyur, saya sangat mengapresiasi sesuatu yang logis,&amp;quot; ungkap Yusuf. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&amp;quot;Itulah yang saya rasakan ketika saya berdiskusi tentang Islam dan tinggal di antara Muslim. Saya merasakan pula persaudaran yang mereka bagi dan itu benar-benar mendorong saya pula.&amp;quot; tutur Yusuf. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Ketika ia pergi ke Australia dan Malaysia setelah menjadi Muslim, ia pun mempelajari Islam lebih dalam. &amp;quot;Saya mengambil kelas dan belajar dari orang lain, dan cara mereka membawakan kepada saya benar-benar menusuk dan menggugah kesadaran bahwa seperti inilah cara yang benar.&amp;quot; &lt;strong&gt;(bersambung)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Redaktur:&lt;/b&gt; Ajeng Ritzki Pitakasari REPUBLIKA.CO.ID&lt;/p&gt; &lt;/span&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4118448489383692634-7520803548988805528?l=batupengajar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://batupengajar.blogspot.com/feeds/7520803548988805528/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2012/01/mualaf-yusuf-burke-1-pakar-teknik-as.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/7520803548988805528'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/7520803548988805528'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2012/01/mualaf-yusuf-burke-1-pakar-teknik-as.html' title='Mualaf Yusuf Burke (1): Pakar Teknik AS Ini Berislam di Indonesia'/><author><name>Batu Pengajar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15306453411249356230</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-BXU3TyQhybo/TrC4tXSo5qI/AAAAAAAAAAQ/S-c1QQQ48us/s220/batupengajar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh6.ggpht.com/-zi43bnKX2TA/TwUO--2xBfI/AAAAAAAAAQY/JMqc2GAjHd0/s72-c/image_thumb1.png?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4118448489383692634.post-1697951960196449644</id><published>2011-12-23T03:41:00.001-08:00</published><updated>2011-12-23T03:41:03.686-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mualaf'/><title type='text'>Kisah Lia Rojas (2-Habis): Begitu Berilslam, Tiba-tiba Ia Malu Melihat Kakinya Terbuka dan Bercelana Pendek</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/-e1-U0mJZd8Q/TvRoypyu23I/AAAAAAAAAQA/hL-pTERsQLY/s1600-h/image%25255B12%25255D.png"&gt;&lt;img style="border-right-width: 0px; display: inline; border-top-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: 0px; border-left-width: 0px; margin-right: 0px" title="image" border="0" alt="image" align="left" src="http://lh5.ggpht.com/-kN0_VYdt594/TvRozcWL6LI/AAAAAAAAAQI/brAwy6klB2k/image_thumb%25255B12%25255D.png?imgmax=800" width="244" height="177" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Banyak hal yang tak bisa diungkapkan Lia Rojas, mualaf asal Dallas, Texas, ketika pertama kali mengucapkan syahadat. “Sangat istimewa. Itu sangat luar biasa,” ujar dia. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Rojaz mengakui memang sulit pada awalnya menerima respon keluarga dan teman. Tapi sejak pikirannya terbuka ia yakin tak mungkin lagi terus bertahan dengan agama Katolik yang dianutnya. Awalnya memang banyak teman yang tiba-tiba menjuh, tapi itu bukanlah masalah bagi Rojas. &lt;/p&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;p align="justify"&gt;Ketika pertama kali mengucapkan syahadat, kondisi Rojas sangat jauh berbeda dibandingkan yang sekarang. Sekarang ia mengenakan jilbab. Dulu, ia masih suka mengenakan celana pendek dan tank top. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Ada kejadian yang cukup aneh ketika awal memeluk Islam. Ketika itu, ia berniat pergi berbelanja, ia tiba-tiba terpaku di dalam mobil. “Ketika hendak turun dari mobil untuk berbelanja, aku tiba-tiba merasa malu melihat kakiku (masih terbuka),” kata dia. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Ia begitu terpaku hingga tak bisa keluar dari mobil. Tiga kali mencoba keluar, namun ia merasa tak kuasa. Ia mulai bertanya-tanya apa yang sedang terjadi, tiba-tiba saja ia merasa malu dengan apa yang ia kenakan di badan.&amp;#160; “Saya pulang ke rumah dan menangis,” kata dia. Itulah awal mula Rojas mulai berkenalan dengan jilbab. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Ia yang kini telah menjadi seorang muslim hanya bersyukur kepada Allah atas hidayah yang diberikan. “Alhamdulillah, jika aku mati hari ini aku akan mati sebagai seorang Muslim,” ujar dia.&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Redaktur:&lt;/b&gt; Ajeng Ritzki Pitakasari&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Reporter:&lt;/b&gt; Dwi Murdaningsih &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;REPUBLIKA.CO.ID, &lt;/p&gt; &lt;/span&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4118448489383692634-1697951960196449644?l=batupengajar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://batupengajar.blogspot.com/feeds/1697951960196449644/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2011/12/kisah-lia-rojas-2-habis-begitu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/1697951960196449644'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/1697951960196449644'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2011/12/kisah-lia-rojas-2-habis-begitu.html' title='Kisah Lia Rojas (2-Habis): Begitu Berilslam, Tiba-tiba Ia Malu Melihat Kakinya Terbuka dan Bercelana Pendek'/><author><name>Batu Pengajar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15306453411249356230</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-BXU3TyQhybo/TrC4tXSo5qI/AAAAAAAAAAQ/S-c1QQQ48us/s220/batupengajar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh5.ggpht.com/-kN0_VYdt594/TvRozcWL6LI/AAAAAAAAAQI/brAwy6klB2k/s72-c/image_thumb%25255B12%25255D.png?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4118448489383692634.post-6042483848511542713</id><published>2011-12-23T03:39:00.001-08:00</published><updated>2011-12-23T03:39:28.165-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mualaf'/><title type='text'>Kisah Lia Rojas (1): Ingin Mendalami Agama yang Dianutnya, Ia Malah Terpikat Islam</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/-eyUMJfaUvZc/TvRoafJbfHI/AAAAAAAAAPw/XdNASfVD9pE/s1600-h/image%25255B1%25255D.png"&gt;&lt;img style="border-right-width: 0px; display: inline; border-top-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: 0px; border-left-width: 0px; margin-right: 0px" title="image" border="0" alt="image" align="left" src="http://lh6.ggpht.com/-1rT1ML2aLUM/TvRobTlgNdI/AAAAAAAAAP4/Cjy-_968olE/image_thumb%25255B1%25255D.png?imgmax=800" width="244" height="177" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Lia Rojas memeluk Islam sejak enam bulan lalu. Sebelumnya, wanita asal Dallas, Texas ini memeluk Katolik sejak kecil. Ia bersyahadat setelah mempelajari Islam selama satu tahun. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Rojas mengalami sebuah proses yang unik dalam menemukan Islam. Awalnya, ia yang seorang calon guru agama Katolik berniat mempelajari lebih dalam ajaran agama yang dianutnya sebagai bekal memberikan ajaran kepada murid-muridnya. &lt;/p&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;p align="justify"&gt;Rencananya, ia akan membawakan materi ‘Mengapa Katolik’. Sebelum memeberikan materi itu, ia benar-benar mempersiapkan diri. Hampir delapan bulan ia berupaya membekali diri untuk mengajar. Siapa sangka, saat ia berniat mempelajari lebih dalam agama Katolik, ia justru ‘tersandung’ Islam.&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Sempat ia bercerita kepada temannya yang muslim, sang kawan semakin ‘mendorongnya’ kepada cahaya Islam. “Saya punya beberapa teman Muslim tapi saya tidak tahu mereka adalah Muslim. Saya memberitahu mereka tentang kelas saya dan bagaimana saya sedang belajar tentang Islam,” ujar Rojas. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Rojas lalu diberi salinan Alquran dalam bahasa Inggris yang kemudian ia pelajari lebih jauh. Selama waktu delapan bulan itu, ia justru lebih banyak mempelajari Islam dibanding mendalami agama Katolik. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Sebuah proses menuju cahaya Islam yang ditemukan dengan jalan yang tak pernah ia pikirkan. Sejak saat itu, ia tak lagi pergi ke gereja. Ia malah membatalkan mengajar kelas Katolik, tugas yang awalnya dipercayakan padanya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Hampir seperti mualaf lain, Rojas juga mempelajari Alquran melalui internet. “Kemudian saya mulai mengunjungi ke masjid,” ujar dia. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Saat menemukan hidayah Islam, Rojas kini beranggapan Allah-lah yang telah menyelamatkannya dari segala kebutaan yang pernah ia lalui. “Sebelumnya kita berdoa kepada Maria atau Yesus untuk menolong kita. Aku berumur 40 tahun dan aku nyaris tidak menyadarinya (kesalahan dalam berdoa),” ujar dia. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Ia kini menyadari Maria adalah ibu dari Yesus Kristus, tapi Maria bukanlah ibu dari Tuhan. “Aku hanya tidak bisa percaya bahwa selama ini aku begitu buta,” kata dia.&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Redaktur:&lt;/b&gt; Ajeng Ritzki Pitakasari&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Reporter:&lt;/b&gt; Dwi Murdaningsih&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Sumber:&lt;/b&gt; onislam REPUBLIKA.CO.ID, &lt;/p&gt; &lt;/span&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4118448489383692634-6042483848511542713?l=batupengajar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://batupengajar.blogspot.com/feeds/6042483848511542713/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2011/12/kisah-lia-rojas-1-ingin-mendalami-agama.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/6042483848511542713'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/6042483848511542713'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2011/12/kisah-lia-rojas-1-ingin-mendalami-agama.html' title='Kisah Lia Rojas (1): Ingin Mendalami Agama yang Dianutnya, Ia Malah Terpikat Islam'/><author><name>Batu Pengajar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15306453411249356230</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-BXU3TyQhybo/TrC4tXSo5qI/AAAAAAAAAAQ/S-c1QQQ48us/s220/batupengajar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh6.ggpht.com/-1rT1ML2aLUM/TvRobTlgNdI/AAAAAAAAAP4/Cjy-_968olE/s72-c/image_thumb%25255B1%25255D.png?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4118448489383692634.post-5156457388629953558</id><published>2011-12-23T03:37:00.001-08:00</published><updated>2011-12-23T03:37:55.359-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mualaf'/><title type='text'>Kisah Muhamad dari Keluarga Zionis (2): Menjadi Muslim,Giliran Ia Antarkan Seseorang Menjemput Hidayah</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/-mrgV9IUXgPU/TvRoC2t182I/AAAAAAAAAPg/-Wlav7O6M9Q/s1600-h/image%25255B1%25255D.png"&gt;&lt;img style="border-right-width: 0px; display: inline; border-top-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: 0px; border-left-width: 0px; margin-right: 0px" title="image" border="0" alt="image" align="left" src="http://lh4.ggpht.com/-t3OusPeeHxA/TvRoEQi2hqI/AAAAAAAAAPo/HSr-vJZcHGY/image_thumb%25255B1%25255D.png?imgmax=800" width="244" height="177" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ia tak pernah mendengar tentang Islam sebelum bekerja di Universitas New York pada pertengahan tahun 1970-an. Islam adalah hal asing baginya. Pada awalnya ia pikir Islam agama yang terlalu banyak aturan. Banyak larangan ‘ini-itu’. “Saya tak yakin bisa menerima semua peraturan itu,” ujar dia. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Namun ketika telah mengenal ternyata aturan-aturan itu tak menjadi soal baginya. Islam melarang makan babi, minum alkohol, dan semua bukan hal berat karena pada dasarnya ia tak suka makan babi atau minum alkohol.    &lt;br /&gt;Ia jatuh cinta dengan Islam saat mengetahui banyak hal tentang kehidupan yang diajarkan oleh agama ini. ”Ada shalat, puasa dan beramal 2,5 persen dari kekayaan setiap tahun,” kata dia. &lt;/p&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;p align="justify"&gt;Satu hal yang benar-benar ia kagumi dalam Islam adalah tak ada jarak antara manusia dengan Tuhan. “Allah selalu menunjukkan dirinya.” Ia merasa dekat dengan Tuhan yang selama ini ia cari. Di dalam Alquran, semua isinya adalah bahwa Allah maha pemaaf. “Sebelum shalat kita juga melakukan wudhu untuk mengapus dosa-dosa kecil kita,” kata dia. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Muhammad yakin dengan keimanannya. Seuatu ketika seorang temannya Nasrani bertanya mengapa ia tidak memeluk Kristen. Dengan diplomatis ia berkata, “Kalau saya harus menyembah manusia, maka saya akan menyembah Adam. Yesus tidak memiliki ayah, Adam bahkan tak memiliki ayah dan ibu.&amp;quot; &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Sebagai seorang muslim, ia yakin bahwa apa yang diajarkan Yesus sebenarnya juga menyeru untuk menyembah kepada Allah saja. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Nikmat Islam yang dirasakannya ia coba tularkan juga kepada orang lain. Setelah memeluk Islam, ia sempat mendapat kesempatan bernilai dengan mengantarkan seorang nasrani menjemput hidayah. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Suatu hari di hari Jumat, Muhammad sedang berada di masjid. Ia tiba-tiba batuk cukup parah. Ia merasa perlu keluar dari masjid untuk mengambil air minum agar batuknya tak menganggu jamaah lain. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;“Saat keluar, aku melihat ada seorang pria yang tertarik masuk Islam,” ujar dia. Pria yang ia temui di beranda masjid itu kebingungan bagaimana untuk berkomunikasi dengan orang muslim. “Ia tak tahu bagaimana caranya masuk masjid, ia juga tak tahu bagaimana bertanya soal Islam,” kata dia. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Muhammad lalu memperkenalkan kepada pria yang baru dikenalnya bagaimana cara berwudhu. Mereka ngobrol, Muhammad juga menunjukkan bagimana cara shalat. Ia memperkenalkan pria itu dengan para jamaah lain. “Alhamdulilah, ia kini memeluk Islam. Itu hidayah Allah, tapi mungkin melalui perantara diriku,” ujarnya.&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Redaktur:&lt;/b&gt; Ajeng Ritzki Pitakasari&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Reporter:&lt;/b&gt; Dwi Murdaningsih &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;REPUBLIKA.CO.ID, &lt;/p&gt; &lt;/span&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4118448489383692634-5156457388629953558?l=batupengajar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://batupengajar.blogspot.com/feeds/5156457388629953558/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2011/12/kisah-muhamad-dari-keluarga-zionis-2.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/5156457388629953558'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/5156457388629953558'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2011/12/kisah-muhamad-dari-keluarga-zionis-2.html' title='Kisah Muhamad dari Keluarga Zionis (2): Menjadi Muslim,Giliran Ia Antarkan Seseorang Menjemput Hidayah'/><author><name>Batu Pengajar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15306453411249356230</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-BXU3TyQhybo/TrC4tXSo5qI/AAAAAAAAAAQ/S-c1QQQ48us/s220/batupengajar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh4.ggpht.com/-t3OusPeeHxA/TvRoEQi2hqI/AAAAAAAAAPo/HSr-vJZcHGY/s72-c/image_thumb%25255B1%25255D.png?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4118448489383692634.post-185423927064361022</id><published>2011-12-23T03:26:00.001-08:00</published><updated>2011-12-23T03:26:33.671-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mualaf'/><title type='text'>Kisah Muhamad dari Keluarga Zionis (1), Saat Remaja Ia Hampa dan Haus Spiritualitas</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/-KtcRLtpdQRU/TvRlYayFKLI/AAAAAAAAAPQ/NDVWHrABVEU/s1600-h/image%25255B1%25255D.png"&gt;&lt;img style="border-right-width: 0px; display: inline; border-top-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: 0px; border-left-width: 0px; margin-right: 0px" title="image" border="0" alt="image" align="left" src="http://lh4.ggpht.com/-g8INBRN-ncc/TvRlaC1rixI/AAAAAAAAAPY/vXxfo1K4YK8/image_thumb%25255B1%25255D.png?imgmax=800" width="244" height="177" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dulu, bagi Muhammad, Islam hanya sebatas jawaban tentang kehampaan yang ada di hatinya. Meskipun sudah bersyahadat di tahun 1970-an ia tak lantas melakukan kewajiban shalat dan puasa. “Pada dasarnya, aku naif dan bodoh,” akunya. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ia hanya merasa ingin menjadi muslim seperti orang-orang yang ia temui. Saat bekerja di Universitas New York, ia banyak bertemu dengan orang muslim yang menurutnya memiliki sikap kemurahan hati, kerendahan hati, dan berkarisma. “Aku ingin memeluk agama seperti orang-orang yang aku kagumi itu,” kata dia. &lt;/p&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;p align="justify"&gt;Ketidaktahuannya soal ibadah membuatnya sempat melalaikan kewajibannya ketika awal menjadi seorang Muslim. Namun, kini shalat dan puasa sudah menjadi kebutuhannya. Berdoa sekarang telah menjadi seperti ‘menyikat gigi ketika sehabis makan’, sesuatu yang spontan dilakukan. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Bahkan puasa Ramadhan kini menjadi ibadah yang ia nanti-nantikan saban tahun. Saat-saat membahagiakan adalah ketika bisa berkumpul dengan komunitas muslim. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Lahir sebagai seorang Yahudi, Muhammad tak pernah merasakan nikmatnya menjadi hamba Tuhan. Orang tuanya adalah Yahudi kelas menengah yang tinggal di New York. Keluarga itu, bukan keluarga penganut Yahudi biasa. “Keluargaku lebih dekat dengan Zionis,” ujarnya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Ada kehampaan yang mulai merasuk dalam jiwanya ketika masa remajanya hampir habis. Muhammad tak pernah merasakan tumbuh dengan ajaran agama atau petunjuk Tuhan. Ia merasa haus kebutuhan spiritual &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Saat memasuki masa kuliah, mulai mencari suatu kebahagiaan yang nilainya lebih dari sekedar materi. “Aku ingin sesuatu yang lebih dari sekedar mengejar gaya hidup materialistis,” kata dia. Ia tak merasa bahagia dengan mobil, televisi atau apapun yang sifatnya materi. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Saat kuliah, ia mencoba mencari jawab atas semaua rasa ingin tahunya tentang Tuhan. Ia banyak menghabiskan waktu dengan para filsuf dan dosen untuk mempelajari agama. Ia menghabiskan waktu dengan Dalai Lama, penganut Buddha, Hindu, anggota gereja dan para Rabi Yahudi. Dari sekian banyak agama yang ia pelajari. Namun saat itu belum pernah sekalipun ia berkenalan dengan Islam.&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Redaktur:&lt;/b&gt; Ajeng Ritzki Pitakasari&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Reporter:&lt;/b&gt; Dwi Murdaningsih&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Sumber:&lt;/b&gt; onislam&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;REPUBLIKA.CO.ID, &lt;/p&gt; &lt;/span&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4118448489383692634-185423927064361022?l=batupengajar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://batupengajar.blogspot.com/feeds/185423927064361022/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2011/12/kisah-muhamad-dari-keluarga-zionis-1.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/185423927064361022'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/185423927064361022'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2011/12/kisah-muhamad-dari-keluarga-zionis-1.html' title='Kisah Muhamad dari Keluarga Zionis (1), Saat Remaja Ia Hampa dan Haus Spiritualitas'/><author><name>Batu Pengajar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15306453411249356230</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-BXU3TyQhybo/TrC4tXSo5qI/AAAAAAAAAAQ/S-c1QQQ48us/s220/batupengajar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh4.ggpht.com/-g8INBRN-ncc/TvRlaC1rixI/AAAAAAAAAPY/vXxfo1K4YK8/s72-c/image_thumb%25255B1%25255D.png?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4118448489383692634.post-4915673760014870764</id><published>2011-12-15T00:39:00.001-08:00</published><updated>2011-12-15T00:39:51.481-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mualaf'/><title type='text'>Mualaf Melinda Baily (3): Ragu Soal Trinitas</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/--GmtUg9kbXk/Tumx2lttB1I/AAAAAAAAAPA/eK9QixDM9Y8/s1600-h/image%25255B1%25255D.png"&gt;&lt;img style="border-right-width: 0px; display: inline; border-top-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: 0px; border-left-width: 0px; margin-right: 0px" title="image" border="0" alt="image" align="left" src="http://lh5.ggpht.com/-FJX8POxPNJU/Tumx4R-6BZI/AAAAAAAAAPI/svfqnJRjBlc/image_thumb%25255B1%25255D.png?imgmax=800" width="244" height="177" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;REPUBLIKA.CO.ID, SOUTH CAROLINA – Berbicara soal hak perempuan, Melinda mulai setuju dengan beberapa hal yang ada dalam Islam. Poin awal ini yang semakin membuatnya tertarik untuk mempelajari Islam.    &lt;br /&gt;Melinda lalu mencari tahu apa yang sebenarnya disembah oleh umat Islam.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Awalnya, ia berpikir Muslim menyembah Muhammad, tidak percaya pada Yesus dan tidak percaya pada Tuhan. “Ketika aku meneliti, ternyata mereka percaya pada Yesus (Isa), mereka percaya pada Tuhan, tapi mereka tidak percaya pada Trinitas.” &lt;/p&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;p align="justify"&gt;Saat mempelajari Islam, ia melihat banyak hal yang mirip antara Islam dan Kristen. Beberapa kisah dalam Alquran semakin memudahkannya dalam belajar. Melinda juga banyak mengetahui cerita tentang Abraham (Ibrahim), Musa dan Nuh dan begitu banyak hal yang persis sama, kecuali soal Trinitas. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Melinda lalu mempelajari posisi Muhammad dalam Islam. Ia lalu tahu bahwa Muslim tidak menyembah Nabi Muhammad. “Muhammad adalah seorang nabi yang memerintahkan untuk menyembah satu Tuhan,” kata dia. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Satu hal umum yang merupakan perdebatan besar antara Muslim dan Kristen adalah sudut pandang Islam bahwa menyembah Yesus sebagai Tuhan dianggap menyekutukan Allah. Ia kemudian mempelajari pandangan Islam tentang Yesus. &amp;quot;Secara pribadi, pada saat itu aku menyadari bahwa Trinitas benar-benar tidak masuk akal bagiku,” kata dia. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Namun, hal itu belum memuaskan dirinya. Banyak poin yang ia pelajari agama Kristen, seperti Yesus adalah anak Tuhan, dan bahwa dia adalah Tuhan. Ia membandingkan dengan apa yang dikatakan umat Muslim bahwa Yesus adalah nabi dan ia tak pernah minta untuk disembah. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Saat konsep Trinitas sudah ia yakini kesalahannya, Melinda tak serta merta menyatakan masuk Islam. Satu hal yang menghalanginya masuk Islam adalah anggapan bahwa dirinya takkan diterima secara sosial jika menjadi Muslim. “Itu karena kesombongan kita sendiri dan prasangka. Kadang kita tidak bisa menerima seseorang dari ras yang berbeda, dari warna yang berbeda atau dari negara dan budaya yang berbeda,” ujarnya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Namun, Melinda sadar dan segera memantapkan hatinya untuk memeluk Islam dan menikah. Ia teringat saat pertama kali akan menikah dan berpindah agama. &amp;quot;Sulit sekali menjelaskan pada keluarga besar yang sebagaian besar beragama Katholik dan sebagian Kristen,” kata dia. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Menurutnya, sangat sulit berada dalam suatu negara dengan kondisi minoritas namun begitu banyak prasangka. &amp;quot;Alhamdulillah, kini saya Muslim. Sudah menikah dan mulai menjalankan ajaran agama Islam,&amp;quot; tegas Melinda.&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Redaktur:&lt;/b&gt; Chairul Akhmad&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Reporter:&lt;/b&gt; Dwi Murdaningsih&lt;/p&gt; &lt;/span&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4118448489383692634-4915673760014870764?l=batupengajar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://batupengajar.blogspot.com/feeds/4915673760014870764/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2011/12/mualaf-melinda-baily-3-ragu-soal.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/4915673760014870764'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/4915673760014870764'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2011/12/mualaf-melinda-baily-3-ragu-soal.html' title='Mualaf Melinda Baily (3): Ragu Soal Trinitas'/><author><name>Batu Pengajar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15306453411249356230</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-BXU3TyQhybo/TrC4tXSo5qI/AAAAAAAAAAQ/S-c1QQQ48us/s220/batupengajar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh5.ggpht.com/-FJX8POxPNJU/Tumx4R-6BZI/AAAAAAAAAPI/svfqnJRjBlc/s72-c/image_thumb%25255B1%25255D.png?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4118448489383692634.post-3660275794545735253</id><published>2011-12-15T00:36:00.001-08:00</published><updated>2011-12-15T00:36:54.829-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mualaf'/><title type='text'>Mualaf Melinda Baily (2): Mencari Agama Sendiri</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/-6168lb8O3Uc/TumxnbVQmPI/AAAAAAAAAOw/NpSgCvF7Zd8/s1600-h/image%25255B1%25255D.png"&gt;&lt;img style="border-bottom: 0px; border-left: 0px; display: inline; margin-left: 0px; border-top: 0px; margin-right: 0px; border-right: 0px" title="image" border="0" alt="image" align="left" src="http://lh3.ggpht.com/-f0Bn61oxVzs/TumxpOPpWRI/AAAAAAAAAO4/wJw5p4C6Mxc/image_thumb%25255B1%25255D.png?imgmax=800" width="244" height="177" /&gt;&lt;/a&gt; REPUBLIKA.CO.ID, SOUTH CAROLINA – Masuknya sang kakak menjadi seorang Muslim, cukup menyebabkan keluarganya tak lagi pergi ke gereja. Namun, mereka mengaku masih memercayai ajaran Trinitas. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sejak saat itu, banyak hal yang bertentangan dalam keluarga karena adanya perbedaan agama. Orang tuanya mengatakan satu hal, kakaknya mengatakan hal yang lain. Bosan dengan perdebatan, Melinda memutuskan untuk mencari sendiri keyakinannya saat hendak masuk ke sekolah tinggi. &lt;/p&gt; &lt;span class="fullpost"&gt; &lt;p align="justify"&gt;“Jadi, aku benar-benar ingin belajar sendiri dan memutuskan apa yang kuyakini. Bukan hanya menerima agama yang kubawa sejak lahir,” ujar dia. Ia sangat yakin, apa pun hasil pencariannya akan membuatnya semakin mantap dalam beragama. Entah itu makin mantap menjadi seorang Kristen, atau bahkan justru masuk Islam. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Melinda sudah bertekad untuk ‘mencari kebenaran agama’, namun ternyata kehidupannya sebagai remaja jauh lebih menggairahkan dibandingkan keinginannya untuk belajar. “Ternyata aku tidak pernah benar-benar memiliki dorongan untuk melakukannya, karena aku sibuk melakukan banyak hal sebagai remaja,” tuturnya. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Tak berselang lama, sang kakak yang sudah berkeluarga, memutuskan untuk pisah rumah. Setiap kali datang berkunjung, Melinda selalu merasa kakaknya datang dengan karakter yang lebih religius dari sebelumnya. “Sungguh sangat menakutkan melihat perubahan itu. Lalu kakak mengenalkan aku dengan seorang pria Muslim,” ungkap Melinda. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ia kemudian menjalin hubungan dengan pria itu. Namun, sebelum hubungan itu berlanjut serius, keduanya memutuskan untuk tidak melihat satu sama lain. Melinda ingin melakukan ‘meditasi’ untuk melakukan pencarian agama sebelum memutuskan untuk memiliki hubungan yang lebih serius dengan seseorang. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Melinda mulai melakukan pencarian. Baginya, satu rumah tangga harus memiliki agama yang sama. Itu adalah masalah prinsip yang tak bisa ditawar lagi. Pencarian agama ini yang menjadi langkah penting untuk menentukan apakah hubungan dengan pria itu lanjut atau putus. “Pernikahan lintas agama adalah suatu hal yang sulit. Aku benar-benar ingin meneliti agama sebelum akau memutuskan agama yang akan aku anut,” kata dia. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Hal pertama yang ia pelajari tentang Islam, yaitu hak tentang perempuan. Banyak rumor yang ia dengar tentang hak perempuan. Ia pikir perempuan dipaksa harus menutup seluruh badannya, harus selalu di belakang laki-laki. Opini itu yang selama ini ada di benaknya, karena seperti itulah yang digembar-gemborkan di media. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Alangkah terkejutnya Melinda ketika mengatahui bahwa ternyata banyak hak yang diberikan kepada perempuan. Misalnya, seorang wanita memiliki hak untuk memiliki kekayaan dan bisnis sendiri. Ia juga baru tahu bahwa perempuan bertanggungjawab terhadap uang sendiri dan boleh melakukan sesuatu tanpa pengaruh laki-laki. “Aku juga terkejut bahwa perempuan ternyata memiliki hak waris,” ujarnya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Redaktur:&lt;/b&gt; Chairul Akhmad&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Reporter:&lt;/b&gt; Dwi Murdaningsih&lt;/p&gt; &lt;/span&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4118448489383692634-3660275794545735253?l=batupengajar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://batupengajar.blogspot.com/feeds/3660275794545735253/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2011/12/mualaf-melinda-baily-2-mencari-agama.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/3660275794545735253'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/3660275794545735253'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2011/12/mualaf-melinda-baily-2-mencari-agama.html' title='Mualaf Melinda Baily (2): Mencari Agama Sendiri'/><author><name>Batu Pengajar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15306453411249356230</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-BXU3TyQhybo/TrC4tXSo5qI/AAAAAAAAAAQ/S-c1QQQ48us/s220/batupengajar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh3.ggpht.com/-f0Bn61oxVzs/TumxpOPpWRI/AAAAAAAAAO4/wJw5p4C6Mxc/s72-c/image_thumb%25255B1%25255D.png?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4118448489383692634.post-2922346176489092250</id><published>2011-12-15T00:35:00.001-08:00</published><updated>2011-12-15T00:35:49.293-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mualaf'/><title type='text'>Mualaf Melinda Baily (1): Bermula dari Islamnya Sang Kakak</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/-aXXr09_Qgwc/TumwZSsAonI/AAAAAAAAAOg/3mEiSkN016I/s1600-h/image%25255B1%25255D.png"&gt;&lt;img style="border-right-width: 0px; display: inline; border-top-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: 0px; border-left-width: 0px; margin-right: 0px" title="image" border="0" alt="image" align="left" src="http://lh3.ggpht.com/-fRvURItThFI/Tumwa-bW7GI/AAAAAAAAAOo/lR5qwAngShM/image_thumb%25255B1%25255D.png?imgmax=800" width="244" height="177" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;REPUBLIKA.CO.ID, SOUTH CAROLINA – Melinda Baily baru tiga tahun memeluk Islam. Lahir dari ayah berdarah Polandia dan ibu berdarah Italia, kehidupan keluarganya benar-benar didedikasikan untuk Kristen. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Perkenalannya dengan Islam, tak lepas dari sang kakak. “Kakakku memiliki hubungan serius dengan pria Muslim,” ujar dia seperti dikutip onislam.net. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sang kakak terlebih dulu mempelajari Islam. Awalnya, dalam keluarga Melinda tak satu pun yang mengenal Islam. Kehadiran calon kakak ipar disambut baik oleh keluarga. Kakaknya mulai ‘meraba-raba’ untuk belajar tentang cara pandang calon suaminya itu. &lt;/p&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;p align="justify"&gt;Keinginan sang kakak untuk belajar Islam tak terbendung lagi. “Dia ingin membuat keputusan tentang agama apa yang ingin mereka ajarkan kepada anaknya. Dia tak ingin memperkenalkan anak-anaknya dengan agama yang ia sendiri tidak yakin,” kata wanita yang tinggal di Carolina Selatan ini. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Sang kakak akhirnya memutuskan untuk memeluk Islam setelah belajar selama dua tahun. Kakaknya mengatakan pada anggota keluarga bahwa ia tak lagi bisa menerima ajaran Trinitas yang selama ini dianut. Berislamnya kakak Melinda, pada mulanya dianggap sebagai sesuatu yang menakutkan.      &lt;br /&gt;Bagaimana tidak, begitu banyak kesalahpahaman yang bisa terjadi karena masalah agama. Banyak perubahan besar yang terjadi pada diri sang kakak. Mulai dari cara pandang, cara berpakaian, cara berpikir dan semuanya. “Sungguh, saat itu aku benar-benar tidak tertarik pada Islam. Sangat menakutkan untuk melihat kakak banyak mengalami perubahan,” kenang Melinda.&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Redaktur:&lt;/b&gt; Chairul Akhmad&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Reporter:&lt;/b&gt; Dwi Murdaningsih&lt;/p&gt; &lt;/span&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4118448489383692634-2922346176489092250?l=batupengajar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://batupengajar.blogspot.com/feeds/2922346176489092250/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2011/12/mualaf-melinda-baily-1-bermula-dari.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/2922346176489092250'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/2922346176489092250'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2011/12/mualaf-melinda-baily-1-bermula-dari.html' title='Mualaf Melinda Baily (1): Bermula dari Islamnya Sang Kakak'/><author><name>Batu Pengajar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15306453411249356230</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-BXU3TyQhybo/TrC4tXSo5qI/AAAAAAAAAAQ/S-c1QQQ48us/s220/batupengajar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh3.ggpht.com/-fRvURItThFI/Tumwa-bW7GI/AAAAAAAAAOo/lR5qwAngShM/s72-c/image_thumb%25255B1%25255D.png?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4118448489383692634.post-1915834597637130871</id><published>2011-12-15T00:30:00.001-08:00</published><updated>2011-12-15T00:30:23.699-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mualaf'/><title type='text'>Mualaf Hungaria (3-Habis): Belajar Shalat Lewat Internet</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/-P_ZPO5U6jyc/TumwGSi8TqI/AAAAAAAAAOQ/3G90E4V6bKo/s1600-h/image%25255B1%25255D.png"&gt;&lt;img style="border-right-width: 0px; display: inline; border-top-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: 0px; border-left-width: 0px; margin-right: 0px" title="image" border="0" alt="image" align="left" src="http://lh6.ggpht.com/-c7lbR6RBWwg/TumwHmUaO0I/AAAAAAAAAOY/PniAI9EXDE8/image_thumb%25255B1%25255D.png?imgmax=800" width="244" height="177" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;REPUBLIKA.CO.ID, BUDAPEST – Shalat pertama Aysha dilakukan dengan penuh perjuangan. Ia yang tak hidup di lingkungan Muslim, tak bisa meminta bantuan siapa pun untuk mengajarinya cara-cara shalat. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Alhasil, ia belajar shalat dari internet karena tak ada yang bisa mengajarinya. Melalui internet, Aysha belajar bagaimana tata cara berwudhu, dan doa-doa apa saja yang diucapkan ketika shalat. &lt;/p&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;p align="justify"&gt;Awalnya, Aysha sempat merasa takut seandainya tak bisa melafalkan bacaan-bacaan shalat dalam bahasa Arab. Ia juga tidak memiliki sajadah dan jilbab. Banyak ketakutan yang justru ia rasakan setelah masuk Islam. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Saat pertama kali shalat, ia menuliskan bacaan dan gerakan shalat di atas kertas. Lalu memegang kertas di tangan kanan, membacanya, kemudian bersujud, membaca lagi dan seterusnya. “Aku yakin itu terlihat sangat lucu. Tapi setelah itu, aku berhasil menghapalkan doa-doa shalat dalam bahasa Arab,” kenangnya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Perlahan, Aysha mulai menemukan teman baru melalui situs jejaring sosial Facebook. Dari ‘saudara online’ itu, ia menemukan begitu banyak cinta dan keberanian saat berjumpa dengan saudara seiman. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Kemudian melalui situs pertemanan itu, seorang pria Muslim memberinya sajadah, jilbab serta buku-buku berisi tuntunan dan doa. Aysha juga mendapatkan Alquran pertamanya dari Yordania. “Aku tidak bisa membeli Alquran di sini. Sekarang, sudah lebih dari dua tahun aku memakai jilbab,” kata dia. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Bagi Aysha, hidup adalah sebuah ujian besar. Namun, ia bersyukur atas ujian yang menimpanya. Dengan begitu ia memiliki kesabaran dan harapan. “Pada hari kiamat, aku akan sangat bersyukur karena telah mencoba untuk menjadi lebih baik dengan memahami agamaku,” ujarnya.      &lt;br /&gt;Ia percaya bahwa semua hal yang sudah ditakdirkan Allah takkan bisa berubah. Tapi setiap orang bisa memilih apa yang baik bagi hidupnya. Kini, Aysha mencoba untuk membimbing para ‘calon mualaf’. “Aku memberi mereka buku-buku tentang Islam, sajadah dan mushaf Alquran. Alhamdulillah, kami bisa shalat bersama-sama dan mereka benar-benar bahagia,” ungkapnya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Dengan melakukan semua itu, Aysha hanya ingin menunjukkan pada semua orang bahwa umat Islam memiliki sifat ramah, santun, dan baik hati.&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Redaktur:&lt;/b&gt; Chairul Akhmad&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Reporter:&lt;/b&gt; Dwi Murdaningsih&lt;/p&gt; &lt;/span&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4118448489383692634-1915834597637130871?l=batupengajar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://batupengajar.blogspot.com/feeds/1915834597637130871/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2011/12/mualaf-hungaria-3-habis-belajar-shalat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/1915834597637130871'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/1915834597637130871'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2011/12/mualaf-hungaria-3-habis-belajar-shalat.html' title='Mualaf Hungaria (3-Habis): Belajar Shalat Lewat Internet'/><author><name>Batu Pengajar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15306453411249356230</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-BXU3TyQhybo/TrC4tXSo5qI/AAAAAAAAAAQ/S-c1QQQ48us/s220/batupengajar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh6.ggpht.com/-c7lbR6RBWwg/TumwHmUaO0I/AAAAAAAAAOY/PniAI9EXDE8/s72-c/image_thumb%25255B1%25255D.png?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4118448489383692634.post-804490679479323194</id><published>2011-12-15T00:29:00.001-08:00</published><updated>2011-12-15T00:29:14.753-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mualaf'/><title type='text'>Mualaf Hungaria (2): Keimanan yang Diuji</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/-79zQG2eXNIw/Tumv0g1qP4I/AAAAAAAAAOA/JktPGgR0FIw/s1600-h/image%25255B1%25255D.png"&gt;&lt;img style="border-bottom: 0px; border-left: 0px; display: inline; margin-left: 0px; border-top: 0px; margin-right: 0px; border-right: 0px" title="image" border="0" alt="image" align="left" src="http://lh3.ggpht.com/-vmNwMzcqQro/Tumv2O6RxCI/AAAAAAAAAOI/-otyPnuIaL0/image_thumb%25255B1%25255D.png?imgmax=800" width="244" height="177" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;REPUBLIKA.CO.ID, BUDAPEST – Perjalanan Aysha memeluk Islam bisa dibilang mudah. Namun, setelah memeluk Islam ia menemukan banyak hambatan untuk mempelajari agama barunya itu. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ia memilih agama yang bertentangan dengan keluarga, teman, budaya, bahkan ibunya sendiri. Ia tak memiliki seorang pun untuk membantunya memahami Islam. Tak banyak yang mendukungnya. Seorang teman bahkan sengaja menjatuhkan mentalnya. &lt;/p&gt; &lt;span class="fullpost"&gt; &lt;p align="justify"&gt;“Dia bilang aku takkan pernah memahami Islam, karena aku tidak dilahirkan sebagai Muslim. Ketika kukatakan padanya bahwa aku ingin memulai puasa Ramadhan, temanku malah mengatakan puasa bukan hanya soal menahan lapar,” tutur Aysha. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sejak memeluk Islam (2007-2008), hubungan dengan sang ibu berubah menjadi tidak baik. Sang ibu mengatakan setelah memeluk Islam, putrinya pasti akan menjadi teroris. “Ibu bilang akan meninggalkanku seperti aku meninggalkan agamaku yang dulu,” kata Aysha. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ketika masih tinggal serumah, sang ibu sengaja menaruh daging babi di dalam kulkas. Namun, Aysha menolak untuk memakannya, sehingga terjadi pertengkaran hebat. Sang ibu juga tak tahan melihat putrinya shalat atau memakai mukenah. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Oleh sebab itu, Aysha pun harus shalat di ruang sempit di atas loteng. &amp;quot;Ibu selalu mengatakan bahwa ia melahirkan seorang anak Nasrani, bukan seorang Muslim,” ungkap Aysha. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Setelah menjadi mualaf, berbagai masalah serius menimpa Aysha. Walau demikian, ia tetap tabah dan sabar menjalani cobaan. “Tapi Alhamdulilah, kini ibu tampaknya sudah menerima aku sebagai Muslim. Aku benar-benar bersyukur kepada Allah. Sekarang aku bebas keluar dengan jilbab, dan beliau tidak berkomentar apa pun,” tutur Aysha. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Hubungan dengan ayah bahkan lebih buruk dibadingkan dengan sang ibu. Sebelumnya, ayahnya tak pernah mau bertemu dan berbicara dengan Aysha. Namun, setelah ia membuka diri, sang ayah mulai menerima putrinya kembali. &amp;quot;Kami sekarang saling mengunjungi secara rutin,” kata Aysha.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Redaktur:&lt;/b&gt; Chairul Akhmad&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Reporter:&lt;/b&gt; Dwi Murdaningsih&lt;/p&gt; &lt;/span&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4118448489383692634-804490679479323194?l=batupengajar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://batupengajar.blogspot.com/feeds/804490679479323194/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2011/12/mualaf-hungaria-2-keimanan-yang-diuji.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/804490679479323194'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/804490679479323194'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2011/12/mualaf-hungaria-2-keimanan-yang-diuji.html' title='Mualaf Hungaria (2): Keimanan yang Diuji'/><author><name>Batu Pengajar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15306453411249356230</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-BXU3TyQhybo/TrC4tXSo5qI/AAAAAAAAAAQ/S-c1QQQ48us/s220/batupengajar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh3.ggpht.com/-vmNwMzcqQro/Tumv2O6RxCI/AAAAAAAAAOI/-otyPnuIaL0/s72-c/image_thumb%25255B1%25255D.png?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4118448489383692634.post-8035337706890450664</id><published>2011-12-15T00:28:00.001-08:00</published><updated>2011-12-15T00:28:20.696-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mualaf'/><title type='text'>Mualaf Hungaria (1): Bersyukur Bisa Belajar Islam</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/-revzR2NyeOY/Tumvna_8uOI/AAAAAAAAANw/doh-ALckS7w/s1600-h/image%25255B1%25255D.png"&gt;&lt;img style="border-right-width: 0px; display: inline; border-top-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: 0px; border-left-width: 0px; margin-right: 0px" title="image" border="0" alt="image" align="left" src="http://lh4.ggpht.com/-yJgvd3EDwEY/TumvoiJE4hI/AAAAAAAAAN4/yl2-F5o7PBM/image_thumb%25255B1%25255D.png?imgmax=800" width="244" height="177" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;REPUBLIKA.CO.ID, BUDAPEST – Bagi Aysha, Islam bukanlah sesuatu yang asing. Wanita asal Hungaria Utara ini sudah mendengar kata itu sejak duduk di bangku SMP. Bagaimana tidak, negara tempat ia tinggal merupakan salah satu bekas ‘jajahan’ Turki selama 150 tahun. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Pengetahuan tentang Islam banyak ia dapatkan di mata pelajaran sejarah. Islam cukup membekas dalam benaknya. Lulus dari SMA, Aysha mengambil kuliah biologi molekuler. &lt;/p&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;p align="justify"&gt;Di kampus tempatnya belajar, ia banyak berkenalan dengan mahasiswa-mahasiswa Muslim. Banyak bergaul dengan mereka, lama-lama membuat Aysha penasaran tentang Islam. “Aku heran bagaimana mereka sangat bangga menjadi seorang muslim,” ujarnya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Sebelum memeluk Islam, Aysha adalah seorang Khatolik. Walaupun mengaku taat, ada bagian tertentu dalam ajaran Khatolik yang tak bisa diterima oleh hatinya. Ia tak yakin bagaimana Tuhan bisa memiliki seorang putra sesuai konsep trinitas yang dianutnya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Soal keraguannya tentang agama, ia bercerita kepada seorang teman yang Muslim.&amp;#160; Suatu hari, ia dan kawannya makan bersama. Ia mulai terpesona dengan Islam sejak mendengar azan yang pertama kali. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Selanjutnya, perjalanannya menuju cahaya Islam seperti sesuatu yang mengalir begitu saja. Ia juga tak tahu dengan alasan apa, tiba-tiba di satu musim panas, ia mendownload program Alquran. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&amp;quot;Aku mendengarkan Alquran dalam bahasa Arab dan membaca terjemahannya dalam bahasa Inggris. Lalu aku banyak berpikir tentang Islam dan membaca berbagai buku tentang agama ini,” kata dia. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Hanya berselang dua bulan sejak saat itu, Aysha memutuskan untuk masuk Islam. Ia bersyahadat disaksikan dua orang temannya.&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Redaktur:&lt;/b&gt; Chairul Akhmad&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Reporter:&lt;/b&gt; Dwi Murdaningsih&lt;/p&gt; &lt;/span&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4118448489383692634-8035337706890450664?l=batupengajar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://batupengajar.blogspot.com/feeds/8035337706890450664/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2011/12/mualaf-hungaria-1-bersyukur-bisa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/8035337706890450664'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/8035337706890450664'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2011/12/mualaf-hungaria-1-bersyukur-bisa.html' title='Mualaf Hungaria (1): Bersyukur Bisa Belajar Islam'/><author><name>Batu Pengajar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15306453411249356230</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-BXU3TyQhybo/TrC4tXSo5qI/AAAAAAAAAAQ/S-c1QQQ48us/s220/batupengajar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh4.ggpht.com/-yJgvd3EDwEY/TumvoiJE4hI/AAAAAAAAAN4/yl2-F5o7PBM/s72-c/image_thumb%25255B1%25255D.png?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4118448489383692634.post-97290418606072240</id><published>2011-12-15T00:27:00.001-08:00</published><updated>2011-12-15T00:27:20.458-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mualaf'/><title type='text'>Jadi Muslimah, Jessica Fay Tidak Lagi Dijuluki 'Si Blonde Bodoh'</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/-kgGAZNWCEXo/TumvX9Fx7MI/AAAAAAAAANg/G6-M0pjxYNI/s1600-h/image%25255B1%25255D.png"&gt;&lt;img style="border-right-width: 0px; display: inline; border-top-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: 0px; border-left-width: 0px; margin-right: 0px" title="image" border="0" alt="image" align="left" src="http://lh3.ggpht.com/-RhMoYdpDKyw/TumvZR6kSzI/AAAAAAAAANo/DTu4Cxt8i3U/image_thumb%25255B1%25255D.png?imgmax=800" width="244" height="177" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;REPUBLIKA.CO.ID,&amp;#160; COLUMBIA - Rambut pirang Jessica Fay kini tertutup balutan kain. Ya, ia telah menjadi seorang Muslimah dan konsisten mengenakan jilbab. &amp;quot;Akhirnya, aku tidak lagi mendengar cemooh yang mengatakan diriku sebagai 'si pirang bodoh',&amp;quot; ungkap Jessica seperti dikutip &lt;em&gt;columbiamissourian.com&lt;/em&gt;, Rabu (7/12). &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Selama dua tahun terakhir, Jessica mendalami Islam. Ia tak mau hanya sekedar bersyahadat.Tak lama setelah menyatakan keislamannya, ia pun memutuskan mengenakan jilbab. &lt;/p&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;p align="justify"&gt;&amp;quot;Ada banyak alasan aku memutuskan mengenakan jilbab. Alquran telah mengajarkan bagaimana seorang Muslimah berpakaian yakni menutupi kepala sampai kaki, dengan sebagian besar lengan tertutup,&amp;quot; kata dia.      &lt;br /&gt;Ia sadar putusannya menjadi Muslim dan mengenakan jilbab akan menarik perhatian lingkungan di sekitarnya. Ia pun menjadikan pandangan orang lain sebagai latihan memperkuat keimannya. &amp;quot;Aku merasa bahagia. Aku tidak lagi melihat pria melihat tubuhku. Mereka justru mengalihkan perhatian ke objek yang lain,&amp;quot; kata dia. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Jessica mengaku semenjak mengenakan jilbab, ia merasa lebih terhormat dan bermartabat.&amp;quot;AKu tidak perlu menunjukan bagian tubuhku untuk mendapatkan rasa hormat dari seorang pria,&amp;quot; ungkapnya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Kembali Muslim      &lt;br /&gt;Jessica butuh beberapa tahun untuk beradaptasi mengenakan jilbab. Ia mengawali jilbab saat umrah ke Tanah Suci. Di sana, Jessica kian mantap mendalami Islam. Ia kian kuat karena bertemu saudara-saudara seiman dari segala penjuru dunia. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Jessica lalu menyebut keputusannya berpindah agama merupakan proses pembalikan. &amp;quot;Dalam Islam, apa yang mereka yakini adalah semua bayi dilahirkan muslim. Jika keluarga mereka bukan Muslim, mereka belajar agama yang berbeda, maka saat ia menjadi Muslim artinya bukan berpindah tetapi kembali,&amp;quot; katanya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Bagi Jessica yang tidak dibesarkan dalam lingkungan Muslim, menjadi Muslim merupakan hal yang sulit. Ia harus melawan arus budaya yang berbeda jauh. Ia diwajibkan shalat lima waktu, tidak mengkonsumsi alkohol, berhubungan seks diluar nikah dan dilarang mengkonsumsi babi.      &lt;br /&gt;&amp;quot;Sulit awalnya,&amp;quot; kata dia. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Namun, ia beruntung. Lingkungan tempat ia tinggal begitu terbuka dengan perubahan dirinya. Mereka bahkan tertarik untuk berdiskusi tentang Islam. &amp;quot;Aku seorang kulit putih. Mereka tentu penasaran dengan apa yang aku kenakan. Tapi aku senang, mereka begitu terbuka,&amp;quot; kata dia. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Fay mengatakan ia berharap penampilannya akan membantu mereka yang tidak memahami Islam untuk mengajukan pertanyaan. Dia ingin menjadi Muslim yang baik dengan menjaga kehormatan agamanya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&amp;quot;AKy berharap dapat berbicara banyak tentang Islam kepada mereka yang belum memahaminya. Aku sebenarnya orang yang pemalu tapi aku akan coba untuk menjalankan tugasku menyebarkan syiar&amp;#160; Islam,&amp;quot; ujarnya.&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Redaktur:&lt;/b&gt; Siwi Tri Puji B&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Reporter:&lt;/b&gt; Agung Sasongko&lt;/p&gt; &lt;/span&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4118448489383692634-97290418606072240?l=batupengajar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://batupengajar.blogspot.com/feeds/97290418606072240/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2011/12/jadi-muslimah-jessica-fay-tidak-lagi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/97290418606072240'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/97290418606072240'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2011/12/jadi-muslimah-jessica-fay-tidak-lagi.html' title='Jadi Muslimah, Jessica Fay Tidak Lagi Dijuluki &amp;#39;Si Blonde Bodoh&amp;#39;'/><author><name>Batu Pengajar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15306453411249356230</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-BXU3TyQhybo/TrC4tXSo5qI/AAAAAAAAAAQ/S-c1QQQ48us/s220/batupengajar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh3.ggpht.com/-RhMoYdpDKyw/TumvZR6kSzI/AAAAAAAAANo/DTu4Cxt8i3U/s72-c/image_thumb%25255B1%25255D.png?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4118448489383692634.post-909301568118886793</id><published>2011-12-05T19:28:00.001-08:00</published><updated>2011-12-05T19:28:13.174-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mualaf'/><title type='text'>Kisah Adam Ibrahim (2): Pertama Pergi ke Mesir untuk Berbisnis, Kali Kedua demi Mencari Guru Agama</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/-pTIMQE0uCEs/Tt2KvIRJjkI/AAAAAAAAANQ/olZ_L22PLt0/s1600-h/image%25255B1%25255D.png"&gt;&lt;img style="border-bottom: 0px; border-left: 0px; display: inline; margin-left: 0px; border-top: 0px; margin-right: 0px; border-right: 0px" title="image" border="0" alt="image" align="left" src="http://lh4.ggpht.com/-BBd4Idbl_rM/Tt2Lw0K7yGI/AAAAAAAAANY/uGqTGBkGAQ4/image_thumb%25255B1%25255D.png?imgmax=800" width="244" height="177" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;REPUBLIKA.CO.ID, Setelah meninggalkan Mesir, pada akhir Maret 2001, Adam berkesempatan lagi untuk mengunjungi Kairo. Tapi kali ini tujuannya bukan berbisnis melainkan mencari guru agama. Ia bertanya tentang semua hal yang telah ia baca sebelumnya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Waktu berlalu begitu cepat. Ia merasa tak cukup membincangkan Islam hanya waktu sehari saja. Ketika itu, ia juga datang untuk alasan bisnis. Satu hal yang ia rasakan, ia sudah mulai jatih cinta pada Islam. Ia merasa hatinya telah menjadi hangat. Ia merasa menjadi orang baik. &lt;/p&gt; &lt;span class="fullpost"&gt; &lt;p align="justify"&gt;“Seolah-olah Allah adalah membuka hati saya untuk sisi lain kemanusiaan yang saya tidak pernah tahu sebelumnya,” kata dia. Ia merasa telah menemukan sebuah rumah di Timur Tengah. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Enam bulan berlalu, perusahaan tempat ia bekerja menunjukkan gejala kebangkrutan. Tapi, ia masih ingin tetap pergi ke Kairo. Bukan untuk urusan bisnis, tapi untuk melanjutkan belajar dan bertanya. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Akhirnya, pada suatu malam musim panas yang hangat, sambil berselancar di Internet, sebuah pencerahan tiba-tiba datang. Ia merasa tak ingin lagi melanjutkan hidup sebagai manusia tanpa Tuhan. Ia merasa banyak orang berbicara, tentang melihat cahaya, atau mendengar suara. Ia seolah seperti melihat pertunjukan teatrikal, lebih dari sekedar bisikan namun sesuatu yang bisa membuka hatinya. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;“Aku ingin berteriak, berteriak, menangis, menari, berlari, tertawa semua pada waktu yang sama. Aku punya banjir lengkap dari emosi yang sampai hari ini, saya tidak bisa menjelaskan. Beberapa hal lebih baik dinikmati ketimbang dianalisis,” kata dia. Adam lalu mengirimkan email kepada Noha lalu menceritakan apa yang ia rasakan dan menanyakan apa yang seharusnya dilakukan. Noha menyarankannya untuk tetap rileks dan mengumpulkan perasaannya. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Kembali lagi ke Kairo&lt;/strong&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Kesempatan untuk datang ke Mesir kembali menghampiri Adam. Ia bekerja sebagai konsultan di perusahaan Mesir untuk bidang pemasaran. Ia berteman dengan orang muslim. Semua itu membuatnya merasakan kehangatan suasana rumah. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Hatem, Hany dan Hisyam, mereka adalah sahabat Adam.&amp;#160; Dua kawannya yang lain, Mohamad dan Sherief mengetahui Adam ingin tahu lebih banyak tentang Islam. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Mohamad lalu mengajak Adam ke kelompok pengajian laki-laki yang sednag membahas Alquran dan nabi Muhammad. Itu adalah pertama kalinya ia bergabung dan mendengar surat Alfatihah. “Saya tiba-tiba menangis ketika mendengar kata Allah. Seperti merasuk dalam hati saya,” kata dia. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Hari berikutnya,ia menceritakan semua yang ia rasakan kepada Hatem dan Sherief. Mereka sangat mendukung Adam memeluk Islam. Sementara itu, Adam masih memantapkan hati untuk agama Islam &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Peristiwa 11 September 2001&lt;/strong&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;11 September adalah peristiwa yang sangat penting. Setelah serangan, semua rekan kerjanya menyampaikan bela sungkawa dan mengatakan bahwa semua itu bukan bagian dari islam. “Ini bukan Islam, tolong jangan berpikir bahwa Muslim adalah orang jahat,” begitu yang dikatakan teman-temannya.    &lt;br /&gt;Tak dipungkiri, Adam juga merasakan rasa sakit dan kesedihan. Peristiwa itupun sempat membuatnya berfikir Timur Tengah mungkin bukanlah tempat yang aman bagi orang Amerika. Tapi keimanannya kian mantap. Ia ingat alasan utamanya ke Timur Tengah, Kairo adalah untuk belajar Islam.&amp;#160; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Tanggal 2 Oktober 2011, seorang teman mengajaknya untuk pergi ke masjid Al-Azhar. Disanalah, ia pertama kali mengucapkan syahadat. Ia berislam, beberapa pekan setelah insiden 11 September.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Redaktur:&lt;/b&gt; Ajeng Ritzki Pitakasari&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Reporter:&lt;/b&gt; Dwi Murdaningsih&lt;/p&gt; &lt;/span&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4118448489383692634-909301568118886793?l=batupengajar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://batupengajar.blogspot.com/feeds/909301568118886793/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2011/12/kisah-adam-ibrahim-2-pertama-pergi-ke.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/909301568118886793'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/909301568118886793'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2011/12/kisah-adam-ibrahim-2-pertama-pergi-ke.html' title='Kisah Adam Ibrahim (2): Pertama Pergi ke Mesir untuk Berbisnis, Kali Kedua demi Mencari Guru Agama'/><author><name>Batu Pengajar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15306453411249356230</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-BXU3TyQhybo/TrC4tXSo5qI/AAAAAAAAAAQ/S-c1QQQ48us/s220/batupengajar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh4.ggpht.com/-BBd4Idbl_rM/Tt2Lw0K7yGI/AAAAAAAAANY/uGqTGBkGAQ4/s72-c/image_thumb%25255B1%25255D.png?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4118448489383692634.post-1151819655251419334</id><published>2011-12-05T19:22:00.001-08:00</published><updated>2011-12-05T19:22:10.891-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mualaf'/><title type='text'>Kisah Adam Ibrahim (1): Pebisnis Menghilang 15 Menit 5 Kali Sehari , Apa yang Ia Lakukan?</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/--LK2O2ze490/Tt2KHyXFLOI/AAAAAAAAANA/Y9HXRro9dko/s1600-h/image%25255B1%25255D.png"&gt;&lt;img style="border-right-width: 0px; display: inline; border-top-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: 0px; border-left-width: 0px; margin-right: 0px" title="image" border="0" alt="image" align="left" src="http://lh3.ggpht.com/-4-gvuaZrzNo/Tt2KWOCdkjI/AAAAAAAAANI/MNL-iZ2_wGU/image_thumb%25255B1%25255D.png?imgmax=800" width="244" height="177" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;REPUBLIKA.CO.ID, Bekerja di perusahaan software dirasakan Adam Ibrahim telah menuntunya menerima banyak karunia. Anugerah paling besar bagi pria asal Finlandia itu adalah memeluk Islam. Agama yang telah dianutnya sejak tahun 2000-an kini merasuk betul ke dalam hatinya. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ia pertama kali mendengar tentang Islam tahun 1999. Ia bertemu dengan seorang wanita Mesir di chat room. Si wanita ini begitu penasaran tentang perangkat nirkabel. Keduanya lantas sering berdiskusi tentang solusi nirkabel dan teknologi di masa depan. &lt;/p&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;p align="justify"&gt;Tapi, sepanjang 'obrolan' itu pula Adam Ibrahim justru banyak bertanya tentang Islam. Ia penasaran bagaimana si wanita bisa mengimani agama itu. Beruntung, wanita itu cukup sabar dan mau menjelaskan pertanyaan yang diajukan oleh Adam. Adam banyak menanyakan seputar perbedaan anatara Islam dan Kristen. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Kehidupan beragama Adam dipupuk oleh sang ibu. Wanita yang melahirkannya ini adalah penganut Kristen yang taat. Ibunya memiliki dedikasi mendalam pada kehidupan spiritualnya. Adam cukup bisa melihat bagaimana sang ibu mewariskan seluruh keyakinannya pada anaknya itu.      &lt;br /&gt;Namun, melihat sikap dan kasih sayang ibu, jutru membuatnya lebih terbuka dalam mencari makna sejati dari kehidupan.&amp;#160; &amp;quot;Sebelum Islam, saya bisa dianggap sebagai orang Kristen. Tapi sebenarnya saya cuma agama KTP,&amp;quot; kata Adam. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Ia mengaku sebelumnya tidak percaya kepada Tuhan. Ia tak pernah mengimani Tuhan pembuat dan pencipta takdirnya. “Aku pikir lebih baik mengatur nasibku sendiri daripada Tuhan yang mengaturnya,” kata dia. Sebelum mengenal Islam, bisa dibilang, ia hidup dengan aturan sendiri. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Para pebisnis menghilang selama 15 menit! Apa yang mereka lakukan?&lt;/strong&gt; &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Ketika bekerja di perusahaan software, ia berkenalan dengan banyak orang muslim. Hubungan bisnis yang terus berkembang membuat ia berkesempatan untuk pergi ke Kairo. Kebetulan, ketika itu bertepatan dnegan bulan Ramadhan. “Semua orang disana berpuasa, dan kami juga menghormati dengan tidak makan minum,” kata Adam. Satu hal yang cukup menggelitiknya selama di Kairo adalah para pebisnis itu sering menghilang selama 15 menit dalam waktu-waktu tertentu. Baginya itu sangat aneh. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Saat di Kairo untuk bisnis, ia bermitra dengan seseorang di bagian pemasaran dari salah satu perusahaan terbesar di Kairo . Ia menginap di rumah seseorang bernama Noha. Mereka kerap berdiskusi mengenai cara mengintegrasikan solusi nirkabel ke pasar bawah di Kairo. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Ketika malam hari mereka berdiskusi tentang presentasi yang akan dibawakan. “Saya menyadari bahwa pada waktu tertentu dalam sehari, ia (Ms Noha) sering menghilang&amp;#160; dan tiba-tiba kembali sekitar 15 menit kemudian,” ujar dia. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Setelah beberapa hari melihat itu, ia memutuskan untuk bertanya hal penting apa yang harus Noha lakukan selama 15 menit sehingga harus menunda persiapan presentasi. “Dengan malu-malu, dan setelah tak bisa menghindari pertanyaan, Ms Noha mengatakan dia&amp;#160; melakukan shalat. Ia shalat di waktu-waktu tertentu yang telah ditentukan oleh agama,” katanya. Perasaan jengkel pada awalnya sebab waktu diskusi sering tertunda berubah menjadi rasa kekaguman. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Sejak saat itu, ia yang tak pernah percaya Tuhan mengatakan ingin memiliki perasaan pentingnya Tuhan dalam hidup. Perlahan, ia mulai bertanya lebih banyak tentang Islam. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Noha tidak pernah mendorong tetapi membimbing saya ke arah mana ia bisa menemukan informasi yang saya perlu belajar lebih banyak. Saat kunjungan bisnis itu selesai, Adam akhirnya meninggalkan Kairo dengan keinginan membara untuk belajar Islam. Ia membawa sebuah koper berisi buku demi mendinginkan dahaganya terhadap ilmu.&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Redaktur:&lt;/b&gt; Ajeng Ritzki Pitakasari&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Reporter:&lt;/b&gt; Dwi Murdaningsih&lt;/p&gt; &lt;/span&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4118448489383692634-1151819655251419334?l=batupengajar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://batupengajar.blogspot.com/feeds/1151819655251419334/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2011/12/kisah-adam-ibrahim-1-pebisnis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/1151819655251419334'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/1151819655251419334'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2011/12/kisah-adam-ibrahim-1-pebisnis.html' title='Kisah Adam Ibrahim (1): Pebisnis Menghilang 15 Menit 5 Kali Sehari , Apa yang Ia Lakukan?'/><author><name>Batu Pengajar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15306453411249356230</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-BXU3TyQhybo/TrC4tXSo5qI/AAAAAAAAAAQ/S-c1QQQ48us/s220/batupengajar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh3.ggpht.com/-4-gvuaZrzNo/Tt2KWOCdkjI/AAAAAAAAANI/MNL-iZ2_wGU/s72-c/image_thumb%25255B1%25255D.png?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4118448489383692634.post-4365147893438422237</id><published>2011-12-05T19:17:00.001-08:00</published><updated>2011-12-05T19:17:04.784-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mualaf'/><title type='text'>Ia Tersadar untuk Bersandar pada Allah Saat Bercerai dan Hancur (Kisah Viviana Espin II)</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/-levzSd28gL4/Tt2JJlPfA0I/AAAAAAAAAMw/Jv8ONagxntM/s1600-h/image%25255B1%25255D.png"&gt;&lt;img style="border-right-width: 0px; display: inline; border-top-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: 0px; border-left-width: 0px; margin-right: 0px" title="image" border="0" alt="image" align="left" src="http://lh6.ggpht.com/-wekKurqaIuE/Tt2JLjIucpI/AAAAAAAAAM4/pNiW3UkPliI/image_thumb%25255B1%25255D.png?imgmax=800" width="244" height="177" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;REPUBLIKA.CO.ID, Beberapa bulan kemudian, Espin bertemu dengan seorang pria Muslim dari Arab Saudi. “Kami jatuh cinta dan aku meninggalkan rumah untuk menemuinya di Mesir dan menikah dengannya,” kata Espin. Ia memang memiliki dua keinginan besar dalam hidup. Ia ingin menikah dengan seorang pria yang mencintainya. Keinginan lain, ia ingin pergi ke Mesir. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Bertemu pria ini otomatis membuat dua mimpinya seketika langsung menjadi nyata. Ia sudah mendapatkan dua hal itu. “Tapi aku tak pernah bersyukur,” ujarnya. &lt;/p&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;p align="justify"&gt;Saat sampai ke Mesir, ia masih belum yakin akan berubah menjadi muslim karena pengaruh buku yang pernah dibacanya. “Setelah sampai di Mesir, aku masih tidak yakin,” katanya. Sang suami kemudian mengenalkamya dengan seorang wnaita yang pengetahuan agamanya luas. Namanya Raya. Raya membantu Espin untuk mengklarifikasi semua keraguan dan kesalahpahaman tentang Islam. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Akhirnya Espin bersyahadat pada 30 Agustus 2009. Tapi, ia mengatakan mulai akan belajar Islam di saat yang tepat. Suaminya dan Raya menyetujui hal itu. Namun ternyata kehidupan rumah tangga Espin tak berjalan lama. “      &lt;br /&gt;&amp;quot;Kami masuk dalam situasi yang buruk. Semua itu karena kesalahan saya,” katanya. Hati Espin serasa hancur berkeping-keping ketika suaminya memutuskan untuk bercerai. Dalam keputusasaan itu, ia benar-benar tak tahu lagi kemana harus meminta bantuan selain mendatangi Raya. Sejak saat itu, Raya mengangkatnya sebagai anak.&amp;#160; &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;“Raya mengatakan bahwa manusia tidak pernah belajar sampai hal buruk terjadi,” ujar dia. Hal itu bagi Espin sangat benar. Segala masalah yang menimpanya membuat ia merasa perlu untuk bersandar kepada Allah. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Ia mulai bertekad untuk mulai berdoa kepada Allah, minta pengampunan. Iapun mulai mengubah cara berpakaian. “Saya ingin mengubah hidup saya menjadi orang baru,” ujar dia. Sang mantan suami memberinya harapan bahwa dengan bantuan Allah, keduanya bisa kembali bersama. “Itu adalah pelajaran hidup saya, yang mengubah saya menjadi seorang muslim seperti sekarang,” pungkasnya. &lt;strong&gt;(selesai)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Redaktur:&lt;/b&gt; Ajeng Ritzki Pitakasari&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Reporter:&lt;/b&gt; Dwi Murdaningsih&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Sumber:&lt;/b&gt; onislam&lt;/p&gt; &lt;/span&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4118448489383692634-4365147893438422237?l=batupengajar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://batupengajar.blogspot.com/feeds/4365147893438422237/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2011/12/ia-tersadar-untuk-bersandar-pada-allah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/4365147893438422237'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/4365147893438422237'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2011/12/ia-tersadar-untuk-bersandar-pada-allah.html' title='Ia Tersadar untuk Bersandar pada Allah Saat Bercerai dan Hancur (Kisah Viviana Espin II)'/><author><name>Batu Pengajar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15306453411249356230</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-BXU3TyQhybo/TrC4tXSo5qI/AAAAAAAAAAQ/S-c1QQQ48us/s220/batupengajar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh6.ggpht.com/-wekKurqaIuE/Tt2JLjIucpI/AAAAAAAAAM4/pNiW3UkPliI/s72-c/image_thumb%25255B1%25255D.png?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4118448489383692634.post-3678558794161985219</id><published>2011-12-05T19:16:00.001-08:00</published><updated>2011-12-05T19:16:06.131-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mualaf'/><title type='text'>Pernah Tergoyahkan, Niat Menjadi Muslim Sempat Tertunda (Kisah Viviana Espin I )</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/-7lbZzdPd_JU/Tt2I7XNKS7I/AAAAAAAAAMg/3e4TbmQ9Gms/s1600-h/image%25255B1%25255D.png"&gt;&lt;img style="border-right-width: 0px; display: inline; border-top-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: 0px; border-left-width: 0px; margin-right: 0px" title="image" border="0" alt="image" align="left" src="http://lh5.ggpht.com/-5KyT--vEQ5A/Tt2I8_W47xI/AAAAAAAAAMo/c6iYu91IUz0/image_thumb%25255B1%25255D.png?imgmax=800" width="244" height="177" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;REPUBLIKA.CO.ID, Lahir di keluarga yang mengalami kesulitan ekonomi memebuat masa kecil Viviana Espin dilalui dengan tak begitu mulus. Ayahnya sering bersikap kasar. Ibunya sangat penurut. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Karakter kasar sang ayah mengakibatkan ia menghabiskan masa kecil cukup keras. Beruntung, ibunya rajin mengajarinya membaca sejak kecil. Sang ibu banyak mengajarinya kata-kata dalam bahasa Inggris. Espin tumbuh menjadi gadis cilik yang cukup cerdas. Ia bahkan sudah bersekolah sejak umur empat tahun. &lt;/p&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;p align="justify"&gt;Espin kecil saat itu dikirim ke sekolah Katolik. Ibunya mengirimkan ke sekolah katolik agar Espin dekat dengan Tuhan. &amp;quot;Ayahku juga suka aku sekolah disana. Itu adalah salah satu sekolah terbaik di kota kami. Ia bisa menyombongkan diri bahwa aku sudah bersekolah kepada teman-temannya,&amp;quot; kata wanita asal Ekuador ini. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Teman-temannya beberapa tahun lebih tua dan Ia tentu saja menjadi siswa paling muda di kelas. Sebagai murid paling kecil, Espin kerap dijadikan bahan permaian teman-temannya. Tak sekali dua kali rambutnya ditempel permen karet. Kadang barang-barangnya dicuri, makanannya dibuang ke tempat sampah. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Keadaan ini membuat kepala sekolah memutuskan untuk memperlakukannya dengan spesial. Ia diberi kesempatan untuk banyak menghabiskan waktu di ruang kepala sekolah&amp;#160; atau sekretaris sekolah ketika sedang jam istirahat. Karena itu merupakan sekolah Katolik, hampir semua guru, kepala sekolah, dan direktur adalah biarawati. “Jadi ketika istirahat, aku tidak bermain di halaman dengan anak-anak lain,” ujar dia. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Sejak saat itu Espin sangat dekat dengan guru-gurunya. “Mereka mulai untuk membiarkan saya tinggal bersama mereka di rumah mereka,&amp;quot; kata Espin. Rumah para guru masih berada di samping tanah sekolah. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Keutuhan keluarga Espin tak berlangsung lama. Orang tuanya memutuskan untuk bercerai saat ia berusia delapan tahun. Efek dari perceraian itu membuat ibunya menjadi lebih religius. &amp;quot;Ia mulai untuk mengontrol aku begitu banyak. Kadang-kadang itu baik, dan terkadang tidak,” tuturnya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Perceraian itu juga memberikan pengaruh yang cukup besar bagi Espin. Ia sempat mengalami hal traumatis. Ia kian suka menyendiri berada di tempat yang sepi, agar bisa berbicara dengan alam. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Salah satu tempat favoritnya adalah di halaman sekolah. Ia merasakan banyak kedamaian ketika menyendiri. “Berbaring di halaman sekolah, menikmati melihat langit dan merasakan angin. Hal ini terasa begitu damai,” ujar Espin. Ia juga menikmati saat-saat ‘curhat’ dengan para biarawati. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Ia merasa begitu disayang dan dihargai oleh para biarawati. Ia merasakan bahwa satu-satunya agar bisa ‘berlari’dari masalah adalah deka dengan Tuhan.&amp;#160; Saat usia 12 tahun, Espin memberitahu ibunya bahwa ia ingin menjadi seorang biarawati. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Alangkah marah sang ibu mendengar keinginan putrinya itu. “Ibu bilang ia senang aku dekat dengan Tuhan. Tapi ia ingin aku memberikan cucu-cucunya kelak, sehingga dia tidak membiarkan aku bergabung dengan biarawati,” kata Espin. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Setelah mendengar jawaban negatif dari sang ibu, ia memutuskan untuk lebih dekat dengan Tuhan. Espin memutuskan untuk mempelajari dan memahami dengan lebih baik apa yang dikatakan di Alkitab. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Setelah ia mulai menggunakan kesadarannya saat membaca ia justru menemukan banyak hal yang tidak masuk akal. Banyak kontradiksi dan di beberapa bagian ada yang lebih mirip sebagai opini pribadi dibandingkan dengan kata-kata Tuhan karena banyak bagian yang tidk lengkap. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&amp;quot;Itu mendorong aku untuk perlu tahu di mana sisanya agar bagian itu menjadi lengkap. Dalam pandanganku semuanya serba tidak jelas dan tak logis,” kata dia. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Untuk membantu menemukan ‘bagian yang hilang’, ia mulai membaca buku agama dan mencari di internet. Ia menemukan informasi tentang Yudaisme, Buddhisme, Agnostisisme, Hindu dan Kristen, dan sekte-sekte yang berbeda lainnya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Masih, tak ada satupun yang memuaskan logika Espin. Saat itu, ia mengaku tak tertarik untuk mencari tentang Islam. Baginya sudah terlalu banyak pemberitaan buruk tentang Islam. “Tapi pada akhirnya, aku memutuskan untuk membaca Islam. Aku ingin melihat apakah ini merupakan jawaban terakhir&amp;#160; yang logis soal beragama,” ujar dia.&amp;#160; &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Begitu ia mulai menengok agama ini, ia menemukan sesuatu yang sama sekali berbeda. Islam baginya sangat masuk akal.&amp;#160; “Islam bisa menjawab pertanyaan tentang ‘berapa banyak Tuhan yang ada’,” kata Espin. Jawaban ‘hanya satu’ kemudian menjawab pertanyaanya tentang Yesus yang ada di Alkitab. Saat itu, ia sadar bahwa Alkitab telah berubah. Ia lantas membaca riwayat hidup Nabi Muhammad SAW. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;“Aku jadi tahu bahwa Ia sangat dekat dengan Musa. Kenapa aku tidak percaya pada utusan terakhir dari Allah? Padahal semua nabi datang dengan pesan yang sama,” katanya. Semua itu membuatnya yakin ia akhirnya telah menemukan agama yang benar. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Saat itu, Espin berumur 17 atau 18 ketika memberitahu ibunya ingin berubah agama menjadi muslim. Espin mengatakan pada ibunya bahwa ia sering pergi ke Islamic Center di kota dan belajar lebih banyak. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Sang ibu kembali marah. Tak tanggung-tanggung, kali ini ibu mengancam jika Espin berubah agama, ia harus meninggalkan rumah. “Jadi aku mengatakan kepadanya bahwa aku hanya bercanda untuk membuatnya melupakan masalah ini,” kata dia. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Khawatir Espin tetap kokoh dengan pendiriannya, sang ibu menghubungi bibi. “Bibi membawakan sebuah buku melawan Islam,” kata Espin. Cukup terpengaruh, Espin sejenak merasakan keraguan. Sempat ia membuang keinginan untuk menjadi muslim, namun ia sudah tak bisa lagi menjadi seorang nasrani karena sudah tak bisa nyaman dengan ajaran Kristen.&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Redaktur:&lt;/b&gt; Ajeng Ritzki Pitakasari&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Reporter:&lt;/b&gt; Dwi Murdaningsih&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Sumber:&lt;/b&gt; onislam&lt;/p&gt; &lt;/span&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4118448489383692634-3678558794161985219?l=batupengajar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://batupengajar.blogspot.com/feeds/3678558794161985219/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2011/12/pernah-tergoyahkan-niat-menjadi-muslim.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/3678558794161985219'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/3678558794161985219'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2011/12/pernah-tergoyahkan-niat-menjadi-muslim.html' title='Pernah Tergoyahkan, Niat Menjadi Muslim Sempat Tertunda (Kisah Viviana Espin I )'/><author><name>Batu Pengajar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15306453411249356230</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-BXU3TyQhybo/TrC4tXSo5qI/AAAAAAAAAAQ/S-c1QQQ48us/s220/batupengajar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh5.ggpht.com/-5KyT--vEQ5A/Tt2I8_W47xI/AAAAAAAAAMo/c6iYu91IUz0/s72-c/image_thumb%25255B1%25255D.png?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4118448489383692634.post-230096246651117150</id><published>2011-12-05T19:14:00.001-08:00</published><updated>2011-12-05T19:14:55.436-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mualaf'/><title type='text'>Menggigil Saat Membaca Kisah Rasulullah, Ethel Putuskan Jadi Muslim dalam Sepekan</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/-CctnF_zkBCI/Tt2IqXSc09I/AAAAAAAAAMQ/P-yYs_shxHk/s1600-h/image%25255B1%25255D.png"&gt;&lt;img style="border-right-width: 0px; display: inline; border-top-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: 0px; border-left-width: 0px; margin-right: 0px" title="image" border="0" alt="image" align="left" src="http://lh3.ggpht.com/-EfLIJQ9sKv8/Tt2Irpz3UwI/AAAAAAAAAMY/qJCkFKrS5x4/image_thumb%25255B1%25255D.png?imgmax=800" width="244" height="177" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;REPUBLIKA.CO.ID, Ketika ingin menemui Sheikh Saad, tanpa diduga Ethel mengalami kecelakaan mobil. Mobilnya ditabrak. Ia harus menunda beberapa saat sampai salah seorang tetangganya, Julie, bersedia&amp;#160; mengantarnya menemui Sheikh Saad. &amp;quot;Julie bertanya mengapa saya ingin menemui Sheikh Saad. Saya jelaskan bahwa saya ingin menemuinya sebagaimana orang Kristen ingin menemui pastur. Aku ingin tahu lebih banyak tentang Islam dan pernikahan,&amp;quot; kata Ethel. &lt;/p&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;p align="justify"&gt;Julie terlihat tak senang mendengar jawaban Ethel. Beberapa kali Julie membatalkan janji dan tak bisa dihubungi di waktu yang ditentukan. Julie terlihat seperti menghindar hingga akhirnya Ethel memohon padanya bahwa menemui Sheikh Saad adalah hal yang sangat penting. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Julie akhirnya mengantar Ethel menemui Sheikh Saad di masjid Al Ribat. Saat mendekati masjid Ethel merasakan sesuatu yang aneh. Sheikh Saad keluar dan memintanya untuk melepaskan sepatu. Sebuah hal yang menurutnya tak biasa. &amp;quot;Tapi karena saya hendak menemuinya, maka saya harus melepaskan sepatu,&amp;quot; kata Ethel. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Keduanya mengobrol mengenai beebrapa hal. Sheikh Saad membernya beberapa buku untuk dibaca Ethel. Saat itu ia menerima Alquran dengan terjemahan bahasa Inggris, buku Agama Kebenaran, Sebuah Panduan bergambar Singkat untuk Memahami Islam dan buku-buku lain. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Setelah waktu berdiskusi dengan Syekh Saad telah selesai, betapa terkejutnya Ethel ketika sang ustadz menolak berjabat tangan. Menurutnya itu tidak sopan. Lalu Sheikh menjelaskan padanya bahwa tidak diperbolehkan menyentuh seseorang yang bukan makhromnya. &amp;quot;Dan saya bisa menerima hal itu,” ujar dia. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Pencarian Ether terhadap Imam Thaha dan Sheikh Saad memang tak mengantarnya pada pernikahan, seperti tujuan awal Ethel mencari kedua orang ini. Namun pertemuannya membuat dia mengenal Islam lebih jauh. “Saya pikir alasan saya menemui Imam Taha dan&amp;#160; Sheikh Saad seperti yang telah saya lakukan adalah bagian dari proses pencarian agama. Terlalu rumit untuk menikah dengan pria ini. Dia ada di Arab sementara saya ada di Amerika. Jadi saya memutuskan untuk menyerahkah jodoh saya kepada Allah,&amp;quot; kata Ethel. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Selama beberapa minggu berikutnya setelah pertemuan dengan Sheikh Saad, Ethel mulai membaca buku Agama Kebenaran dan membaca tentang Nabi Muhammad. Saat 8 Juni 2007, tanpa disadari, Ethel merkaca-kaca. Badannya menggigil sekujur tubuh. &amp;quot;Di halaman 20 saya menuliskan 'saya beriman' pada 8 Juni 2007,” kata dia. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Ia mulai berfikir bagaimana caranya berpindah agama. Dalam waktu seminggu, ia mengurus asuransi mobil. Ia sudah bertekad bahwa tempat pertama yang akan didatanginya ketika semua urusan telah beres yaitu masjid untuk menemui Sheikh Saad. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Tanggal 23 Juni 2007, Ethel mendatangi masjid. Ia sempat bertemu dengan beberapa mantan orang Kristen yang telah menjadi Islam. Ia bercerita ingin menjadi seorang muslim. Ethel lantas mengucapkan dua kalimat syahadat dihadapan para jamaah. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Namun sayang, di hari itu keislamannya tak sempat disaksikan oleh Sheikh Saad. Sheikh Saad sudah tiada. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Saat memleuk Islam, Ethel sudah tak memiliki keluarga lagi. Ibu, ayah,nenek dan kakek telah meninggal dunia. Ia hanya memiliki kakak beserta tiga orang anaknya dan seorang paman serta satu sepupu. Betapa terkejutnya saya ketika paman bisa menerima apapun yang menjadi kepercayaan Ethel. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Namun sepepunya dan bebrapa kawan teman memutuskan komunikasi ketika mengetahui Ethel menjadi muslim. Seorang tetangganya bahkan pernah mencoret coret mobilnya dengan lipstik ketika Ethel mulai mengenakan jilbab. Tapi Ethel bergeming, ia tetap memilih memeluk Islam, hingga kini.&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Redaktur:&lt;/b&gt; Ajeng Ritzki Pitakasari&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Reporter:&lt;/b&gt; Dwi Murdaningsih&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Sumber:&lt;/b&gt; onislam&lt;/p&gt; &lt;/span&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4118448489383692634-230096246651117150?l=batupengajar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://batupengajar.blogspot.com/feeds/230096246651117150/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2011/12/menggigil-saat-membaca-kisah-rasulullah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/230096246651117150'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/230096246651117150'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2011/12/menggigil-saat-membaca-kisah-rasulullah.html' title='Menggigil Saat Membaca Kisah Rasulullah, Ethel Putuskan Jadi Muslim dalam Sepekan'/><author><name>Batu Pengajar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15306453411249356230</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-BXU3TyQhybo/TrC4tXSo5qI/AAAAAAAAAAQ/S-c1QQQ48us/s220/batupengajar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh3.ggpht.com/-EfLIJQ9sKv8/Tt2Irpz3UwI/AAAAAAAAAMY/qJCkFKrS5x4/s72-c/image_thumb%25255B1%25255D.png?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4118448489383692634.post-5525388377596567933</id><published>2011-12-05T19:13:00.001-08:00</published><updated>2011-12-05T19:13:43.774-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mualaf'/><title type='text'>Awalnya Ingin Cari Jodoh Lewat Internet, Ethel Malah Temukan Islam</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/-5sY2fmHMzTk/Tt2IWnHNSSI/AAAAAAAAAMA/BoE3a1cd6j0/s1600-h/image%25255B1%25255D.png"&gt;&lt;img style="border-right-width: 0px; display: inline; border-top-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: 0px; border-left-width: 0px; margin-right: 0px" title="image" border="0" alt="image" align="left" src="http://lh6.ggpht.com/-HQYJKTLKhGw/Tt2IZWLHC4I/AAAAAAAAAMI/SizyuepTlDc/image_thumb%25255B1%25255D.png?imgmax=800" width="244" height="177" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;REPUBLIKA.CO.ID, Dua puluh sembilan bukanlah waktu yang singkat bagi seseorang untuk menemukan suatu agama. Percaya atau tidak, Ethel Mae Blizzard mengalami hal itu. Hampir tiga dekade ia mencari apa yang kini ia sebut sebagai kebenaan hakiki, Islam. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Wanita yang tinggal di San Diego, California menjadi jamaat gerja Mormon sejak umur 12 tahun. Selama empat tahun, ia cukup aktif di gereja pada hari Minggu. Ia sempat dibabtis dalam kepercayaan Mormon. Namun, saat usianya menginjak 18 tahun ia tidak percaya lagi dengan agama Mormon. &lt;/p&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;p align="justify"&gt;Ia tidak memungkiri adanya Tuhan, namun ia benar-benar tidak yakin dengan agama Mormon yang dianutnya. Selama 29 tahun sejak saat itu, ia selalu mencari agama yang menurutnya benar. Ia belajar tentang Yudaisme, Saksi Yehuwa, Kristen. Ia hampir menyerah karena tak kunjung menemukan hakikat ketuhanan. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Suatu hari ia memutuskan untuk mencari pasangan hidup melalui situs perjodohan online. Ia mengikuti Arab Match.com. Peristiwa ini yang perlahan mengenalkannya pada Islam. Seorang wanita mengirim pesan kepada Ethel dan berfikir mungkin Ethel cocok untuk salah seorang temannya. Sebulan kemudian Ethel bertemu dengan pria itu. Sempat menjalin hubungan selama tiga bulan, sang pria mengajaknya menikah di masjid.&amp;quot;Aku tidak yakin dengan hal ini, biar bagaimananpun aku seorang Kristen,&amp;quot; katanya. Ia memutuskan mencari tahu soal masjid dan pernihakan.      &lt;br /&gt;Ethel kemudian menanyakan kepada salah seorang temannya dari Turki. &amp;quot;Dia memberitahuku tentang Masjid Abu Bakar,&amp;quot; ujarnya. Ia pergi ke masjid itu, hendak menemui imam masjid namun sebenarnya ia sendiri tak tahu persis apa yang sedang ia lakukan. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Ethel hanya menunggu di luar sampai akhirnya ia ditanya apakah sedang memberlukan bantuan.&amp;quot;Ya, saya perlu bertemu dengan seseorang yang bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan saya,&amp;quot; jawab Ether. Seketika imam masjid bernama Taha datang padanya. Namun karena Ethel datang ketika menjelang waktu shalat, imam Thaha memintaanya untuk menunggu. Sempat banyak bertanya, Imam Thaha menyuruhnya kembali jika masih ingin berdiskusi lebih banyak lagi. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Beberapa hari kemudian ia menemui kawanya yang dari Turki. &amp;quot;Aku menayakan tentang muslim dan agama muslim,&amp;quot; katanya. Sang teman mejelaskan bahwa muslim bukanlah nama agama. Islam adalah nama agama pagi penganutnya yang biasa disebut muslim. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Banyak berdiskusi, Ethel mananyakan tentang Allah. &amp;quot;Allah adalah Tuhan,&amp;quot; kata temannya. Dari situ, ia mengambil kesimpulan&amp;#160; bahwa ternyata orang Islam juga percaya Tuhan. &amp;quot;Saya baru tahu orang Islam juga bercaya Tuhan,&amp;quot; kata dia. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&amp;quot;Lalu aku bertanya kepadanya apa yang Muslim yakini dan apa arti Islam. Ia menjelaskan padaku bahwa Islam adalah agama yang damai, tak seperti apa yang banyak diberitakan oleh media,&amp;quot; jelas Ethel. Namun saat Ethel bertanya apakah kawannya itu muslim, Ether sangat terkejut. Kawannya mengaku muslim tapi tidak menggunakan jilbab atau pakaian muslim. &amp;quot;Teman saya lalu memberikan saya nomor telpon salah satu masjid dan memberi saya saran untuk bertemu Sheikh Saad.&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Redaktur:&lt;/b&gt; Ajeng Ritzki Pitakasari&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Reporter:&lt;/b&gt; Dwi Murdaningsih&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Sumber:&lt;/b&gt; onislam&lt;/p&gt; &lt;/span&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4118448489383692634-5525388377596567933?l=batupengajar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://batupengajar.blogspot.com/feeds/5525388377596567933/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2011/12/awalnya-ingin-cari-jodoh-lewat-internet.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/5525388377596567933'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/5525388377596567933'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2011/12/awalnya-ingin-cari-jodoh-lewat-internet.html' title='Awalnya Ingin Cari Jodoh Lewat Internet, Ethel Malah Temukan Islam'/><author><name>Batu Pengajar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15306453411249356230</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-BXU3TyQhybo/TrC4tXSo5qI/AAAAAAAAAAQ/S-c1QQQ48us/s220/batupengajar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh6.ggpht.com/-HQYJKTLKhGw/Tt2IZWLHC4I/AAAAAAAAAMI/SizyuepTlDc/s72-c/image_thumb%25255B1%25255D.png?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4118448489383692634.post-3459952141204516959</id><published>2011-12-05T19:12:00.001-08:00</published><updated>2011-12-05T19:12:36.718-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mualaf'/><title type='text'>Bahagia Semu tapi Tersesat di Dunia Hiburan, Queenie Padilla Memilih Islam</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/-ossFTqw9dBc/Tt2IHVpEKoI/AAAAAAAAALw/6pNgAkYp20U/s1600-h/image%25255B1%25255D.png"&gt;&lt;img style="border-right-width: 0px; display: inline; border-top-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: 0px; border-left-width: 0px; margin-right: 0px" title="image" border="0" alt="image" align="left" src="http://lh4.ggpht.com/-8vQAI2ruh-A/Tt2II8o_hsI/AAAAAAAAAL4/Tj3HVVtZsP4/image_thumb%25255B1%25255D.png?imgmax=800" width="244" height="177" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;REPUBLIKA.CO.ID, MANILA - Aktris Filipina, Queenie Padilla, memutuskan berhenti dari industri hiburan di negaranya guna mendalami Islam. Menurut dia, Islam membawa kedamaian batin dalam hidupnya. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;quot;Islam adalah jalan hidup. Anda tahu apa tujuan hidup anda. Selama ini, aku seperti hidup dalam dosa. Namun, Allah SWT memanggilku pada Islam. Kini, aku begitu dekat dengannya,&amp;quot; ungkapnya, seperti dikutip abs-cbnnews.com, Selasa (22/11). &lt;/p&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;p align="justify"&gt;Queenie mengungkapkan, dalam dunia hiburan ia seolah berada dalam persimpangan jalan, antara bahagia dan tersesat. Betul ia bahagia, tapi tidak utuh. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&amp;quot;Saya seolah tidak memiliki kebahagiaan itu. Sekarang, Allah SWT dalam hidup saya, Alhamdulillah, Tiada Tuhan Selain Allah. Aku sangat bahagia dan puas dengan kehidupan sebagai seorang Muslim,&amp;quot; kata dia haru. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Anak dari aktor laga, Robin Padilla ini mengaku ayahnya merupakan sosok dibalik keputusannya memeluk Islam. &amp;quot;Ayah begitu sabar menungguku mengucapkan dua kalimat syahadat,&amp;quot; kenang dia. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Begitu dalam keinginan Queenie mendalami Islam, hingga ia memutuskan untuk naik haji. Baginya, ibadah haji kian menyempurnakan keislamannya. &amp;quot;Aku ingin menjadi berbeda karena Islam,&amp;quot; ujarnya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Queenie menyadari pula menjadi Muslim paripurna bukan tanpa perbuatan. Seperti halnya, Muslim lain di seluruh dunia, Queenie memiliki kewajiban untuk menyebarkan syiar Islam. Ia pun mengutarakan niat itu, saat bertamu di rumah Allah. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&amp;quot;Aku ingin berbagai nikmat Islam kepada masyarakat Filipina,&amp;quot; katanya.      &lt;br /&gt;Kini, Queenie benar-bernar berbeda. Ia mengenakan jilbab. Ia pun tengah mendalami studi Islam selepas haji. &amp;quot;Aku harus total untuk hidup dengan cara Islam,&amp;quot; tegasnya&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Redaktur:&lt;/b&gt; Ajeng Ritzki Pitakasari&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Reporter:&lt;/b&gt; Agung Sasongko&lt;/p&gt; &lt;/span&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4118448489383692634-3459952141204516959?l=batupengajar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://batupengajar.blogspot.com/feeds/3459952141204516959/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2011/12/bahagia-semu-tapi-tersesat-di-dunia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/3459952141204516959'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/3459952141204516959'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2011/12/bahagia-semu-tapi-tersesat-di-dunia.html' title='Bahagia Semu tapi Tersesat di Dunia Hiburan, Queenie Padilla Memilih Islam'/><author><name>Batu Pengajar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15306453411249356230</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-BXU3TyQhybo/TrC4tXSo5qI/AAAAAAAAAAQ/S-c1QQQ48us/s220/batupengajar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh4.ggpht.com/-8vQAI2ruh-A/Tt2II8o_hsI/AAAAAAAAAL4/Tj3HVVtZsP4/s72-c/image_thumb%25255B1%25255D.png?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4118448489383692634.post-3523878972260110764</id><published>2011-12-05T19:11:00.001-08:00</published><updated>2011-12-05T19:11:22.342-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mualaf'/><title type='text'>Begitu Membaca Surat Al Fatiha, Pamela Kara Tahu, Inilah yang Ia Cari Bertahun-tahun</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/-duGV7RmIDPE/Tt2H0R061FI/AAAAAAAAALg/Q_eXgO6f3nM/s1600-h/image%25255B1%25255D.png"&gt;&lt;img style="border-right-width: 0px; display: inline; border-top-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: 0px; border-left-width: 0px; margin-right: 0px" title="image" border="0" alt="image" align="left" src="http://lh4.ggpht.com/-M9I2mInKqUg/Tt2H13FzOkI/AAAAAAAAALo/BrupIlU10JA/image_thumb%25255B1%25255D.png?imgmax=800" width="244" height="177" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;REPUBLIKA.CO.ID, Awalnya semua demi anak adopsi. Bagaimana bila menjadi ibu seorang anak adopsi Muslim ia tahu apa yang harus diajarkan. Namun takdir menginginkan lebih.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Wanita ini berasal dari luar Cleveland, Ohio, di bagian utara AS dekat Great Lakes. Di sanalah ia tumbuh besar. Ia telah menjadi Muslim selama 12 tahun. Sebelumnya ia dibesarkan di keluarga Protestan. &lt;/p&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;p align="justify"&gt;Apa yang membawanya menuju Islam? Pamela merasa kecenderungannya untuk selalu mencari kebenaran selama hidupnya telah menuntunnya ke jalan tersebut. &amp;quot;Saya selalu mencari sesuatu,&amp;quot; tuturnya meski ia mengaku pula tak benar-benar tahu apa yang ia cari saat itu. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Namun ketika beranjak dewasa, menikah dan bersiap mengadopsi anak berasal dari luar AS, dari negara Muslim, segalanya mulai berbeda. &amp;quot;Saya telah menikah selama 16 tahun dan saya benar-benar Kristen yang taat,&amp;quot; ungkapnya mengisahkan dirinya dulu. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Saat itu ia rupanya telah menikahi pria Muslim. &amp;quot;Tapi saya tetap Kristen. Saya bahkan tidak tertarik menemukan apa pun tentang Islam hingga akhirnya kami bersiap mengadopsi anak di rumah kami,&amp;quot; ungkapnya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Saat itulah ia mulai mengambil kelas di masjid lokal. Namun niat awal Pamela hanyalah kebutuhan seorang ibu demi mendidik anaknya. &amp;quot;Saya akan menjadi ibu adopsi, jadi saya harus tahu seperti apa mengajari anak saya nanti. Inilah awal saya pertama kali tertarik dengan Islam.&amp;quot; &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Setelah membaca Surat Al-Fatiha, Pamela tahu bahwa inilah yang ia cari selama ini. &amp;quot;Sebenarnya ketika pertama kali belajar di kelas sebuah masjid lokal, saya sempat berargumen dengan imam masjidnya dan berkata bahwa ia tidak benar-benar tahu apa yang diucapkan. Saya saat itu masih berjarak dengan apa pun, dan saya tidak bisa percaya dengan apa yang ia jelaskan,&amp;quot; tutur Pamela. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Salah satu pria dalam kelas itu pun bertanya padanya apakah ia memiliki Al Qur'an. Pamela menjawab,&amp;quot;Saya tidak punya,&amp;quot;. Pria tadi pun memberinya satu salinan. Saat membuka Al Qur'an pertama kali itulah ia membaca Surat Al Fatihah dan baginya itu lebih dari cukup. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Hanya membaca surat itu, Pamela merasa ada sebuah suara kecil dari dalam hatinya berkata,&amp;quot;Inilah yang kamu cari. Inilah kebenaran.&amp;quot; Saat itu pula Pamela tersadar. &amp;quot;Saya tahu inilah yang saya cari,&amp;quot; ungkapnya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Begitu memutuskan mengucapkan syahadat, Pamela pun kian giat mempelajari Islam. Ia juga belajar berdoa dan shalat. &amp;quot;Saya tahu begitu mengambil keputusan ini tak bisa lagi menoleh kebelakang, yang ada hanya berjalan terus ke depan. Jadi inilah hal terbaik dalam hidup saya,&amp;quot; ujarnya.      &lt;br /&gt;Ia merasa memiliki kehidupan yang berbeda dengan diri yang berbeda. &amp;quot;Saya tak bisa membayangkan tidak menjadi Muslim, tak memiliki Islam, tak memiliki Al Qur'an dan Sunnah,&amp;quot; ungkapnya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Bagi Pamela setelah berislam ia seperti mendapat kaca mata baru yang membantunya melihat dunia lebih benar. &amp;quot;Karena hidup saya sebelumnya seperti dalam kebingungan. Dibesarkan sebagai orang Amerika, benar-benar tanpa kebenaran dalam landasan kebudayaan, seperti orang bingung dan anda mencari dari satu situasi ke yang lain tanpa rencana apa pun,&amp;quot; ungkapnya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Sama sekali tak ada perasaan menyesal dalam dirinya setelah memeluk Islam. &amp;quot;Jika dalam hidup orang hanya bisa melakukan satu hal, maka ini tetap menjadi pilihan saya, yang akan saya lakukan dalam hidup saya,&amp;quot; ujarnya.      &lt;br /&gt;Memang begitu menjadi Muslim, tak semua orang dekatnya, teman, keluarga dan kerabat mendukung. &amp;quot;Mereka tidak suka tapi tak lantas bersikap konfrontatif,&amp;quot; ungkapnya. Tapi ia mengaku ada pula anggota keluarga yang akhirnya tak mau berbicara sama sekali dengannya, namun ia menganggap itu bukanlah kehilangan. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Tapi pilihan mengenakan kerudung adalah masalah lain. &amp;quot;Itu sempat menjadi perkara besar di keluarga saya,&amp;quot; tutur Pamela. &amp;quot;Namun subhanallah, semua berjalan dengan baik. Sungguh bila kita bersabar dengan orang, mereka pun akhirnya, paling tidak membiarkan kita menjadi diri sendiri dan menjalankan ibadah sesuai keyakinan. Setelah beberapa saat, semua lancar. Saya bersyukur pula memiliki orang tua baik.&amp;quot; &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Kini sebagai Muslim, Pamela juga menyadari tak bisa lepas dari tanggung jawab dakwah. Tapi ia melihat aktivitas dakwah mulai dari hal sederhana. &amp;quot;Ketika anda keluar itu adalah dakwah, bagaimana kita membawa diri, bagaimana berbicara dengan orang, menghormati orang, itu pun semua dakwah,&amp;quot; ujarnya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Sebelumnya ia mengaku bahkan sulit memiliki rasa hormat terhadap diri sendiri hingga ia menjadi Muslim dan mengenakan jilbab. &amp;quot;Kini saya bebas, saya bebas dari opini dunia dan orang lain yang menentukan apa yang saya butuhkan.&amp;quot; ujarnya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Dalam pesannya ia bahkan berkata, &amp;quot;Saya akan meminta pada dunia, siapa pun, belilah satu mushaf Al Qur'an dan bacalah kitab tersebut, belajarlah dna carilah dalam dirimu. Dengan melakukan itu, bisa jadi, Allah akan membukakan hatimu.&amp;quot; &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Ia menyerukan itu karena meyakini Allah selalu berhubungan dengan setiap ciptaannya lewat hati mereka. &amp;quot;Ia lah yang akan membuat anda melihat kebenaran dan Insya Allah memimpin anda ke kehidupan yang baik,&amp;quot; ujarnya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Pamela juga meyakini kehidupan di dunia hanya sementara. &amp;quot;Insya Allah dem kehidupan berikutnya itulah yang kita upayakan saat ini.&amp;quot;&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Redaktur:&lt;/b&gt; Ajeng Ritzki Pitakasari&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Sumber:&lt;/b&gt; onislam&lt;/p&gt; &lt;/span&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4118448489383692634-3523878972260110764?l=batupengajar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://batupengajar.blogspot.com/feeds/3523878972260110764/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2011/12/begitu-membaca-surat-al-fatiha-pamela.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/3523878972260110764'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/3523878972260110764'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2011/12/begitu-membaca-surat-al-fatiha-pamela.html' title='Begitu Membaca Surat Al Fatiha, Pamela Kara Tahu, Inilah yang Ia Cari Bertahun-tahun'/><author><name>Batu Pengajar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15306453411249356230</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-BXU3TyQhybo/TrC4tXSo5qI/AAAAAAAAAAQ/S-c1QQQ48us/s220/batupengajar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh4.ggpht.com/-M9I2mInKqUg/Tt2H13FzOkI/AAAAAAAAALo/BrupIlU10JA/s72-c/image_thumb%25255B1%25255D.png?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4118448489383692634.post-4517032740933812975</id><published>2011-12-05T19:10:00.001-08:00</published><updated>2011-12-05T19:10:05.005-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mualaf'/><title type='text'>Sebelum Berislam, Lopez Casanova Pernah Mengkristenkan Ribuan Orang dalam Sepekan</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/-MMlyrcKCpbI/Tt2HgOx_XDI/AAAAAAAAALQ/fDgm1_8ZiW0/s1600-h/image%25255B1%25255D.png"&gt;&lt;img style="border-right-width: 0px; display: inline; border-top-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: 0px; border-left-width: 0px; margin-right: 0px" title="image" border="0" alt="image" align="left" src="http://lh5.ggpht.com/-Ut-8-s4jWJA/Tt2HioFZUYI/AAAAAAAAALY/ps2pNatW7OM/image_thumb%25255B1%25255D.png?imgmax=800" width="244" height="177" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;REPUBLIKA.CO.ID, CALIFORNIA - Melissa Lopez Casanova lahir dan dibesarkan dalam sebuah keluarga Protestan yang sangat taat. Dalam keluarganya ada beberapa pastor, penginjil, pendeta, dan guru. Kedua orang tuanya menginginkan agar Lopez menjadi pemimpin Kristen. Karenanya, sejak kecil ia dimasukkan di sekolah khusus untuk mempelajari Alkitab. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Namun, Allah memberinya hidayah. Dalam perjalanan mempelajari Alkitab, Lopez malah menemukan Islam. Ia pun memeluk agama Allah yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW sebagai agama terakhirnya. &lt;/p&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;p align="justify"&gt;“Aku bersyukur dilahirkan dalam keluarga Protestan yang religius yang memungkinkanku mempelajari Alkitab. Jika tidak, aku mungkin tidak mampu memahami pesan Islam,“ ujarnya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Lopez menjadi seorang Muslimah karena kepercayaan dan keyakinannya terhadap Tuhan. “Itulah yang kemudian membuatku mengakui validitas Islam sebagai agama dari Tuhan.“ &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Lalu, bagaimana perjalanan spiritualnya dalam menemukan Islam? &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;meski Lopez tumbuh dalam keluarga yang religius, di California, Amerika Serikatia bergaul dengan teman-teman Kristen dari sektor atau denominasi yang bermacam-macam. Ia juga berteman dengan mereka yang beragama Yahudi, juga seorang Saksi Yehuwa. “Aku tak pernah menghakimi apa yang mereka yakini dan aku pun tidak memiliki ketertarikan terhadap kelompok agama mana pun,'' ujarnya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Menurut dia, Kristen nondenominasi seperti dirinya selalu diajarkan bahwa, “Jika kamu percaya Kristus, kamu adalah seorang umat Kristen, dan kita semua sama di mata Tuhan, apa pun denominasi yang membedakan kita.“ &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Seiring perjalanan Lopez dihadapkan pada sebuah kegamangan akan agama yang dianutnya. “Aku tidak mengetahui seberapa lama Alkitab telah diubah dan dimodifikasi. Setiap golongan dalam Kristen selalu mengklaim bahwa golongan merekalah yang benar, sedang yang lainnya salah.&amp;quot; &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Namun jauh di lubuk hatinya,&amp;#160; Lopez selalu meyakini bahwa hanya ada satu Tuhan. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Ia pertama kali mendengar nama “Allah“ dari pengajarnya di sekolah Alkitab. “Orang Cina berdoa pada Buddha, dan orang Arab berdoa pada Allah.“ Saat itu, ia menyimpulkan bahwa Allah adalah nama sebuah berhala.      &lt;br /&gt;Kuliah di jurusan bisnis internasional membuat Lopez merasa perlu menguasai bahasa asing untuk menunjang kariernya di masa depan. Atas saran teman kuliahnya, Lopez mempelajari bahasa Arab. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;“Temanku beralasan, negara mana pun yang memiliki penduduk Muslim menggunakan bahasa Arab karena itu merupakan bahasa asli Alquran,“ katanya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Saat itu, pada 2006, Lopez mendengar kata “Alquran“ untuk pertama kalinya. Di kelas bahasa Arab yang diikutinya, Lopez mengenal banyak mahasiswa Muslim. Mereka umumnya keturunan Timur Tengah yang lahir dan besar di AS. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Kelas pertama yang diambilnya pada 2006 bertepatan dengan bulan Ramadhan. Lopez terkesan dengan amalan puasa yang dilakukan temanteman Muslimnya. Ia memandangnya sebagai bentuk ketundukan hamba di hadapan Tuhannya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Lopez pun mencoba berpuasa, bukan karena tertarik menjadi Muslim, melainkan semata untuk mengekspresikan ketundukannya sebagai umat Kristen yang taat. “Itu pun karena puasa juga ada dalam agama Kristen. Yesus pernah berpuasa selama 40 hari,&amp;quot; katanya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Pada bulan Ramadhan itu, seorang teman Muslim memberinya literatur Islam dan sekeping compact disk (CD) yang ditolaknya. Ia teringat ucapan ibunya, “Semua agama yang salah adalah benar menurut kitab mereka.“ Lopez tak tergoda untuk mengenal Islam, agama asing yang salah di matanya.&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Mengkristenkan 55 ribu orang dalam sepekan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Musim panas 2008, Lopez bergabung dengan para misionaris Kristen dan melakukan perjalanan ke Jamaika untuk sebuah misi Kristenisasi. Ia dan timnya membantu orang-orang miskin di sana. Ia dan timnya dan berhasil mengkristenkan sekitar 55 ribu orang dalam sepekan. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Sepulang dari Jamaika, Lopez berdoa memohon petunjuk. Ia ingin melakukan lebih banyak pengabdian pada Tuhan. “Permintaan itu dijawab-Nya dengan memberiku seorang teman Muslim,&amp;quot; katanya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Ia beberapa kali mengajak teman Muslimnya ke gereja dan berpikir bahwa temannya akan terpengaruh dan menjadi seorang Kristen sepertinya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Suatu saat, temannya mengatakan bahwa gereja adalah tempat yang bagus, tetapi ia menyayangkan kepercayaan jamaatnya yang memercayai Trinitas. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;“Sayangnya, temanku salah menguraikan pengertian dari Trinitas itu. Aku hanya tertawa dan meralatnya,“ kata Lopez. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Ia sempat berpikir tentang betapa fatalnya jika ia melakukan hal yang sama. Memberikan komentar soal agama lain yang tidak dipahami dengan baik adalah sesuatu yang dinilainya sebagai ucapan yang kurang berpendidikan.      &lt;br /&gt;Ia pun memutuskan mempelajari hal-hal mendasar tentang Islam. Lopez mulai menemukan persamaan antara Kristen dan Islam. Itu terjadi ketika ia mengetahui bahwa ternyata Yudaisme, Kristen, dan Islam berbagi kisah dan nabi serta keti ganya dapat diusut asal muasalnya ingga bertemu dalam silsilah sejarah yang sama. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;“Sebenarnya, lebih banyak persamaan antara Kristen dan Islam dibanding perbedaan antara keduanya,“ kata Lopez. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Suatu hari, ia kagum dengan teman Muslimnya yang tidak malu berdoa dan shalat di tempat umum, dengan lutut dan kepala di atas lantai. “Sementara, aku bahkan terkadang malu untuk sekadar menundukkan kepala sambil memejamkan mata (berdoa) saat hendak makan di tempat-tempat umum.“&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Perasaan 'aneh' saat mendengar ayat Alquran&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Di lain hari, teman Muslimnya kembali ikut serta pergi ke gereja bersama Lopez. Di tengah perjalanan dengan menggunakan mobil itu, temannya memohon izin memutar CD Alquran di mobilnya karena ia sedang mempersiapkan diri untuk shalat. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;“Agar sopan, aku mengizinkannya. Selanjutnya, aku hanya ikut mendengarkan dan menyimaknya,“ kata Lopez. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Hal yang tidak diduga pun terjadi. Ia masih ingat bagaimana ayat-ayat Alquran yang didengarnya memunculkan sebuah perasaan aneh. Perasaan itu berbaur dengan kebingungan yang tak bisa dijelaskan. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;“Aku tidak bisa memahami mengapa diriku bisa mengalami perasaan semacam itu terhadap sesuatu di luar Kristen,&amp;quot; katanya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Setelah beberapa lama pergolakan batin itu dirasakannya. Lopez akhirnya memutuskan untuk mengenal jauh tentang Islam. Namun, hingga hari penting itu, ia masih menyimpan perasaan takut. Hingga saat menyetir mobilnya, ia berdoa, “Tuhan, lebih baik aku mati dan dekat dengan-Mu daripada hidup selama satu hari, namun jauh dari-Mu.“ &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Lopez berpikir, mengalami kecelakaan mobil saat menuju Islamic Center San Diego untuk bersyahadat adalah membuktikan pilihan yang salah. Namun, ia tiba di tujuan dengan selamat, dan mengikrarkan keislamannya di hadapan publik. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Jumat itu, 28 Agustus 2008, beberapa hari menjelang Ramadhan, Lopez memeluk Islam. “Sejak itu, aku adalah seorang Muslim yang bahagia, yang mencintai shalat dan puasa. Keduanya mengajarkanku kedisiplinan sekaligus ketundukan kepada Tuhan,&amp;quot; katanya.&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Redaktur:&lt;/b&gt; Siwi Tri Puji B&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Reporter:&lt;/b&gt; Devi Anggraini&lt;/p&gt; &lt;/span&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4118448489383692634-4517032740933812975?l=batupengajar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://batupengajar.blogspot.com/feeds/4517032740933812975/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2011/12/sebelum-berislam-lopez-casanova-pernah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/4517032740933812975'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/4517032740933812975'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2011/12/sebelum-berislam-lopez-casanova-pernah.html' title='Sebelum Berislam, Lopez Casanova Pernah Mengkristenkan Ribuan Orang dalam Sepekan'/><author><name>Batu Pengajar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15306453411249356230</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-BXU3TyQhybo/TrC4tXSo5qI/AAAAAAAAAAQ/S-c1QQQ48us/s220/batupengajar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh5.ggpht.com/-Ut-8-s4jWJA/Tt2HioFZUYI/AAAAAAAAALY/ps2pNatW7OM/s72-c/image_thumb%25255B1%25255D.png?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4118448489383692634.post-5813769670982976830</id><published>2011-12-05T19:08:00.001-08:00</published><updated>2011-12-05T19:08:14.820-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mualaf'/><title type='text'>Tiga dari Empat Mualaf Inggris Ternyata Kaum Perempuan...Ini Alasan Mereka Memilih Islam</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/-xDECxGaxxV4/Tt2HD-CRJ2I/AAAAAAAAALA/PCfCio_InHE/s1600-h/image%25255B1%25255D.png"&gt;&lt;img style="border-right-width: 0px; display: inline; border-top-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: 0px; border-left-width: 0px; margin-right: 0px" title="image" border="0" alt="image" align="left" src="http://lh6.ggpht.com/-iGRienkoP58/Tt2HHZazTSI/AAAAAAAAALI/ufCqRJGMl7c/image_thumb%25255B1%25255D.png?imgmax=800" width="244" height="177" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;REPUBLIKA.CO.ID, LONDON - Tiga perempat dari mualaf Inggris adalah perempuan. Richard Peppiatt dari Independent telah menemukan bahwa dari 5.200 warga Inggris yang masuk Islam pada tahun 2010, lebih dari 50 persennya adalah warga kulit putih dan tiga perempat dari mereka adalah perempuan. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Selain itu, peneliti yang berbasis di Swansea University&amp;#160; juga menemukan bahwa dari 40 ribu orang di Inggris masuk Islam dalam 10 tahun terakhir, dan mayoritas adalah perempuan. &lt;/p&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;p align="justify"&gt;Temuan ini hampir senada dengan Faith Matters, yang menyebut 53 persen dari mualaf Inggris kulit putih adalah perempuan. Angkanya meningkat 66 persen pada kurun 2002-2010 dibanding dengan rentang waktu yang sama sebelum 2001. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Umumnya, para mualaf ini terbentur dengan problem sehari-hari, untuk mengintegrasikan keyakinan mereka yang baru dalam batas-batas yang lebih luas dari masyarakat, di mana mereka sering dianggap sebagai orang luar, meskipun berlatar belakang Barat. Sebuah studi baru-baru ini di Leicester menemukan fakta mengejutkan bahwa 93 persen masjid memerlukan layanan untuk mualaf, tetapi hanya 7 persen dari mereka yang bisa memenuhi kebutuhan ini. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Kevin Brice, yang melakukan penelitian yang luas dalam perkembangan sosiologis mualaf, berbicara kepada The Outlook tentang beberapa alasan mengapa wanita masuk Islam. &amp;quot;Islam menawarkan wanita rasa perlindungan dan identitas - ini mungkin terdengar kontra-intuitif diberikan cara Islam biasanya digambarkan di media - tetapi beberapa wanita menemukan pakaian sederhana yang dibutuhkan oleh Islam ini bersifat 'membebaskan',&amp;quot; katanya.      &lt;br /&gt;Islam, katanya, juga dipandang sebagai lebih mendukung nilai-nilai keluarga 'kuno', dan perempuan memiliki peran yang jelas dalam keluarga.&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Banyak mualaf yang mulai menemukan Islam dari keresahan mereka dengan alkohol dan mabuk-mabukan, kurangnya moralitas dan kebebasan seksual, dan konsumerisme, semua yang dilihat sebagai lazim dalam masyarakat Inggris. &amp;quot;Islam menawarkan mereka sebuah pendekatan yang berbeda,&amp;quot; tambahnya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Brice juga berbicara tentang sejumlah kesalahpahaman yang berhubungan dengan mualaf.&amp;#160; &amp;quot;Pertama, penting untuk mengenali bahwa mayoritas mualaf telah dikonversi melalui pilihan bebas dan melihat diri mereka tetap sebagai orang Inggris dan Muslim. Mengkonversi tidak mewakili tudingan licik bahwa mereka bertekad untuk mengganggu cara hidup Barat,&amp;quot; katanya.&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Redaktur:&lt;/b&gt; Siwi Tri Puji B&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Sumber:&lt;/b&gt; Telegraph&lt;/p&gt; &lt;/span&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4118448489383692634-5813769670982976830?l=batupengajar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://batupengajar.blogspot.com/feeds/5813769670982976830/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2011/12/tiga-dari-empat-mualaf-inggris-ternyata.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/5813769670982976830'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/5813769670982976830'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2011/12/tiga-dari-empat-mualaf-inggris-ternyata.html' title='Tiga dari Empat Mualaf Inggris Ternyata Kaum Perempuan...Ini Alasan Mereka Memilih Islam'/><author><name>Batu Pengajar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15306453411249356230</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-BXU3TyQhybo/TrC4tXSo5qI/AAAAAAAAAAQ/S-c1QQQ48us/s220/batupengajar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh6.ggpht.com/-iGRienkoP58/Tt2HHZazTSI/AAAAAAAAALI/ufCqRJGMl7c/s72-c/image_thumb%25255B1%25255D.png?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4118448489383692634.post-8747356259868245311</id><published>2011-12-05T19:06:00.001-08:00</published><updated>2011-12-05T19:06:04.525-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mualaf'/><title type='text'>Kisah Mualaf Australia (4-habis): Jalan Hidup yang Berubah</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/-b6anPVxJoVA/Tt2GkpcMdqI/AAAAAAAAAKw/RzUF7f7hG-w/s1600-h/image%25255B1%25255D.png"&gt;&lt;img style="border-right-width: 0px; display: inline; border-top-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: 0px; border-left-width: 0px; margin-right: 0px" title="image" border="0" alt="image" align="left" src="http://lh6.ggpht.com/-6Jr4UtyAj0I/Tt2GmYxbmxI/AAAAAAAAAK4/aEY3CG0wOmg/image_thumb%25255B1%25255D.png?imgmax=800" width="244" height="177" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;REPUBLIKA.CO.ID, SYDNEY – Salah seorang sahabatnya, yang beragama Kristen, sangat mendukung langkah Steven. Menurut sang kawan, Islam dan Kristen memiliki banyak kesamaan. &amp;quot;Aku pikir, pengalaman ini memberikan kekuatan positif,&amp;quot; kata Steven. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Tak lama beradaptasi, ia mulai disiplin melaksanakan shalat lima waktu. Ia juga berpuasa. Hidupnya menjadi lebih tenang dan damai. &lt;/p&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;p align="justify"&gt;Steven mengakui dulunya ia seorang yang tempramental. Kini, sikap buruk itu menghilang tak membekas. Hidupnya jauh lebih tenang, emosinya terkontrol dengan baik. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Ia pun mampu menjawab setiap pertanyaan tentang Islam yang diajukan padanya. Kendati tak sedikit orang yang mengolok-olok soal identitas keislamannya, ia tetap meladeni mereka dengan sabar. &amp;quot;Ketika anda bertemu orang-orang yang memiliki sikap negatif terhadap Islam. Anda sebaiknya menjelaskan Islam dengan sebenar-benarnya,&amp;quot; ia menyarankan. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Bagi Steven, Islam tidak bertentangan dengan nilai-nilai Australia. Sebaliknya, Islam memiliki nilai-nilai yang sama dengan apa yang dilakukan masyarakat Australia. &amp;quot;Kita menghormati orang tua, kita juga diminta mematuhi hukum. Jelas, nilai Islam dan Australia berjalan beriringan,&amp;quot; katanya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Yang membedakan, lanjut dia, adalah cara hidup di Australia seperti minum, judi dan penekanan aspek moral yang tidak terdapat dalam Islam. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Redaktur:&lt;/b&gt; Chairul Akhmad&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Reporter:&lt;/b&gt; Agung Sasongko&lt;/p&gt; &lt;/span&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4118448489383692634-8747356259868245311?l=batupengajar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://batupengajar.blogspot.com/feeds/8747356259868245311/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2011/12/kisah-mualaf-australia-4-habis-jalan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/8747356259868245311'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/8747356259868245311'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2011/12/kisah-mualaf-australia-4-habis-jalan.html' title='Kisah Mualaf Australia (4-habis): Jalan Hidup yang Berubah'/><author><name>Batu Pengajar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15306453411249356230</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-BXU3TyQhybo/TrC4tXSo5qI/AAAAAAAAAAQ/S-c1QQQ48us/s220/batupengajar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh6.ggpht.com/-6Jr4UtyAj0I/Tt2GmYxbmxI/AAAAAAAAAK4/aEY3CG0wOmg/s72-c/image_thumb%25255B1%25255D.png?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4118448489383692634.post-6281308717265211204</id><published>2011-12-05T19:05:00.001-08:00</published><updated>2011-12-05T19:05:01.074-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mualaf'/><title type='text'>Kisah Mualaf Australia (3): Berharap Mati Syahid</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/-gfwgrKVSbuI/Tt2GVe8tMyI/AAAAAAAAAKg/IHZnj_5uJxI/s1600-h/image%25255B3%25255D.png"&gt;&lt;img style="border-right-width: 0px; display: inline; border-top-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: 0px; border-left-width: 0px; margin-right: 0px" title="image" border="0" alt="image" align="left" src="http://lh4.ggpht.com/-6iB9wXnSXWs/Tt2GW6MbpDI/AAAAAAAAAKo/JEs30SnC5PQ/image_thumb%25255B1%25255D.png?imgmax=800" width="244" height="177" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;REPUBLIKA.CO.ID, SYDNEY – Tahun 2008, keyakinan Steven untuk memeluk Islam kian tinggi. Sayang, ia mengalami kesulitan untuk menemukan seorang Muslim yang dapat membimbingnya memeluk Islam. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Akhirnya, ia mendatangi sebuah masjid. &amp;quot;Saat itu, aku bertanya apakah masjid memiliki salinan Quran? Karena pada tahap ini aku butuh seseorang untuk membantu,&amp;quot; ujarnya.&lt;/p&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;p align="justify"&gt;Setahun kemudian, pada 2009, Steven harus kembali Sydney untuk menjahit pakaian. Saat itulah ia bertemu Samir, seorang penjahit yang beragama Islam. Ia sempat mengira Samir seorang Kristen lantaran tidak memiliki janggut.      &lt;br /&gt;Setelah berinteraksi dengan Samir, Steven mulai shalat. Ia hanya mengandalkan internet untuk mengunduh panduan shalat. Ia juga berhenti mengkonsumsi alkohol dan daging babi. &amp;quot;Aku pernah dikirimkan makananan oleh Samir. Aku bertanya padanya, apakah ini halal? Samir pun mengiyakan.&amp;quot; &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Tak lama, Steven pun memutuskan memeluk Islam. Ia dibimbing oleh adik ipar Samir. &amp;quot;Akhirnya, aku menjadi seorang Muslim. Setelah ini, aku ingin mati syahid,&amp;quot; harapnya.&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Keputusan Steven memeluk Islam disambut positif oleh keluarga. Ibunya bahkan bertanya dengan santun soal keyakinan barunya. &amp;quot;Ia menerima dengan terbuka terkait alasanku memeluk Islam. Sementara ayah, tidak berkomentar banyak. Baginya, kondisiku baik-baik saja sudah lebih dari cukup,&amp;quot; paparnya.&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Namun, penolakan datang dari sejumlah kerabat dekat. Sepupunya bahkan enggan berbicara dengannya. Namun, kemantapan hati Steven membuatnya mudah untuk beradaptasi. &amp;quot;Aku tidak khawatir dengan apa yang dipikirkan orang. Aku hanya peduli pada Allah SWT,&amp;quot; tegasnya.&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Redaktur:&lt;/b&gt; Chairul Akhmad&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Reporter:&lt;/b&gt; Agung Sasongko&lt;/p&gt; &lt;/span&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4118448489383692634-6281308717265211204?l=batupengajar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://batupengajar.blogspot.com/feeds/6281308717265211204/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2011/12/kisah-mualaf-australia-3-berharap-mati.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/6281308717265211204'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/6281308717265211204'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2011/12/kisah-mualaf-australia-3-berharap-mati.html' title='Kisah Mualaf Australia (3): Berharap Mati Syahid'/><author><name>Batu Pengajar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15306453411249356230</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-BXU3TyQhybo/TrC4tXSo5qI/AAAAAAAAAAQ/S-c1QQQ48us/s220/batupengajar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh4.ggpht.com/-6iB9wXnSXWs/Tt2GW6MbpDI/AAAAAAAAAKo/JEs30SnC5PQ/s72-c/image_thumb%25255B1%25255D.png?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4118448489383692634.post-6074922690736939172</id><published>2011-12-01T22:43:00.001-08:00</published><updated>2011-12-01T22:43:42.943-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mualaf'/><title type='text'>Kisah Mualaf Australia (2): Dua Tahun Mempelajari Alquran</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/-CROur5UqRFg/TthzmNGF3XI/AAAAAAAAAKQ/0t_Q1zgDFkk/s1600-h/image%25255B1%25255D.png"&gt;&lt;img style="border-right-width: 0px; display: inline; border-top-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: 0px; border-left-width: 0px; margin-right: 0px" title="image" border="0" alt="image" align="left" src="http://lh5.ggpht.com/-fnKhjjHMJ9o/Tthzm2nZOeI/AAAAAAAAAKY/bG0k4Gw51io/image_thumb%25255B1%25255D.png?imgmax=800" width="244" height="177" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;REPUBLIKA.CO.ID, SYDNEY – Selama ini, Steven nyaris tidak pernah berinteraksi dengan seorang Muslim. Ia pun mengaku bingung dengan perbincangan banyak orang tentang Islam. &amp;quot;Aku tidak tahu mengapa seluruh dunia berniat melawan Muslim. Aku pikir Islam mungkin merupakan pihak yang benar sehingga harus disingkirkan,&amp;quot; kata dia. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Empat tahun berselang, Steven berkesempatan keliling dunia bersama sang pacar. Ia selanjutnya singgah di Dubai, Uni Emirat Arab. Saat itu, ia kembali berpikir tentang Islam. Sebab, selama di Australia ia belum mendapatkan informasi secuil pun tentang Islam. &lt;/p&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;p align="justify"&gt;Ada satu hal yang benar-benar menarik perhatiannya. Ia melihat sebuah masjid saat hendak mengunjungi museum yang tak jauh dari masjid tersebut. Steven kemudian masuk ke dalam, sembari melihat orang-orang tengah menjalani semacam ritual (shalat Jum'at). &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Singkat cerita, Steven pun kembali ke Australia. Sesampainya di rumah, ia memutuskan untuk membeli mushaf Alquran terjemahan Inggris. &amp;quot;Aku memang lambat dalam membaca. Butuh waktu dua tahun untuk membaca Alquran,&amp;quot; tuturnya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Saat membaca sampai habis, ia terkejut dengan kisah Yesus dalam Alquran. Tak kalah mengejutkan, ia juga mendapati kisah Nabi Nuh dan Nabi Musa ada dalam Alquran. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Yang paling menarik dalam temuan Steven, Islam tidak mengajarkan apa yang dilakukan ekstrimis atau teroris. &amp;quot;Aku kian tertarik dengan Islam. Karena itu, aku baca ulang kembali Alquran,&amp;quot; kenangnya.&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Redaktur:&lt;/b&gt; Chairul Akhmad&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Reporter:&lt;/b&gt; Agung Sasongko&lt;/p&gt; &lt;/span&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4118448489383692634-6074922690736939172?l=batupengajar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://batupengajar.blogspot.com/feeds/6074922690736939172/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2011/12/kisah-mualaf-australia-2-dua-tahun.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/6074922690736939172'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/6074922690736939172'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2011/12/kisah-mualaf-australia-2-dua-tahun.html' title='Kisah Mualaf Australia (2): Dua Tahun Mempelajari Alquran'/><author><name>Batu Pengajar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15306453411249356230</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-BXU3TyQhybo/TrC4tXSo5qI/AAAAAAAAAAQ/S-c1QQQ48us/s220/batupengajar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh5.ggpht.com/-fnKhjjHMJ9o/Tthzm2nZOeI/AAAAAAAAAKY/bG0k4Gw51io/s72-c/image_thumb%25255B1%25255D.png?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4118448489383692634.post-7597442214387128083</id><published>2011-12-01T22:42:00.003-08:00</published><updated>2011-12-01T22:42:59.403-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mualaf'/><title type='text'>Kisah Mualaf Australia (1): Pencarian Makna Hidup</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/-ON0ZdVypy-o/TthzbOCnZzI/AAAAAAAAAKA/QjIi7Oot7wo/s1600-h/image%25255B1%25255D.png"&gt;&lt;img style="border-right-width: 0px; display: inline; border-top-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: 0px; border-left-width: 0px; margin-right: 0px" title="image" border="0" alt="image" align="left" src="http://lh3.ggpht.com/-3JeqNzxlthA/Tthzb9ZLPFI/AAAAAAAAAKI/9qAfFA02XvA/image_thumb%25255B1%25255D.png?imgmax=800" width="244" height="177" /&gt;&lt;/a&gt; REPUBLIKA.CO.ID, SYDNEY – Sekian puluh tahun Steven mencari tahu soal hakikat kehidupan. Baginya, dari sekian agama, hanya Islam yang memberikan jawaban yang jelas, detail dan memuaskan. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;quot;Islam memberikan jawaban yang sekian puluh tahun kucari-cari. Itulah mengapa, tepat dua tahun lalu, aku mengucapkan dua kalimat syahadat,&amp;quot; ungkap Mustafa Samuel, nama baru Steven setelah memeluk Islam, seperti dikutip onislam.net, Rabu (9/11). &lt;/p&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;p align="justify"&gt;Steven dibesarkan dalam keluarga penganut Kristen Ortodoks Yunani. Maklum, orang tuanya merupakan imigran Yunani sebelum memutuskan untuk menetap di Australia. &amp;quot;Aku termasuk orang yang religius. Namun, memasuki usia dewasa banyak pertanyaan yang muncul dan gereja tidak dapat menjawabnya,&amp;quot; ujarnya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Semenjak itu, Steven tidak lagi mendatangi gereja. Baginya, dogma gereja tidak cocok dengan sikap kritisnya terhadap agama. &amp;quot;Aku selalu mempertanyakan sesuatu termasuk soal agama,&amp;quot; kata dia. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Proses pencarian itu dimulai saat ia memutuskan pindah dari Sydney ke Queensland. Menurut Steven, Sydney bukanlah kota yang cocok untuknya. &amp;quot;Aku bekerja di sebuah bar. Di tempat ini, aku melihat langsung manusia-manusia dengan perilaku binatang,&amp;quot; ungkapnya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Di Queensland, Steven segera mencari jawaban atas pertanyaanya. Ia mulai mengikuti beragam aliran Kristen. Namun, tetap saja ia tidak puas dengan jawaban mereka. Ia hanya ingin tahu mengapa dan untuk apa ia hidup di dunia. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Tak lama, tragedi 11 September 2001 terjadi, Steven yang saat itu tidak pernah mendengar tentang Islam merasa terkejut. &amp;quot;Apa Islam itu,&amp;quot; tanyanya singkat.&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Redaktur:&lt;/b&gt; Chairul Akhmad&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Reporter:&lt;/b&gt; Agung Sasongko&lt;/p&gt; &lt;/span&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4118448489383692634-7597442214387128083?l=batupengajar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://batupengajar.blogspot.com/feeds/7597442214387128083/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2011/12/kisah-mualaf-australia-1-pencarian.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/7597442214387128083'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/7597442214387128083'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2011/12/kisah-mualaf-australia-1-pencarian.html' title='Kisah Mualaf Australia (1): Pencarian Makna Hidup'/><author><name>Batu Pengajar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15306453411249356230</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-BXU3TyQhybo/TrC4tXSo5qI/AAAAAAAAAAQ/S-c1QQQ48us/s220/batupengajar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh3.ggpht.com/-3JeqNzxlthA/Tthzb9ZLPFI/AAAAAAAAAKI/9qAfFA02XvA/s72-c/image_thumb%25255B1%25255D.png?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4118448489383692634.post-4914073740760040366</id><published>2011-12-01T22:42:00.001-08:00</published><updated>2011-12-01T22:42:09.186-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mualaf'/><title type='text'>Oh Asli Inggris? Jadi Muslim karena Jatuh Cinta dengan Pria Arab? Bagi Isra Sungguh Pandangan Dangkal</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/-8_8fsig8jEg/TthzOT7R_AI/AAAAAAAAAJw/7TE-I71ZSXk/s1600-h/image%25255B1%25255D.png"&gt;&lt;img style="border-right-width: 0px; display: inline; border-top-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: 0px; border-left-width: 0px; margin-right: 0px" title="image" border="0" alt="image" align="left" src="http://lh3.ggpht.com/-mnzyjlyrzdU/TthzP2ijSEI/AAAAAAAAAJ4/B_VsugiYJQ0/image_thumb%25255B1%25255D.png?imgmax=800" width="244" height="177" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;REPUBLIKA.CO.ID, Di saat media memojokkan Islam dengan mengatakan Islam identik dengan teroris dan&amp;#160; fanatik, wanita muda asal Inggris ini justru tertarik untuk mempelajari Islam.&amp;#160; &lt;br /&gt;“Islam memiliki citra yang murni, tapi di sisi lain identik dengan teroris yang fanatik.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Umat Islam membaca Alquran, tapi mereka ‘memegang pistol’.&amp;#160; Perempuan dipaksa untuk menutup aurat, mereka tertindas dan menjadi budak suami,&amp;quot; ujarnya &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Seperti itulah gambaran hal umum di media massa yang banyak bercerita tentang Islam. Tapi, dari berita miring itulah yang membuat Isra, tertarik untuk mempelajari Islaam. “Aku berusaha mencari tahu (kepada orang Islam) mengapa mereka menyebut dirinya muslim, dan apa itu Islam. Aku sungguh sangat penasaran,” ujarnya. &lt;/p&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;p align="justify"&gt;Titik balik Islam &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Isra yang mendalami ilmu hukum, banyak mendapatkan melihat kasus pidana. Ia mencari informasi ke masyarakat dan bertanya-tanya mengapa banyak sekali kejahatan terhadap anak-anak, mengapa orang melakukan penyalahgunaan narkoba, kecanduan alkohol, memperkosa, membunuh. Ia berpikir pasti ada alasan mereka melakukan kejahatan itu. Tanpa disangka, pencarian informasi kepada masyarakat perlahan mengiringnya untuk mengenal Islam. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Saat memutuskan memeluk Islam, Isra masih berumur 21 tahun. Ia berpindah agama setelah terjadi kasus yang menimpa&amp;#160; James Bulger.&amp;#160; James adalah seorang bocah berusia dua tahun. Ia dibunuh oleh dua anak usia sepuluh tahun.&amp;#160; Saat melihat video bukti pembunuhan tersebut, ia melihat ada sekitar 30 orang yang menyaksikan peristiwa itu, tetapi mereka hanya diam saja tanpa berbuat apapun. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;“Ini jelas sekali menunjukkan mentalitas masyarakat Inggris. Mereka enggan berbuat sesuatu yang tidak membawa keuntungan bagi mereka. Mereka bahkan tidak akan menolong seseorang yang nyaris tenggelam jika tidak memiliki kepentingan apapun,” kata dia. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Melihat hal itu, hatinya bergejolak. Ia merasa apa yang dilihatnya bertentangan dengan hati nurani. Ia merasa tak ingin berhubungan dengan masyarakat yang memiliki mental seperti itu. &amp;quot;Aku tidak ingin menjadi bagian dari masyarakat ini. Saya ingin cara lain untuk hidup,” ujar dia. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Ia juga menganggap orang-orang Inggris tak memiliki rasa keimanan dalam sistem peradilan. “Jika mereka telah melakukan kejahatan dan ketahuan&amp;#160; mereka hanya akan mengatakan ‘saya tidak menyangka akan tertangkap’. Hal ini membuat mereka tidak berpikir dua kali untuk melakukan tindak kejahatan,” ujar dia. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Ia merasa seharusnya ada konsep yang menerangkan bahwa setiap kehidupan ini berakhir pasti akan ada hari dimana mansia harus bertanggungjawab terhadap semua perbuatannya. Konsep seperti ini yang membuat orang berfikir dua kali untuk melakukan kejahatan. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Semakin ia melihat mental seperti itu, membutanya ingin segera mencari ‘kehidupan yang seharusnya’. “Aku benar-benar tak ingin menjalini hidup dengan mentalitas yang seperti mereka. Pergi ke gereja setiap Minggu tapi selalu kembali pada kehidupan masyarakat yang menyediahkan dan sangat menyengsarakan,” kata dia. Hal ini tidak memuaskan kehidupan rohaninya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Banyak orang yang berpikir ketika orang Inggris memeluk Islam maka sudah pasti mereka jatuh cinta pada pria Arab. Pertanyaan dengan nada itu pula yang ia dapat begitu orang-orang mengetahui ia telah menjadi Muslim. &amp;quot;Ah kamu asli orang Inggris. Jadi kamu jatuh cinta dengan pria Arab? Pertanyaan itu itu baginya sungguh tak masuk akal.&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Ia bahkan menginginkan untuk meningkatkan kepahamannya tentang Islam lebih dulu sebelum memutuskan ungtuk berkomitmen hidup dengan seseorang.&amp;#160; “Orang yang memeluk Islam karena mereka dikaruniai intelektual dan petunjuk Allah melalui Alquran yang diturunkan keapda Nabi, bukan semata-mata jatuh cinta pada pria Arab” ujar dia. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Masyarakat barat selalu mengira Islam terbelakang dan menindas. “Tapi kenyataannya masyarakat&amp;#160; barat yang meindas dan mereka yang terbelakang. Pada kenyataannya, Islam adalah agama yang membebaskan kita hidup sesuai dengan aturan Allah,” katanya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Saat berdiskusi dengan sesama orang muslim, bahkan sebelum ia memeluk Islam, ia telah merasakan Islam bukanlah tentang ekstrimisme, penindasan atau kebiadaban. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Islam adalah sesautu yang mengenalkan manusia kepada sang Pencipta. Sebagai contoh, jika kita ingin mengetahui bagaimana komputer bekerja, maka kita seharusnya bertanya kepada pembuat koputer. Begitu pula manusia. Kita akan mengetahui apa yang terbaik untuk diri kita jika bertanya kepda sang pencipta. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;“Jadi mengapa saya harus bertanya kepada sesama manusia untuk mengetahui apa yang terbaik dalam hidup saya? Apalagi bertanya kepada John Mayor atau George Bush tentang hidup saya. Menurutnya semua cukup ditanyakan kepada Allah saja,” kata dia. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Ia menganggap semua yang dikatakan media tentang Islam seharusnya bisa membuat seseorang lebih tertarik untuk mempelajari Islam. Yang ia rasakan, semakin mereka menyerang dengan menyebut islam sebagai 'fundamentalis' semakin banyak orang melihat ke dalam Islam dan mengetahui apa itu sesungguhnuya terorisme, apa yang fanatik.&amp;#160; Menurut dia justru sangat memalukan bagi orang yang mempercayai begitu saja apa yang dikatakan oleh media tentang islam.&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Redaktur:&lt;/b&gt; Ajeng Ritzki Pitakasari&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Reporter:&lt;/b&gt; Dwi Murdianingsih/YouTube&lt;/p&gt; &lt;/span&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4118448489383692634-4914073740760040366?l=batupengajar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://batupengajar.blogspot.com/feeds/4914073740760040366/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2011/12/oh-asli-inggris-jadi-muslim-karena.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/4914073740760040366'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/4914073740760040366'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2011/12/oh-asli-inggris-jadi-muslim-karena.html' title='Oh Asli Inggris? Jadi Muslim karena Jatuh Cinta dengan Pria Arab? Bagi Isra Sungguh Pandangan Dangkal'/><author><name>Batu Pengajar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15306453411249356230</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-BXU3TyQhybo/TrC4tXSo5qI/AAAAAAAAAAQ/S-c1QQQ48us/s220/batupengajar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh3.ggpht.com/-mnzyjlyrzdU/TthzP2ijSEI/AAAAAAAAAJ4/B_VsugiYJQ0/s72-c/image_thumb%25255B1%25255D.png?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4118448489383692634.post-5012715853076220878</id><published>2011-12-01T22:40:00.001-08:00</published><updated>2011-12-01T22:40:14.409-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mualaf'/><title type='text'>Islam di Mata Mohamed Chechev, Warga Indian yang Jadi Mualaf</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/-JSLsjRzbp7M/TthyyFMEMBI/AAAAAAAAAJg/Nge3atQqspw/s1600-h/image%25255B1%25255D.png"&gt;&lt;img style="border-right-width: 0px; display: inline; border-top-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: 0px; border-left-width: 0px; margin-right: 0px" title="image" border="0" alt="image" align="left" src="http://lh5.ggpht.com/-Gd9pptXNGAs/TthyzAwkFhI/AAAAAAAAAJo/iqxJ6akrie8/image_thumb%25255B1%25255D.png?imgmax=800" width="244" height="177" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;REPUBLIKA.CO.ID, REPUBLIKA.CO.ID, MEXICO CITY - Dibesarkan sebagai seorang Kristen, Manuel Gomez sekarang berganti nama menjadi Mohamed Chechev.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Tepatnya, setelah ia bersyahadat beberapa tahun lalu. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;quot;Saya Muslim, saya tahu kebenaran kini,&amp;quot; kata Chechev dalam bahasa Spanyol. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dalam tulisan sebelumnya, telah disebutkan dia tinggal di sebuah komunitas Protestan di Chiapas disebut yang disebut Nueva Esperanza di pinggiran San Cristobal de las Casas. Nueva Esperanza adalah rumah bagi sekitar 300 warga Tzotzil, masyarakat adat asal Maya, yang telah masuk Islam. &lt;/p&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;p align="justify"&gt;Beberapa langkah dari rumah Chechev, sebuah bangunan sederhana berdiri. Bangunan yang didirikan oleh Gerakan Murabitun, sebuah komunitas Sufi yang didirikan pada tahun 1968 oleh seorang Skotlandia yang telah masuk Islam, kini difungsikan sebagai mushala dan madrasah. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Dari beberapa mualaf, Chechev belajar Islam. Selain dari kepala suku yang lebih dulu menjadi Muslim, ia juga belajar dari Aurelanio Perez, seorang Spanyol yang berubah nama menjadi Amir Mustapha setelah berislam. Ia mendirikan komunitas Marabutin di Chiapas dan aktif berdakwah di antara suku Tzotzil, suku Indian Maya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Chechev yang tidak dapat membaca atau menulis Spanyol tapi bisa berbahasa Spanyol, kini fasih melafalkan beberapa surat Alquran dan beberapa doa. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&amp;quot;Nabi Muhammad tidak bisa membaca dan menulis. Saya juga. Tapi saya bisa melafalkan suci Alquran. Ini adalah keajaiban untuk dapat masuk Islam,&amp;quot; katanya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Di matanya, Allah sungguh penyayang. &amp;quot;Dia mengajarkan kita segalanya dan memberi kita segala sesuatu yang datang dari dia,&amp;quot; tambah Chechev. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Dia kini rajin membaca hadis, mempelajari tuntunan keseharian Rasulullah. Lalu, ia mencoba menerapkan dalam kesehariannya. &amp;quot;Petunjuk Islam sungguh komplet,&amp;quot; katanya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Chechev telah melakukan perjalanan ke jantung Islam, di Arab Saudi, pada tahun 1998 untuk menunaikan ibadah haji, dengan bantuan Amir Mustapha. Beberapa kerabat Chechev, termasuk istrinya, turut serta. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&amp;quot;Aureliano mengatakan kepada saya bahwa jika kita menerima Allah, kami harus mengunjungi rumah Allah. Seperti mimpi, kami semua berpakaian putih.Di sana, mereka yang berkulit putih, hitam, orang cokelat, berbaur, tidak ada masalah. Kami semua sama di mata Allah,&amp;quot; katanya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Noora, istrinya,&amp;#160; wajah berbinar begitu dia mendengar tentang Makkah. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&amp;quot;Ketika saya pergi ke sana, aku merasa bangga sebagai Muslim. Saat itu saya berdoa pada Allah meminta masjid untuk kampung kami. Insya Allah, jika Tuhan menghendaki, kami akan memilikinya dalam waktu dekat,&amp;quot; katanya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Noora berharap bahwa putranya, Ibrahim (Anastacio), akan menjadi seorang imam setelah sekolahnya selasai.&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Redaktur:&lt;/b&gt; Siwi Tri Puji B&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Sumber:&lt;/b&gt; MEO&lt;/p&gt; &lt;/span&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4118448489383692634-5012715853076220878?l=batupengajar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://batupengajar.blogspot.com/feeds/5012715853076220878/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2011/12/islam-di-mata-mohamed-chechev-warga.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/5012715853076220878'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/5012715853076220878'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2011/12/islam-di-mata-mohamed-chechev-warga.html' title='Islam di Mata Mohamed Chechev, Warga Indian yang Jadi Mualaf'/><author><name>Batu Pengajar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15306453411249356230</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-BXU3TyQhybo/TrC4tXSo5qI/AAAAAAAAAAQ/S-c1QQQ48us/s220/batupengajar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh5.ggpht.com/-Gd9pptXNGAs/TthyzAwkFhI/AAAAAAAAAJo/iqxJ6akrie8/s72-c/image_thumb%25255B1%25255D.png?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4118448489383692634.post-2199561976965090078</id><published>2011-12-01T22:38:00.001-08:00</published><updated>2011-12-01T22:38:54.879-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mualaf'/><title type='text'>Subhanallah...Warga Suku Indian Maya Berbondong-bondong Masuk Islam</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/-d86nS9JUbZQ/TthyeSytjVI/AAAAAAAAAJQ/LmEkk1-4miM/s1600-h/image%25255B1%25255D.png"&gt;&lt;img style="border-right-width: 0px; display: inline; border-top-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: 0px; border-left-width: 0px; margin-right: 0px" title="image" border="0" alt="image" align="left" src="http://lh6.ggpht.com/-0g3-FYjXBwo/TthyfCwNfGI/AAAAAAAAAJY/q71ZDGAMNLQ/image_thumb%25255B1%25255D.png?imgmax=800" width="244" height="177" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;Nueva Esperanza adalah rumah bagi sekitar 300 warga Tzotzil, masyarakat adat asal Maya, yang telah masuk Islam.      &lt;br /&gt;&lt;/em&gt;    &lt;br /&gt;REPUBLIKA.CO.ID, MEXICO CITY - Dibesarkan sebagai seorang Kristen, Manuel Gomez sekarang berganti nama menjadi Mohamed Chechev.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Tepatnya, setelah ia bersyahadat beberapa tahun lalu. Bersama beberapa Tzotzil lain, iabersyahadat setelah menrima pencerahan dari seorang Muslim asal Spanyol yang bermukim di Meksiko selatan. &lt;/p&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;p align="justify"&gt;&amp;quot;Saya Muslim, saya tahu kebenaran kini. Saya berdoa lima kali sehari, merayakan Ramadhan dan telah melakukan perjalanan ke Makkah,&amp;quot; kata Chechev dalam bahasa Spanyol. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Dia tinggal di sebuah komunitas Protestan di Chiapas disebut yang disebut Nueva Esperanza di pinggiran San Cristobal de las Casas. Dia berbagi sebuah rumah sederhana dengan 19 kerabat dan menjual sayuranyang ditanamnya di sebidang tanah. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Referensi Alkitab berlimpah-limpah di Nueva Esperanza, dengan jalan-jalan bernama Betlehem dan sejenisnya. Tetapi, Nueva Esperanza kini juga menjadi rumah bagi sekitar 300 warga Tzotzil, masyarakat adat asal Maya, yang telah masuk Islam dan hidup selaras dengan sisa populasinya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Istri Chechev yang bernama Noora (terlahir bernama Juana) dan adik iparnya, Sharifa (sebelum berislam bernama Pascuala) juga menjadi Muslim mengikuti jejaknya. Mereka mengenakan gaun panjang dan kerudung menutupi rambut mereka. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Noora adalah putri dari seorang pemimpin pribumi Protestan yang diusir dari San Juan Chamula, kota terdekat di mana Partai Revolusioner Institusional dan keuskupan tertinggi Katolik memerintah. bersama puluhan keluarga lainnya, mereka terusir tahun 1961 karena mempertahankan agama Protestan.      &lt;br /&gt;&amp;quot;Di Chamula, tak menjadi Katolik atau anggota partai PRI adalah sebuah kejahatan. Mereka juga marah karena Protestan menganjurkan berhenti minum alkohol, salah satu bisnis lokal utama,&amp;quot; kata Susana Hernandez, yang tinggal di wilayah itu. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Beberapa orang pribumi telah sangat kritis terhadap umat Katolik untuk mengidentifikasi terlalu dekat dengan Partai Revolusioner Institusional yang memerintah Meksiko selama 70 tahun. Seorang pemimpin adat bernama Domingo Lopes, yang juga aktivis gereja Advent, belakangan menemukan pencerahan setelah mengenal Islam. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Ia menyatakan keislamannya tahun 1993, dan menjadi buah bibir di wilayah itu. Namun pada perkembangannya kemudian, banyak yang mengikuti jejaknya; menjadi Muslim.&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Menurut antropolog Gaspar Morquecho, sebanyak 330 ribu warga Tzotzil di Chiapasmemang mempunyai sejarah beberapa kali pindah agama. Dulu, mereka dipaksa dengan kekerasan untuk menganut Katolik saat kollonialisme Spanyol merambah wilayah itu pada abad ke-16. Saat itu, hanya sedikit yang beragama Islam. Umumnya, mereka percaya agama leluhur, dan Protestan.&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;(Bersambung)&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Redaktur:&lt;/b&gt; Siwi Tri Puji B&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Sumber:&lt;/b&gt; MEO&lt;/p&gt; &lt;/span&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4118448489383692634-2199561976965090078?l=batupengajar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://batupengajar.blogspot.com/feeds/2199561976965090078/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2011/12/subhanallahwarga-suku-indian-maya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/2199561976965090078'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/2199561976965090078'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2011/12/subhanallahwarga-suku-indian-maya.html' title='Subhanallah...Warga Suku Indian Maya Berbondong-bondong Masuk Islam'/><author><name>Batu Pengajar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15306453411249356230</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-BXU3TyQhybo/TrC4tXSo5qI/AAAAAAAAAAQ/S-c1QQQ48us/s220/batupengajar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh6.ggpht.com/-0g3-FYjXBwo/TthyfCwNfGI/AAAAAAAAAJY/q71ZDGAMNLQ/s72-c/image_thumb%25255B1%25255D.png?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4118448489383692634.post-3835505023352471883</id><published>2011-12-01T22:33:00.001-08:00</published><updated>2011-12-01T22:33:39.545-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mualaf'/><title type='text'>Alhamdulillah...Makin Banyak Ekspatriat Ucapkan Syahadat Di Dubai</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/-0CoKbDF-KdI/TthxPHUDigI/AAAAAAAAAJA/Z9ztsPxq3JU/s1600-h/image%25255B1%25255D.png"&gt;&lt;img style="border-right-width: 0px; display: inline; border-top-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: 0px; border-left-width: 0px; margin-right: 0px" title="image" border="0" alt="image" align="left" src="http://lh4.ggpht.com/-TOZOK1ONVw8/TthxQcv2ZmI/AAAAAAAAAJI/nfG8malWoV0/image_thumb%25255B1%25255D.png?imgmax=800" width="244" height="177" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;REPUBLIKA.CO.ID, DUBAI - Sebanyak 100 ekspatriat dari kebangsaan berbeda mengucapkan dua kalimat syahadat pada Oktober tahun ini. Demikian laporan Pusat Informasi Islam Dar Al Ber,&amp;#160; Dubai, Senin (7/11). &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Direktur Pusat Dar Al Ber, Yusuf Al-Saeed, mengatakan setiap hari ratusan orang, dari berbagai negara mengunjungi untuk mengetahui tentang Islam. Jumlahnya bahkan cenderung naik setiap harinya, dan yang lebih penting lagi mereka yang datang lebih memahami betapa Islam begitu toleran dan penuh kedamaian. &lt;/p&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;p align="justify"&gt;&amp;quot;Non-Muslim memiliki kesempatan untuk bertemu mualaf dan mendengarkan pengalamannya dalam bahasa mereka sendiri. Hasilnya, pesan yang tersampaikan tentang Islam diterima dan direspon dengan baik,&amp;quot; papar dia seperti dikutip www.khaleejtimes.com, Senin (7/11) &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Yusuf mengungkap pada Agustus lalu, Dar El Ber mengumumkan lebih dari 1.000 ekspatriat dari kebangsaan berbeda masuk Islam tahun ini. Sementara tahun lalu, jumlah ekspatriat yang memeluk Islam mencapai 1.521 orang (548 pria dan 973 wanita). Sebelumnya, tahun 2009 silam, jumlah ekspatriat yang memeluk Islam mencapai 1059 (309 pria dan 750 wanita). &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Dari mereka yang menjadi mualaf, ungkap Yusuf, Filipina berada ditempat teratas dengan 80 persen, diikuti India dan Cina. Lalu disusul Inggris, Amerika, Jerman, Perancis, Italia, Rumania, Rusia dan Belanda. &amp;quot;Mereka tersentuh dengan ajaran Islam yang memerintahkan pengikutnya untuk bersikap jujur, adil dan baik kepada semua orang, tanpa mempertimbangkan agama, ras, bahasa dan warna,&amp;quot; katanya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Guna mendukung para mualaf belajar mendalami Islam, Dar EL Ber membuka kelas tentang Islam. Dalam kelas bimbingan ini, para mualaf mendapatkan literatur tentang Islam baik berupa buku ataupun CD. Adapun bahasa pengantar yang digunakan meliputi&amp;#160; Cina, Rusia, Tagalog, Inggris, Urdu, Hindi dan Arab.&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Redaktur:&lt;/b&gt; Siwi Tri Puji B&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Reporter:&lt;/b&gt; Agung Sasongko&lt;/p&gt; &lt;/span&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4118448489383692634-3835505023352471883?l=batupengajar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://batupengajar.blogspot.com/feeds/3835505023352471883/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2011/12/alhamdulillahmakin-banyak-ekspatriat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/3835505023352471883'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/3835505023352471883'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2011/12/alhamdulillahmakin-banyak-ekspatriat.html' title='Alhamdulillah...Makin Banyak Ekspatriat Ucapkan Syahadat Di Dubai'/><author><name>Batu Pengajar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15306453411249356230</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-BXU3TyQhybo/TrC4tXSo5qI/AAAAAAAAAAQ/S-c1QQQ48us/s220/batupengajar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh4.ggpht.com/-TOZOK1ONVw8/TthxQcv2ZmI/AAAAAAAAAJI/nfG8malWoV0/s72-c/image_thumb%25255B1%25255D.png?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4118448489383692634.post-9082990914779891735</id><published>2011-12-01T22:32:00.001-08:00</published><updated>2011-12-01T22:32:51.843-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mualaf'/><title type='text'>Mohammed Chechev, Si Indian Tzotzil yang Bangga Menjadi Muslim</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/-Ksyuw7QRE3U/TthxDklmOwI/AAAAAAAAAIw/GH3PclVsgPM/s1600-h/image%25255B1%25255D.png"&gt;&lt;img style="border-right-width: 0px; display: inline; border-top-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: 0px; border-left-width: 0px; margin-right: 0px" title="image" border="0" alt="image" align="left" src="http://lh4.ggpht.com/-42dMUqKPWOg/TthxEikB8EI/AAAAAAAAAI4/6PS1izMiUt0/image_thumb%25255B1%25255D.png?imgmax=800" width="244" height="177" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;REPUBLIKA.CO.ID, SAN CRISTOBAL - Dibesarkan sebagai penganut Kristen, Manuel Gomez, yang merupakan keturunan Indian Tzotzil, etnis terhitung minoritas di Mesksiko.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Status minoritasnya kian menjadi saat Manuel Gomez memutuskan untuk memeluk Islam. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;quot;Saya Muslim, Saya akhirnya tahu kebenaran. Saya shalat lima waktu, berpuasa di bulan Ramadhan dan pergi haji,&amp;quot; ungkap Gomez, yang selanjutnya berganti nama menjadi Mohammed Chechev. &lt;/p&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;p align="justify"&gt;Dia menetap di Chiapas, sebuah kota yang penduduknya beragama Kristen Protestan. Di kota itu, ia berbagi atap bersama 19 warga Chiapas. Ia bekerja menjual sayuran. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Menurut antropolog Gaspar Morquecho, ada semacam tren baru dikalangan keturunan Maya ini. Semasa penjajahan Spanyol, sekitar 300.000 jiwa populasi Indian Tzotzil terpaksa memeluk Katolik pada abad ke-16. Lalu di masa kemerdekaan, kedatangan komunitas Marabutin dari Spanyol membuat sebagian kecil komunitas itu menjadi Muslim. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&amp;quot;Memang jumlahnya tidak banyak,&amp;quot; kata Gaspar seperti dikutip AFP, Jum'at (4/11). &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Mohammed memiliki keluarga kecil. Ia mempunyai istri bernama Juana (berganti nama menjadi Noora) dan anak angkatnya Pascuala (berganti nama menjadi Sharifa). Noora adalah putri dari kepala adat berlatar belakang Protestan yang diusir dari San Juan Chamula, kota terdekat dengan mayoritas penduduk beragama katolik. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&amp;quot;Di Chamula, tidak beragama Katolik sebuah kejahatan. Mereka akan marah saat tahu ada warga Chamula yang beragama Protestan, tidak minum alkohol,dan menjadi pebisnis sukses,&amp;quot; kata Susana Hernandez, warga lokal San Cristobal. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Mohammed lalu mengikuti jejak seorang pemimpin adat, Domingo Lopes, seorang pendeta Advent yang selanjutnya memeluk Islam. Menurut catatan sejarah, Islam diperkenalkan oleh komunitas Marabutin yang bermigrasi ke Meksiko setelah terusir dari Spanyol pada tahun 1993. Komunitas Marabutin merupakan keturunan dari kekalifahan Islam di Spanyol. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Beberapa langkah dari rumah Chechev, terlihat bangunan sebuah madrasah, dan Masjid. Bangunan-bangunan itu merupakan sumbangan dari Kelompok Marabutin. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Mohammed yang berbicara dialek Tzotzil tidak dapat membaca atau menulis dalam bahasa Spanyol. Namun, ia akhirnya fasih belajar doa-doa dalam bahasa Arab hanya dalam beberapa bulan. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&amp;quot;Nabi Muhammad tidak bisa membaca dan menulis.&amp;#160; Saya tidak dapat membaca, tapi saya bisa melafalkan ayat suci Alquran. Ini sebuah keajaiban,&amp;quot; ujarnya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Mohammed paham soal hadits Nabi, terutama saat ia pergi haji tahun 1998, dengan bantuan mubaglih dari komunitas Marabutin, Amir Mustapha (Aureliano). &amp;quot;Aureliano mengatakan kepada saya, jika kita seorang Muslim,&amp;#160; kami harus mengunjungi rumah Allah. Di sana, kami berpakaian putih lalu&amp;#160; ada yang berkulit putih, hitam, atau cokelat, tapi itu tidak masalah. Kami semua sama, &amp;quot;katanya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&amp;quot;Ketika saya pergi ke sana, saya merasa bangga menjadi Islam,&amp;quot; ungkapnya terharu. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Meksiko adalah negara dengan&amp;#160; 83 persen penduduknya memeluk agama Katolik. Tetapi di negara bagian Chiapas, dengan populasi sekitar 4,5 juta jiwa, Katolik merupakan minoritas. Aurelanio Perez, seorang Spanyol yang beralih menjadi Muslim dikenal sebagai Amir Mustapha, mendirikan komunitas Marabutin di Chiapas. Ia pulalah yang mengeliatkan syiar Islam dikalangan Indian Tzotzils.&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Redaktur:&lt;/b&gt; Ajeng Ritzki Pitakasari&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Reporter:&lt;/b&gt; Agung Sasongko/AFP&lt;/p&gt; &lt;/span&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4118448489383692634-9082990914779891735?l=batupengajar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://batupengajar.blogspot.com/feeds/9082990914779891735/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2011/12/mohammed-chechev-si-indian-tzotzil-yang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/9082990914779891735'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/9082990914779891735'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2011/12/mohammed-chechev-si-indian-tzotzil-yang.html' title='Mohammed Chechev, Si Indian Tzotzil yang Bangga Menjadi Muslim'/><author><name>Batu Pengajar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15306453411249356230</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-BXU3TyQhybo/TrC4tXSo5qI/AAAAAAAAAAQ/S-c1QQQ48us/s220/batupengajar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh4.ggpht.com/-42dMUqKPWOg/TthxEikB8EI/AAAAAAAAAI4/6PS1izMiUt0/s72-c/image_thumb%25255B1%25255D.png?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4118448489383692634.post-8931395199048139063</id><published>2011-12-01T22:31:00.001-08:00</published><updated>2011-12-01T22:31:42.830-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mualaf'/><title type='text'>Alhamdullah..Kian Banyak Wanita Hispanik yang Memeluk Islam</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;REPUBLIKA.CO.ID, MENTONE--Kamis (3/11) pagi, di luar perpustakaan John M. Pfau di Cal State San Bernadino, psikolog Gina Cuellar menunggu sahabatnya. Tak lama, sahabat yang ia tunggu datang. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Cuellar, pagi itu mengenakan jilbab berwarna pink. Ya, ia seorang Mualaf. &amp;quot;Saya pikir, Allah menjaga saya setiap kali memakainya,&amp;quot; kata dia seperti dikutip contracostaimes.com, Jum'at (4/11). &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Cuellar, merupakan keturunan hispanik. Ibu seorang Amerika-Latin. Ia meninggal ketika Cuellar berusia 11 tahun. Ayahnya merupakan keturunan Amerika-Kaukasia. Cuellar bersama sang ayah tinggal di Mentone. &lt;/p&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;p align="justify"&gt;Cuellar mengatakan ia dibesarkan dalam keluarga Kristen tetapi tidak pernah merasa nyaman di gereja. &amp;quot;Aku punya banyak pertanyaan yang tidak dijawab. Mereka hanya mengatakan kepada saya untuk percaya. Itu bukan jawaban yang cukup baik bagi saya,&amp;quot; &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Akhirnya dia bertemu, dan menikah dengan Domingo Cuellar. Suaminya seorang guru matematika di Crafton Hills College, Yucaipa. Pasangan ini telah menjadi anggota Komunitas Muslim Redlands. &amp;quot;Islam masuk akal bagi aku. Aku merasa seperti orang yang sama sekali berbeda,&amp;quot; katanya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Sebelum memeluk Islam, kata Cuellar, hidupnya seolah tanpa tujuan. Tak lama, ia merasa sadar untuk segera mengakhiri hidupnya yang berantakan.&amp;#160; &amp;quot;Keesokan harinya aku bangun dan berkata,` aku harus berhenti,&amp;quot; kata dia. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Cuellar mengaku ia seolah mendapat kesempatan untuk menjalani hidup baru. Ia pelajari Alquran, berpuasa, dan shalat lima waktu. &amp;quot;Hasilnya, aku merasa menjadi orang yang lebih sabar dan penuh kedamaian,&amp;quot; ujarnya.      &lt;br /&gt;Namun, Cuellar mendapat penolakan dari keluarganya. Sang Ayah bahkan belum menerima alasan mengapa dirinya memeluk Islam. Ia pun banyak kehilangan teman. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&amp;quot;Saya sering disebut teroris,&amp;quot; ungkapnya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Pengalaman buruk juga dialami Cuellar. Pernah, ia memesan muffin dan omelet. Namun, petugas restoran itu memberinya daging babi. Sontak, Cuellar menolaknya. &amp;quot;Islam melarang saya untuk makan dagung babi,&amp;quot; kata dia kepada petugas restoran tersebut. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Cuellar mengaku, petugas itu sengaja memberikan pesanan itu lantaran ia mengenakan jilbab. &amp;quot;Saya merasa didiskriminasikan karena cara saya berpakaian,&amp;quot; kata Cuellar. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Meski ia telah menjadi Muslim. Cuellar mengaku tidak meninggalkan kegemarannya untuk mendengarkan musik reggae. Sebab, Islam tidak melarang umatnya untuk mendengarkan musik. &amp;quot;Aku senang menjadi contoh bagi Muslim Amerika lainnya,&amp;quot; kata Cuellar. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Di kota Monteno, perkembangan populasi Muslim cukup signifikan, terutama kalangan wanita hispanik. Cuellar merupakan satu contohnya. &amp;quot;Tren wanita AS memeluk Islam tengah terjadi, terutama dikalangan hispanik,&amp;quot; ungkap Ahmed Rehab, Direktur Media Dewan Hubungan Amerika Islam (CAIR). &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Dany Doueiri, Direktur Program Bahasa Arab di Cal State San Bernardino dan salah satu pendiri IslamiCity.org, mengatakan, sekitar 60 persen dari pengunjung website-nya menanyakan tata cara memeluk Islam.&amp;#160; &amp;quot;Di AS, kebanyakan warga AS, utama hispanik berusia antara 17 dan 33 tahun telah memeluk Islam,&amp;quot; kata Doueiri. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Lalu, lanjut dia, warga Afro-Amerika juga memeluk Islam Kemudian, disusul warga kulit putih berusia 40 tahun. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Namun, Biro Sensus Amerika tidak memilik data resmi terkait jumlah Muslim di AS. Menurut CAIR, jumlah populasi Muslim di seluruh AS mencapai 6-7 juta jiwa.&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Redaktur:&lt;/b&gt; taufik rachman&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Reporter:&lt;/b&gt; agung sasongko&lt;/p&gt; &lt;/span&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4118448489383692634-8931395199048139063?l=batupengajar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://batupengajar.blogspot.com/feeds/8931395199048139063/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2011/12/alhamdullahkian-banyak-wanita-hispanik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/8931395199048139063'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/8931395199048139063'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2011/12/alhamdullahkian-banyak-wanita-hispanik.html' title='Alhamdullah..Kian Banyak Wanita Hispanik yang Memeluk Islam'/><author><name>Batu Pengajar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15306453411249356230</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-BXU3TyQhybo/TrC4tXSo5qI/AAAAAAAAAAQ/S-c1QQQ48us/s220/batupengajar.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4118448489383692634.post-7379774422506546940</id><published>2011-12-01T22:21:00.001-08:00</published><updated>2011-12-01T22:21:53.231-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mualaf'/><title type='text'>Ericka: Begitu Menjadi Muslim, Beban Berat Terasa Lepas dari Pundak</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/-DdeaUPtabZE/Tthue4cG5-I/AAAAAAAAAIg/KEPKdfzgM3Q/s1600-h/image%25255B1%25255D.png"&gt;&lt;img style="border-right-width: 0px; display: inline; border-top-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: 0px; border-left-width: 0px; margin-right: 0px" title="image" border="0" alt="image" align="left" src="http://lh6.ggpht.com/-c5_tVy2jtw4/Tthuf5WyNBI/AAAAAAAAAIo/y8Fqo4pZVBA/image_thumb%25255B1%25255D.png?imgmax=800" width="244" height="177" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;REPUBLIKA.CO.ID, Ericka tak menyangka akhirnya memeluk Islam. Agama pertamanya adalah Kristen dan ia dibesarkan dalam suasana Katolik. Wanita asal Meksiko yang kini tinggal di Amerika ini menganggap keluarganya ‘cukup saleh’ dalam memelihara tradisi agama. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Keraguannya tentang agama yang dianutanya berawal sekitar tiga tahun yang lalu. Seorang kawan mengajaknya mengikuti kebaktian di gereja. “Mereka parapenginjil. Aku juga. Walaupun tak begitu banyak mengerti tentang Injil, setidaknya aku rajin mengikuti kelas Minggu,” ujar dia. &lt;/p&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;p align="justify"&gt;Di satu kesempatan, pendeta membuat penegasan bahwa muslim &amp;quot;membenci&amp;quot; Yesus. Pendeta menyebutkan, umat muslim menyembah ‘Tuhan lain' yang bernama ‘Allah'. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Mendengar itu, Ericka terganggu. Pernyataan dari pendeta membuatnya bimbang. Ia memutuskan untuk menyelidiki Islam agar bisa menyaksikan sediri apa yangdikatakan pendeta. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Mengejutkan, ia justru bertemu dengan orang muslim yangbegitu mencintai Yesus sebagaimana orang Kristen. “Sejak saat itu, aku mengetahui bahwa Allah adalah nama sebutan yang berarti ‘Tuhan’ dalam bahasa Arab. Sama seperti orang Italia yang menyebut Tuhan dengan ‘Dio’,” ujar wanita 27 tahun ini &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Bertemu dengan orang muslim ini membuat Ericka mengatahu ‘kedangkalan’ pikiran pendeta tadi. “Aku berpikir bahwa jika seseorang seperti dia mengajar, kita yang ilmunya lebih dangkal tidak bisa mengetahui hal mendasar tentang agama-agama lain. Aku&amp;#160; tidak berani menjamin semua yang disampaikan pendeta itu sebagai suatu kebenaran. Jadi aku mulai mencari informasi,” ujar dia. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Keraguannya terhadap ceramah pendeta membuatnya mulai melakukan pencarian kebenaran. Ia kemudian menyelidiki asal-usul Alkitab dan penulisnya. Dalam pencarian ia menemukan banyak sekali kontradiksi.&amp;#160; Pendiri agama Kristen, Paulus bahkan tidak menyimpan cerita lurus tentang konversi pengangkatan Tuhan.&amp;#160; “Fakta bahwa dia bukan pengikut Yesus sudah cukup bagiku untuk tidak mempercayai tulisan-tulisannya,” katanya      &lt;br /&gt;Beberapa penulis Alkitab adalah orang Yahudi. “Mereka bahkan tidak tahu tentang Yesus tetapi tetap saja menulis,” katanya.&amp;#160; Ia juga semakin ragu dengan agamanya melihat fakta Protestan selalu mengkritik Katolik. Namun, Protestan tidak melakukan ibadah dengan benar. Mereka masih minum alkohol.” Jadi saya pikir, apa bedanya jika mereka melakukan hal yang sama? Mereka bahkan melakukan konser dan perayaan lain yang tidak seharusnya dilakukan,” tutur Ericka &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Pada awalnya ia berusaha mengingkari kenyataan ‘banyak yang tak beres’ dengan Injil. Tapi hati kecilnya tak bisa dibohongi, ia merasa sedih kitab suci yang selama ini dianggapnya sebagai firman Tuhan terkotori oleh manusia. “Aku kemudian meminta kepada Tuhan yang Maha Kuasa untuk memberi petunjuk,” katanya. Ericka meminta agar diberi jalan menemukan petunjuk tanpa ada kekhawatiran sedikitpun. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Ia mulai membaca Alquran. Ia menemukan banyak bukti yang memuaskan logikanya.&amp;#160; Hatinya pun merasakan petunjuk yang benar tentang Islam. Ia mulai memperdalam. Perlahan, ia menyadari bahwa Yesus bukanlah Tuhan seperti yang orang Kirsten pecaya. “Yesus juga berdoa, sama seperti kita,” ujarnya. Ia melihat Quran sebagai firman Allah yang murni yang dijaga&amp;#160; dipelihara. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Ia bahwa Islam adalah agama benar dan logis dengan semua jawaban untuk hidup. “Islam adalah agama damai dan memasrahkan diri pada Allah. Itulah hidayah bagi orang yang beriman,”katanya. Ia banyak bertanya pada&amp;#160; suaminya yang seorang muslim, juga sering ke masjid untuk belajar . “Aku bertanya kepada beberapa orang Kristen apa yang mereka tahu tentang Islam, mereka tak tahu apa-apa. Dan ketika aku tanya tentang kekristenan mereka, mereka tahu sangat sedikit. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Sang suami membantu Ericka ketika memutuskan ingin menjadi Muslim. “ Sejak saat itu aku merasa beban berat terangkat dari pundak aku. Aku merasa bebas, bersih, dan diisi dengan iman banyak,” katanya. Seketika itu, ia langsung&amp;#160; mengenakan jilbab. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Baginya, agama haruslah mendatangkan keadilan, cinta, kedamaian, keadilan dan kedekatan dengan Allah. Sejak memeluk Islam, ia menyembah Tuhan secara langsung dan merasa lebih dekat kepada-Nya. “Untuk mengetahui dosa-dosa saya sebagai seorang non-Muslim akan diampuni, itu menjadi titik balik saya sebuah hidup baru dan pemahaman yang besar dari segala sesuatu di sekitarnya. Islam menawarkan saya suatu cara hidup yang baru,” ujarnya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Ia menganggap, Islam bukanlah ritual. “Islam adalah suatu cara hidup yang lengkap. Menaati Allah&amp;#160; membuat hidupnya damai.&amp;#160; “karena Dia adalah sumber dari segala sesuatu,” katanya.&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Redaktur:&lt;/b&gt; Ajeng Ritzki Pitakasari&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Reporter:&lt;/b&gt; Dwi Murdaningsih/YouTube&lt;/p&gt; &lt;/span&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4118448489383692634-7379774422506546940?l=batupengajar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://batupengajar.blogspot.com/feeds/7379774422506546940/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2011/12/ericka-begitu-menjadi-muslim-beban.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/7379774422506546940'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/7379774422506546940'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2011/12/ericka-begitu-menjadi-muslim-beban.html' title='Ericka: Begitu Menjadi Muslim, Beban Berat Terasa Lepas dari Pundak'/><author><name>Batu Pengajar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15306453411249356230</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-BXU3TyQhybo/TrC4tXSo5qI/AAAAAAAAAAQ/S-c1QQQ48us/s220/batupengajar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh6.ggpht.com/-c5_tVy2jtw4/Tthuf5WyNBI/AAAAAAAAAIo/y8Fqo4pZVBA/s72-c/image_thumb%25255B1%25255D.png?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4118448489383692634.post-9066460832089762527</id><published>2011-11-30T02:29:00.001-08:00</published><updated>2011-11-30T02:29:27.733-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mualaf'/><title type='text'>Matthieu Cioccocini: Hidayah itu Datang Lewat Sepak Bola</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/-of1rjVGMUrk/TtYFgGYW3FI/AAAAAAAAAIQ/JdiDf_7u_YM/s1600-h/image%25255B2%25255D.png"&gt;&lt;img style="border-right-width: 0px; display: inline; border-top-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: 0px; border-left-width: 0px; margin-right: 0px" title="image" border="0" alt="image" align="left" src="http://lh5.ggpht.com/-E5oPsBn7hHo/TtYFhdoZG0I/AAAAAAAAAIY/_ntwgKy7JfU/image_thumb%25255B2%25255D.png?imgmax=800" width="179" height="131" /&gt;&lt;/a&gt; REPUBLIKA.CO.ID, Islam hadir kepada Matthieu Cioccocini melalui indahnya persahabatan di lapangan bola. Anak muda ini lahir di Prancis. Kini ia kuliah di universitas Victoria Wellington, Selandia Baru. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ia sangat berterimaksih kepada kawan kuliahnya dari Maroko, Turki, Aljazair dan Tunisia atas hidayah yang kini telah diterima. Sebagai seorang anak kos, Matthieu banyak bergaul dengan para pemuda dari negara Islam itu. Matthieu adalah satu-satunya orang Prancis yang tinggal bersama. “Kami sering main sepak bola bersama,” ujarnya. &lt;/p&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;p align="justify"&gt;Ia dibesarkan dari ayah yang tidak percaya Tuhan dan ibu penganut Katolik. “Ibu juga jarang ke gereja, jadi saya tidak pernah mendapatkan pegenalan tentang agama semasa kecil,” katanya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Ia mengetahui Islam lebih banyak ketika bermain sepakbola besama salah satu lembaga dakwah Islam. Fi sabillillah nama lembaganya. Saat waktu istirahat sehabis bermain bola tiba, mereka selalu mendiskusikan tentang Islam dan dari sanalah Cioccocini mulai tertarik dengan Islam. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Melihat ketertarikan Matthieu, salah seorang pengurus Fi Sabilillah mengajaknya ke masjid untuk mengaji. Tanpa banyak pikir panjang, memutuskan untuk ikut berdoa. Ia pun meminta pada kawan-kawannya untuk bercerita lebih banyak lagi tentang Islam. ”Saya ingin terlibat lebih banyak dalam agama ini,” begitu katanya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Selama mempelajari Islam, ia menemukan banyak hal yang mengejutkan. Ia begitu terkesan melihat orang-orang berpuasa di siang hari di bulan Ramadhan selama satu bulan. Ia heran bagaimana mungkin seseorang bisa menahan tidak makan dan minum tapi masih bisa beraktivitas seperti biasa. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Ia juga melihat hal yang begitu mengagumkan saat hari raya Idul Fitri. “Akhirnya saya memutuskan untuk belajar tentang agama ini,&amp;quot; tuturnya. Hingga akhirnya ia pun beralih memeluk Islam. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Ketika ia menceritakan telah berpindah agama, ia terkejut orang tuanya menerima dengan tangan terbuka “Mereka mengangap saya sebagai bagian dari keluarga mereka. Itu sangat menarik. Tak ada pertentangan,” katanya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Mereka mmebiarkan Matthieu untuk memilih apa saja yang ia yakini. Mereka justru menginginkan Matthieu untuk tinggal di masjid saja supaya hidupnya lebih aman. “Walaupun buikan muslim, mereka mengucapkan selamat karena telah menemukan Islam”. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Islam adalah obat&lt;/strong&gt; &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Menemukan Islam, baginya seperti memperoleh obat. Misalnya di penjara, ia melihat orang-orang yang berusaha menemukan Islam berhasil menjadi orang yang baik. Mereka yang mengalami kecanduan obat-obatan terlarang, alkohol, tak berhasil mengentaskan diri kecuali dengan Islam. Matthieu menyaksikan agama itu membuat mereka kembali murni. “Allah adalah dokter yang paling indah jika berhasil menemukannya,” ujarnya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Islam telah mengajarkannya untuk bertindak dan meeperoleh pengetahuan. Kadang ia menyayangkan melihat temannya belum menemukan ketertarikan untuk menjadi seorang Muslim. Mereka justru kecanduan obat bahkan melakukan seks bebas. “Untungnya saya menemukan Islam dan membantu banyak hal dalam kehidupan saya,” katanya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Ia bersyukur tidak mengalami masalah apapaun menjadi muslim dan menjadi warga negara Prancis. Ia mengakui di Eropa saat ini orang takut akan perkembangan Islam disana. Namun banyak pula orang Eropa yang mencoba masuk Islam. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Di Prancis, antara bisnis, agama dan negara dipisahkan seghingga sangat sulit bagi anak perempuan unuk memakai jilbab di sekolah. Bagi mereka yang sudah berkuliah, kini diperbolehkan memakai jilbab di kampus. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Orang Prancis yang pada umumnya menganggap apa yang dikatakan media tentang islam bahwa muslim adalah teroris dan poligamis itu, menurut dia tidak terjadi sama sekali. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Prancis hanya percaya pada apa yang mereka dengar, mereka tidak mencoba menacari kebenaran sendiri. “Mereka tidak mencoba untuk membuka buku. Untungnya orang-orang di sekitar saya memahami Islam tak seburuk yang mereka percaya,” katanya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Mereka bisa melihat Islam dari cara Matthieu berperilaku sehari-hari. “Mereka tahu cara saya berperilaku dengan mereka, saya juga menjadi siswa yang baik. Mereka yakin Islam tak seburuk yang diberitkan,”ujarnya.      &lt;br /&gt;Menurut dia tak sulit untuk belajar Islam. “Hanya perlu membaca dan belajar. Bisa lewat YouTube dan insyaallah kau akan menemukan sesuatu tentang Islam. Insyaallah,” ujarnya.&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Redaktur:&lt;/b&gt; Ajeng Ritzki Pitakasari&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Reporter:&lt;/b&gt; Dewi Murdaningsih&lt;/p&gt; &lt;/span&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4118448489383692634-9066460832089762527?l=batupengajar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://batupengajar.blogspot.com/feeds/9066460832089762527/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2011/11/matthieu-cioccocini-hidayah-itu-datang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/9066460832089762527'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/9066460832089762527'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2011/11/matthieu-cioccocini-hidayah-itu-datang.html' title='Matthieu Cioccocini: Hidayah itu Datang Lewat Sepak Bola'/><author><name>Batu Pengajar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15306453411249356230</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-BXU3TyQhybo/TrC4tXSo5qI/AAAAAAAAAAQ/S-c1QQQ48us/s220/batupengajar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh5.ggpht.com/-E5oPsBn7hHo/TtYFhdoZG0I/AAAAAAAAAIY/_ntwgKy7JfU/s72-c/image_thumb%25255B2%25255D.png?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4118448489383692634.post-1852931990721539937</id><published>2011-11-30T02:28:00.001-08:00</published><updated>2011-11-30T02:28:18.008-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mualaf'/><title type='text'>Tiga Tahun Lalu Saat Mendengar Adzan, Tiba-tiba Lieslie Carter Menangis Begitu Saja</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/-o_QFvwAI6kY/TtYFOA5RqrI/AAAAAAAAAIA/NuY3PA76gMQ/s1600-h/image%25255B2%25255D.png"&gt;&lt;img style="border-right-width: 0px; display: inline; border-top-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: 0px; border-left-width: 0px; margin-right: 0px" title="image" border="0" alt="image" align="left" src="http://lh6.ggpht.com/-hAdS4RYrWdU/TtYFQIf3BkI/AAAAAAAAAII/krTi74iWxTU/image_thumb%25255B2%25255D.png?imgmax=800" width="166" height="122" /&gt;&lt;/a&gt; REPUBLIKA.CO.ID, Leslie Carter kini bekerja di pusat kebudayaan Islam di departemen erempuan sebagai koordinator wanita. Wanita asal Irlandia ini sudah tiga tahun menjadi Muslim. Ia berpindah agama dari Kristen. “ &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sayabangga dilahirkan sebagai orang Irlandia. Saya juga bangga menjadi seorang muslim,” tuturnya. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sekilas mengenai kehidupan sipil di Irlandia, semua urusan agama dipisahkan dengan urusan yang lain. Saat pusat budaya Islam diIrlandia dibangun pada 1996, ia melihat pusat budaya itu sebagaisesuatu yang sangat menakjubkan. &lt;/p&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;p align="justify"&gt;Pusat perkumpulan orang Islam yang didanai oleh yayasan Al-Maktoum d Dubai ini dibangun dengan arsitektur dan interior khas Irlandia. &amp;quot;Sebuah hal yang menakjubkan melihat pusat kebudayaan Islam terbesardan satu-satunya di Eropa didirikan di Irlandia,” ujarnya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Ia telah menikah dan memiliki seorang anak berusia lima tahun. Saat menikah dulu, Leslie masih menganut Kristen. Suaminya seorang Muslim. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Walaupun berbeda agama, sepasang suami istri ini tidak pernah cek cok soal agama dalam kehidupan rumah tangganya. “Saya pergi ke gereja, dia pergi ke masjid. Saya merayakan natal, dia merayakan Idul Fitri. Kami saling menghormati,” ujarnya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Hidup bersama dengan seorang muslim, membuatnya merasakan banyak kemiripan antara Islam dan Kristen. “Masing-masing kami mempercayai nabi, malaikat. Kami sama-sama tidak boleh mencuri, tak boleh membunuh,” ujarnya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Yang berbeda adalah soal pengakuan trinitas. Kristen yang selama ini ia kenal adalah agama yang paling dekat dengan Islam. Lieslie pun sebenarnya telah memiliki banyak pertanyaan tentang kekristenanya selama masih remaja. Ia selalu merasa tidak nyaman ketika harus melakukan pengakuan dosa. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Ia risih harus menceritakan kepada pastor atas semua dosa-dosanya. Ia berpikir dosa adalah antara manusia dan Tuhan. Perlahan, ia mulai menjauh dari Kristen. Ia mulai membaca tentang Islam.      &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;       &lt;br /&gt;Alami Fase Cepat         &lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;      &lt;br /&gt;Tiga tahun lalu, tanpa direncanakan, Lieslie memutuskan untuk menjadi seorang muslim. Suatu hari, kebetulan ia akan pergi ke pasar. Ia pergi bersama sang suami yang hendak pergi ke kantor. Ia juga merencanakan untuk mengunjungi salah seorang kenalannya yang juga satu kantor dengan sang suami. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Saat ada adzan, suami pergi untuk shalat. Tiba-tiba saja ia menangis. Rasanya seperti ada sesuatu. “Ada semacam cahaya di dalam hati. Dan aku tahu akau tak mungkin meninggalkan masjid itu tanpa mengikrarkan keislaman saya,” katanya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Sebenarnya, ia memang merencanakan untuk pindah keyakinan dari Kristen menjadi Islam. Tapi ia tak pernah menyangka proses ‘berislamnya’terjadi hanya dalam waktu tiga tahun saja. “Aku mengira mungkin akan berpindah agama dalam waktu 10 tahun atau entah ” katanya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Sejak memeluk Islam, ia mengaku belum mengenakan jilbab sepanjang waktu. Ia hanya memakai pakaian yang biasa dibeli di toko. Tapi, ia tak pernah memakai baju ketat. “Bahkan sebelum bertemu dengan calon suami saya atau sebelum saya memeluk Islam sekalipun,” katanya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Putri sulung Lieslie, kini berusia lima tahun. Dia sering menonton TV. Jika melihat wanita dengan pakaian mini di layar, ia akan berteriak &amp;quot;haram!” dan segera mengganti saluran TV. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;“Ia masih berumur limatahun, tapi tak suka memakai rok diatas lutut. Ia suka memakai rok panjang,” katanya. Lieslie senang karena putrinya sudah memiliki polapikir yang baik sejak masih kecil. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Islam di Irlandia&lt;/strong&gt; &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Di dekat tempat tinggal lieslie, ia sering mendengar banyak orang yang berkomentar negatif tentang Islam. Ia menganggap orang yang sering memberikan komentar negatif soal muslim karena tidak memiliki rasa hormat, pendidikan dan moral yang baik. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Sementara itu, ia melihat kehidupan muslim di Irlandia sebagai suatu hal yang menarik. Banayak orang yang berbondong-bondong masuk Islam. Irlandia bukanlah negara dengan penduduk besar, tapi sekitar 23.000 warganya kini telah menjadi muslim. “Berarti ada sesuatu di dalam Islam,” ujarnya.&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Redaktur:&lt;/b&gt; Ajeng Ritzki Pitakasari&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Reporter:&lt;/b&gt; Dwi Murdianingsih/YouTube&lt;/p&gt; &lt;/span&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4118448489383692634-1852931990721539937?l=batupengajar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://batupengajar.blogspot.com/feeds/1852931990721539937/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2011/11/tiga-tahun-lalu-saat-mendengar-adzan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/1852931990721539937'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/1852931990721539937'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2011/11/tiga-tahun-lalu-saat-mendengar-adzan.html' title='Tiga Tahun Lalu Saat Mendengar Adzan, Tiba-tiba Lieslie Carter Menangis Begitu Saja'/><author><name>Batu Pengajar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15306453411249356230</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-BXU3TyQhybo/TrC4tXSo5qI/AAAAAAAAAAQ/S-c1QQQ48us/s220/batupengajar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh6.ggpht.com/-hAdS4RYrWdU/TtYFQIf3BkI/AAAAAAAAAII/krTi74iWxTU/s72-c/image_thumb%25255B2%25255D.png?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4118448489383692634.post-4619012224603388808</id><published>2011-11-30T02:26:00.001-08:00</published><updated>2011-11-30T02:26:18.090-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mualaf'/><title type='text'>Alhamdulillah...Tujuh Wanita WNA Termasuk Satu Perawat Asal AS Jadi Mualaf di Riyadh</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/-0p9EoMyHiC4/TtYEwB_GMGI/AAAAAAAAAHw/NKct9eU2Y-Y/s1600-h/image%25255B2%25255D.png"&gt;&lt;img style="border-right-width: 0px; display: inline; border-top-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: 0px; border-left-width: 0px; margin-right: 0px" title="image" border="0" alt="image" align="left" src="http://lh5.ggpht.com/-FaYbHlyi24o/TtYEx0b7nOI/AAAAAAAAAH4/612QW7ZmErE/image_thumb%25255B2%25255D.png?imgmax=800" width="181" height="133" /&gt;&lt;/a&gt; REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH - Tujuh wanita, termasuk seorang perawat berkebangsaan Amerika Serikat bersyahadat di Riyadh, Arab Saudi. Ketujuh mualaf baru ini menyatakan keislamannya di Gedung Dakwah, demikian Middle East News Agency melaporkan. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Pimpinan lembaga Dakwah Arab saudi menyatakan, para mualaf baru ini mempelajari Islam secara otodidak. Ia mencontohkan Carol asal AS, yang pertama kali mengenal Islam dari rekan sekerjanya. Wanita yang kemudian memutuskan menjadi perawat di sebuah rumah sakit di Riyadh ini kemudian makin tekun belajar Islam. Ia memilih nama Nesrin setelah berhijrah. &lt;/p&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;p align="justify"&gt;Di Gedung Dakwah, satu persatu mualaf mengucap syahadat, disaksikan rekan dan Muslim lainnya. Tak ada yang harus mengulang, semua diucapkan secara lancar. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Selain Carol, tiga dari ketujuh pekerja itu diketahui berasal dari Filipina, dua dari Srilanka, dan satu dari Etiopia. Mereka belakangan belajar Islam secara intensif bersama di bawah payung lembaga dakwah setempat. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Sebelumnya, enam pekerja asing juga berislam pekan lalu. Lima di antaranya berasal dari Filipina, dan seorang dari Kenya.&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Redaktur:&lt;/b&gt; Siwi Tri Puji B&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Sumber:&lt;/b&gt; Abna.ir&lt;/p&gt; &lt;/span&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4118448489383692634-4619012224603388808?l=batupengajar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://batupengajar.blogspot.com/feeds/4619012224603388808/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2011/11/alhamdulillahtujuh-wanita-wna-termasuk.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/4619012224603388808'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/4619012224603388808'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2011/11/alhamdulillahtujuh-wanita-wna-termasuk.html' title='Alhamdulillah...Tujuh Wanita WNA Termasuk Satu Perawat Asal AS Jadi Mualaf di Riyadh'/><author><name>Batu Pengajar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15306453411249356230</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-BXU3TyQhybo/TrC4tXSo5qI/AAAAAAAAAAQ/S-c1QQQ48us/s220/batupengajar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh5.ggpht.com/-FaYbHlyi24o/TtYEx0b7nOI/AAAAAAAAAH4/612QW7ZmErE/s72-c/image_thumb%25255B2%25255D.png?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4118448489383692634.post-8549256520335837850</id><published>2011-11-30T02:25:00.001-08:00</published><updated>2011-11-30T02:25:29.378-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mualaf'/><title type='text'>Setelah Membaca Alquran Dua Kali dan Lakukan Pencarian, Glyn Memutuskan Bersyahadat</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/-rIUQL7RLzg4/TtYEkur4gvI/AAAAAAAAAHg/3xZHqCnBt2s/s1600-h/image%25255B3%25255D.png"&gt;&lt;img style="border-right-width: 0px; display: inline; border-top-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: 0px; border-left-width: 0px; margin-right: 0px" title="image" border="0" alt="image" align="left" src="http://lh4.ggpht.com/-79BdZBC4FLE/TtYEl29elOI/AAAAAAAAAHo/m7HnG0QmNS0/image_thumb%25255B3%25255D.png?imgmax=800" width="178" height="132" /&gt;&lt;/a&gt; REPUBLIKA.CO.ID, Glyn Maclean menjadi muslim dengan jalan yang berbeda dari mualaf lain. Ketika itu tahun 1970, sedang era musim perang dingin. Kehancuran massal seperti tinggal menunggu waktu akibat ancaman bom nuklir. Isu komunisme juga menjadi bahasan. Hal ini hampir melanda di seluruh dunia termasuk Selandia Baru. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Di tahun 1990an, saat isu komunisme sedikit mereda, ia mendapatkan informasi mengenai Islam sebagai penyeimbang. “Di sekolah, dulu kami mempelajari revolusi Cina. Kita bisa mengakses Marx, Linen, tapi tak ada informasi tentang Islam yang bisa diakses,” ujarnya. Ia hanya mendapatkan Islam hanya sebagai sebuah informasi tapi tak&amp;#160; bisa mempelajarinya. Cukup sulit untuk mendapatkan informasi mengenai Islam saat itu. &lt;/p&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;p align="justify"&gt;Ia mengambul keputusan untuk mempelajari Islam langsung dari sumbernya. Ia kemudian mulai membaca Alquran. Sayang, ia belum berhasil mendapatkan terjemahannya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Tak ada satu pun perpusatakaaan atau toko buku yang bisa menyediakan terjemahan Alquran untuknya. Ia sempat mengingat di salah satu tempat di Jalan Daniel, New Town terdapat Pusat Studi Islam Wellington. Ia yakin orang disana pasti bisa meminjamkannya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Tapi ia merasa ragu untuk mendatangi tempat itu. “Aku tak tahu bagaimana harus bersikap. Aku tahu bagaiamana bersikap ketika berada di gereja atau pemakaman. Tapi aku sama sekali tak tahu bagaimana bersikap dengan komunitas muslim,” katanya. Ia mengurungkan niat itu, lalu memesan terjemahan Alquran melalui amazon.net. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Ia benar-benar terkejut ketika membaca Alquran. Baginya, seperti membaca semua cerita yang dulu pernah diceritakan ketika masih anak-anak. Ada Adam, Ibrahim, Hud, Isa dan Maria. “Semua hal yang menjadi nilai-nilai pendidikan agama ketika aku masih kecil,” ujarnya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Alquran seperti menjawab semua kekhawatirannya tentang semua yang pernah saya ia pelajari di gereja dan sekolah Minggu. Ia menemukan fakta bahwa Yesus (Isa ) adalah manusia biasa. Namun ia seorang nabi yang luar biasa, dan sama sekali berbeda dengan konsep trinitas yang selama ini ia pahami. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Campur aduk perasaan Glyn ketika membaca Alquran. Ia merasa terkejut sekaligus malu. Ia malu karena ketidaktahuannya. &amp;quot;Kenyataan bahwa kami ternyata berbicara pada Tuhan yang sama. Saya terus membaca sampai pada akhirnya saya menyadari bahwa apa yang saya baca adalah kebenaran,&amp;quot; ungkapnya. Ia tak bisa menjelaskan dengan kata-kata apa yang ia rasakan. “Saya merasakan kebenaran dalam arti yang paling dalam,” begitu      &lt;br /&gt;komentarnya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Ia mengulang membaca Alquran. Setelah membaca yang kedua kalinya, ia memutuskan untuk melakukan cukup banyak penelitian melalui internet bagaimana menjadi seorang muslim. Apa yang harus dilakukan dan bagaimana perilaku umum umat muslim. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Ia mulai mencari tahu bagaimana Islam. Sempat ia menamukan artikel dalam bahasa Arab yang sama sekali tak ie ketahui artinya. Tapi apa pun itu ia berkeyakinan tak perlu terburu-buru untuk memutuskan masuk Islam. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;“Masuk Islam harus benar-benar sesuai dengan keyakinan dan kemantapan hati,” ujarnya. Akhirnya, setelah mendapatkan banyak informasi dan juga kemantapan tersebut, Glyn memutuskan masuk Islam pada Oktober 2000.&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Baca kisah pengalaman Glyn seusai memeluk Islam &lt;a href="http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/mualaf/11/10/24/ltjbw7-keislamannya-dihormati-keluarga-glyn-menerima-kado-natal-jilbab"&gt;di sini&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Redaktur:&lt;/b&gt; Ajeng Ritzki Pitakasari&lt;/p&gt; &lt;/span&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4118448489383692634-8549256520335837850?l=batupengajar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://batupengajar.blogspot.com/feeds/8549256520335837850/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2011/11/setelah-membaca-alquran-dua-kali-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/8549256520335837850'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/8549256520335837850'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2011/11/setelah-membaca-alquran-dua-kali-dan.html' title='Setelah Membaca Alquran Dua Kali dan Lakukan Pencarian, Glyn Memutuskan Bersyahadat'/><author><name>Batu Pengajar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15306453411249356230</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-BXU3TyQhybo/TrC4tXSo5qI/AAAAAAAAAAQ/S-c1QQQ48us/s220/batupengajar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh4.ggpht.com/-79BdZBC4FLE/TtYEl29elOI/AAAAAAAAAHo/m7HnG0QmNS0/s72-c/image_thumb%25255B3%25255D.png?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4118448489383692634.post-8618492940429945090</id><published>2011-11-30T02:24:00.001-08:00</published><updated>2011-11-30T02:24:30.968-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mualaf'/><title type='text'>Ketakutannya pada Kematian, Mengenalkannya pada Islam</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/-F6ygqfXhFVs/TtYEV7rlPlI/AAAAAAAAAHQ/Tw-5j9Fje_o/s1600-h/image%25255B4%25255D.png"&gt;&lt;img style="border-right-width: 0px; display: inline; border-top-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: 0px; border-left-width: 0px; margin-right: 0px" title="image" border="0" alt="image" align="left" src="http://lh5.ggpht.com/-BrteQeJiepc/TtYEXFp2aRI/AAAAAAAAAHY/WBtmCIsTRrU/image_thumb%25255B4%25255D.png?imgmax=800" width="169" height="126" /&gt;&lt;/a&gt; REPUBLIKA.CO.ID, ATHENA – Janna barangkali tak pernah menyangka, liburannya bersama keluarga ke Uni Emirat Arab (UAE) sekitar 13 tahun lalu menjadi sesuatu yang cukup berkesan dalam hidupnya. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ia seorang Yunani yang dibesarkan di lingkungan keluarga dengan tradisi Yunani Ortodoks yang sangat kental. Gadis kelahiran Jerman ini selalu pergi bersama keluarga besarnya untuk menghabiskan waktu liburan. “Waktu umurku sekitar 13 tahun, kami berkeliling UAE,” tuturnya. &lt;/p&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;p align="justify"&gt;Ketika itu hari Jumat. Janna benar-benar sangat terkesan mendengar suara azan. Semua orang yang sedang berada di pasar tiba-tiba saja menghentikan seluruh aktivitasnya. Mereka mengambil karpet, memenuhi jalan untuk shalat. “Saya benar-benar ingin tahu apa sebenarnya maksud suara panggilan itu,” ujarnya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Ia sama sekali tak mengerti tentang azan. Namun, suatu ketika, suara itu mengubah jalan hidupnya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Phobia Kematian &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Janna termasuk seorang yang unik. Ia mengalami phobia kematian. Ia akan berusaha secepat mungkin menghindari obrolan tentang kematian. Ia juga belum pernah menghadiri pemakaman. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Semuanya tiba-tiba berubah saat melihat sang paman meninggal dunia tepat di hadapannya. “Saya berpikir, ternyata kita banyak menghabiskan waktu untuk sesuatu yang bisa saja hilang dalam hitungan detik,” katanya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Setelah melihat kematian sang paman, ia mengalami kesulitan tidur. Semalaman, ia terbangun hingga tiga kali, memastikan ayah dan ibunya masih bernafas di malam itu. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Ketakutannya terhadap kematian membuatnya mulai meneliti tentang Islam. “Sebelumnya, saya pernah meneliti agama lain. Tapi belum menemukan susuatu yang meyakinkan,” ungkapnya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Saat mulai membaca tentang Islam, ia menemukan jawaban yang tak dapat ia temukan pada agamanya sendiri. Keyakinannya tumbuh kala membaca sirah (biografi) Rasulullah. “Saya melihat Nabi Muhammad sebagai orang mulia dengan karakter yang luar biasa,” katanya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Setelah membaca sirah nabi, ia sadar harus menghapus segala sesuatu yang ia ketahui tentang Islam. Dan merasa harus belajar lagi dari nol, karena fakta-fakta tentang Islam yang ia ketahui selama ini, tak semuanya benar. Ia mulai menyadari Islam sebagai sebuah kebenaran. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Meskipun sudah yakin, Janna masih takut untuk mengucapkan dua kalimat syahadat. Ia masih memikirkan bagaimana respon orang tuanya. Ia yakin keluarganya pasti takkan bisa menerima jika ia menjadi seorang Muslim. Dan hidupnya pasti akan berubah secara dramatis. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Setelah sempat galau, Allah mempertemukan Janna dengan seorang mahasiswa Jerman asal Mesir, bernama Noha. Bagi Janna, pertemuan dengan Noha sangat membantunya meyakinkan diri tentang keimanan yang sedang dirasakan. “Saya mendapatkan keberanian yang lebih untuk meyakinkan apa yang sedang saya lakukan. Dia (Noha) banyak membantu,” kata Janna. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Noha mulai menjelaskan segala sesuatu tentang Islam. Sekitar satu setengah bulan kemudian, Janna pun bersyahadat. “Alhamdulillah, saya bersyahadat di hadapan sekitar 20 saksi. Saya takkan pernah melupakan syahadat dan shalat saya yang pertama,” ujarnya.&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Redaktur:&lt;/b&gt; Chairul Akhmad&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Reporter:&lt;/b&gt; Dwi Murdaningsih&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Sumber:&lt;/b&gt; Onislam.net&lt;/p&gt; &lt;/span&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4118448489383692634-8618492940429945090?l=batupengajar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://batupengajar.blogspot.com/feeds/8618492940429945090/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2011/11/ketakutannya-pada-kematian.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/8618492940429945090'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/8618492940429945090'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2011/11/ketakutannya-pada-kematian.html' title='Ketakutannya pada Kematian, Mengenalkannya pada Islam'/><author><name>Batu Pengajar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15306453411249356230</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-BXU3TyQhybo/TrC4tXSo5qI/AAAAAAAAAAQ/S-c1QQQ48us/s220/batupengajar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh5.ggpht.com/-BrteQeJiepc/TtYEXFp2aRI/AAAAAAAAAHY/WBtmCIsTRrU/s72-c/image_thumb%25255B4%25255D.png?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4118448489383692634.post-2694102310912941996</id><published>2011-11-30T02:23:00.001-08:00</published><updated>2011-11-30T02:23:26.391-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mualaf'/><title type='text'>Alhamdulillah...Hampir Tiap Hari Ada Mualaf Baru di Kampung Ayah Obama</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/-ZhIgCP2uByc/TtYEFwgIS3I/AAAAAAAAAHA/n6iTcR7Fv3k/s1600-h/image%25255B4%25255D.png"&gt;&lt;img style="border-right-width: 0px; display: inline; border-top-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: 0px; border-left-width: 0px; margin-right: 0px" title="image" border="0" alt="image" align="left" src="http://lh5.ggpht.com/-9HtMpA9_PAA/TtYEG-yHNeI/AAAAAAAAAHI/Qmi2eYsdIco/image_thumb%25255B4%25255D.png?imgmax=800" width="167" height="124" /&gt;&lt;/a&gt; REPUBLIKA.CO.ID, NAIROBI - Jumlah penganut Islam kian bertambah di benua Afrika. Dewan Muslim Tertinggi Kenya menyatakan, hampir tiap hari ada puluhan Muslim baru di negaranya. Kenya adalah negara asal ayah Presiden AS, Barack Obama. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Menurut Abdul Ghafur Bu Saeedi, pimpinan dewan ini, mualaf terbanyak datang dari kalangan suku di Afrika. Ketika para petinggi suku memutuskan berislam, maka biasanya warganya akan mengikuti sang kepala suku. &lt;/p&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;p align="justify"&gt;Ia memprediksi, dalam 10 tahun ke depan, Islam akan menjadi agama terbesar di benua Afrika. &amp;quot;Banyak warga yang antusias belajar tentang Islam dalam lima tahun&amp;#160; terakhir,&amp;quot; katanya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Di kalangan mualaf, mereka juga bersemangat membaca dan menghafal ayat-ayat Alquran. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Bu Saeedi juga mencatat, jumlah institusi keislaman bermunculan di benua ini. &amp;quot;Jika Anda ingin jumlah terbanyak mualaf baru, datanglah saat sahalat Jumat di masjid manapun di Kenya. ANda akan melihat puluhan orang bersahadat masuk Islam, dan puluhan lainnya belajar Alquran,&amp;quot; katanya.&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;     &lt;br /&gt;Saat ini, agama terbesar di Kenya adalah Kristen. Kaum tradisional biasanya memilih keyakinan animisme.&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Redaktur:&lt;/b&gt; Siwi Tri Puji B&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Sumber:&lt;/b&gt; abna.co&lt;/p&gt; &lt;/span&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4118448489383692634-2694102310912941996?l=batupengajar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://batupengajar.blogspot.com/feeds/2694102310912941996/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2011/11/alhamdulillahhampir-tiap-hari-ada.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/2694102310912941996'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/2694102310912941996'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2011/11/alhamdulillahhampir-tiap-hari-ada.html' title='Alhamdulillah...Hampir Tiap Hari Ada Mualaf Baru di Kampung Ayah Obama'/><author><name>Batu Pengajar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15306453411249356230</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-BXU3TyQhybo/TrC4tXSo5qI/AAAAAAAAAAQ/S-c1QQQ48us/s220/batupengajar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh5.ggpht.com/-9HtMpA9_PAA/TtYEG-yHNeI/AAAAAAAAAHI/Qmi2eYsdIco/s72-c/image_thumb%25255B4%25255D.png?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4118448489383692634.post-6949921057019964491</id><published>2011-11-30T02:16:00.001-08:00</published><updated>2011-11-30T02:16:56.069-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mualaf'/><title type='text'>Tuhan Bisa Mati? Mendengar Itu Abdur Raheem Green Serasa Ditinju Mike Tyson di Wajah</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/-Lr_1hhcaRAM/TtYCklAOQYI/AAAAAAAAAGw/DjTSNbR8IFw/s1600-h/image%25255B2%25255D.png"&gt;&lt;img style="border-right-width: 0px; display: inline; border-top-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: 0px; border-left-width: 0px; margin-right: 0px" title="image" border="0" alt="image" align="left" src="http://lh6.ggpht.com/-3wo-0hAnSjk/TtYClRO6NKI/AAAAAAAAAG4/eptwokzdb5M/image_thumb%25255B2%25255D.png?imgmax=800" width="196" height="144" /&gt;&lt;/a&gt; REPUBLIKA.CO.ID, ika bertanya kepada Anthony Vatswaf Galvin Green bagaimana rasanya menjadi seorang muslim, ia akan menjawab seperti menemukan cahaya dalam kegelapan. &amp;quot;Bayangkan jika terjebak di sebuah bangunan yang penuh rintangan meja, kursi, tapi gelap tak bisa melihat apapun,&amp;quot; ujarnhya Tapi tiba-tiba saja menemukan jalan keluar dan ia mengaku mencari jalan keluar itu dengan susah payah. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Menemukan jalan itu seperti membuka pintu, lalu menemukan cahaya terang, dan semuanya kemudian terlihat jelas. Ia rela menemukan pintu keluar itu meski harus membenturkan dirinya ke tembok. “Bisa merasakan perbedaan hidup dan mati. Islam membawa kedamaian dan ketentraman,”kesannya. &lt;/p&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;p align="justify"&gt;Lahir dari ibu penganut Katolik Roma yang taat dan ayah seorang agnostik, Anthony dibesarkan sebagai seorang Katolik Roma yang taat.&amp;#160; Ayahnya seorang administrator kolonilal kerajaan Inggris. Kini, kerajaan yang terbentang begitu luasnya lebih dari sepertiga permukaan bumi itu telah hancur. Satu-satunya yang tersisa adalah beberapa pulau di Falklands. Begitu banyak hal yang berubah, termasuk Antony, bahkan namanya kini berubah mnejadi Abdur raheem Green. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;“Semua itu pelajaran dari Allah. Ia memberitahu kita dalam Alquran untuk berjalan di bumi dan melihat konsekuensinya”, katanya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Rasa bersalah dari sang ibu yang menikah dengan seorang agnostik, membuat ibu Anthony berambisi menjadikannya menjadi seorang penganut Katolik Roma yang taat. Anthony (10) dan sang adik, Duncan (8) disekolahkan di asrama biara. Setiap hari ia hidup bersama para biarawan di Ampleforth College, di Yorkshire, Inggris Utara. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;“Seharusnya ibu juga menikah dengan seorang Katholik, tapi karena ibu menikah dengan ayah yang agnostik, ia merasa menjadi seorang penganut Katolik yang buruk. Maka, ia ingin menjadikanku seorang Katolik yang taat,” ujarnya. Sang ibu menganggap dengan bersekolah di asrama akan membuat Anthony menjadi penganut Katolik yang taat. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Saat Anthony berumur sembilan tahun, sang ibu mengajarinya sebuah doa yang biasa diucapkan oleh umat Katholik. Doa itu dimulai dengan kalimat &amp;quot;Salam maria, ibu Tuhan&amp;quot;. Namun, kalimat itu membuat Anthony sangat tidak nyama.&amp;#160; Bahkan dalam usianya yang baru sembilan tahun, kalimat itu seperti pukulan pertama, mendengar ibu berkata salam maria ibu Allah &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;“Aku kemudian bertanya pada diri sendiri bagaimana Tuhan bisa memiliki ibu?,” katanya. Ia berpikir Tuhan seharusnya tanpa awal dan tanpa akhir. Bagaimana bisa Tuhan memiliki seorang ibu? Anthony kecil kemudian mengambil kesimpulan “jika Maria adalah ibu Tuhan, maka pasti Maria menjadi Tuhan lebih baik daripada Yesus”. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Belum lagi soal pelajaran di sekolahnya yang semakin membuatnya galau. Di sekolah, dalam satu kali setahun selalu ada pengakuan dosa kepada pastor. &amp;quot;Kamu harus mengakui semua dosa, jika tidak maka pengakuan dosa-dosamu tidak akan diampuni,” begitu kata pastur. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Ia mulai berpikir kritis, bagaimana mungkin mengakui dosa kepada seorang pastor. Apalagi menagakui dosa terhadap orang-orang yang notabene tinggal bersama dalam satu asrama. “Dengan kata lain mereka yang bertanggung jawab dari kita?,” begitu pikirnya. Ia mengasumsikan pengakuian ini sebagai adalah konspirasi besar dalam rangka untuk mengontrol orang dengan modus mengakui dosa. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;“Mengapa saya harus pergi ke Anda untuk mengakui dosa-dosa saya? Mengapa saya tidak bisa meminta Tuhan untuk mengampuni saya?&amp;quot;, katanya kepada pastor. Pastor itu menjawab bisa saja meminta ampun secara langsung kepada Tuhan, tapi tak ada jaminan Tuhan mendengan pengampunan dosanya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Ia merasakan keimanannya semakin&amp;#160; ‘ada dalam masalah’. Pikirannya mulai liar, ia bahkan memiliki ide “Tuhan menjadi manusia”. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Masyarakat barat selalu berpikir jika ingin bahagia dan menikmati hidup, maka hanya ada satu jalan yaitu memiliki banyak uang. Dengan uang dapat membeli mobil bagus dan TV, pergi ke bioskop dan bisa membeli semua hal yang dibutuhkan untuk hidup. Pada kenyataannya Anthony sama sekali tidak merasakan hal itu. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Pikirannya mulai terbuka. Ia sering bertanya mengapa harus sekolah di asrama, jauh dari siapapun dan dimanapun. Saat berusia sebelas tahun, sang ayah dipindah tugaskan ke Mesir. Ayahnya menjadi General Manager Barclays Bank di Kairo. Hampir selama sepuluh tahun, ia selalu menghabiskan waktu liburan di Mesir. Sekolah di London, dan liburan di Mesir. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Ia mulai jatuh cinta pada Mesir. Saat kembali ke sekolah seusai liburan, ia bertanya untuk apa kembali ke asrama Yorkshire Moor, ia merasa tak menyukai tempat itu. “Saya mulai bertanya pada diri sendiri mengapa saya ada, apa tujuan hidup saya,hidup ini untuk apa? Apa itu cinta?”. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Ia pun mulai mempertanyakan hakikat hidup. ia menjawab sendiri pertanyaannya. “Aku sekolah disini dalam rangka belajar untuk mendapatkan hasil yang terbaik, agar bisa pergi ke universitas yang baik. Setelah itu dapat gelar, dapat pekerjaan yang membuat saya punya banyak uang. Jadi, kalau saya punya anak, bisa mengirim anak ke sekolah yang mahal,” begitu pikirnya. Tapi ia masih menanyakan untuk apa semua itu, ia tak yakin apa yang dipikirkannya adalah alasan untuk hidup yang sebenarnya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Ia lantas mulai mencari jawaban, memulai pecarian. Pencarian itu barangkali bisa ditemukan melalui agama lain yang mungkin bisa memberikan&amp;#160; pemahaman tentang tujuan hidup. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Sepuluh tahun waktu yang di ia habiskan di Mesir. Ada satu masa saat ia berumur 19 tahun berbincang tentang Islam dengan seseorang. Ia memang meragukan Katholik sebagai agamanya. Tapi saat itu siapapun yang mempertanyakan agamanya itu, ia akan tetap membela keimanannya. Ia merasakan ini sebagai sebuah paradoks yang aneh. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;“Aku berbincang dnegan orang itu selama 40 menit. Pemuda itu memintaku menjawab beberapa pertanyaan darinya,” katanya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Si Pemuda menanyakan “apakah kau mempercayai Yesus?”, Anthoni menjawab “ya”. Pemuda itu kemudian bertanya lagi, “apakah kamu percaya Yesus mati disalib”, Anthoni kembali menjawab “ya”. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Sebuah pukulan telak, seperti mendapatkan tinju dari Mike Tyson ketika mendnegar si pemuda mengatakan “jadi kamu percaya Tuhan mati?”. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Seketika Anthony terperangah, menyadari sebuah ironi. Sambil mengakui kebodohan dirinya, ia menjawab, &amp;quot;tentu saja saya tidak percaya Tuhan mati. Manusia tidak bisa membunuh Tuhan,” kata Anthony.      &lt;br /&gt;“Saya lalu berpikir itu sebagai suatu hal yang menarik,” ujarnya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Lupakan Agama, Lebih Baik Cari Uang&lt;/strong&gt; &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Ternyata ada satu masa pula dalam hidupnya ketika Anthony tak ingin berpikir lagi tentang agama. “Saya merokok dan minum kopi, tapi pertemuan dengan pemuda di Mesir menjadi titik balik dalam kehidupan saya,” katanya.      &lt;br /&gt;Sebelumnya saya tak pernah bermimpi bahkan memikirkan tentang Islam. Saya mulai berkata pada diri sendiri untuk melupakan soal agama, soal spiritualitas. “saya berpikir mungkin tak ada lagi kebahagiaan selain menjadi kaya,” ujarnya. Anthony kemudian bercita-cita bisa naik kapal pesiar atau pesawat jet pribadi agar bisa bahagia. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Ia berpikir bagaimana menghasilkan uang tapi hanya sedikit usaha. “Siapa yg ingin mengabiskan banyak waktu untuk bekerja?” pikirnya. Ia mengingat orang Inggris yang memiliki banyak uang tapi mereka bekerja terlalu keras, bahkan sampai terjadi revolusi industri. Orang Amerikapun harus berjuang keras untuk menjadi kaya. Orang Jepang pun dikenal sebagai penggila kerja.      &lt;br /&gt;“Kemudian saya berfikir tentang orang Arab. Mereka duduk di atas unta dan berteriak ‘Allahu Akbar’, tapi mereka kaya,” ujarnya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Anthony mengira pasti ada sesautu disana. Ia lantas bertanya-tanya apa yang menjadi agama mereka dan kitab suci mereka. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Membaca Alquran&lt;/strong&gt; &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Alquran! Ya, Anthoni merasakan ketertarikan luar biasa untuk membeli Alquran. Ia mengambil terjemahannya. “Aku tak ingin mencari kebenaran. Aku hanya ingin tahu apa isi kitab suci ini,” katanya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Anthony adalah pembaca yang cukup cepat. Ia membaca Alquran saat berada di kereta api. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Seketika itu pula ia menyimpulkan dan berkata pada diri sendiri, &amp;quot;Jika saya pernah membaca buku yang berasal dari Tuhan, maka ini dia bukunya.”      &lt;br /&gt;Ia menyakini Alquran itu berasal dari Allah. Ketika menyadari itu ia mulai bergerak lebih jauh, tak hanya membaca Alquran saja, tapi untuk mengamalkannya juga. “Sama saja seperti kita melihat apel yang terlihat harum, kita tak akan pernah tahu rasanya kalau tidak mencicipinya,” katanya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Tertarik dengan pengamalan Alqurlan ia pun mulai mencoba untuk shalat meski saat itu ia belum resmi mengucap syahadat. Tak tahu bagaimana cara shalat, ia mengingat-ingat bagaimana seseorang yang pernah ia temui di Mesir melakukan shalat. “Saya mengingat seorang lelaki shalat dengan cara yang lebih indah dibandingan saya ketika masih menjadi Katholik,” katanya.      &lt;br /&gt;Suatu hari Anthony pergi ke toko buku yang kebetulan berada di dalam masjid. Toko itu memiliki koleksi buku tentang Muhammad dan tata cara shalat. Seorang pria menanyakan apakah ia seorang Muslim. Anthony lantas menjawab, “Apakah saya Muslim, apa yang ia maksud dengan itu? Saya bilang &amp;quot;Ya saya bersaksi tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad utusannya.&amp;quot; &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&amp;quot;Ah, bila demikian, anda Muslim. Ini waktunya shalat, mari kita shalat,&amp;quot; ajak si lelaki itu. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Anthony kebetulan datang ke toko buku itu saat hari Jumat. Ia yang tak paham gerakan shalat hanya berusaha shalat dengan gerakan yang ia tahu saja. Masih salah disana-sini. “Setelah itu orang-orang mengelilingi saya dan mengajarkan saya cara shalat yang benar.” Ia merasakan seperti berada di awan. &amp;quot;Rasanya Fantastis.&amp;quot; &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Namun butuh dua tahun lagi sebelum akhirnya ia resmi bersyahadat dan menjadi Muslim. Terlepas dari kenyataan ia kini telah masuk Islam, ia mengaku menyesal telah menyia-nyiakan waktu dua tahun sebelum menjalani Islam dengan baik. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;“Aku tahu kebenaran tapi tak segera menjalankannya. Itu adalah kondisi yang buruk. Jika kita tidak tahu, maka tidak dikenai dosa. Tapi masalahnya saya tahu apa yang benar,” katanya. Setelah itu ia tak pernah menoleh ke belakang. Kini ia mengaku belajar banyak dari pengalaman itu untuk ber-Islam dengan lebih baik.&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Redaktur:&lt;/b&gt; Ajeng Ritzki Pitakasari&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Reporter:&lt;/b&gt; Dwi Murdianingsih&lt;/p&gt; &lt;/span&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4118448489383692634-6949921057019964491?l=batupengajar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://batupengajar.blogspot.com/feeds/6949921057019964491/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2011/11/tuhan-bisa-mati-mendengar-itu-abdur.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/6949921057019964491'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/6949921057019964491'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2011/11/tuhan-bisa-mati-mendengar-itu-abdur.html' title='Tuhan Bisa Mati? Mendengar Itu Abdur Raheem Green Serasa Ditinju Mike Tyson di Wajah'/><author><name>Batu Pengajar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15306453411249356230</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-BXU3TyQhybo/TrC4tXSo5qI/AAAAAAAAAAQ/S-c1QQQ48us/s220/batupengajar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh6.ggpht.com/-3wo-0hAnSjk/TtYClRO6NKI/AAAAAAAAAG4/eptwokzdb5M/s72-c/image_thumb%25255B2%25255D.png?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4118448489383692634.post-3708774674778644060</id><published>2011-11-30T02:15:00.001-08:00</published><updated>2011-11-30T02:15:04.129-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mualaf'/><title type='text'>Raphael: Apapun Masa Lalu Saya, Alhamdulillah Saya Kini Islam</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/-4sXp1W8I3pU/TtYCIU85KAI/AAAAAAAAAGg/PCMrVh8q9S0/s1600-h/image%25255B3%25255D.png"&gt;&lt;img style="border-right-width: 0px; display: inline; border-top-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: 0px; border-left-width: 0px; margin-right: 0px" title="image" border="0" alt="image" align="left" src="http://lh6.ggpht.com/-duIoagqAJEA/TtYCI-5QnlI/AAAAAAAAAGo/JNumgf0D0bM/image_thumb%25255B3%25255D.png?imgmax=800" width="183" height="135" /&gt;&lt;/a&gt; REPUBLIKA.CO.ID, Raphael, seorang warga negara Amerika Serikat menyadari betul setiap hal yang terjadi pada manusia sudah ditentukan oleh Allah. Semua itu sudah tertulis rapi, ketika malaikat meniupkan ruh ke dalam rahim seorang ibu ketika usia kandungannya mencapai 120 hari. Ia bersyukur, terlepas dari agama apa pun yang pernah ia anut di masa lalu, kini ia menjadi seorang muslim. Alhamdulillah. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ia mengaku jatuh cinta dengan Alquran, apalagi dengan surat An-nasr.&amp;#160; “Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan, dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong, maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima taubat.” (QS. An Nashr: 1-3)    &lt;br /&gt;Alquran menurut dia adalah buku terbaik yang pernah ada. &amp;quot;Buku itu perlu dibaca untuk keselamatan umat manusia. Membaca Alquran sama saja dengan mencari tahu apa kehendak Tuhan,&amp;quot; ujarnya. &lt;/p&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;p align="justify"&gt;Perlu perjalanan spiritul yang cukup panjang baginya sampai bisa menikmati nikmat Islam. Ia mengatakan Islam adalah satu-satunya agama yang tak perlu didebat. &amp;quot;Semuanya diterima dengan rasa keimanan,&amp;quot; ujarnya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Setelah memutuskan untuk memluk Islam, ia mengaku menerima apa yang diberikan Allah. Ia berharap&amp;#160; bisa melakukan yang terbaik dalam menjalani agama Islam. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Berasal dari sebuah keluarga yang taat dengan agama Yehuwa di kota kecil Lubbock, Texas barat, ia lahir di lingkungan yang sangat religius. Banyak gereja di kota itu. Disana dikenal pula sebagai pusat studi alkitab. Ia dibaptis dan dibesarkan menjadi seorang penganut agama Katolik sampai berumur enam tahun. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Ketika ia berumur enam tahun, beberapa tamu berkunjung ke rumahnya untuk mencari kakeknya. Tak lama kemudian, sebuah pusat studi injil berdiri di lingkungan mereka. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Setelah itu, Raphael beserta seluruh keluarganya menjadi saksi dari jemaat Yehuwa. Ia mengaku begitu banyak pengetahuan tentang Injil. Ia heran, semakin ia mengenal injil ia justru semakin merasa banyak yang ‘tercemar’ di kitab suci itu. &amp;quot;Sat itu saya berpikir terlalau banyak yang rancu dalam Injil,&amp;quot; ujarnya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Namun, ia selalu menganggap apa yang berasal dari Tuhan semuanya murni. Seperti halnya Taurat yang diberikan kepada kaum Yahudi, ia pun merasa Injil memang diberikan Tuhan kepada umat Nasrani. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Hidup di lingkungan yang taat, membuat Raphael yang sudah dibaptis berganti menjadi penganut Yehuwa pada usia 13 tahun. Sejak saat itu, ia sudah berambisi untuk mengabdikan dirinya kepad Tuhan. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Ia semakin dalam memperlajari Injil hingga di usia 16 tahun, ia sudah mendapatkan kehormatan untuk meberikan ceramah di hadapan para jemaat. Ia mulai berbicara di depan banyak orang sejak saat itu. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Menjelang usia 20 tahun, ia sudah memiliki jemaat sendiri. Ia harus berperan sebagai pendeta yang mengayomi para jemaatnya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Ia termasuk salah seorang yang cukup mengakar dan tahu luar dalam ajaraan Yehuwa. Ia menyadari betul jamaat ini berbeda dari jemaat lain. Di negara barat, jemaat ini dipandang sebagai jamaat yang cukup ekstrem dan fundamental. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Dalam agama Yehuwa, diajarkan semuanya buruk kecuali penganut Yehuwa. Saksi-saksi Yehuwa dianggap sebagi satu-satunya yang mendapatkan petunjuk dari Tuhan. Di tahun 1979, ia memutuskan untuk meninggalkan agama Yehuwa. Ia tak bisa lagi mempercayai ajaran agama yang ia anut. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Ia memutuskan untuk meninggalkan agama Yehuwa pada tahun 1979 dan tak akan kembali. Keluar dari Yehuwa ia merasa seperti orang tanpa agama. Tapi ia bersyukur, ia bukanlah manusia tanpa Tuhan. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Sejak saat itu ia mulai melakukan pencarian agama lebih intens. Ia bahkan kembali ke Katholik&amp;#160; selama tiga bulan. Namun, Rafael mengaku tak bisa membohongi diri sendiri bahwa agama itu tidak sesuai dengan kata hatinya.      &lt;br /&gt;Lima tahun lalu, ia pernah berkesempatan bertemu dengan seorang Muslim. Ia melihat orang Muslim selalu tenang dan bahagia. Mereka sempat berbincang tentang Islam. Namun, ia mengatakan kepada orang yang baru dijumpainya bahwa tak pernah terpikir untuk menjadi seorang muslim. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Ia justru berniat menjadi seorang Kristen. Ia berpikir ia keluar dari Yehuwa barangkali karena Tuhan menginginkannya sebagai seorang Kristen. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Ia pun mulai mempelajari Alkitab pada malam hari. Selama beberapa hari, ia melahap habis bacaan mengenai perjanjian baru, mengulang perjanjian lama, kitab kejadian dan semuanya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Saat ia membaca mengenai kisah nabi, ia tiba-tiba mengingat perjumpaannya dengan seorang Muslim yang sempat mengenalkannya pada Islam, Alquran dan Allah. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Ia mulai membuka pikiran. Ia tak ingin lagi berpikir seperti Yehuwa yang menganggap hanya ajarannya yang selalu benar. Ia mencari tahu kebenaran ‘teman barunya’ itu. Ia mulai meraba-raba tentang Islam. “Ada 1,2 milyar orang yang beragama Islam”. Ia kemudian memutuskan untuk meilhat Alquran dan mempelajarinya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Ia mulai membaca Alquran. Seluruhnya ia baca, ia terkagum-kagum dengan Alquran yang baginya semua yang tertulis di situ masuk akal. Ia mengambil Alquran dan bergumam pada Alkitab, “Aku tahu semua ini saling berhubungan satu sama lain”. Ia justru mengerti Alkitab setelah membaca dari Alquran. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Ia mengambil kesimpulan, barangkali ia memang menjadi penganut Kristen yang baik setelah membaca Alquran. &amp;quot;Tuhan menjadikan saya seorang Kristen yang baik&amp;quot; ia lantas mempelajari Alquran. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Terus menerus mempelajari Alquran, ia merasakan kitab milik umat Islam ini lebih sederhana. “Alquran lebih menarik untuk hati dan akal saya”, ujarnya.      &lt;br /&gt;Lambat laun, ia mulai menyadari, seperti halnya Injil, Alkitab pun sudah tak murni lagi, banyak yang tercemar disana. Ia meninggalkan Alkitab dan membaca Alquran. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Tak puas hanya membaca Alquran, ia memutuskan untuk segera menemui orang-orang Islam untuk langsung melihat kedaaan mereka. Ia kemudian mendatangi masjid. Setelah mencari info, ia manuju masjid di Kalifornia Selatan. Ia sempat galau dan ragu untuk memasuki tempat ibadah itu. Sempat berkeliling, ia tak kunjung menemukan tempat parkir bagi kendaraannya. Ia bergumam dalam hati bahwa ia hanya ia akan masuk kalau ada tempat parkir. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Saat tepat berada di depan masjid, sebuah mobil keluar. Kegalauannya semakin memuncak. Ragu-ragu, ia berpikir &amp;quot;anda membuat situasi semakin sulit”. Kini ia tak punya pilihan lain kecuali harus memasuki masjid dan menglihat orang-orang Islam di dalam. “Saya merasa gugup pergi ke masjid untuk pertama kalinya”, ujarnya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Ia mulai berjalan ke pintu masuk masjid. Ada ada seorang keturunan Arab dengan jenggot lebat sedang berjaga.&amp;#160; Si penjaga masjid mempersilakan Raphael untuk berkeliling. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Ia sampai di sisi lain masjid, ia melihat beberapa pria sedang berdoa. Sadar kehadirannya cukup mendapat perhatian, Raphael berujar “saya hanya melihat saja”. Saat sudah selesai shalat, Raphael lantas berbaur dengan orang-orang itu. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Mereka mengucapkan salam sapaan &amp;quot;Asalamualaikum&amp;quot;, sebuah bahasa yang asing. Raphael tak mengerti apa yang mereka ucapkan.&amp;#160; &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Melihat raut kebingungan di wajah Rafael, seorang lelaki datang menghampiri. “Anda baru kan?”, kata lelaki yang bernama Umar itu. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&amp;quot;Ya, ini pertama kalinya saya ke masjid&amp;quot;, kata Raphael. Umar lantas mengajak rafael berkeliling, menuju tempat wudhu laki-laki.&amp;#160; &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&amp;quot;Apa itu voodoo&amp;quot;, tanya Raphael. Umar menjelaskan apa yang sedang dilakukannya bernama wudhu bukan voodoo. Ia mengajari rafael melakukan wudhu dan begaimana wudhu bisa menyucikan. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Terkesan dengan wudhu, ia memutuskan untuk berdoa seperti orang Islam. Ketika menjadi Kristen, ia hanya berdoa dengan berlutut saja. Ia menemukan sesuatu yang unik ketika berdoa sambil ruku dan sujud. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;“Tuhan menciptakan alam dengan segenap isinya mengapa saya tidak bersujud kepadanya? apakah saya sombong?”, ujarnya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;kini Raphael selalu mengingat dan memuja Alquran, &amp;quot;Kita telah memiliki buku paling indah yang pernah diciptakan Tuhan untuk penyelamatan manusia untuk hidup dalam kedamaian, Alquran,&amp;quot; ujarnya. Baginya itu adalah kitab yang perlu dibaca sepanjang masa untuk mencari tahu tujuan hidup di muka bumi.&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Redaktur:&lt;/b&gt; Ajeng Ritzki Pitakasari&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Reporter:&lt;/b&gt; Dwi Murdianingsih&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Sumber:&lt;/b&gt; YouTube&lt;/p&gt; &lt;/span&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4118448489383692634-3708774674778644060?l=batupengajar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://batupengajar.blogspot.com/feeds/3708774674778644060/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2011/11/raphael-apapun-masa-lalu-saya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/3708774674778644060'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/3708774674778644060'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2011/11/raphael-apapun-masa-lalu-saya.html' title='Raphael: Apapun Masa Lalu Saya, Alhamdulillah Saya Kini Islam'/><author><name>Batu Pengajar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15306453411249356230</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-BXU3TyQhybo/TrC4tXSo5qI/AAAAAAAAAAQ/S-c1QQQ48us/s220/batupengajar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh6.ggpht.com/-duIoagqAJEA/TtYCI-5QnlI/AAAAAAAAAGo/JNumgf0D0bM/s72-c/image_thumb%25255B3%25255D.png?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4118448489383692634.post-2251903353531522792</id><published>2011-11-30T02:07:00.001-08:00</published><updated>2011-11-30T02:07:51.159-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mualaf'/><title type='text'>Pencarian, Pertemanan, Senyum Tulus Orang Asing Jadikan Mustafa Davis Muslim dalam Tiga Hari</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/-_IRFF3dPy-I/TtYAcOlSupI/AAAAAAAAAGQ/ldxBG2XRfYI/s1600-h/image%25255B4%25255D.png"&gt;&lt;img style="border-right-width: 0px; display: inline; border-top-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: 0px; border-left-width: 0px; margin-right: 0px" title="image" border="0" alt="image" align="left" src="http://lh6.ggpht.com/-H79gJJq0kOU/TtYAc91AZtI/AAAAAAAAAGY/jF9Q7KYHOxo/image_thumb%25255B2%25255D.png?imgmax=800" width="173" height="127" /&gt;&lt;/a&gt; REPUBLIKA.CO.ID, Lima belas tahun lalu ,ketika Mustafa Davis tengah dalam perjalanan menuju kampusnya, ia berlari ke arah pria berwajah ramah. Si pria menunjuk ke arah kaus oblong yang ia kenakan dan berkata, &amp;quot;Penampilan bagus&amp;quot; lalu berdiri dan menjabat tangannya. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Saat itu Davis ingat betul mengenakan kostum kombinasi kaos dari Haile Selassie, celana jeans baggy yang sangat kedodoran, sepatu Puma, kaca mata hitam dan jacket pemain snowboard merek Session. Ia dulu adalah salah satu penganut serius aliran campuran hip-hop dan skater dari California Bay Area. &lt;/p&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;p align="justify"&gt;Bahagia karena mengenal kostum ala rasta yang dikenakan Davis, lelaki tadi berkata lagi, &amp;quot;Hei saya pikir saya mengenalmu, kita bertemu di sebuah tempat, Nama saya Whitney Canon (kini lelaki itu bernama Usama Canon). Ia merespon pula dengan hangat dan mereka terlibat dalam obrolan dan akhirnya saling menyadari bahwa mereka mengenal teman yang sama. &amp;quot;Pertemuan ini akan menjadi satu dari dua peristiwa acak paling penting dalam hidup saya,&amp;quot; ujarnya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Mustafa Davis dilahirkan dari keluarga Katholik dengan ayah Afrika-Amerika dan ibu Kaukasia. Orangtuanya bercerai ketika ia masih remaja. Suatu saat ia pernah tinggal bersama ayahnya yang meski miskin namun memiliki harga diri tinggi. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&amp;quot;Saya ingat ketika ayah tak memiliki uang untuk mempertahankan flatnya, kami pun harus hidup di luar. Saat tak mendapat jatah menginap di panti sosial kami terpaksa tidur di taman. Tapi ayah saya selalu bilang. 'Kita bukan gelandangan nak, maka kita tidak tidur sebagai gelandangan,'&amp;quot; tutur Mustafa menirukan ucapan ayahnya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Ayah Davis tidur di bangku taman dalam posisi duduk. Sementara Davis kecil tak bisa tahan dan merebahkan diri, ayahnya tetap dalam posisi itu hingga pagi. Hingga suatu hari ayahnya menyatakan tak mampu lagi menanggung biaya hidup Davis dan menyerahkan kepada ibunya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Tinggal bersama ibunya yang telah menikah dengan pria Kaukasia, meski dengan keuangan lebih baik, kehidupan Davis tak lantas mulus. Ia kerap cek-cok dengan ayah barunya. Tak tahan, ibunya pun memintanya pergi untuk tinggal bersama kakak tirinya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Kakak tirinya ternyata memberi ultimatum, bila ia hanya mampu menampung Davis selama tiga hari. Bila Davis tidak bisa mendapatkan pekerjaan maka dalam tiga hari ia harus angkat kaki dari apartemennya. Selama tiga hari Davis berupaya mati-matian mencari pekerjaan. Tapi tak ada lowongan, hingga akhirnya masuk hari ketiga, karena putus asa ia bahkan mencoba bunuh diri. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Davis menenggak pil tidur di jalanan hingga sempat koma. Takdir berkata lain. Ia ditemukan kakak tirinya dan lalu dilarikan ke rumah sakit. Saat tersadar dan mengetahui bahwa ia masih hidup, kata pertama yang diucapkan Davis,&lt;em&gt; &amp;quot;Crap, I failed&amp;quot; &lt;/em&gt;(Sial, saya gagal). &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Satu konsekuensi yang harus dijalani pasien percobaan bunuh diri di Amerika adalah wajib lapor kepada petugas sosial dan mengikuti sesi terapi yang telah ditentukan. Saat itulah ia mulai berpikir lagi tentang agama. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Ketika itu, Usama Canon menjadi salah satu teman dan sosok terpenting dalam perjalanannya menuju Islam. Davis dan Canon bukan hanya kawan di luar. Mereka ternyata teman sekelas dalam pelajaran Bahasa Spanyol dan selalu duduk bersebelahan. Mereka akhirnya juga saling mengetahui bila kedua-duanya adalah seniman dan musisi. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Usama memiliki kode masuk ke ruang piano di aula musik. Mereka kerap menyelinap ke ruang itu untuk duduk dan bermain musik berjam-jam dan berdiskusi tentang spiritual. Davis dan Canon melakukan itu sepanjang semester. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Satu hari saat bersantap sushi di restoran Jepang dekat kampus, Davis mengaku pada Canon betapa ia lelah dengan hidupnya dan ingin kembali ke jalan yang lurus. Ketika itu Davis telah memiliki pekerjaan sebagai pelayan restoran di malam hari dan hidup sendiri di San Jose. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Davis merasa menanggung beban kejahatan masa lalu yang akan diam-diam dapat muncul dan menyergapnya, membuatnya terpuruk dari waktu ke waktu. &amp;quot;Jadi saat itu solusi nyata yang saya yakini untuk menghadapi masalah semacam ini adalah menjadi religius dan kembali ke gereja,&amp;quot; tuturnya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Ia berkata pada Usama tengah mempertimbangkan kembali ke Katholik demi membuat hidupnya kembali tertib. Usama tiba-tiba bertanya apakah Davis pernah berpikir mengenai Islam. &amp;quot;Saya bilang kepadanya bahwa saya tak berpikir itu karena saya merasa bahwa itu adalah agama Arab atau gerakan separatis kulit hitam,&amp;quot; tuturnya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Citra Islam di AS juga identik dengan Nation of Islam, gerakan yang didirikan oleh Wallace Fard Muhammad. Namun Nation of Islam sangat kental dengan semangat rasisme kulit hitam yang akhirnya memunculkan stigma negatif. Almarhum Malcolm X dulu juga bergabung dalam Nation of Islam. Tapi setelah memahami ideologi gerakan tersebut dan kian tersadarkan dengan persamaan derajat saat beribadah haji ke Mekkah ia memutuskan keluar. Mantan petinju Muhammad Ali juga sosok yang selalu menjaga jarak dengan Nation of Islam. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Selain tak nyaman dengan Islam, Davis merasa selama ini Muslim yang pernah ia jumpai adalah hipokrit dan ia mengaku tak pernah melihat Muslim yang taat dan baik. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Canon bercerita tentang kakak lelakinya yang telah memeluk Islam setelah bergabung sesaat dengan Nation of Islam. Kakaknya berkata agama itu bukan hanya untuk Arab dan cuku universal (Saat bercerita itu Usama masih belum masuk Islam, ia masih menggunakan nama Withney). Kakak Usama, Anas Canon, kini tak lagi bersama Nation of Islam. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Canon bertanya kepada Davis apakah ia mengenal Rasul Muhammad dan Davis menjawab yang ia tahu hanyalah Elijah Muhammad (salah satu pemimpin utama di Nation of Islam) yang bahkan menurut Malcoml x, bukanlah nabi. Canon lantas menerangkan bahwa ada sosok berbeda juga bernama Muhammad, yakni berasal dari Arab dan seorang rasul. Ia menyarankan agar Davis mempelajarinya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Pda titik itu, ia menghindar. &amp;quot;Itu yang biasa saya lakukan ketika seseorang berbincang blak-blakan kepada saya mengenai agama. Lagi pula 'Nabi Arab'? Saya tahu saat itu Islam bukan untuk saya.&amp;quot; imbuhnya. Mereka mengakhiri obrolan dan Davis menuju ke tempat kerja. Saat itu adalah Rabu.      &lt;br /&gt;Malam seusai bekerja ia pergi ke toko buku untuk membeli Injil dan berjalan melewati bagian &amp;quot;Filosofi Timur&amp;quot; dan berhenti lalu melihat sebuah buku hijau dengan nama 'MUHAMMAD' ditulis sepenuhnya dengan huruf timbul dalam tinta emas. Ia berpikir sesaat dan lalu meraik buku itu dari rak. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Judul sampul berbunyi, &amp;quot;MUHAMMAD-Sejarah Hidup Berdasar dari Sumber-Sumber Terdahulu&amp;quot; oleh Martin LIngs. Frasa 'sumber-sumber terdahulu' mengggugah rasa penasaran Davis meski ia di sana untuk membeli Injil. Saat itu Davis telah sadar dengan debat teologi mengenai sejumlah kesalahan dalam Injil yang juga cukup menggangunya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&amp;quot;Jadi saya pun membuka buku itu dan mencoba membacanya. Namun nama-nama Arab sungguh sulit saya eja jadi saya mesti berjuang meski untuk memahami beberapa kalimat,&amp;quot; ungkapnya. Empat atau lima kalimat yang dibaca Davis menyebut Al Qur'an beberapa kali. &amp;quot;Tapi saat itu nama-nama Arab yang solid kiat meneguhkan realitas yang saya terima bahwa Islam adalah agama Arab dan bukan sesuatu yang menggerakkan saya untuk menjadi bagian dari itu, saya pun letakkan buku itu kembali.&amp;quot; &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Ketika ia mulai berjalan meninggalkan hiruf-huruf emas &amp;quot;Muhammad&amp;quot;, matanya menangkap lagi sebuah buku lain. Kali ini, ia matanya tertuju pada sebuah buku berjudul '&lt;em&gt;THE QUR'AN'&lt;/em&gt;. &amp;quot;Saya waktu itu hendak melewatinya namun teringat kata yang beberapa kali muncul dalam buku Martin Lings, jadi saya meraih buku itu dan mengambil dari rak. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Davis membuka secara acak dan terbuka begitu halam pertama Ayat Maryam. Ia membaca dari awal hingga akhir dan mengingat tubuhnya mulai merinding ketika ayat itu menerangkan dalam detil bagaimana kelahiran ajaib Rasul Isa Al Masih. &amp;quot;Saya sama sekali tak tahu bila Muslim juga mempercayai kelahiran ajaib Yesus tapi mereka tak meyakini ia sebagai anak Tuhan. Jujur sebagai seorang Kristen saya sendiri menganggap tak masuk akal Tuhan akan memiliki seorang anak.&amp;quot; &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Tanpa memahami mengapa, di dalam toko buku itu ia memegang satu salinan terjemahan Al Qur'an dengan meneteskan air mata. &amp;quot;Saya memutuskan membelinya sehingga saya bisa membaca lebih lanjut apa yang sebenarnya yang diyakini Muslim,&amp;quot; tutur Davis. Dalam kondisi emosional saat itu, ia sepenuhnya lupa untuk membeli Injil dan lalu meninggalkan toko buku. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Keesokan paginya, Kamis, ia pergi ke kampus. Dalam perjalanan ke kelas ia melewati sebuah gelaran dagangan pinggir jalan dimana si empunya, pria Senegal menjual berbagai kerajinan, dompet dan boneka afrika. Ia sibuk melayani pembeli. Ketika ia melintas ia mengambil sebuah dompet begitu saja dan melihatnya.      &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;   &lt;img style="display: block; float: none; margin-left: auto; margin-right: auto" alt="" src="http://static.republika.co.id/uploads/images/inline/khadim-from-senegal3.jpg" /&gt;Si pembeli yang dilayani pria Senegal pergi, penjual itu beralih pada Davis dan tersenyum. Senyum itu belum pernah dijumpai Davis sebelumnya. &amp;quot;Satu-satunya penggambaran yang tepat adalah senyum itu dipenuhi cinta dan cahaya,&amp;quot; tuturnya. Davis ingat betul kata-kata yang diucapkan pria Senegal itu. &lt;em&gt;&amp;quot;Hello brother, how are you,&amp;quot;&lt;/em&gt; (Halo saudara, apa kabar?) Davis menjawab, &amp;quot;Saya baik, terima kasih,&amp;quot;     &lt;p align="justify"&gt;Ia lalu melihat Davis lebih dekat sambil tetap tersenyum dan berkata, &amp;quot;Brother, apakah anda seorang Muslim?...anda seperti seorang Muslim.&amp;quot; Davis luar biasa terkejut dengan pertanyaan dan asumsi itu karena tak ada seorang pun pernah membuat asumsi macam itu sebelumnya dan ia baru saja membeli Al Qur'an dan membacanya beberapa malam lalu. &amp;quot;Sebelum itu saya tak tahu apa pun tentang Islam,&amp;quot; ungkap Davis. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Davis menjawab bahwa ia bukanlah Muslim namun ia baru saja membeli Al Qur'an malam lalu dan membaca sebagian. Dengan senyum kian lebar si pria Senegal itu mendekatinya dan memberinya pelukan dan berkata lagi dan lagi, &amp;quot;Oh saudaraku, ini sangat indah. Ini luar biasa saudaraku. Saya sangat bahagia untukmu saudaraku. Ini pertanda baik dari Allah saudaraku. Engkau telah membuatku sangat bahagia saudaraku.&amp;quot; &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Davis tak pernah bertemu dengan siapa pun yang begitu tulus. &amp;quot;Saya sangat terkejut saat ia memanggil saya saudara dan tersenyum, memeluk dna berkata ia sangat bahagia,&amp;quot; tuturnya. Pria Senegal itu bernama Khadim. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Khadim berjalan kembali ke dagangannya dan bertanya apakah Davis bisa membantunya. Davis dengan enteng mengiyakan. Khadim berkata ia adalah Muslim sehingga harus shalat lima waktu sehari di waktu yang ditentukan dan saat itu telah masuk waktu shalat sehingga ia perlu pergi sesaat. Ia meminta tolong Davis untuk menjaga lapaknya dan barang-barangnya. Ia bahkan menunjukkan kotak uang dan bertanya apakah Davis bisa menjualkan barang-barang bila ia pergi sesaat, sehingga bila ada pembeli tertarik ia tak melewatkannya. Khadim memberi tahu harga-harga barang, setelah itu pergi. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Duduk di sana selama 30 menit menunggu Khadim, Davis bertanya-tanya, siapa pria ini. &amp;quot;Ia meninggalkan saya bersama uang tunai. Saya bisa saja membawa semua dan pergi, tak mungkin ia menangkap saya,&amp;quot; ungkap Davis. Ia lantas mulai berpikir mengapa ia tak cemas dengan uangnya. Apakah itu, mengapa begitu penting hingga harus meninggalkan uang bersama seorang asing? &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Davis juga berpikir mengenai ibadah lima kali yang begitu penting sehingga ia tak bisa meninggalkannya bahkan lebih memilih meninggalkan barang miliknya. Davis teringat lagi bahwa ia sedang menginginkan sesuatu yang penting sehingga ia bisa melupakan masalahnya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Pria Senegal itu kembali dengan wajah penuh cahaya. Ia memeluk Davis lagi dan terus berkata, &amp;quot;Terima kasih brother, terima kasih banyak.&amp;quot; &amp;quot;Saya seperti meledak. Saya bolos dua jam mata kuliah hanya agar bisa bersama denganya. Saya takut jika saya meninggalkan dirinya, saya tak bisa menemukan kedamaian dan kebahagiaan yang ia bawa bersamanya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Tak lama kemudia seorang pelajar Pakistan berjalan dan menyapanya dengan salam lalu beralih kepada Davis dan bertanya, &amp;quot;apakah kamu Muslim. Davis berkata, &amp;quot;Tidak, anda adalah orang kedua yang bertanya itu padasaya. Apa yang membuatmu bertanya itu?&amp;quot; Mahasiswa Pakista nitu menjawab, &amp;quot;Saya tidak tahu, anda terlihat seperti Muslim.&amp;quot; &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&amp;quot;Saya terhenyak lagi. Saya bilang padanya bahwa saya baru saja membaca Al Qur'an dan ia ternyata seperti Khadim, sangat bahagia. Ia malah bertanya apakah saya pernah ke masjid sebelumnya. Saya jawab tidak. Ia bertanya lagi apakah saya mau berkunjung ke salah satu masjid besok. Saya bilang ya, saat itu saya sudah begitu jauh sangat ingin tahu, dan kami pun bertukar nomor telepon. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Pada siang hari berikutnya, Jumat, mahasiswa Pakistan itu datang dan menjemput Davis. Mereka pergi ke rumahnya. Ibu si mahasiswa menyiapkan makan siang dan mereka duduk di lantai. &amp;quot;Saya tak pernah sebelumnya duduk di lantai untuk makan namun hal ini tak terasa asing bagi saya sama sekali,&amp;quot; ungkap Davis. Setelah bersantap siang mereka berkendara menuju masjid (Asosiasi Komunitas Muslim/MCA) di Santa Clara, California. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Ketika ia berjalan ke masjid ada sekitar 40 pria berdri berbaris menunggu untuk meyapa Davis, mereka semua tersenyum dan menjabat tangan ketika ia berjalan. Mereka menyilahkan Davis duduk dan mereka pun melingkarinya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Satu orang bertanya pada Davis apa yang ia tahu mengenai Islam. Ia pun mulai memaparkan kisahnya bagaimana ia pergi ke toko buku menjumpai dan membeli Al Qur'an dan seterusnya. Orang tersebut bertanya lagi apakah ia meyakini keberadaan Rasul Muhammad dan tanpa rasa berat Davis menjawab ya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Ia ditanya lagi apakah Yesus adalah Tuhan ata anak Tuhan, lagi-lagi dengan tegas Davis menjawab tidak dan meyakini ia adalah nabi. Pria itu&amp;#160; lalu menjelaskan mengenai keberadaan malaikat, kitab-kitab berbeda, wahyu dan hari kiamat, lalu firman Allah. Setelah menerangkan itu, ia bertanya apakah Davis mempercayai itu. Davis kembali dengan tegas berkata ya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Pria itu berkata, &amp;quot;Ini adalah yang diyakini seorang Muslim dan anda meyakini hal yang sama, apakah kamu kemudian akan mau menjadi Muslim?&amp;quot;. Davis ingat ia pun menjawab pertanyaan itu dengan tegas, ringan tanpa beban, tanpa keengganan. Pria itu pun membantu Davis yang berjuang melafalkan syahadat dengan benar dan ia pun menjadi seorang Muslim tepat pada hari ke-17 bulan Ramadhan saat itu. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Davis pertama kali mendengar tentang Islam pada Rabu siang, membeli Al Qur'an pada Rabu malam, bertemu Khadim, si pria Senegal, pada Kamis yang kepadanya menunjukkan esensi sesungguhnya Islam, dengan perbuatan dan karakternya, lalu pergi ke masjid pada Jumat dan menjadi seorang Muslim. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Enam bulan setelah ia menjadi Muslim, ia bertemu lagi dengan Usama Canon yang terkejut dengan peralihannya. Ia pun memintanya menjelaskan Islam. Mereka pergi makan malam bersama dan berbincang mengenai agama. Hari berikutnya Davis giliran membawa Canon ke masjid dan ia mengucap syahadat lalu secara resmi menjadi Muslim. Ia adalah orang pertama yang memberi tahu Davis tentang Islam. &amp;quot;Saya seperti mendapat kehormatan membawanya ke masjid sehingga ia bisa menjadi Muslim,&amp;quot; tutur Davis. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&amp;quot;Bukanlah teologi atau debat keagamaan yang membawa saya ke Islam. Itu adalah musik, budaya, teman yang saya percaya dan orang asing yang tersenyum kepada saya. Ironisnya, justru budaya Arab yang pertama kali membuat saya tak ingin mencari tahu tentang Islam,&amp;quot; tutur Davis. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Setelah memeluk Islam, Davis malah menghabiskan waktu satu dekade meninggalkan budayanya--budaya yang justru menurut Davis telah mengarahkan ia pada Islam. Ia mulai mengadopsi budaya Arab sebagai budayanya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Hingga suatu saat ia kembali ke akar budayanya sebagai seorang Amerika dan merekonsiliasi dengan statusnya sebagai Muslim. &amp;quot;Dalam cara yang sangat alami, cerminan alami karakter saya sendiri dan simbosis dengan keimanan saya sebagai Muslim.&amp;quot; &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&amp;quot;Saya menulis kisah ini hari karena lima belas tahun setelah itu saya berlari ke arah Khadim sementara Usama Canon dan saya sedang berjalan bersama keluarga. Itu adalah kesempatan besar bisa bertemu lagi, seperti dua kesempatan untuk bertemu Usama dan Khadim lima belas tahun lalu. Saya mengambil foto dengannya hari ini, foto pertama saya bersamanya karena saya ingin menunjukkan pada orang-orang, inilah wajah pria yang memenangkan hati saya karena senyumnya yang tulus dan pribadinya yang baik.&amp;quot;      &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;   &lt;strong&gt;&lt;img style="display: block; float: none; margin-left: auto; margin-right: auto" alt="" src="http://static.republika.co.id/uploads/images/inline/mustafa-and-khadim1.jpg" /&gt;&lt;/strong&gt;     &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Catatan tambahan Davis&lt;/strong&gt;       &lt;br /&gt;Istri saya telah mendengar kisah ini ratusan kali dan kemarin adalah pertama kali ia bertemu Khadim. Kami sedang keluar bersama Usama Canon dan keluarganya dan sepanjang pagi kami berbicara tentang Khadim serta pengaruh yang berikan kepada kehidupan kami berdua. Kami kecewa ketika pergi ke pasar loak dan ia tak berada di sana. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Ketika kami hendak meninggalkan area itu, Usama menunjuk dari kejauhan dan berkata, &amp;quot;lihat siapa yang barusan muncul.&amp;quot; Cukup jelas, itu Khadim membawa dagangannya untuk dijual. Ketika mata kami beradu, kami bertatapan cukup lama dan ia memberi saya senyum yang dulu pernah menusuk hati saya dengan cahaya 15 tahun lalu. Saya berbalik ke istri saya dan berkata, 'itu dia senyumnya yang selalu saya ceritakan'. Ia tidak merespon...air matanya cukup memberi konfirmasi bahwa ia memahami betul apa yang saya maksud.&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Redaktur:&lt;/b&gt; Ajeng Ritzki Pitakasari&lt;/p&gt; &lt;/span&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4118448489383692634-2251903353531522792?l=batupengajar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://batupengajar.blogspot.com/feeds/2251903353531522792/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2011/11/pencarian-pertemanan-senyum-tulus-orang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/2251903353531522792'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/2251903353531522792'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2011/11/pencarian-pertemanan-senyum-tulus-orang.html' title='Pencarian, Pertemanan, Senyum Tulus Orang Asing Jadikan Mustafa Davis Muslim dalam Tiga Hari'/><author><name>Batu Pengajar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15306453411249356230</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-BXU3TyQhybo/TrC4tXSo5qI/AAAAAAAAAAQ/S-c1QQQ48us/s220/batupengajar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh6.ggpht.com/-H79gJJq0kOU/TtYAc91AZtI/AAAAAAAAAGY/jF9Q7KYHOxo/s72-c/image_thumb%25255B2%25255D.png?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4118448489383692634.post-1206248271058920134</id><published>2011-11-29T02:39:00.001-08:00</published><updated>2011-11-29T02:39:19.556-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mualaf'/><title type='text'>Vanni, 'Anak Band' Filipina yang Jatuh Hati pada Islam</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/-9QcFk4ZPxDo/TtS2UzrAUPI/AAAAAAAAAGA/emEBg0pdSyk/s1600-h/image%25255B2%25255D.png"&gt;&lt;img style="border-right-width: 0px; display: inline; border-top-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: 0px; border-left-width: 0px; margin-right: 0px" title="image" border="0" alt="image" align="left" src="http://lh5.ggpht.com/-FteXgaOXKHY/TtS2Vm4Cf2I/AAAAAAAAAGE/tSNP8HP0hZ8/image_thumb%25255B2%25255D.png?imgmax=800" width="190" height="139" /&gt;&lt;/a&gt; REPUBLIKA.CO.ID, MANILA - Ia minta dipanggil Vanni saja. Usianya kini 29 tahun. Sejak kecil, ia menjadi anggota tetap paduan suara di gerejanya, menjadi anggota Parish Youth Ministry, dan kemudian bermusik. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Menginjak remaja, lajang yang kini tinggal di Manila ini bercita-cita menjadi pastor. Ia giat mendalami agama dan banyak berdiskusi dengan pastor senior, antara lain Pastor Benjie. Dari dia pula, ia mengenal Islam pertama kalinya. &amp;quot;Bapa&amp;#160; Benjie menceritakan bahwa dalam Islam memuliakan Yesus dan juga ibunya, maria,&amp;quot; ujarnya. &lt;/p&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;p align="justify"&gt;Menjelang lulus sekolah menengah, ia semakin banyak menghabiskan waktu di gereja. Ia bulat bercita-cita sebagai pelayan Tuhan. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Namun, ia mengaku, tanda tanya muncul kemudian. &amp;quot;Mengapa dalam kepercayaan Katolik dan juga Kristen, kami lebih banyak bicara soal Yesus? Mengapa bukan Yaweh, Sang pencipta?&amp;quot; ujarnya. Ia berhenti bertanya karena tak ada jawaban yang memuaskannya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Suatu hari, ia terlibat pembicaraan dengan drummer di band yang dipimpinnya. Sang drummer baru balik Islam, bahasa Filipina untuk orang yang memasuki agama Islam. &amp;quot;Saya tertawa ketika dia bilang alasan kepindahan keyakinannya karena dia mulai kehilangan kepercayaan pada Yesus,&amp;quot; ujarnya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Sang teman, tak menceritakan lebih jauh soal itu, dengan alasan beragama adalah soal keyakinan pribadi. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Vanni yang penasaran, mencari jawabannya sendiri. ia meminjam buku-buku keislaman dari pegawainya yang beragama Islam. Ia juga membeli dua buku yang menurutnya 'sangat mencerahkan', yaitu Christ in Islamkarya Shaykh Deedat dan Islam in Focus, karya Hammudah Abdalati. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Seumur hidupnya bertanya doal Tuhan, baru dalam buku itulah ia menemukan jawaban. Ia makin giat menggali kandungan Islam. Hingga di satu titik, ia berpendapat sama dengan temannya yang lebih dulu berislam. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Ibunya berduka saat ia mengemukakan keinginannya untuk masuk Islam. Teman-temannya juga mencemoohnya. Bahkan, utusan gereja dikirim padanya khusus untuk menyadarkannya. &amp;quot;Namun saya bilang pada mereka, 'Jika kalian bisa menjawab dengan memuaskan pertanyaan saya, maka saya akan menghentikan niat saya',&amp;quot; ujarnya. Mereka semua menggeleng dan pulang. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Apa yang ditanyakannya? Vanni hanya melontarkan satu pertanyaan, &amp;quot;Apakah Yesus pernah mengklaim dirinya Tuhan di hadapan para jamaahnya?&amp;quot; &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Ia bulat berislam. Demi menghindari gejolak, ia terbang ke Dubai, menemui sepupunya yang telah lebih dulu menjadi Muslim. Di kota itu, ia bersyahadat di depan ulama setempat yang berdarah Filipina. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&amp;quot;Saya berislam tanggal 23 Mei 2008 setelah hampir setahun persis saya mempelajari Islam,&amp;quot; katanya, yang mengaku masih belajar Islam antara lain melalui situs Islamweb.net.&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Redaktur:&lt;/b&gt; Siwi Tri Puji B&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Sumber:&lt;/b&gt; Islamweb.net&lt;/p&gt; &lt;/span&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4118448489383692634-1206248271058920134?l=batupengajar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://batupengajar.blogspot.com/feeds/1206248271058920134/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2011/11/vanni-band-filipina-yang-jatuh-hati.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/1206248271058920134'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/1206248271058920134'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2011/11/vanni-band-filipina-yang-jatuh-hati.html' title='Vanni, &amp;#39;Anak Band&amp;#39; Filipina yang Jatuh Hati pada Islam'/><author><name>Batu Pengajar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15306453411249356230</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-BXU3TyQhybo/TrC4tXSo5qI/AAAAAAAAAAQ/S-c1QQQ48us/s220/batupengajar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh5.ggpht.com/-FteXgaOXKHY/TtS2Vm4Cf2I/AAAAAAAAAGE/tSNP8HP0hZ8/s72-c/image_thumb%25255B2%25255D.png?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4118448489383692634.post-2609824014352478086</id><published>2011-11-29T02:37:00.001-08:00</published><updated>2011-11-29T02:37:55.635-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>Film 'Deen Tight': Muslim Mualaf, Bertahan di Barat, Setia terhadap Musik</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/-AI743U7Pu80/TtS1_cbiPDI/AAAAAAAAAFw/MrybBTP7x7M/s1600-h/image%25255B2%25255D.png"&gt;&lt;img style="border-bottom: 0px; border-left: 0px; display: inline; margin-left: 0px; border-top: 0px; margin-right: 0px; border-right: 0px" title="image" border="0" alt="image" align="left" src="http://lh6.ggpht.com/-D2EMtaaDXdk/TtS2AUO4qtI/AAAAAAAAAF4/tr_s9m5YHKc/image_thumb%25255B2%25255D.png?imgmax=800" width="189" height="139" /&gt;&lt;/a&gt; REPUBLIKA.CO.ID, Ketika sebagian Muslim mengecam musik barat sebagai negatif dan tak bermoral, seorang sutradara film Amerika sekaligus mualaf, tertarik untuk menyajikan konstelasi musik dalam prespektif lebih benar sejauh sejalan beriringan dengan Islam. Ia mengolahnya dalam film dokumenter berjudul Deen Tight (Agama Ketat) &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dalam film dokumenter tersebut, Mustafa Davis menyajikan mulai dari San Fransisco, berbagai artis hip-hop Muslim di Amerika Serikat dan Inggris. Mereka berbicara mengenai bagaimana mereka mengatasi tantangan dan merekonsiliasi keyakinan mereka sebagai Muslim dengan budaya &lt;/p&gt; &lt;span class="fullpost"&gt; &lt;p align="justify"&gt;Dalam sebuah wawancara terkini, Mustafa, 38,&amp;#160; yang baru saja berkeliling ke Asia Tenggara, termasuk Indonesia pada akhir September lalu, membagi pandangannya seperti dilansir oleh &lt;em&gt;Deen Tight&lt;/em&gt;. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ketika saya memeluk Islam pada 1996, yang saya pahami musik adalah tabu bagi Muslim. Jadi saya berhenti mendengarkan musik dan berkonsentrasi penuh belajar mendalami agama saya. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;quot;Tapi saya merasa ada ruang kosong mengingat masa lalu saya dibentuk oleh budaya di mana saya tumbuh besar. Musik dan tarian adalah bagian utama dari pengalaman itu. Ternyata banyak teman saya sesama mualaf memiliki pengalaman yang sama &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;quot;Saya pun memutuskan untuk bergaul dengan beberapa artis Muslim yang saya tahu terlibat dalam aktivitas musik hip-hop. Saya ingin mengeksplorasi topik tersebut dan menggali lebih dalam ke dalam psikologi artis-artis tersebut yang selalu berupaya memelihara keseimbangan antara budaya dan keimanan yang sepertinya terlihat bertolak belakang. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;quot;Sebagai seseorang yang pernah memiliki pengalamn serupa, saya yakin saya mampu menuturkan kisah itu dari sisi paling pribadi. Inilah awal mula &lt;em&gt;Deen Tigh&lt;/em&gt;t lahir.&amp;quot; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Lalu apa yang memotivasinya menjadi seorang sutradara? &amp;quot;Saya selalu menjadi orang visual. Saya melihat dunia dari kerangka. Saya ingin menjadi seorang penulis dan menceritakan kisah. Ayah tiri saya adalah fotografer dan saya belajar fotografi banyak darinya ketika berusia 13 tahun. Saat di bangku SMA, saya belajar seni dan fotografi, ketika kuliah sayab belajar fotojurnalisme. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Saat saya mengetahui kamera video, saya menemukan alat itu sebagai kombinasi semua seni yang saya suka, penuturan, penulisan, gambar dan musik. Jadi membuat film seperti panggilan dan pilihan alam bagi saya untuk mengekspresikan diri.    &lt;br /&gt;&lt;img alt="" src="http://static.republika.co.id/uploads/images/inline/Deen-tight.jpg" /&gt;&amp;quot;Saya mencurahkan seluruh diri saya dalam film. Ketika karakter saya menangis, saya akan menangis juga. Sehingga secara emosional bisa sangat melelahkan. Setiap kali saya selesai membesut film, saya berkata pada diri saya bahwa saya tidak akan lagi membuat film lain. Namun saya tak bisa memenuhi ucapan itu.&amp;quot; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Apakah Islam selalu menjadi fokus utama dalam film dokumenternya. &amp;quot;Saya membuat film dokumenter tentang semua topik yang saya anggap menarik. Saya pernah membuat film dokumenter berjudul 'One Heart Africa' yang fokus pada anak yatim piatu di Afrika. Mereka mengidap AIDS dan HIV. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Semua yang saya wawancara adalah Kristiani. Menjadi Muslim adalah bagian dari siapa diri saya. Tetapi saya juga seorang anak, suami, ayah, teman, musisi dan warga negara dunia.&amp;quot; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Soal pandangan yang menyatakan Islam melarang seni dan musik, ia pun memiliki pandangannya sendiri. &amp;quot;Beberapa karya seni besar sepanjang sejarha di dunia dihasilkan oleh Muslim. Namun banyak orang selip memahami Islam dan mengklaim Islam mengecam seni karena membuang waktu. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Lihatlah Masjid Biru di Turki, yang menjadi salah satu struktur arsitetur terindah di dunia. Seni selalu menjadi bagian dari tradisi Islam. Jadi Islam mendorong semangat kreatifitas. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Lantas apa pandangannya mengenai perjalanan menuju Islam. &amp;quot;Saya berusia 24 tahun ketika menjadi Muslim. Saya lahir dari keluarga Katholik tapi itu hanya sekedar nama. Saya besar dengan banyak pengaru buruk. Saya lelah dengan gaya hidup saya dan ingin kembali ke religiusitas. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;quot;Seorang teman memperkenalkan saya kepada Islam dan berbicara mengenai Rasul Muhammad. Tapi saya berkata padanya bahwa saya tak akan pernah menjadi Musim. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;quot;Malam itu, saya pergi ke toko buku untuk membeli injil. Saya juga sempat melihat buku tentang Rasul Muhamma. Kemudian saya meraih satu Al Qur'an dari rak buku dan menangis ketika membacanya. Dua hari kemudian saya telah memeluk Islam. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;quot;Saya menghabiskan 11 tahun belajar Islam dan saya tidak menemukan sesuatu petunjuk yang mengatakan bahwa saya harus menjadi seorang Arab untuk menjadi Muslim. Faktanya, ketika Rasul Muhammad bertemu dengan suku-suku tertentu, ia akan berbicara dengan bahasa ibu mereka untuk menghormati. Ia tak memaksa suku-suku itu berbicara dalam dialek mereka. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Rasul bahkan berpakaian seperti para suku itu berpakaian. Ini menunjukkan bahwa Rasul pun menghormati budaya-budaya lain. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;quot;Saya juga memelajari bahwa Islam seperti sungai dan kultur anda seperti tepian. Islam akan membersihkan yang tidak murni. Namun inti budaya anda tetap ada. Selalu ada selip pemahaman bahwa Islam dan budaya barat tidak bisa bercampur. Jika itu benar, maka orang seperti saya tak pernah ada. Saya adalah orang yang beralih keyakinan menjadi Muslim. Saya seorang Muslim Amerika. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;quot;Sungguh menguras banyak air mata dan saya melalui banyak hal sulit untuk menyeimbangkan keyakinan saya sebagai Muslim dan budaya Barat. Saya tahu banyak mualaf Amerika yang menyerah terhadap Islam meski mereka masih meyakini dan menghormati agama itu. Itu lantaran mereka tak bisa menghadapi tekanan untuk menjadi orang lain yang bukan diri mereka sendiri.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Redaktur:&lt;/b&gt; Ajeng Ritzki Pitakasari&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Sumber:&lt;/b&gt; The Sun Daily&lt;/p&gt; &lt;/span&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4118448489383692634-2609824014352478086?l=batupengajar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://batupengajar.blogspot.com/feeds/2609824014352478086/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2011/11/film-tight-muslim-mualaf-bertahan-di.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/2609824014352478086'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/2609824014352478086'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2011/11/film-tight-muslim-mualaf-bertahan-di.html' title='Film &amp;#39;Deen Tight&amp;#39;: Muslim Mualaf, Bertahan di Barat, Setia terhadap Musik'/><author><name>Batu Pengajar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15306453411249356230</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-BXU3TyQhybo/TrC4tXSo5qI/AAAAAAAAAAQ/S-c1QQQ48us/s220/batupengajar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh6.ggpht.com/-D2EMtaaDXdk/TtS2AUO4qtI/AAAAAAAAAF4/tr_s9m5YHKc/s72-c/image_thumb%25255B2%25255D.png?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4118448489383692634.post-7818281695244114429</id><published>2011-11-29T02:36:00.001-08:00</published><updated>2011-11-29T02:36:22.630-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mualaf'/><title type='text'>Kisah Ibu dan Anak yang Sama-sama Mencari 'Tuhan' dan Menemukannya dalam Islam</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/-J1WggfueVMg/TtS1oGg9FoI/AAAAAAAAAFg/XUphF0DqyG0/s1600-h/image%25255B2%25255D.png"&gt;&lt;img style="border-right-width: 0px; display: inline; border-top-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: 0px; border-left-width: 0px; margin-right: 0px" title="image" border="0" alt="image" align="left" src="http://lh5.ggpht.com/-sXa4BrSxixc/TtS1pG_QwMI/AAAAAAAAAFo/uCpYzoPzE80/image_thumb%25255B2%25255D.png?imgmax=800" width="200" height="147" /&gt;&lt;/a&gt; REPUBLIKA.CO.ID, DUBLIN - Biasanya di Barat, adalah anak dan bukan orang tuanya yang menjadi mualaf. Tidak demikian dengan Aisha dan Phildel, anaknya. Aisha, keturunan Irlandia, suatu hari memutuskan bahwa dia harus memeluk Islam apapun resikonya. termasuk, kemungkinan akan membuat Phildel, putri semata wayangnya, kecewa. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Di sisi lain, Phildel merasakan hal yang sama. Pencariannya tentang Tuhan, berujung pada Islam. Berikut kisah keduanya: &lt;/p&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Aisha:&lt;/strong&gt; Aku dilahirkan dalam sebuah keluarga Katolik Roma di Dublin pada tahun 1960-an. Sementara Dublin tampak seolah 'terjebak' di abad ke-19, tepat di seberang Laut Irlandia budaya hippie tumbuh subur di London. Sebagai seorang anak, saya bertanya banyak pertanyaan selama pendidikan di sekolah biara. Diskusi agama selain Katolik Roma atau &amp;quot;kejahatan Protestantisme&amp;quot; benar-benar tidak ada. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Pada usia 16 tahun aku meninggalkan Dublin dan datang ke London. Aku larut dalam kebiasaan anak muda&amp;#160; yang 'normal' di kota itu: melakukan kunjungan rutin ke pub dan klub. Tapi aku melihat teman-temanku selalu depresi. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;usia 20-an tahun, aku memutuskan menikah dan melahirkan putri pertamayang jelita, Phildel. Aku sangat senang tetapi sering merasa seperti sebuah pasak persegi di lubang bundar; seolah-olah aku masih belum menemukan tempat yang tepat bagiku. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Suatu hari aku berbicara dengan seorang wanita mengenakan jilbab. Dia bilang dirinya Muslim dan itu adalah pertama kalinya aku pernah mendengar kata itu. Pada perkembangan berikutnya, di tempat kerja, saya mengenal beberapa Muslim dan mereka mulai bercerita lebih banyak tentang Islam. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Suatu malam aku menemukan diriku berjalan di jalanan dengan Phildel di bawah hujan dan tak tahu harus kemana, setelah bertengkar hebat dengan suamiku dan kami diusir. Aku ingat mengangkat mataku ke langit dan memohon pada Tuhan untuk membantuku entah bagaimana atau memberiku suatu pertanda kalau Dia ada. Entah bagaimana caranya, kami sampai di sebuah rumah yang ternayata milik perempuan berjilbab yang pertama kali aku mengenal Islam darinya! &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Setelah menemukan rumah sendiri, aku mulai belajar Islam. Lama aku mempelajarinya, sebelum akhirnya yakin, Islamlah agama yang pas buatku. Phildel membuatku maju-mundur untuk bersyahadat, namun akhirnya aku kuatkan hati dan menjadi Muslim. Aku kini sudah menikah lagi dengan pria Muslim dan memiliki seorang anak dengannya, Amina namanya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Phildel, yang aku besarkan sebagai seorang Katolik Roma sampai perceraianku, tanpa aku sadari sangat antusias tentang Islam dan mengatakan syahadat sendiri. Dia kemudian memilih nama Zara. Phildel kini memilih tinggal dengan ayahnya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Phildel:&lt;/strong&gt; ibuku dan aku sangat dekat, tidak ada seorang pun di dunia ini yang aku cintai selain dia. Pada tahun-tahun menjelang perceraian orang tuaku, kami menghabiskan lebih banyak waktu di sekitar keluarga Muslim.       &lt;br /&gt;Setelah perceraian kehidupan kami menjadi semakin sulit; pernikahan orang tuaku mencapai titik yang paling bergolak dan aku lebih dari lega ketika seluruh cobaan berat itu berakhir. Aku menandai perubahan yang positif dalam diri ibu dan ayah saya segera setelah mereka berpisah. Saya pikir sekitar waktu ini ibu saya mengalami pengalaman yang membangkitkan semangat luar biasa di rumah seorang teman dan kemudian menjadi seorang Muslim. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Aku? Meskipun aku tidak pernah dipaksa untuk menjadi seorang Muslim, saya menyadari langkahku menjadi Muslim adalah hasil pengaruh lingkungan. Aku tumbuh di sekitar keluarga Muslim, maka secara tak langsung pikiranku ternegaruh. Itulah sebabnya, setelah bersyahadat, aku sempat kembali ke agama lama; hanya untuk meyakinkanku agama apa sebetulnya yang dipilih hatiku. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Kini aku tinggal terpisah dari ibu - aku tinggal bersama ayah kandungku - dan berpikir Islam adalah agama yang indah. Aku senang membantu di masjid dan berbicara dengan saudara-saudara Muslimku. Kurasa aku hanya ingin mengalami sesuatu yang membuatku tahu ini adalah arah yang perlu aku ambil, arah yang benar, yaitu menjadi Muslim.      &lt;br /&gt;Jadi sampai sekarang aku masih belajar.&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Redaktur:&lt;/b&gt; Siwi Tri Puji B&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Sumber:&lt;/b&gt; Emel&lt;/p&gt; &lt;/span&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4118448489383692634-7818281695244114429?l=batupengajar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://batupengajar.blogspot.com/feeds/7818281695244114429/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2011/11/kisah-ibu-dan-anak-yang-sama-sama.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/7818281695244114429'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/7818281695244114429'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2011/11/kisah-ibu-dan-anak-yang-sama-sama.html' title='Kisah Ibu dan Anak yang Sama-sama Mencari &amp;#39;Tuhan&amp;#39; dan Menemukannya dalam Islam'/><author><name>Batu Pengajar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15306453411249356230</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-BXU3TyQhybo/TrC4tXSo5qI/AAAAAAAAAAQ/S-c1QQQ48us/s220/batupengajar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh5.ggpht.com/-sXa4BrSxixc/TtS1pG_QwMI/AAAAAAAAAFo/uCpYzoPzE80/s72-c/image_thumb%25255B2%25255D.png?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4118448489383692634.post-3038767786087035377</id><published>2011-11-29T02:35:00.001-08:00</published><updated>2011-11-29T02:35:14.890-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mualaf'/><title type='text'>Penyair dan Mualaf Michael Wolfe Peringati Kematian Istri dengan Ceramah Umum tentang Islam</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/-TsC4dcoS1FM/TtS1W9olI6I/AAAAAAAAAFQ/SG0Mvyg6a90/s1600-h/image%25255B2%25255D.png"&gt;&lt;img style="border-right-width: 0px; display: inline; border-top-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: 0px; border-left-width: 0px; margin-right: 0px" title="image" border="0" alt="image" align="left" src="http://lh3.ggpht.com/-4n_UqH8UZa0/TtS1X5yfAcI/AAAAAAAAAFY/JtZYjsHKwb4/image_thumb%25255B2%25255D.png?imgmax=800" width="196" height="144" /&gt;&lt;/a&gt; REPUBLIKA.CO.ID, KOCHVILLE — islam adalah agama yang penuh kedamaian, begitu penulis dan penyair Amerika Serikat, Michael Wolfe menyatakan. Ia yang juga seorang mualaf menyatakan, luhurnya agama Islam disimbolkan dalam seluruh ritual haji. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Wolfe menyatakan hal itu dalam ceramah umumnya di The Malcolm Field Theatre for Performing Arts dan di Curtiss Hall di Saginaw Valley State University. Ia mendedikasikan ceramah umumnya ini untuk memperingati kematian istrinya, Raana Akbar. &lt;/p&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;p align="justify"&gt;Menurutnya, banyak publik Amerika Serikat yang masih salah paham memandang Islam. &amp;quot;Inilah tugas setiap Muslim untuk menyampaikan apa yang sebenar-benarnya tentang Islam pada sahabat mereka, para tetangga mereka,&amp;quot; katanya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;“Semua orang disambut dalam Islam,&amp;quot; katanya. &amp;quot;Kami membuka pintu dialog dengan siapa saja.&amp;quot; &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Wolfe, yang memeluk Islam beberapa tahun sebelumnya, adalah salah satu pendiri organisasi nirlaba Unity Productions Foundation. Tujuan organisasi ini adalah meluruskan kesalahpahaman tentang Islam dan membangun saling pengertian antara Muslim dengan penganut agama lain. Ia telah menghasilkan beberapa buku tentang Islam, antara lain, &lt;em&gt;The Hadj &lt;/em&gt;dan&lt;em&gt; One Thousand Roads to Mecca&lt;/em&gt;, serta beberapa film dokumenter. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Istrinya, Dr Raana W Akbar, adalah seorang pakar alergi. Dia meninggal tahun 2009 setelah berjuang lama melawan penyakit kanker yang dideritanya.&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Redaktur:&lt;/b&gt; Siwi Tri Puji B&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Sumber:&lt;/b&gt; M Live&lt;/p&gt; &lt;/span&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4118448489383692634-3038767786087035377?l=batupengajar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://batupengajar.blogspot.com/feeds/3038767786087035377/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2011/11/penyair-dan-mualaf-michael-wolfe.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/3038767786087035377'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/3038767786087035377'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2011/11/penyair-dan-mualaf-michael-wolfe.html' title='Penyair dan Mualaf Michael Wolfe Peringati Kematian Istri dengan Ceramah Umum tentang Islam'/><author><name>Batu Pengajar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15306453411249356230</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-BXU3TyQhybo/TrC4tXSo5qI/AAAAAAAAAAQ/S-c1QQQ48us/s220/batupengajar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh3.ggpht.com/-4n_UqH8UZa0/TtS1X5yfAcI/AAAAAAAAAFY/JtZYjsHKwb4/s72-c/image_thumb%25255B2%25255D.png?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4118448489383692634.post-4373602786023752846</id><published>2011-11-29T02:34:00.001-08:00</published><updated>2011-11-29T02:34:12.635-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mualaf'/><title type='text'>Eric Gerets Dikabarkan Masuk Islam</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/-V_H91uh5rrs/TtS1HWj1wJI/AAAAAAAAAFA/jFIk6yyeXiw/s1600-h/image%25255B2%25255D.png"&gt;&lt;img style="border-bottom: 0px; border-left: 0px; display: inline; margin-left: 0px; border-top: 0px; margin-right: 0px; border-right: 0px" title="image" border="0" alt="image" align="left" src="http://lh4.ggpht.com/-IQh7TPJNamc/TtS1ISu-oyI/AAAAAAAAAFI/0yG0rQ0ffJg/image_thumb%25255B2%25255D.png?imgmax=800" width="199" height="146" /&gt;&lt;/a&gt; REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH - Pelatih asal Belgia yang menangani tim nasional Maroko, yang kini tengah ditawar untuk menangani kembali Tim Hilal Saudi, dikabarkan menjadi mualaf pekan ini. Media Arab melaporkan, ia menjadi Muslim setelah menikahi seorang perawat berkebangsaan Arab saudi.     &lt;br /&gt;Koran Ekonomist menyebut Gerets tiba di Riyadh pekan lalu dan menyatakan dirinya telah menjadi seorang Muslim. Di negeri Petrodolar ini, ia menggelar resepsi dengan hanya dihadiri teman-teman dekatnya. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ia menyebut persoalan agama adalah hal pribadi dan bukan konsumsi publik. &lt;/p&gt; &lt;span class="fullpost"&gt; &lt;p align="justify"&gt;Gerets tengah mempertimbangkan untuk menangani Tim Hilal, menggantikan pelatih asal Jerman, Thomas Doll.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Gerets pernah bermain untuk Rekem, Standard de Liège, AC Milan, MVV Maastricht, danPSV Eindhoven, dan membawa kesebelasannya memenangi&amp;#160; European Cup 1987–1988, dua kejuaraan di Belgia, dan tujuh kejuaraan di Jerman dalam kurun dua tahun. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dia adalah satu dari dua pemain andalan timnas Belgia. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sebagai manajer, ia sukses membawa FC Liège, Lierse SK, Club Brugge, PSV Eindhoven, 1 FC Kaiserslautern, dan VfL Wolfsburg menjadi klub yang diperhitungkan, sebelum bergabung dengan Galatasaray SK pada akhir musim 2004–2005. Pada Mei 2007, dia meninggalkan klub dan pada 25 September, menjadi pelatih untuk Olympique de Marseillenamun gagal membawa timnya meraih kemenangan. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Setelah kontrak berakhir pada 29 April 2009, ia dipinang untuk menangani Tim Hilal untuk jangka dua tahun dengan nilai kontrak 1,8 juta euro pertahun. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Kontrak berakhir, ia menandatangani kontrak baru sebagai pelatih Timnas Maroko untuk jangka empat tahun. Namun, dalam kontrak itu disebutkan, ia masih diperkenankan sebagai pelatih paruh waktu bagi Tim Hilal untuk memepersiapkannya bermain di Asian Champions League.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Redaktur:&lt;/b&gt; Siwi Tri Puji B&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Sumber:&lt;/b&gt; Gulf News&lt;/p&gt; &lt;/span&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4118448489383692634-4373602786023752846?l=batupengajar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://batupengajar.blogspot.com/feeds/4373602786023752846/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2011/11/eric-gerets-dikabarkan-masuk-islam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/4373602786023752846'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/4373602786023752846'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2011/11/eric-gerets-dikabarkan-masuk-islam.html' title='Eric Gerets Dikabarkan Masuk Islam'/><author><name>Batu Pengajar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15306453411249356230</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-BXU3TyQhybo/TrC4tXSo5qI/AAAAAAAAAAQ/S-c1QQQ48us/s220/batupengajar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh4.ggpht.com/-IQh7TPJNamc/TtS1ISu-oyI/AAAAAAAAAFI/0yG0rQ0ffJg/s72-c/image_thumb%25255B2%25255D.png?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4118448489383692634.post-774768774383032673</id><published>2011-11-29T02:33:00.001-08:00</published><updated>2011-11-29T02:33:05.180-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mualaf'/><title type='text'>Model AS Sara Bokker: Menjadi Muslim, Aku Bak Terbebas dari Belenggu Perbudakan</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/-FfRRy8zBhpk/TtS03Dj0c7I/AAAAAAAAAEw/vRyIV37AsCM/s1600-h/image%25255B2%25255D.png"&gt;&lt;img style="border-right-width: 0px; display: inline; border-top-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: 0px; border-left-width: 0px; margin-right: 0px" title="image" border="0" alt="image" align="left" src="http://lh6.ggpht.com/-3YTsIqTLT8U/TtS030IafCI/AAAAAAAAAE0/IIBHa36KGkI/image_thumb%25255B2%25255D.png?imgmax=800" width="201" height="147" /&gt;&lt;/a&gt; REPUBLIKA.CO.ID, Dari kecil, tak ada cita-cita lain Sara Bokker, seorang model, selain hidup berbalut kemewahan. Itu pula yang mendasarinya memilih tempat tinggal di Florida dan kemuadian South Beach di Miami, hotspot bagi mereka yang mencari kehidupan glamor. Di usia awal 20-an, ia sudah meraih mimpinya: menjadi seorang model dan &lt;em&gt;personal trainer&lt;/em&gt;, tinggal di apartemen kelas atas, dan tiap akhir pekan berjemur sepanjang siang di Pantai Miami yang eksotis. &amp;quot;Sungguh sebuah &lt;em&gt;living in style &lt;/em&gt;sesungguhnya, seperti yang kuimpikan,&amp;quot; katanya. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Hingga kemudian, ia mengenal paham feminisme. Ia berkaca lagi. &amp;quot;Aku merasa aku adalah budak mode. Aku adalah 'sandera' bagi penampilanku sendiri,&amp;quot; katanya. &lt;/p&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;p align="justify"&gt;Ia mulai melarikan diri dari dunia glamornya. Ia meninggalkan alkohol dan pestapora yang tak pernah dilewatkannya, dan melarikan diri pada meditasi, menjadi aktivis feminis, dan menekuni apa yang disebutnya 'agama alternatif'. &amp;quot;Namun kusadari kini, itu sebua hanya sebatas 'pembunuh rasa sakit' dan bukan obat yang sesungguhnya,&amp;quot; katanya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Di tengah kebimbangannya, Tragedi 11 september 2001 terjadi. Perang salib baru dikobarkan di seluruh Amerika Serikat, begitu ia menyatakan. Namun bagi Sara, hikmah lain datang: ia jadi mengenal ada agama bernama Islam...dan membuatnya penasaran. Informasi yang didapatkan pertama kali tentang agama ini adalah: wanita terkurung dalam tenda, diikuti oleh umat yang merupakan 'para pemukul istri', harem, dan terorisme. Sesuatu yang sungguh berlawanan dengan paham feminisme yang mulai merasuk dalam dirinya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Suatu hari, secara iseng ia membuka kitab yang disebutnya sangat kontroversial di Barat; Alquran. Ia terhenyak. &amp;quot;Aku pertama kali tertarik pada gaya dan pendekatan Alquran, dan kemudian tertarik pandangan tentang eksistensi, kehidupan, penciptaan, dan hubungan antara Pencipta dan ciptaan,&amp;quot; katanya. &amp;quot;Aku menemukan Alquran sangat menghujam dalam sanubari, bahkan untuk memahaminya kita tak perlu interpreter atau pendeta.&amp;quot; &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Ia makin giat mempelajari Islam setelah itu. Ia membeli banyak buku-buku keislaman, atau membacanya di internet. &amp;quot;Hingga satu hari tanpa sadar aku membeli gaun panjang yang cantik dan penutup kepala menyerupai busana wanita Muslim dancberjalan menyusuri jalan yang sama dan lingkungan di mana beberapa hari sebelumnya aku berjalan dalam celana pendek, bikini, atau pakaian ala Barat lainnya,&amp;quot; katanya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Meskipun orang, lingkungan, dan toko-toko semua sama seperti sebelumnya, namun ia merasa berbeda melihatnya. terutama, saat melihat dirinya. &amp;quot;Bila sebelumnya orang melihatku dengan pandangan bernafsu, bak pemburu melihat mangsanya, dengan busana ini aku tak menemukannya. Tiba-tiba aku merasa rantai yang membelengguku sudah terlepas...dan aku kini bebas!&amp;quot; katanya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Ia menemukan islam di jantung kehidupan bebas dunia, Amerika, Miami tepatnya. Di kota ini, ia bersyahadat. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&amp;quot;Hari ini aku masih seorang feminis, tapi seorang feminis Muslim, yang menyebut kaum perempuancmemikul tanggung jawab mereka dalam memberikan semua dukungan yang mereka bisa dan menjadi muslim yang baik. Untuk membesarkan anak-anak mereka sebagai Muslim sehingga dapat menjadi cahaya untuk seluruh umat manusia,&amp;quot; katanya. Satu lagi hal penting yang dilakukannya: menyampaikan pengalamannya pada sesama perempuan yang mungkin tidak pernah memiliki kesempatan seperti dirinya.&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Redaktur:&lt;/b&gt; Siwi Tri Puji B&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Sumber:&lt;/b&gt; 123muslim&lt;/p&gt; &lt;/span&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4118448489383692634-774768774383032673?l=batupengajar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://batupengajar.blogspot.com/feeds/774768774383032673/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2011/11/model-as-sara-bokker-menjadi-muslim-aku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/774768774383032673'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/774768774383032673'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2011/11/model-as-sara-bokker-menjadi-muslim-aku.html' title='Model AS Sara Bokker: Menjadi Muslim, Aku Bak Terbebas dari Belenggu Perbudakan'/><author><name>Batu Pengajar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15306453411249356230</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-BXU3TyQhybo/TrC4tXSo5qI/AAAAAAAAAAQ/S-c1QQQ48us/s220/batupengajar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh6.ggpht.com/-3YTsIqTLT8U/TtS030IafCI/AAAAAAAAAE0/IIBHa36KGkI/s72-c/image_thumb%25255B2%25255D.png?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4118448489383692634.post-6926455370613457489</id><published>2011-11-29T02:31:00.001-08:00</published><updated>2011-11-29T02:31:59.458-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mualaf'/><title type='text'>Xenia Dituntun Anaknya Menemukan Islam di Usia Senja</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/-FlwtSBRc2G4/TtS0mBh6PWI/AAAAAAAAAEg/UdggQwihsns/s1600-h/image%25255B2%25255D.png"&gt;&lt;img style="border-right-width: 0px; display: inline; border-top-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: 0px; border-left-width: 0px; margin-right: 0px" title="image" border="0" alt="image" align="left" src="http://lh6.ggpht.com/-gf7B-UTJXKQ/TtS0nLDhMpI/AAAAAAAAAEo/AqXgahzhyDM/image_thumb%25255B2%25255D.png?imgmax=800" width="196" height="144" /&gt;&lt;/a&gt; ATHENA - Sebelum pergi ke Inggris, Xenia hanya mengenal satu agama, Kristen Ortodoks. Dia lahir, dibesarkan, dan tinggal di Athena, Yunani, Sebelum akhirnya terbang ke Inggris tahun 1970-an untuk melanjutkan pendidikannya. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Di negeri inilah, cakrawalanya terbuka. Ia mengenal ada banyak agama di dunia ini. Islam salah satunya. Namun, ia tak berniat mempelajarinya, karena nyaman dengan agama yang dianutnya sejak kecil. &amp;quot;Saya dibesarkan dalam keluarga yang hangat walau tak begitu taat beribadah,&amp;quot; ujarnya. &lt;/p&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;p align="justify"&gt;Usai kuliah, ia tak kembali ke negerinya. Seorang pemuda setempat memikat hatinya, dan mereka menikah. Belakangan, ia baru tahu suaminya sangat berminat pada Islam. &amp;quot;Agama tak begitu berperan dalam kehidupan keluarga saya...maka saya pun tak ambil pusing dengan orientasi keyakinan suami saya,&amp;quot; ujarnya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Di rumah, mereka tak pernah mendiskusikan agama.&amp;#160; &amp;quot;Dia menghargai keyakinan saya, demikian pula sebaliknya,&amp;quot; katanya. Belakangan ia tahu, suaminya telah menjadi Muslim. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Bersuami seorang Muslim, cakrawalanya tentang Islam terbuka. Di sekolah, ia hanya tahu hal negatif tentang agama ini. Begitu juga di media yang dia baca. Namun di rumah, ia menemukan oase yang berbeda, melalui suaminya. Namun, ia masih belum tergerak hatinya belajar Islam. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Ia hanya mempelajari Islam sedikit, demi menjawab pertanyaan anak-anaknya. Seiring berjalannya waktu, sang anak lebih condong memilih Islam, mengikuti agama sang ayah. &amp;quot;Saya mengantar mereka ke masjid, tapi saya tak ikut turun. Saya menunggu di mobil saja,&amp;quot; ujarnya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Saat dua anaknya menginjak remaja, suaminya meninggal dunia. Xenia sungguh terpukul. Ia memutuskan untuk pulang ke negeri asalnya, Yunani. Anak-anaknya, memilih tetap tinggal di Inggris. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Di bandara, ia menerima SMS anak lelakinya yang termuda, &amp;quot;Mum, kami mencintaimu dan kami tak ingin engkau berbeda dari kami ketika kelak kau berpulang seperti papa. Please, jadilah Muslimah.&amp;quot; &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Ia merenungi SMS sang anak. &amp;quot;Untuk pertama kalinya setelah 30 menikahi pria Muslim, saya membaca isi Alquran,&amp;quot; katanya, yang mengaku awalnya ogah-ogahan membacanya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Dia mengaku takjub dengan kitab suci almarhum suaminya itu, kendati hanya membaca terjemahannya saja. Untaian kata-katanya sungguh indah, katanya, begitu untaian ceritanya. &amp;quot;Itu bukan bahasa manusia. Itu bahasa Tuhan semesta alam,&amp;quot; katanya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Dari membaca Quran pula ia tahu, Islam bukan agama baru. Islam telah dianut oleh nabi-nabi terdahulu. &amp;quot;Ini lebih mudah dimengerti, bahwa hanya ada satu Tuhan, tanpa partner, dan para nabi adalah utusan-Nya,&amp;quot; katanya.      &lt;br /&gt;Tiba-tiba, ia merasa tak berperantara antara dirinya dan Tuhan. &amp;quot;Hanya saya dan Pencipta saya,&amp;quot; kata Xenia yang kini berusia 60 tahun lebih. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Dia mengaku mulai rajin &amp;quot;curhat&amp;quot; pada Tuhan. &amp;quot;Aku berbicara pada Alllah dimana saja. Dia mendengar saya, dan memantapkan hati saya,&amp;quot; ujarnya. Sampai di satu titik, ia bulat tekad untuk bersyahadat. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Bagi Xenia, Islam adalah sistem yang sempurna. Allah tak hanya menurunkan Alquran, tapi juga mengutus Muhammad SAW untuk menjadi &amp;quot;contoh nyata&amp;quot; bagaimana Alquran diaplikasikan. &amp;quot;Jalan menuju surga itu berliku. Allah mengirim panduan menuju ke sana, melalui Alquran dan Muhammad,&amp;quot; katanya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Xenia juga menyatakan, beda dengan adama lain yang penuh doktrin, Islam mengajak umatnya untuk berpikir. &amp;quot;Islam tak bilang, 'Inilah dia, kau harus mengikutinya sekarang!' Tapi Allah bilang, 'Lihat, lihatlah sekelilingmu. Lakukan perjalanan, lihatlah tubuhmu, langit, alam, mengapa kau tak melihatnya (sebagai tanda-tanda kebesaran Allah?),&amp;quot; katanya, yang mengaku bersyukur telah menemukan islam, kendati memulianya di usia senja.&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Redaktur:&lt;/b&gt; Siwi Tri Puji B&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Sumber:&lt;/b&gt; Greek Rethink, New Convert&lt;/p&gt; &lt;/span&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4118448489383692634-6926455370613457489?l=batupengajar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://batupengajar.blogspot.com/feeds/6926455370613457489/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2011/11/xenia-dituntun-anaknya-menemukan-islam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/6926455370613457489'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/6926455370613457489'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2011/11/xenia-dituntun-anaknya-menemukan-islam.html' title='Xenia Dituntun Anaknya Menemukan Islam di Usia Senja'/><author><name>Batu Pengajar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15306453411249356230</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-BXU3TyQhybo/TrC4tXSo5qI/AAAAAAAAAAQ/S-c1QQQ48us/s220/batupengajar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh6.ggpht.com/-gf7B-UTJXKQ/TtS0nLDhMpI/AAAAAAAAAEo/AqXgahzhyDM/s72-c/image_thumb%25255B2%25255D.png?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4118448489383692634.post-736377500954072678</id><published>2011-11-29T02:20:00.001-08:00</published><updated>2011-11-29T02:40:23.760-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan / Kisah'/><title type='text'>Amal Orang Kafir Laksana Fatamorgana</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Oleh: Rizki Kuncoro Hadi&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;quot;Dan orang-orang kafir amal-amal mereka adalah laksana fatamorgana di tanah yang datar, yang disangka air oleh orang-orang yang dahaga, tetapi bila didatanginya air itu dia tidak mendapatinya sesuatu apapun. dan didapatinya (ketetapan) Allah disisinya, lalu Allah memberikan kepadanya perhitungan amal-amal dengan cukup dan Allah adalah sangat cepat perhitungan-Nya.&amp;quot; (QS An-Nur: 39)&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dalam ayat ke-39 surat An-Nur ini, Allah menyatakan bahwa amal-amal baik orang kafir itu laksana fatamorgana di tanah datar yang disangka air oleh orang-orang yang dahaga, tetapi bila didatanginya air itu, dia tidak mendapatinya sesuatu apapun. &lt;/p&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;p align="justify"&gt;Sering dalam kehidupan sehari-hari kita mendapati orang-orang non muslim yang berlaku baik, seperti ia sangat menghargai waktu, memiliki etos kerja tinggi, memiliki sifat dermawan kepada sesama, dan kebaikan-kebaikan lainnya. Namun, sekali lagi melalui ayat ini seolah Allah ingin mempertegas bahwa apa yang mereka (orang kafir) lakukan itu tidak bernilai di sisi Allah. Mengapa? Karena orang kafir beramal tidak didasarkan atas iman.&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Ada sebuah analogi sederhana untuk membuktikan betapa sia-sianya amal tanpa dilandasi keimanan. Jika ada seseorang bekerja untuk perusahaan A, lantas ia menginginkan gaji dari perusahaan B. Apakah perusahaan B akan memberikan gaji kepada seseorang yang tidak bekerja untuk perusahaannya? Seseorang tersebut ibarat orang kafir, ia beramal untuk Tuhan selain Allah, apakah mungkin Allah memberikan Surga-Nya untuk orang kafir?&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Lantas kita pun berpikir tentang dosa orang kafir. Apakah orang kafir yang tidak sholat itu dosa? Jelas tidak, karena kekafirannya. Dosa bagi orang kafir adalah karena kesyirikannya, ia menyekutukan Allah dengan tuhan yang lain. Dan, dosa syirik adalah sebesar-besarnya dosa. Hanya dengan rahmat Allah-lah dosa syirik seorang kafir diampuni ketika ia bertaubat.&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Namun kita yang seorang muslim pun harus berhati-hati dengan amal kita, karena tidak tertutup kemungkinan amal-amal kita pun laksana fatamorgana yang tak memiliki nilai di sisi Allah manakala kita beramal tetapi tidak didasari iman kepada Allah. Mari kita merefleksikan diri kita, apakah amal-amal kita telah didasarkan atas keimanan? &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;1. Beramal dengan ilmu      &lt;br /&gt;Amal baik adalah segala sikap, tindakan, ucapan yang memiliki dasar “ilmu”. Amal yang dilandasi dengan ilmu memiliki ciri, (a) al-ashwab yakni benar yang berarti tidak menyalahi segala yang sudah ditetapkan oleh Allah, (b) al-akhlash yakni memilih amal kebaikan yang paling tidak disukai nafsu.       &lt;br /&gt;2. Hati yang menerima&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Seseorang yang beramal didasarkan atas iman maka hatinya pun menerima setiap amal-amal yang ia lakukan.      &lt;br /&gt;3. Dilakukan karena yakin       &lt;br /&gt;Yakin akan kebenarannya dan yakin akan ketulusannya.&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;4. Diserta hati khudu’ (merasa rendah dan hina)      &lt;br /&gt;Maka tak boleh bagi seorang beriman yang ketika berdoa berkata, “Ya Allah ampunilah hamba jika Engkau ingin”&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;5. Ditunaikan karena cinta dan rindu kepada Allah      &lt;br /&gt;Amal seorang muslim merupakan manifestasi kecintaan dan kerinduan seorang hamba kepada Sang Khaliq.&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;6. Dirancang sebagai investasi untuk mendapatkan husnul khotimah      &lt;br /&gt;Seorang mukmin yang beramal dengan didasari iman, ia berharap agar mati dalam keadaan husnul khotimah, yang sulit dicapai jika tidak dirancang dengan amal-amal shaleh yang dilakukan dengan istiqomah.&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Penulis adalah Aktivis Dakwah Kampus UGM Yogyakarta&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;/span&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4118448489383692634-736377500954072678?l=batupengajar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://batupengajar.blogspot.com/feeds/736377500954072678/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2011/11/amal-orang-kafir-laksana-fatamorgana.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/736377500954072678'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/736377500954072678'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2011/11/amal-orang-kafir-laksana-fatamorgana.html' title='Amal Orang Kafir Laksana Fatamorgana'/><author><name>Batu Pengajar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15306453411249356230</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-BXU3TyQhybo/TrC4tXSo5qI/AAAAAAAAAAQ/S-c1QQQ48us/s220/batupengajar.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4118448489383692634.post-3447610636497350993</id><published>2011-11-25T01:12:00.001-08:00</published><updated>2011-11-25T01:12:11.412-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mualaf'/><title type='text'>Anggota Konggres AS, Keith Ellison, Mengenang Sekilas Perjalanannya Menuju Islam</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/-h3WIAy2bUAM/Ts9b5bTB0VI/AAAAAAAAAEQ/1_Xu0UP4CS8/s1600-h/image%25255B2%25255D.png"&gt;&lt;img style="border-right-width: 0px; display: inline; border-top-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: 0px; border-left-width: 0px; margin-right: 0px" title="image" border="0" alt="image" align="left" src="http://lh5.ggpht.com/-1o5gIAenXws/Ts9b6cnckkI/AAAAAAAAAEY/OVOUWAY9vVQ/image_thumb%25255B2%25255D.png?imgmax=800" width="184" height="135" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;REPUBLIKA.CO.ID, MINNEAPOLIS, MINNESSOTA – Ketika anggota Kongres, Keith Ellison mengambil sumpah pertama kali pada 2007 silam ia memegang Al Quran milik Thomas Jefferson. Banyak orang terkejut setelah tahu ia adalah Muslim pertama yang berhasil duduk di Kongres AS. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;quot;Saat pertama berada di Kongres, sesungguhnya saya sendiri pun terkejut karena banyak orang terpana bahwa saya adalah Muslim pertama di sana,&amp;quot; ujar Ellison, anggota Demokrat yang telah bertugas dalam tiga putaran di Parlemen AS, seperti dikutip CNN. &lt;/p&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;p align="justify"&gt;&amp;quot;Namun seseorang berkata pada saya, &amp;quot;Lihatlah Keith, pikirkan dulu ada seorang berdarah Jepang memasuki Kongres tepat enam tahun setelah Pearl Harbor, ini tentulah kisah yang layak jadi berita.&amp;quot; &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Perwakilan negara bagian Minnesota ini pertama kali terpilih pada 2007. Ia menyuarakan populasi yang kian berkembang di negara bagian kawasan utara tersebut. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Elisson kini telah menjadi anggota kongres selama tiga tahun mewakili distrik kelima Minnesota. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Meski status Ellison sebagai Muslim pertama yang menjadi anggota Kongres telah diketahui luas, namun sedikit yang tahu bahwa ia dilahirkan dari keluarga Katholik di Detroit dan dibesarkan serta dididik di sekolah Katholik. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&amp;quot;Kini saya bisa mengatakan dulu yang saya rasakan hanyalah ritual dan dogma,&amp;quot; ujar Ellison. &amp;quot;Tentu itu bukan kenyaataan dari Katholikisme, namun kenyataan di mana saya hidup. Jadi saya pun kehilangan ketertarikan dan berhenti berkunjung ke kegiataan keagamaan kecuali bila diminta.&amp;quot; &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Menempuh pendidikan di Wayne State University, Detroit, Ellison mengaku mulai mencari sesuatu yang lain. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Tanpa memaparkan detail apa yang membuat ia tertarik menuju Islam, ia menyebut bahwa ia terdorong dengan perkumpulan multinasional. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&amp;quot;Saat itu saya benar-benar ingin melihat dan mendengar bagaiman sesungguhnya kisah seseorang yang mengalami perubahan keyakinan. Karena saya tidak,&amp;quot; ujarnya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&amp;quot;Saya menyelidikinya dan itu memiliki efek bagi batin saya, memberi saya inspirasi dan juga perasaan bertanya-tanya sekaligus kagum. Setelah itu saya pun menjadi Muslim. Sejak saat itu hingga kini Islam selalu cocok untuk saya.&amp;quot; &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Menghadapi banyak rintangan dalam karir politik karena seorang Muslim, tak membuat Ellison berpikir mengubah kembali keyakinannya. &amp;quot;Keyakinan saya dan identitas saya adalah Muslim. Saya tak pernah melihatnya sebagai sesuatu yang memberatkan, begitu pula dalam pekerjaan,&amp;quot; ujarnya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&amp;quot;Itu sekedar aspek dalam kehidupan saya. Waktu di mana kita hidup dan kita harus merespon kenyataan dunia di mana kita berada di dalamnya,&amp;quot; ujar Ellison berfilsafat. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Bukan hanya kendala, tetapi juga pengakuan. Ellison merasa bahwa keyakinanny telah mengubahnya menjadi figur nasional terutama bagi Muslim AS. &amp;quot;Di luar keinginan, saya menjadi seperti figur simbolis,&amp;quot; ujarnya.      &lt;br /&gt;&amp;quot;Saya sendiri selalu menyeru sebisa mungkin untuk menjauhi semua berbau simbolis. Namun ketika berakhir dalam posisi itu, mengapa tidak memanfaatkan itu? Mengapa tidak saya gunakan untuk membantu orang-orang bahu-membahu bersama?&amp;quot; &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Meski sejauh ini ia sukes mengamankan karir politiknya, anggota Demokrat itu mengakui lawan politiknya kerap menggunakan keyakinannya sebagai isu kampanye pemilihan Kongres. &amp;quot;Saya akan memperingatkan mereka (lawannya) untuk berhati-hati bahwa itu tak akan berhasil. Orang-orang tak lantas menyimpan kebencian macam itu,&amp;quot; ujarnya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&amp;quot;Jika anda datang dan berkata, 'Pilihlah saya karena Ellison adalah Muslim dan saya bukan,' maka sembilan dari sepuluh pemilih pasti akan melihat itu sebagai kekonyolan, itulah yang terjadi.&amp;quot; &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Namun, kampanye macam itu sama sekali tak menyakitinya. &amp;quot;Justru saya merasa kasihan dengan orang-orang yang menggunakan cara tadi.&amp;quot; &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Tak ada data resmi berapa jumlah Muslim di Amerika Serikat, karena dalam sensus nasional, agama tidak masuk dalam daftar yang harus diisi, namun diperkirakan umat&amp;#160; Islam di negara itu mencapai 6-8 juta jiwa. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Ellison dalam misinya selalu menekankan untuk menggunakan keimanan sebagai penghubung lintas keyakinan dalam komunitas di AS. &amp;quot;Iman seharusnya menjadi jembatan setiap manusia untuk saling berhubungan, bukan pembentuk dinding,&amp;quot; ujarnya.&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Redaktur:&lt;/b&gt; Ajeng Ritzki Pitakasari&lt;/p&gt; &lt;/span&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4118448489383692634-3447610636497350993?l=batupengajar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://batupengajar.blogspot.com/feeds/3447610636497350993/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2011/11/anggota-konggres-as-keith-ellison.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/3447610636497350993'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/3447610636497350993'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2011/11/anggota-konggres-as-keith-ellison.html' title='Anggota Konggres AS, Keith Ellison, Mengenang Sekilas Perjalanannya Menuju Islam'/><author><name>Batu Pengajar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15306453411249356230</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-BXU3TyQhybo/TrC4tXSo5qI/AAAAAAAAAAQ/S-c1QQQ48us/s220/batupengajar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh5.ggpht.com/-1o5gIAenXws/Ts9b6cnckkI/AAAAAAAAAEY/OVOUWAY9vVQ/s72-c/image_thumb%25255B2%25255D.png?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4118448489383692634.post-4712635799191265655</id><published>2011-11-25T01:11:00.001-08:00</published><updated>2011-11-25T01:11:01.787-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mualaf'/><title type='text'>Masuk Islam, Julissa Fikri Dapat Julukan Sinis 'Perempuan Arab'</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/-omCIHQlUc1Q/Ts9bn5OYyrI/AAAAAAAAAEA/aochDO5gaoU/s1600-h/image%25255B3%25255D.png"&gt;&lt;img style="border-right-width: 0px; display: inline; border-top-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: 0px; border-left-width: 0px; margin-right: 0px" title="image" border="0" alt="image" align="left" src="http://lh5.ggpht.com/--C6mGTmbq6o/Ts9bo4jqSbI/AAAAAAAAAEI/xFZoeOMvq44/image_thumb%25255B3%25255D.png?imgmax=800" width="183" height="135" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;REPUBLIKA.CO.ID,NEW YORK - Julissa Fikri tumbuh dan besar di East Harlem. Salah satu permukiman terbesar yang didominasi warga keturunan Amerika Latin di New York, Amerika Serikat. Ia tak pernah membayangkan sebelumnya, keputusanya memeluk Islam akan memicu kebencian keluarga dan lingkungannya. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;“Begitu saya mulai mengenakan jilbab, saya selalu menjadi perhatian orang-orang di sekeliling,” katanya seperti dikutip &lt;em&gt;nydailynews.com&lt;/em&gt;, Kamis (2/9). &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Fikri lahir di tengah keluarga keturunan hispanik yang mayoritas beragama Katolik. Ia memutuskan masuk Islam semenjak tujuh tahun silam.&lt;/p&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;p align="justify"&gt;“Mereka melihat saya berjilbab. Mereka berpikir saya dipaksa suami dan itu keliru,'' katanya. ''Memang tidak buruk, saya tidak merasa tertindas. Saya sangat nyaman. Saya hanya ingin orang tahu bahwa saya orang yang sama.'' &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Fikri, keturunan Puerto Rico dan Dominika, tengah menjalani dakwah di kalangan terdekatnya, termasuk ibunya sendiri. Ia gunakan situs jejaring video Youtube guna menyebarkan kisah keislamannya. “Islam merupakan hal yang asing bagi masyarakat hispanik,” ungkap Fikri. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Islam Identik Arab&lt;/strong&gt; &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Mereka, ungkapnya, mengasosiasikan Islam dengan budaya Arab. Padahal, Islam lahir bukan untuk kalangan tertentu. Islam lahir untuk semesta alam. ''Karena itu, saya ingin memperkenalkan Islam kepada masyarakat hispanik,” katanya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Fikri mengatakan telah mengeksplorasi Islam semenjak 2004 silam setelah mengalami krisis identitas. Ia cari mencari agama yang sesuai dengan dirinya.&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Hidayah pun datang. Ia berkenalan dengan Alquran terjemahan bahasa Spanyol. Selanjutnya, ia bertemu pria yang menuntunnya masuk ke dalam Islam. Pria asal Mesir itu lalu menjadi pasangan hidupnya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Awal tahun ini, tepatnya Februari, Fikri mulai mengenakan jilbab. Pengalaman pertama Fikri mengenakan jilbab mendapat cobaan. Saat ia menjemput putrinya, ia berpapasan dengan pria latin. Oleh pria itu, ia disebut perempuan Arab. “Oh jadi, ia telah berubah ras,” kenang Fikri menirukan perkataan pria tersebut. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Dalam insiden lain, seorang perempuan di sebuah kios menatapnya dan menyebutnya teroris. “Saya merasa sakit. Sebelum anda menghakimi saya, ingat saya memakai syal yang sama dengan mereka. Di bawah kerudung, saya hanya orang yang sama. Saya orang Amerika..dan saya juga manusia.&amp;quot;&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Redaktur:&lt;/b&gt; Didi Purwadi&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Reporter:&lt;/b&gt; Agung Sasongko&lt;/p&gt; &lt;/span&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4118448489383692634-4712635799191265655?l=batupengajar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://batupengajar.blogspot.com/feeds/4712635799191265655/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2011/11/masuk-islam-julissa-fikri-dapat-julukan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/4712635799191265655'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/4712635799191265655'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2011/11/masuk-islam-julissa-fikri-dapat-julukan.html' title='Masuk Islam, Julissa Fikri Dapat Julukan Sinis &amp;#39;Perempuan Arab&amp;#39;'/><author><name>Batu Pengajar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15306453411249356230</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-BXU3TyQhybo/TrC4tXSo5qI/AAAAAAAAAAQ/S-c1QQQ48us/s220/batupengajar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh5.ggpht.com/--C6mGTmbq6o/Ts9bo4jqSbI/AAAAAAAAAEI/xFZoeOMvq44/s72-c/image_thumb%25255B3%25255D.png?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4118448489383692634.post-8752025850693366208</id><published>2011-11-25T01:09:00.003-08:00</published><updated>2011-11-25T01:09:46.020-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mualaf'/><title type='text'>Berawal dari Buku, 'Petualangan' Syamsul Arifin Nababan Berakhir dengan Memeluk Islam</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;REPUBLIKA.CO.ID, Syamsul Arifin Nababan dilahirkan di Sumatra Utara. Dia anak pertama dari tujuh bersaudara. Ayahnya merupakan pimpinan gereja di kampung halamannya. Ibunya adalah ketua kelompok lagu kerohanian di gereja yang sama dengan suaminya. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sebagai anak pemuka agama, Syamsul diajarkan ajaran agama sesuai keyakinan orangtuanya. Namun, di tengah ketatnya pengawasan orangtua, ia masih diberikan kebebasan untuk memilih dan melakukan sesuatu. &amp;quot;Keluarga saya sangat demokratis,&amp;quot; ujar Syamsul. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Hobinya yang membaca buku, membawa dirinya bergelut pada pembahasan perbandingan agama. Semua buku yang membahas tentang agama habis ia lalap. &lt;/p&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;p align="justify"&gt;Dari semua buku tentang agama, ia menganggap Islam sebagai agama yang berbeda. &amp;quot;Ketentraman batin saya temukan dalam Islam,&amp;quot; ungkap Syamsul.      &lt;br /&gt;Setelah hampir tiga tahun mempelajari ilmu perbandingan agama, kemudian pada 1991, ia memutuskan memeluk Islam di sebuah pondok pesantren bernama Raudhatul Ullum di Jember, Jawa Timur. Kyai Khotib Umar pemimpin pondok itulah yang membimbingnya mengucapkan dua kalimat syahadat. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Dengan sedikit terbata-bata, syhadat ia lafazkan. Saat itu pula ia resmi mengganti nama lahirnya. &amp;quot;Saat kecil, saya bernama Bernard Nababan. Perintah Kyai yang mengislamkan saya, akhirnya saya berganti nama menjadi Syamsul Arifin Nababan,&amp;quot; cerita Syamsul, mengenang. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&amp;quot;Ini dimaksudkan agar saya menutup lembaran kisah masa lalu saya. Namun nama Nababan tetap saya pakai karena marga,&amp;quot; katanya menambahkan.      &lt;br /&gt;Di pesantren itu, kata dia, menjadi tempat pertamanya mempelajari Islam. Mulai dari mengaji hingga pelajaran mengenai tuntunan shalat. &amp;quot;Alhamdulillah dalam satu minggu saya sudah mampu shalat sendiri dan bisa membaca Alquran,&amp;quot; tuturnya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Merasa memiliki bekal agama yang cukup, tiga tahun kemudian ia memutuskan untuk hijrah ke Jakarta dengan maksud mematangkan ilmu Islamnya. Di Jakarta, ia berhasil mendapatkan beasiswa pendidikan disebuah kampus bahasa di bilangan Jakarta Selatan. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Keberuntunggan tak habis sampai di situ. Pada 1997 ia diundang oleh kerajaan Arab Saudi untuk melakukan ibadah haji. Ketika kembali pulang ke kampung halaman, usai menunaikan rukun islam yang kelima, ia memutuskan untuk menyiarkan agama yang ia yakini kebenarannya itu. &amp;quot;Dua adik saya berhasil saya Islamkan,&amp;quot; ungkap Syamsul. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Berbekal ilmu yang ia pelajari, dan pengalaman mengislamkan adiknya, la memutuskan untuk terus melakukan dakwah. &amp;quot;Di Jakarta saya mulai berceramah dari masjid ke masjid hinga kantor ke kantor,&amp;quot; tuturnya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Niat tulus tanpa tendensi, kata dia, maka Allah akan memberikan kemudahan dan jalan pada orang yang melakukannya. &amp;quot;Jika kamu menolong agamamu, maka Allah akan menolong kamu,&amp;quot; jelas Syamsul, meminjam sebuah ayat dalam Alquran. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Pada peruntungan lain, ia berkesempatan untuk melakukan syiar tak hanya di bumi pertiwi. Negeri Paman Sam hingga Negeri Kanguru, pernah ia sambangi. Kesempatan ini, kata dia, adalah hasil kesungguh-sungguhan dalam menolong agama. &amp;quot;Seperti janji Allah,&amp;quot; kata dia. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Syamsul Arifin Nababan merupakan pendiri Pondok Pesantren Annaba' Center yang terletak di Kawan Binato, Tangerang Selatan. Ponpes tersebut merupakan pondok yang dikhususkan bagi para Mualaf. Ponpes tersebut kini dihuni sekitar 60 mualaf yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Redaktur:&lt;/b&gt; Djibril Muhammad&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Reporter:&lt;/b&gt; C17&lt;/p&gt; &lt;/span&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4118448489383692634-8752025850693366208?l=batupengajar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://batupengajar.blogspot.com/feeds/8752025850693366208/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2011/11/berawal-dari-buku-syamsul-arifin.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/8752025850693366208'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/8752025850693366208'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2011/11/berawal-dari-buku-syamsul-arifin.html' title='Berawal dari Buku, &amp;#39;Petualangan&amp;#39; Syamsul Arifin Nababan Berakhir dengan Memeluk Islam'/><author><name>Batu Pengajar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15306453411249356230</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-BXU3TyQhybo/TrC4tXSo5qI/AAAAAAAAAAQ/S-c1QQQ48us/s220/batupengajar.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4118448489383692634.post-4695273404432718531</id><published>2011-11-25T01:09:00.001-08:00</published><updated>2011-11-25T01:09:04.030-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mualaf'/><title type='text'>Subhanallah! Seribu Ekspatriat di Kuwait Memeluk Islam Selama Ramadhan</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/-XvPjhDSEVEM/Ts9bK-wQrCI/AAAAAAAAADw/MUZ1OM6k3Dg/s1600-h/image%25255B2%25255D.png"&gt;&lt;img style="border-right-width: 0px; display: inline; border-top-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: 0px; border-left-width: 0px; margin-right: 0px" title="image" border="0" alt="image" align="left" src="http://lh4.ggpht.com/-Quzrr5YnftY/Ts9bLti6I9I/AAAAAAAAAD0/bIkTImv7EPI/image_thumb%25255B2%25255D.png?imgmax=800" width="199" height="146" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;REPUBLIKA.CO.ID, KUWAIT&amp;#160; - Hampir sekitar seribu ekspatriat, yang terdiri dari pria dan wanita telah membulatkan tekad untuk memeluk Islam. Peristiwa besar tersebut terjadi selama bulan Ramadhan ini di Kuwait.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Hal itu disampaikan Jamal Al Shatti, pimpinan The Committee to Promote Islam, organisasi yang menghimpun dan memberi pendampingan bagi mualaf, Ahad (28/8) kepada &lt;em&gt;KUNA&lt;/em&gt;. Besarnya jumlah ekspatriat yang memeluk Islam tersebut, menurut dia, ibarat &amp;quot;sebuah mimpi yang menjadi kenyataan.&amp;quot; &lt;/p&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;p&gt;&amp;quot;Kami telah memberikan upaya yang luar biasa untuk membuat impian ini menjadi kenyataan, dan ini tercapai berkat dukungan rakyat Kuwait,&amp;quot; katanya menegaskan. &lt;/p&gt;    &lt;p&gt;Komite ini telah membuat serangkaian program yang pada gilirannya dapat mengenalkan agama Islam. Beberapa program tersebut adalah pendidikan keagamaan baru dalam Islam, seperti agama dan kurikulum bahasa Arab. &lt;/p&gt;    &lt;p&gt;Otoritas Kuwait berusaha untuk mempromosikan Islam melalui dialog, persuasi dan logika. Komite telah berhasil membujuk sekitar 53 ribu non-Muslim untuk memeluk agama sejak diluncurkan pada 1978. &lt;/p&gt;    &lt;p&gt;Diakhir pernyataannya, Al-Shatti tak lupa meminta semua warga Kuwait untuk selalu mendukung Komitenya.&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;&lt;b&gt;Redaktur:&lt;/b&gt; Djibril Muhammad&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;&lt;b&gt;Sumber:&lt;/b&gt; &lt;a href="http://www.kuna.net.kw"&gt;www.kuna.net.kw&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;/span&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4118448489383692634-4695273404432718531?l=batupengajar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://batupengajar.blogspot.com/feeds/4695273404432718531/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2011/11/subhanallah-seribu-ekspatriat-di-kuwait.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/4695273404432718531'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/4695273404432718531'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2011/11/subhanallah-seribu-ekspatriat-di-kuwait.html' title='Subhanallah! Seribu Ekspatriat di Kuwait Memeluk Islam Selama Ramadhan'/><author><name>Batu Pengajar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15306453411249356230</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-BXU3TyQhybo/TrC4tXSo5qI/AAAAAAAAAAQ/S-c1QQQ48us/s220/batupengajar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh4.ggpht.com/-Quzrr5YnftY/Ts9bLti6I9I/AAAAAAAAAD0/bIkTImv7EPI/s72-c/image_thumb%25255B2%25255D.png?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4118448489383692634.post-787559553826777512</id><published>2011-11-25T01:07:00.001-08:00</published><updated>2011-11-25T01:07:50.490-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mualaf'/><title type='text'>Kisah Singkat Sigit Nugroho, Dahulu Atheis Kini Ketua Talk Show Ramadhan 2011</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/-hxxkMoXc1vo/Ts9a4VkeHmI/AAAAAAAAADg/GF1zzNzP-sU/s1600-h/image%25255B2%25255D.png"&gt;&lt;img style="border-right-width: 0px; display: inline; border-top-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: 0px; border-left-width: 0px; margin-right: 0px" title="image" border="0" alt="image" align="left" src="http://lh3.ggpht.com/-oJ-zyDkAmi4/Ts9a5HnPtxI/AAAAAAAAADo/4wcSA8mAvhc/image_thumb%25255B2%25255D.png?imgmax=800" width="190" height="139" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;REPUBLIKA.CO.ID, Sore itu di gedung Fatahilah Masjid Sunda Kelapa (Sabtu, 13 Agustus 2011) sebuah kegiatan diskusi digelar dengan tema Kesalehan Sosial. Diskusi itu dihadiri oleh para mualaf. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dalam acara tersebut ada salah satu anggota yang cukup menarik perhatian. Dia adalah Sigit Nugroho Wartawan senior Bola yang memiliki jaringan luas di tingkat Internasional. Ia adalah seorang mualaf yang kini mendirikan OLE!. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Pria kelahiran Semarang, 6 Oktober 1965 ini adalah anak tunggal dari pasangan Letkol Pol Djati Koenjtono(Alm) dan Soeharsi. Selain sebagai seorang wartawan ia juga berfrofesi sebagai komentator olah raga disejumlah stasiun televisi swasta dan juga stasiun tv nasional. &lt;/p&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;p align="justify"&gt;Sigit mengaku sudah dua tahun memeluk Islam. Sebelum memilih Islam, ia sebelumnya telah melewati tiga fase agama dalam kehidupannya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Pertama ia dulu seorang yang tidak beragama (atheis), kemudian ia masuk menjadi orang khatolik. Tak beberapa lama kemudian ia keluar dari agama tersebut dan kemudian menjadi seorang Muslim &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Kini Sigit mengakui lebih giat untuk memperdalam ajaran agama islam dan tidak akan mempermainkan agama seperti sebelumnya. Ada pengalaman religi yang ia ungkapkan setelah dirinya memeluk agama Islam. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Ia mengaku dahulu sebelum dirinya menjadi seorang mualaf, ia merasakan ketidaktenangan dalam hidup. Tak hanya itu, ia merasa uang hasil kerjanya tak bisa dinikmati dengan baik karena membuat tubuh jadi panas. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Namun kini setelah ia masuk dan memeluk agama islam, ia merasakan ketenangan dalam hidup dan uang hasil kerjanya dapat dinikmati tanpa ada keganjilan. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Setelah benar-benar mencoba menjadi seorang Muslim yang taat ibadah dan mempunyai pengetahuan agama, Sigit merasakan kedamaian dan ketenangan jiwa dalam menjalani kehidupan. &amp;quot;Islam menjadikann saya pribadi yang sabar dan ikhlas dalam menghadapi setiap ujian dan cobaan,&amp;quot; ujarnya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Dahulu. tutur Sigit, ia selalu menyerah dalam menghadapi setiap masalah yang sedang dihadapinya. Ia juga mengaku tidak mempunyai seorang teman pun untuk membantunya mencari jalan keluar dari setiap masalah yang dihadapinya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Kini setelah menjadi seorang Muslim ia mempunyai banyak teman dan selalu terbantu dalam memecahkan permasalah yang ada dalam kehidupannya. Diisinilah ia mengetahui arti islam yang sebenarnya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Ramadhan selalu dimaknai Sigit sebagai bulan yang sangat istimewa, karena pada saat bulan suci ini, ia bisa lebih bersabar dalam menghadapi setiap permasalahan yang datang. Kondisi itu menjadikan dirinya mempunyai ketegaran iman yang kuat dalam memaknai kehidupan yang baru sebagai seorang muslim. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Ramadhan kali ini ia juga mempunyai tugas yang cukup berat namun sekaligus pengalaman cukup berarti. Pasalnya ia menjadi ketua umum dalam acara kegiatan Talk Show Ramadhan 2011 yang diadakan bersama para mualaf yang ada di Jakarta. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Dalam penggalangan dana, ternyata ia mengalami kesulitan. “Untuk urusan agama ko masih banyak ya yang sulit sekali beramal dan menyisihkan sedikit hartanya di bulan Ramadhan bulan yang penuh berkah ini” tuturnya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Kini sebagai seorang Muslim, ia pun juga mempunyai keinginan mengajak para mualaf yang lain untuk lebih giat mempelajari ilmu agama islam dan mengetahui pengetahuan yang luas tentang ajaran islam. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Sigit pun memberikan sedikit saran kepada para mualaf lain yang datang di acara diskusi ini. &amp;quot;Sebagai eorang mualaf kita harus benar-benar pegang teguh agama ini, janganlah kalian main-mainkan ajaran Islam ini, dan para mualaf yang lain harus tetap semangat menghadapi cobaan yang begitu sulit, apalagi setelah kita mengucap ikrar keimanan,&amp;quot; ujarnya.&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Redaktur:&lt;/b&gt; Ajeng Ritzki Pitakasari&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Reporter:&lt;/b&gt; MgROL05&lt;/p&gt; &lt;/span&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4118448489383692634-787559553826777512?l=batupengajar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://batupengajar.blogspot.com/feeds/787559553826777512/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2011/11/kisah-singkat-sigit-nugroho-dahulu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/787559553826777512'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/787559553826777512'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2011/11/kisah-singkat-sigit-nugroho-dahulu.html' title='Kisah Singkat Sigit Nugroho, Dahulu Atheis Kini Ketua Talk Show Ramadhan 2011'/><author><name>Batu Pengajar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15306453411249356230</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-BXU3TyQhybo/TrC4tXSo5qI/AAAAAAAAAAQ/S-c1QQQ48us/s220/batupengajar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh3.ggpht.com/-oJ-zyDkAmi4/Ts9a5HnPtxI/AAAAAAAAADo/4wcSA8mAvhc/s72-c/image_thumb%25255B2%25255D.png?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4118448489383692634.post-5203109129867175907</id><published>2011-11-25T01:06:00.001-08:00</published><updated>2011-11-25T01:06:41.830-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mualaf'/><title type='text'>Mualaf Mu Kim Ni: Memilih Islam karena Kagum dengan Harmonisasi Keluarga Muslim</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/-yoXeptbLchg/Ts9anQAM6rI/AAAAAAAAADQ/Ty0K2GHOF-E/s1600-h/image%25255B2%25255D.png"&gt;&lt;img style="border-right-width: 0px; display: inline; border-top-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: 0px; border-left-width: 0px; margin-right: 0px" title="image" border="0" alt="image" align="left" src="http://lh3.ggpht.com/-0k4NImWgUdE/Ts9aoJkj2qI/AAAAAAAAADU/y6GByK0EC04/image_thumb%25255B2%25255D.png?imgmax=800" width="184" height="135" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Karena merindukan profil keluarga yang rukun dan damai, Mu Kim Ni, kabur dari rumahnya di Baturaja Sumatera Selatan, tahun 1991. Saat itu, ia baru tamat SMA. Ani, begitu perempuan kelahiran 17 Oktober 1972 ini akrab disapa, menemuka kedamaian dan keharmonisan justru di dalam keluarga sahabat–sahabatnya yang dijumpai di rumah mereka saat belajar bersama semasa SMA. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ia melihat keluarga teman-temannya yang Muslim sangat harmonis menjalankan ajaran agama Islam dengan tekun. Alasan ini pula yang&amp;#160; mendorongnya memeluk Islam. Namanya kemudian berganti menjadi Murniati Mukhlisin. &lt;/p&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;p align="justify"&gt;&amp;quot;Saya ingin memperbaiki keadaan keluarga dan memberikan contoh kepada keluarga terutama adik–adik, tentang makna sebuah keluarga,&amp;quot; kata ibu dari Layyina Humaira Tamanni (11), Hayyan Hani Tamanni (9) dan&amp;#160; Rayyan Ayman Tamanni (7)&amp;#160; ini. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Namun bukannya didengar, ia malah diejek dan dicemooh. Namun, Ani tak terlalu mengambil hati dan tetap melakukan pendekatan pada keluarga. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Melalui seorang wartawan, Ani mendapatkan rekomendasi orangtua asuh dari PITI (Pembina Iman Tauhid Islam d/h Persatuan Islam Tionghoa Indonesia). Ia diterima dengan hangat di keluarga Ustazah Qomariah Baladraf Teh Giok Sien di kawasan Tebet, Jakarta Selatan. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Di Jakarta, Ani aktif mengikuti kegiatan kepemudaan Islam di Masjid Istiqlal dan di Yayasan H Karim Oei, di Jl Lautze. Secara ekonomi, ia juga mulai mandiri setelah diterima bekerja di sebuah bank swasta di Jalan Sudirman Jakarta. &amp;quot;Walau kadang sedih juga,&amp;#160; karena harus melepas jilbab setiba di kantor, karena bank yang banyak memperkerjakan staf non-Muslim tidak memberikan izin berjilbab,&amp;quot; katanya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Walau jauh dari kampung halamannya, ia tetap memperhatikan keluarganya, yang saat itu belum sepenuhnya menerima keislamannya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Ani mengungkapkan, sejak kabur dari rumah, ia berusaha mengambil hati keluarganya. Berkirim kabar dan hadiah, salah satu upayanya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Kerja keras wanita yang kini menjabat sebagai wakil ketua&amp;#160; Sekolah Tinggi Eknomi Islam Tazkia ini, membuahkan hasil. Mama dan beberapa adiknya luluh hatinya. Tak hanya merangkulnya kembali, belakangan mereka juga turut menganut Islam. Keinginannya terkabul: memiliki keluarga yang hangat dan saling mendukung. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Di sisi spiritual, Ani terus mengasah ilmu agamanya. Ia yang terpacu untuk terus mendalami Islam dengan melanjutkan kuliah di bidang akuntansi syariah setelah dua tahun bekerja di Jakarta. Ani berhasil melanjutkan kuliah di International Islamic Unviersity Malaysia dengan beasiswa dari sebuah perusahaan swasta di sana. Di sana pula Ani belajar Islam lebih insentif, termasuk belajar bahasa Arab. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Bekal keluwesannya dalam bergaul dan berkomunikasi dalam bahasa Inggris dan Arab serta keaktifannya dalam organisasi, membuat Ani semakin mandiri. Bahkan, istri Luqyan Tamanni ini sudah mendapatkan pekerjaan bergengsi ketika belum selesai kuliah, di sebuah lembaga akuntan publik ternama di negeri jiran itu. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Kini, perempuan yang sangat meminati kajian standar akuntansi keuangan syariah internasional ini, segera berangkat ke Inggris untuk melanjutkan kuliah strata tiga. ''Insya Allah dalam waktu dekat saya berangkat,&amp;quot; katanya. Di Gloucestershire University, ia bakal menimba ilmu ekonomi syariah.&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Redaktur:&lt;/b&gt; Siwi Tri Puji B&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Reporter:&lt;/b&gt; Damanhuri Zuhri&lt;/p&gt; &lt;/span&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4118448489383692634-5203109129867175907?l=batupengajar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://batupengajar.blogspot.com/feeds/5203109129867175907/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2011/11/mualaf-mu-kim-ni-memilih-islam-karena.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/5203109129867175907'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/5203109129867175907'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2011/11/mualaf-mu-kim-ni-memilih-islam-karena.html' title='Mualaf Mu Kim Ni: Memilih Islam karena Kagum dengan Harmonisasi Keluarga Muslim'/><author><name>Batu Pengajar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15306453411249356230</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-BXU3TyQhybo/TrC4tXSo5qI/AAAAAAAAAAQ/S-c1QQQ48us/s220/batupengajar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh3.ggpht.com/-0k4NImWgUdE/Ts9aoJkj2qI/AAAAAAAAADU/y6GByK0EC04/s72-c/image_thumb%25255B2%25255D.png?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4118448489383692634.post-95152639950934342</id><published>2011-11-25T01:05:00.001-08:00</published><updated>2011-11-25T01:05:46.461-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mualaf'/><title type='text'>Neelain Muhammad: Mengajarkan Tauhid di Gereja</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/-9eODXW-_cO0/Ts9aZaKQ4sI/AAAAAAAAADA/OeHrI0plMS0/s1600-h/image%25255B2%25255D.png"&gt;&lt;img style="border-bottom: 0px; border-left: 0px; display: inline; margin-left: 0px; border-top: 0px; margin-right: 0px; border-right: 0px" title="image" border="0" alt="image" align="left" src="http://lh4.ggpht.com/-a8mUndodY9A/Ts9aaCJcqlI/AAAAAAAAADI/1Dvuq8YwAvU/image_thumb%25255B2%25255D.png?imgmax=800" width="174" height="128" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;REPUBLIKA.CO.ID,&amp;#160; GEORGIA - Suatu hari, dalam sebuah kereta bawah tanah, seorang anak berusia 14 tahun bernama Neelain Muhammad bertemu pria kulit hitam. “Ucapkan syahadatmu, ucapkan syahadatmu!“ ujar pria yang berasal dari Nation of Islam itu, sedikit memaksa. Neelain pun langsung menghindar dan menjauhi pria itu. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sejak itulah, Neelain mulai mengenal Islam. Pada waktu itu, kata dia, kelompok Muslim kulit hitam di Amerika yang tergabung dalam Nation of Islam amat gencar memperkenalkan Islam. “Mereka ada di mana-mana seperti semut,&amp;quot; ujarnya dalam sebuah acara televisi bertajuk The Deen Show. &lt;/p&gt; &lt;span class="fullpost"&gt; &lt;p align="justify"&gt;Dari pengalamannya bertemu pria kulit hitam yang memintanya mengucap syahadat, dia juga mulai tahu bahwa memakan daging babi dilarang oleh ajaran Islam. Uniknya, sejak mengetahui informasi itu, Neelain tak mau lagi mengonsumsi daging babi. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Neelain akhirnya bergabung dengan Nation of Islam. Ia bahkan sempat menjadi letnan di organisasi tersebut. Ia bertugas menyebarkan ajaran kelompoknya kepada orang-orang negro yang ditemuinya. Di organisasi itu pula, ia mempelajari Islam. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Neelain mengaku bahwa Yesus bukanlah Tuhan seperti yang selama ini diajarkan keluarganya. Bagi dia, Yesus adalah seorang Nabi yang diutus Allah untuk menyampaikan kebenaran kepada umatnya. Yesus tidak pernah diminta untuk disembah sebagai Tuhan dan Yesus tidak pernah datang untuk membersihkan dosa manusia. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;“Karena setiap manusia bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri. Baik atau buruk yang mereka lakukan bergantung pada perilaku mereka sendiri,“ kata salah seorang pengawal pribadi Muhammad Ali ini. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Di kemudian hari, menyadari kiprah Nation of Islam tak lagi sesuai dengan syariat, Neelain memutuskan untuk mundur. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;*** &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Setelah menjadi Muslim dan berkeluarga, Neelain Muhammad berkunjung ke rumah orang tuanya di Georgia, Amerika Serikat. Istri dan anak perempuannya juga ikut berlibur. Putri Neelain yang bernama Jasmin akrab bermain bersama sepupunya. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ketika bermain, mereka berargumen tentang Tuhan. “Yesus adalah Tuhan,“ ujar salah seorang sepupu Jasmin. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;“Bukan, dia bukan Tuhan. Allah adalah Tuhan, satu-satunya Tuhan,“ sanggah Jasmin. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Mereka memperdebatkan hal itu dengan saling beradu argumen. Bahkan, sampai di meja makan, mereka bertanya, “Siapakah Tuhan yang sebenarnya, Ayah? Yesus atau Allah? &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Aku mengatakan kepada mereka (sepupu-sepupu), Allah adalah Tuhan,“ ungkap Jasmin. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Mendengar hal tersebut, istri Neelain menyikut suaminya agar tidak merusak suasana di meja makan. Maklum saja, sebagian besar keluarga Neelain adalah penganut Katolik yang taat. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Untuk memuaskan hati anaknya, Neelain hanya berkata singkat, “Ya, Allahlah Tuhan.“ &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ayah Neelain yang juga berada di ruang makan itu merasa kecewa. Ia merasa Neelain telah mengajarkan sesuatu yang salah dan menyimpang dari ajaran Kristen kepada cucunya, meskipun ia tahu Neelain telah memeluk Islam. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Keesokan harinya, ayah Neelain mengajar kelas minggu di gereja. Neelain ingin sekali datang ke gereja dan mengikuti kelas tersebut. Namun, kedua orang tuanya tidak mengundangnya ke sana karena ia memakai gamis dan peci. Ibu Neelain menyuruhnya agar ganti pakaian terlebih dahulu bila ingin datang ke gereja, namun Neelain menolak. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Akhirnya, kedua orang tua Neelain meninggalkannya dan ia berangkat sendirian. Gereja tempat ayahnya bekerja terletak tidak jauh dari rumah orang tua Neelain. Ia pergi ke sana sendirian. Ketika ia membuka pintu gereja, seluruh mata di dalamnya memandang kedatangan Neelain. Terlebih lagi, pada pakaian yang dikenakannya. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;“Bagi mereka, pakaian tersebut terlihat lucu,“ ujar Neelain. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Seorang wanita yang juga mengajar kelas minggu mengajaknya masuk dan ikut dalam satu kelompok besar. Ayahnya mengajar di kelompok lain. Ketika itu, mereka mendiskusikan tentang Nabi Musa. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Seorang pria meminta dia untuk mendekatinya. Pria itu berusia sekitar 60-70 tahun. Pria itu sangat terkesan dengan jawaban dan penjelasan Neelain tentang Nabi Musa. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;“Dari mana Anda mempelajari semua itu?“ tanya pria tua itu.    &lt;br /&gt;“Saya mempelajarinya dari Alquran,“ jawab Neelain. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Lalu, pria itu mengajaknya menjadi pembicara di gereja pada hari itu. Setelah menjadi pembicara, ia pulang ke rumah. Kedua orang tuanya telah terlebih dahulu pulang. Ia tidak menyangka sambutan yang diberikan keluarganya akan begitu meriah. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Mereka bertepuk tangan dan memberikan selamat kepada Neelain. Sang ibu memeluknya dan ayahnya mengaku bangga. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sejak saat itu, ia berusaha mengajarkan tauhid kepada ayahnya. Perlahan-lahan, ayahnya pun mulai menerima konsep satu Tuhan sebelum ajal menjemput. Namun, ketika Neeilan memberi tahu tentang Nabi Muhammad sebagai utusan Allah, sang ayah menolak hal tersebut. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Setelah ayahnya meninggal, ia berusaha mengajarkan hal itu kepada ibunya. “Saya berusaha sekeras mungkin untuk mengajarkan konsep ini kepada ibu saya. Semoga ia dapat memahaminya.&amp;quot;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dimuat di Republika cetak edisi sabtu dengan judul sama.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Redaktur:&lt;/b&gt; Siwi Tri Puji B&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Reporter:&lt;/b&gt; c02&lt;/p&gt; &lt;/span&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4118448489383692634-95152639950934342?l=batupengajar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://batupengajar.blogspot.com/feeds/95152639950934342/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2011/11/neelain-muhammad-mengajarkan-tauhid-di.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/95152639950934342'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/95152639950934342'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2011/11/neelain-muhammad-mengajarkan-tauhid-di.html' title='Neelain Muhammad: Mengajarkan Tauhid di Gereja'/><author><name>Batu Pengajar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15306453411249356230</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-BXU3TyQhybo/TrC4tXSo5qI/AAAAAAAAAAQ/S-c1QQQ48us/s220/batupengajar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh4.ggpht.com/-a8mUndodY9A/Ts9aaCJcqlI/AAAAAAAAADI/1Dvuq8YwAvU/s72-c/image_thumb%25255B2%25255D.png?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4118448489383692634.post-5631190505940869257</id><published>2011-11-25T01:04:00.001-08:00</published><updated>2011-11-25T01:04:23.368-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mualaf'/><title type='text'>Prof James Frankel:Mempelajari Pergerakan Matahari untuk Menentukan Imsak dan Magrib</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Setelah ucapan teman yang membuatnya sangat shock, James Frankel mengontak sahabatnya itu dan memintanya mengirimkan beberapa literatur mengenai pengenalan Islam dan kehidupan seorang Muslim.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Mansour mengirimkan beberapa buku dan satu buku yang memiliki pengantar yang sangat bagus, baik tentang kepercayaan dalam Islam dan Rukun Islam. Dari buku tersebut James belajar tentang shalat, bagaimana mengucapkan syahadat, dan bagaimana berwudhu. &lt;/p&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;p align="justify"&gt;Kemudian James belajar shalat. James merasa dirinya menjadi Muslim kloset karena ia harus kucing-kucingan dengan keluarganya ketika melaksanakan shalat. Bahkan melaksanakan puasa di bulan Ramadhan pun ia lakukan sendiri. Ia melihat pergerakan matahari untuk menentukan waktu imsak dan berbuka. “Saya mencari tahu kapan matahari terbit dan tenggelam,” ujarnya dalam onislam.net. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Begitulah kehidupannya selama 6-8 bulan pertama sebagai seorang Muslim. Petunjuknya hanyalah Alquran dan buku yang diberi temannya. Selama itu ia mempelajari segalanya tentang Islam sendiri. James belum memberitahu keluarganya mengenai keputusannya memeluk Islam. Namun pada suatu malam ia berkata pada keluarganya ia membaca Alquran. Dan keluarganya berkata padanya, “Ya kami dapat melihat kau membawanya kemana-mana,”      &lt;br /&gt;Reaksi ibu James mendengar anaknya menjadi seorang Muslim sangatlah keras. Ia menangis dan bertanya pada ayah James. Ia terus berucap bagaimana hal ini bisa terjadi pada keluarganya. Namun ayahnya lebih tenang menanggapi hal tersebut dan mungkin ia berpikir, “Anakku adalah seorang komunis ketika ia berumur 13 dan ia seorang skinhead ketika ia berumur 16 tahun. Ia telah melewati banyak fase dan mungkin ini adalah fase lain,” &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Tentu saja hal ini merupakan fase penting dalam diri James. Dan ini bukanlah fase yang akan ia lewati begitu saja. Tahun pertama merupakan tahun yang sulit bagi James karena sulitnya berkomunikasi dengan orangtuanya mengenai hal itu. Akan tetapi perlahan-lahan orangtuanya mulai mengertia dan menerima hal tersebut. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Islam telah membuat James menjadi orang yang lebih baik. Awalnya sang ibu takut James akan menjadi seorang monster ketika menganut Islam. Namun Islam tentunya telah membuatnya menjadi seseorang yang berbeda. “Setiap orang memiliki jalan yang berbeda-beda,” kata dia. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Dan hal ini pun telah mempengaruhi karirnya. Ia tidak akan pernah tahu apakah ia akan menjadi seorang profesor seperti saat ini apabila ia tidak menjadi seorang Muslim. Perjalanannya menemukan Tuhan sudah terbilang sekitar dua puluh tahun. “Dan hanya Allah yang tahu kapan perjalanan ini akan berakhir,”&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Redaktur:&lt;/b&gt; taufik rachman&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Reporter:&lt;/b&gt; C02&lt;/p&gt; &lt;/span&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4118448489383692634-5631190505940869257?l=batupengajar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://batupengajar.blogspot.com/feeds/5631190505940869257/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2011/11/prof-james-frankelmempelajari.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/5631190505940869257'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/5631190505940869257'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2011/11/prof-james-frankelmempelajari.html' title='Prof James Frankel:Mempelajari Pergerakan Matahari untuk Menentukan Imsak dan Magrib'/><author><name>Batu Pengajar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15306453411249356230</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-BXU3TyQhybo/TrC4tXSo5qI/AAAAAAAAAAQ/S-c1QQQ48us/s220/batupengajar.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4118448489383692634.post-4872933068828597764</id><published>2011-11-25T01:03:00.001-08:00</published><updated>2011-11-25T01:03:02.258-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mualaf'/><title type='text'>Tanya, Gadis Piatu Kanada yang Menemukan Damai dalam Islam</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/-hDvr_AQWAaA/Ts9ZwPZVYQI/AAAAAAAAACw/yiQLzcD9zLk/s1600-h/image%25255B3%25255D.png"&gt;&lt;img style="border-right-width: 0px; display: inline; border-top-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: 0px; border-left-width: 0px; margin-right: 0px" title="image" border="0" alt="image" align="left" src="http://lh5.ggpht.com/-5MtJGo6WQHo/Ts9Zw5y-6oI/AAAAAAAAAC4/Ew_ab6cpNTY/image_thumb%25255B3%25255D.png?imgmax=800" width="183" height="136" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;REPUBLIKA.CO.ID, TORONTO - Namanya Tanya. Kemiskinan membuatnya harus tinggal di panti asuhan. Ibunya tak lagi mampu menanggung ekonomi keluarga sepeninggal ayahnya. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ia pernah menghuni tiga rumah asuh yang berbeda. &amp;quot;Selama waktu itu aku benar-benar sendirian. Aku tidak punya ibu, ayah dan tidak ada teman, tidak ada tempat dimana saya bisa berpegang,&amp;quot; katanya. &lt;/p&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;p align="justify"&gt;Dalam kesendirian itulah, ia mencari pegangan hidup: Tuhan. &amp;quot;Aku mulai menghadiri kebaktian di Gereja Pantekosta. Minggu menjadi hari yang kutunggu,&amp;quot; katanya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Beranjak remaja, ia bertemu seorang Muslim di sekolahnya. &amp;quot;Aku menjelaskan kepadanya lebih banyak tentang Kristen dan ia menjelaskan kepada saya tentang Islam,&amp;quot; katanya. Namun, sang teman selalu menyangkal penjelasannya, dengan alasan yang logis. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Tak ingin terpengaruh, ia ke perpustakaan dan meneliti lebih lanjut tentang Islam, Kristen, dan semua agama, &amp;quot;Pintu-pintu terasa mulai terbuka bagiku,&amp;quot; ia menggambarkan. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Islam, yang kerap dipandang sebelah mata publik Barat, tiba-tiba memukaunya, setelah membaca beragam literatur. &amp;quot;Islam memberi tuntutan nyata bagi umatnya,&amp;quot; katanya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Ia bimbang. &amp;quot;Aku tidak bisa makan, aku tidak bisa tidur, aku tidak bisa berpikir, aku gelisah. Ini tidak masuk akal lagi,&amp;quot; katanya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Akhirnya, ia memutuskan untuk berdoa pada siapapun Pencipta-nya.&amp;#160; &amp;quot;Tolong jawab aku,&amp;#160; beri aku arah dan pijakan. Beri aku pegangan. Aku hampir hilang,&amp;quot; ia mengisahkan doanya saat itu. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Alhamdulillah, katanya, dalam dua hari, ia segera menemukan jawaban. Saat itu, ia tengah berada di dalam kelas 11 mengikuti pelajaran matematika. Islam dan Muhammad, dua kata itu yang mengisi hatinya. Ia terlonjak dan berlari ke luar kelas. &amp;quot;Hatiku hanya diisi dengan sukacita,&amp;quot; katanya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Ia pergi ke toilet. &amp;quot;Aku tak tahu apa itu wudhu, tapi aku tahu Islam menganjurkan bersuci. Aku menyiram wajahku, mencoba untuk mendapatkan suci itu,&amp;quot; katanya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Ia menemui temannya yang Muslim, dan meminta diislamkan. Sang teman mengajaknya ke rumahnya, dan mengenalkan pada orang tuanya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Mereka tak langsung mengislamkan Tanya. Alih-alih menuntunnya bersyahadat, mereka malah memberinya pakaian, buku-buku, dan kehangatan sebuah keluarga. Baru setelah ia menyatakan kemantapan hatinya berislam, mereka mengantarkan Tanya ke masjid untuk bersyahadat.      &lt;br /&gt;&amp;quot;Hidupku telah benar-benar berubah setelah itu,&amp;quot; akunya. Kini, ia tak lelah berbagi tentang bagaimana ia mendapatkan kedamaian batin dengan banyak orang. &amp;quot;Bukan dengan ke diskotik, minum, atau hura-hura. Tapi dengan mendekat pada Allah.&amp;quot;&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Redaktur:&lt;/b&gt; Siwi Tri Puji B&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Sumber:&lt;/b&gt; abna.ir&lt;/p&gt; &lt;/span&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4118448489383692634-4872933068828597764?l=batupengajar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://batupengajar.blogspot.com/feeds/4872933068828597764/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2011/11/tanya-gadis-piatu-kanada-yang-menemukan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/4872933068828597764'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/4872933068828597764'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2011/11/tanya-gadis-piatu-kanada-yang-menemukan.html' title='Tanya, Gadis Piatu Kanada yang Menemukan Damai dalam Islam'/><author><name>Batu Pengajar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15306453411249356230</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-BXU3TyQhybo/TrC4tXSo5qI/AAAAAAAAAAQ/S-c1QQQ48us/s220/batupengajar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh5.ggpht.com/-5MtJGo6WQHo/Ts9Zw5y-6oI/AAAAAAAAAC4/Ew_ab6cpNTY/s72-c/image_thumb%25255B3%25255D.png?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4118448489383692634.post-6462229986434331775</id><published>2011-11-25T01:00:00.001-08:00</published><updated>2011-11-25T01:00:29.382-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mualaf'/><title type='text'>Mualaf Iman Sotiria Kouvalis: Tuhan Kutahu Kau Ada...Pilihkan Agama Buatku!</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/-I06CJR82Q-s/Ts9ZKHlKFsI/AAAAAAAAACg/tCIDg71fo2w/s1600-h/image%25255B4%25255D.png"&gt;&lt;img style="border-right-width: 0px; display: inline; border-top-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: 0px; border-left-width: 0px; margin-right: 0px" title="image" border="0" alt="image" align="left" src="http://lh4.ggpht.com/-7mHbxnNDV64/Ts9ZK2nN5HI/AAAAAAAAACo/pDPCx7RyRo4/image_thumb%25255B2%25255D.png?imgmax=800" width="192" height="141" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;REPUBLIKA.CO.ID, ATHENA - Perkenalan Iman Sotiria Kouvalis dengan Islam dimulai dengan cara yang aneh. Suatu hari melihat perempuan Muslim di kampus dan merasa kasihan pada mereka. &amp;quot;Aku tidak mengenal mereka tapi ketika kami menyeberangi jalan di kafetaria, aku tersenyum pada mereka karena aku pikir mereka tertindas. Aku tidak pernah berbicara dengan mereka tapi aku hanya berasumsi bahwa mereka dipaksa memakai jilbab,&amp;quot; katanya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Saat itu, wanita yang tumbuh dan besar di Ontario, Kanada ini mengaku benar-benar berpikir bahwa semua orang di dunia adalah orang Kristen. Kejadian ini terjadi sekitar 10 tahun yang lalu, sebelum peristiwa 11 september terjadi. &lt;/p&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;p align="justify"&gt;Pada saat yang sama, Iman, begitu ia minta dipanggil sekarang, tengah mengalami kekosongan batin. Meskipun dibesarkan dalam keluarga Ortodoks Yunani dan menghadiri gereja setiap Minggu hampir tak pernah bolong, &amp;quot;Gereja tidak lagi memiliki arti dalam hidupku dan ada banyak pertanyaan yang tidak bisa dijawab oleh Gereja,&amp;quot; katanya.&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Suatu dikotomi mulai muncul, di mana kehidupan dan agama itu hanyut ke sisi berlawanan. &amp;quot;Aku tidak bisa melihat bagaimana membuat agama relevan dengan kehidupan sehari-hari. Dan itulah bagaimana aku mulai menjauh dari Gereja,&amp;quot; katanya.&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Di kampus, ia mulai berinteraksi dengan mahasiswa Muslim. &amp;quot;Mereka menghidupkan kembali rohaniku untuk menjadi dekat dengan Tuhan lagi,&amp;quot; katanya. Ia mengaku sedikit cemburu; bagaimana mereka begitu setia dan damai dan aku tidak, meskipun aku akan ke surga dan mereka tidak?      &lt;br /&gt;Ia mulai masuk ke perdebatan agama dengan mereka. Salah satu misinya, mengenalkan Yesus. Ketika mereka menyatakan percaya pada Yesus, ia terkejut. &amp;quot;Mereka menghormati Yesus bukan sebagai Tuhan, tapi utusan Tuhan dan salah satu nabi mereka,&amp;quot; katanya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Diam-diam, ketika tidak ada yang melihat, ia menyelinap ke perpustakaan untuk membaca tentang Islam untuk meyakinkan mereka bahwa mereka salah. &amp;quot;Aku hanya menemukan beberapa buku benar-benar aneh dan tua. Saat itu adalah zaman pra-Google&amp;#160; sehingga tidak ada sumber informasi lain yang bisa dikorek,&amp;quot; katanya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Suatu hari, saat berjalan menyusuri salah satu aula universitas ia melihat beberapa pamflet di dinding tentang Islam. Sampai di rumah ia mulai membaca dan takjub. Satu pamflet bahkan berbicara tentang isyarat Muhammad dalam Alkitab. &amp;quot;Alkitab? Aku pikir ini&amp;#160; bohong! Tapi aku memeriksa ayat dalam Alkitab, ternyata benar,&amp;quot; katanya.&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;     &lt;br /&gt;Ia makin bimbang. &amp;quot;Sampai di satu titik aku berdoa pada Tuhan untuk menunjukkan mana agama yang benar,&amp;quot; katanya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Ia mendatangi gereja&amp;#160; lagi, dan lebih sering ke sana, dua kali seminggu. &amp;quot;Aku mulai membaca Alkitab lagi, tapi kali ini dalam rangka untuk menemukan jawaban atas pertanyaanku,&amp;quot; katanya.&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Setelah berbulan-bulan ini, ia mengaku tidak tahan lagi dan memutuskan untuk pergi menemui pendeta. &amp;quot;Pertanyaanku tiga: Jika Yesus mati untuk dosa-dosa kita dan kita hanya perlu percaya ini untuk diselamatkan dan masuk surga, lalu bagaimana itu masuk akal? Itu berarti aku dapat melakukan dosa dan diselamatkan? Bagaimana bisa Tuhan 3 in 1? Apa pendapat Anda tentang Islam?&amp;quot;&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&amp;quot;Untuk dua pertanyaan pertama, ia mencoba yang terbaik untuk menjelaskan, tapi sudah jelas bagiku bahwa ada banyak ambiguitas dalam jawabannya. Ketika kami sampai ke pertanyaan ketiga, matanya melotot keluar dan wajahnya memerah! Ia memintaku untuk menjauh dari orang-orang yang mempengaruhiku hingga bertanya demikian.&amp;quot;&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Ia meninggalkan pertemuan dengan kecewa. &amp;quot;Untuk pertama kalinya, hal ini menyebabkan celah pasti dalam imanku. Aku justru makin menemukan jawaban,&amp;quot; katanya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Setelah berbulan-bulan lebih intens membaca, studi kritis terhadap kedua agama dan berdoa pada Tuhan untuk ditunjukkan agamanya, hatinya makin condong pada Islam. Namun, ia masih ragu dan takut akan perubahan sikap orang-orang terdekatnya, terutama keluarganya. Ia takut menyakiti hati mereka. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Namun, ia dikuatkan setelah bertemu ayat 113-115 dalam surat Ali Imran. &amp;quot;Aku mengerti bahwa sebagai Muslim kita harus menghormati orang dari agama lain untuk beberapa dari mereka benar-benar tulus dan mereka percaya Allah. Pada akhirnya, bukan mereka atau aku yang akan menghakimi orang, hanya Tuhan yang bisa melakukan itu,&amp;quot; katanya.&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Iapun memutuskan bersyahadat. &amp;quot;Aku datang pada Islam melalui buku. Melalui studi kritis dan intens seperti mualaf lain.&amp;#160; Jika Anda berada dalam situasi ini, Anda berutang kepada diri sendiri untuk menemukan jawaban sekarang karena kita tidak tahu kapan kita akan mati. Dan untuk mengetahui bahwa Tuhan memberikan kita pikiran untuk berpikir kritis. It's OK untuk mengajukan pertanyaan dan it's OK untuk menemukan jawaban.&amp;quot;&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Redaktur:&lt;/b&gt; Siwi Tri Puji B&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Sumber:&lt;/b&gt; Greek Rethink&lt;/p&gt; &lt;/span&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4118448489383692634-6462229986434331775?l=batupengajar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://batupengajar.blogspot.com/feeds/6462229986434331775/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2011/11/mualaf-iman-sotiria-kouvalis-tuhan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/6462229986434331775'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/6462229986434331775'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2011/11/mualaf-iman-sotiria-kouvalis-tuhan.html' title='Mualaf Iman Sotiria Kouvalis: Tuhan Kutahu Kau Ada...Pilihkan Agama Buatku!'/><author><name>Batu Pengajar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15306453411249356230</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-BXU3TyQhybo/TrC4tXSo5qI/AAAAAAAAAAQ/S-c1QQQ48us/s220/batupengajar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh4.ggpht.com/-7mHbxnNDV64/Ts9ZK2nN5HI/AAAAAAAAACo/pDPCx7RyRo4/s72-c/image_thumb%25255B2%25255D.png?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4118448489383692634.post-4919973232475343938</id><published>2011-11-25T00:49:00.001-08:00</published><updated>2011-11-25T00:49:22.869-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mualaf'/><title type='text'>Subhanallah... 76 Kristen Filipina Ucap Dua Kalimat Syahadat</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/-YN4rsMGJEl0/Ts9WjepmWXI/AAAAAAAAACM/iyrESUhAjYY/s1600-h/image%25255B3%25255D.png"&gt;&lt;img style="border-bottom: 0px; border-left: 0px; display: inline; margin-left: 0px; border-top: 0px; margin-right: 0px; border-right: 0px" title="image" border="0" alt="image" align="left" src="http://lh6.ggpht.com/-P0YdAHDnKOo/Ts9WkdBFyNI/AAAAAAAAACU/hWY6WfxGxVo/image_thumb%25255B3%25255D.png?imgmax=800" width="174" height="128" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;REPUBLIKA.CO.ID, DUBAI - Rodelito, seorang warga negara Filipina yang merupakan penganut Kristen, mengenakan pakaian terbaiknya untuk menyaksikan perubahan hidupnya sendiri yang telah membulatkan tekad masuk Islam. Rodelito merupakan salah satu dari 76 warga Kristen Filipina yang masuk Islam. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Peristiwa besar tersebut berlangsung dalam acara Forum Ramadhan yang digagas Departemen Pariwisata dan Bagian Pemasaran Dubai pada Sabtu (13/8) pekan lalu. Dengan nada yang agak gugup, Rodelito dengan tegas mengucap dua kalimat syahadat, yang menjadi pembuka seorang menjadi Muslim, di atas panggung. &lt;/p&gt; &lt;span class="fullpost"&gt; &lt;p align="justify"&gt;Ia pun langsung berganti nama menjadi Omar Penalber. Tak lama, seorang penceramah Filipina menuju ke arah mikrophone dan meneriakkan 'takbir'. Mendengar ajakan tersebut, para saksi yang hadir dalam acara tersebut merespon teriakan tersebut dengan mengucap '&lt;em&gt;Allahu Akbar&lt;/em&gt;.' &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Banyak dari para Mualaf bertanya-tanya terkait isu-isu sosial seperti kenapa seorang Muslimah harus mengenakan Jilbab. Bagi mereka yang telah memeluk Islam juga mendapat sedikit bingkisan berupa, sebuah jam yang dapat mengumandangkan adzan saat shalat lima waktu tiba, sejadah dan parfume. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Rodelito mengatakan bahwa dirinya telah berpikir panjang atas keputusannya untuk masuk Islam. &amp;quot;Saya merasakan sangat baik,&amp;quot; ujarnya dengan meantap seraya menaruh tangannya di dadanya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Redaktur:&lt;/b&gt; Djibril Muhammad&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Sumber:&lt;/b&gt; &lt;a href="http://www.abna.ira"&gt;www.abna.ira&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;/span&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4118448489383692634-4919973232475343938?l=batupengajar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://batupengajar.blogspot.com/feeds/4919973232475343938/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2011/11/subhanallah-76-kristen-filipina-ucap.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/4919973232475343938'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/4919973232475343938'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2011/11/subhanallah-76-kristen-filipina-ucap.html' title='Subhanallah... 76 Kristen Filipina Ucap Dua Kalimat Syahadat'/><author><name>Batu Pengajar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15306453411249356230</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-BXU3TyQhybo/TrC4tXSo5qI/AAAAAAAAAAQ/S-c1QQQ48us/s220/batupengajar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh6.ggpht.com/-P0YdAHDnKOo/Ts9WkdBFyNI/AAAAAAAAACU/hWY6WfxGxVo/s72-c/image_thumb%25255B3%25255D.png?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4118448489383692634.post-7300500971248145186</id><published>2011-11-25T00:47:00.001-08:00</published><updated>2011-11-25T00:47:34.598-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mualaf'/><title type='text'>Lembaga Pembinaan Mualaf Brunei Ingin Pastikan Muslim Baru tak Sendirian</title><content type='html'>&lt;h3 align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/-Y-iwe1u6C0E/Ts9WIbiHwkI/AAAAAAAAAB8/3KBhMuVGOw0/s1600-h/image%25255B4%25255D.png"&gt;&lt;img style="border-right-width: 0px; display: inline; border-top-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: 0px; border-left-width: 0px; margin-right: 0px" title="image" border="0" alt="image" align="left" src="http://lh4.ggpht.com/-qlqyTAfUjVo/Ts9WJJRY5iI/AAAAAAAAACE/yJuJXQuCedg/image_thumb%25255B2%25255D.png?imgmax=800" width="158" height="116" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/h3&gt;  &lt;h3 align="justify"&gt;&lt;/h3&gt;  &lt;p align="justify"&gt;REPUBLIKA.CO.ID, BRUNEI - Setiap tahun Muslim di Brunei Darussalam menyambut anggota baru dalam komunitas mereka. Pasalnya, ratusan orang memutuskan memeluk Islam dan menjadi mualaf.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;quot;Kami memandu mereka sehingga mereka bisa menjalankan ibadah dan ajaran Islam dalam kehidupan,&amp;quot; ujar kepala Bagian Konservasi dan Panduan Islam dan Mualaf, Abd Aziz Hj Abd Kahar, di Pusat Dakwah Islam Brunei.&lt;/p&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;p align="justify"&gt;&amp;quot;Kami ingin agar mereka kelak menjadi Muslim utuh yang seimbang lahir batin,&amp;quot; imbuhnya. Rupanya setiap tahun tak kurang dari 300 orang memeluk Islam di Brunei.&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Tahun lalu, jumlah mualaf mencapai rekor tertinggi dengan sedikitnya 647 orang menjadi Muslim. &amp;quot;Kami ingin saudara dan saudari baru kami memeluk Islam menyeluruh, bukan hanya nama,&amp;quot; ujar Abdul Kahar.&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&amp;quot;Ada orang-orang yang terlahir Muslim tapi tidak menjalankan ibadah. Kami tak ingin seperti itu,&amp;quot; ujarnya.&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Pimpinan Muslim mengatakan para mualat diperlakukan sama dengan Muslim lain di Kesultanan tersebut. &amp;quot;Tak ada perbedaan dan pelabelan khusus,&amp;quot; ujarnya.&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&amp;quot;Kami semua sama dan banyak dari mereka (mualaf) adalah pemimpin di komunitasnya. Kami harus berbahagia dengan kesempatan ini.&amp;quot;&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Sebagai program pembimbingan, para pemimpin Muslim menyiapkan serangkaian pelatihan bagi mualaf untuk membantu mereka memenuhi ketentuan dalam Islam. &amp;quot;Bantuan akan diberikan kepada mereka yang membutuhkan,&amp;quot; tutur Abd Kahar.&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&amp;quot;Tujuannya agar tidak ada masalah bagi mualaf kami untuk menjalankan ibadah sesuai Islam,&amp;quot; ujarnya&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Setelah seseorang mengikrarkan Syahadat, mualaf akan mendapat kursus perkenalan tentang Islam selama 10 hari. &amp;quot;Sejak pertama mereka bersyahadat, kami sudah ada di sana untuk membantu dan memandu mereka,&amp;quot; ujar Abd Kahar.&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Dalam pelatihan itu, mualaf Brunei juga mendapat materi mengenai apa yang diizinkan dan dilarang dalam Islam. &amp;quot;Pelatihan ini meliputi aspek-aspek akidah, halal (baik objek maupun tindakan menurut hukum Islam) dan haram (mengacu pada perbuatan apa pun yang dilarang oleh agama) serta bersuci atau thaharah.&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&amp;quot;Mereka akan dibekali dengna pengetahuan yang membuat mereka mampu melaksanakan kewajiban sebagai Muslim.&amp;quot;&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Pusat Dakwah juga menawarkan kursus-kursus tingkat lanjut bagi mualaf yang mencari pengetahuan lebih dalam. &amp;quot;Ini adalah bagian dari pembelajaran sepanjang hidup,&amp;quot; ujarnya.&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Selama Jumat dan Sabtu, Pusat Dakwah juga membuka kelas untuk menjawab semua pertanyaan tentang Islam. &amp;quot;Di kelas ini mereka bisa menyuarakan pertanyaan atau pemikiran dan ganjalan,&amp;quot; papar Abd Kahar.      &lt;br /&gt;Ia mengatakan semua upaya tadi demi membantu para mualaf memperkuat keyakinan mereka dan perbuatan baik. &amp;quot;Para non-Muslim melihat bagaimana Islam dipraktekkan sehari-hari di Brunei,&amp;quot; ujarnya. &amp;quot;Agama ini tertanam dan menjadi bagian dari kehidupan kami. Inilah yang membuat mereka berpikir tentang keindahan Islam dan nilai-nilai di dalamnya.&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Redaktur:&lt;/b&gt; Ajeng Ritzki Pitakasari&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Sumber:&lt;/b&gt; On Islam&lt;/p&gt; &lt;/span&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4118448489383692634-7300500971248145186?l=batupengajar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://batupengajar.blogspot.com/feeds/7300500971248145186/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2011/11/lembaga-pembinaan-mualaf-brunei-ingin.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/7300500971248145186'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/7300500971248145186'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2011/11/lembaga-pembinaan-mualaf-brunei-ingin.html' title='Lembaga Pembinaan Mualaf Brunei Ingin Pastikan Muslim Baru tak Sendirian'/><author><name>Batu Pengajar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15306453411249356230</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-BXU3TyQhybo/TrC4tXSo5qI/AAAAAAAAAAQ/S-c1QQQ48us/s220/batupengajar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh4.ggpht.com/-qlqyTAfUjVo/Ts9WJJRY5iI/AAAAAAAAACE/yJuJXQuCedg/s72-c/image_thumb%25255B2%25255D.png?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4118448489383692634.post-3358605125061336586</id><published>2011-11-15T22:34:00.001-08:00</published><updated>2011-11-15T22:34:32.833-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mualaf'/><title type='text'>Kaya, Tenar, tak Bahagia, Rapper AS Mengaku Damai dalam Islam</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/-TNcjrpG97aY/TsNZc69A86I/AAAAAAAABJY/Wr-yR4yk9QE/s1600-h/image%25255B2%25255D.png"&gt;&lt;img style="border-right-width: 0px; display: inline; border-top-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: 0px; border-left-width: 0px; margin-right: 0px" title="image" border="0" alt="image" align="left" src="http://lh5.ggpht.com/-FOXmC7IXtgw/TsNZd6GGfoI/AAAAAAAABJg/yjoUL6GC0VI/image_thumb%25255B2%25255D.png?imgmax=800" width="167" height="123" /&gt;&lt;/a&gt; REPUBLIKA.CO.ID, DUBAI – Dalam pencarian hampir putus asa terhadap kebahagiaan, kehidupan mantan penyanyi rap AS, Chauncey Lamont Hawkins yang menikmati kemewahan dari ketenaran dan uang, berubah total. Perubahan itu terjadi setelah ia melakukan kunjungan ke salah satu kota Teluk, Abu Dhabi. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;quot;Saya datang ke sini sebagai rapper dan kemudian menjadi Muslim,&amp;quot; ungkap Hawkins yang telah mengubah namanya menjadi Amir Junaid Muhadith, kepada Forum Ramadhan, di Dubai. &lt;/p&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;p align="justify"&gt;Amir adalah salah satu rapper top AS sekaligus mantan anggota P. Diddy's Bad Boy Records, di mana ia melepas debut album self-titled, 'Loon'. Namun, meski menikmati ketenaran dan kemewahan, ia mengaku tak menemukan kebahagiaan. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&amp;quot;Saya memiliki semuanya,&amp;quot; ujarnya.      &lt;br /&gt;&amp;quot;Saya keliling dunia, memiliki mobil-mobil mewah, berlian. Mungkin sedikit kecandun di awal, namun saya tak pernah bahagia,&amp;quot; ujarnya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Saat melakukan kunjungan ke Abud Dhabi pada 2008, rapet Amerika ini tertarik dengan bagaimana Muslim bersikap dan memperlakukan satu sama lain. Semua yang ia saksikan menyapu pandangannya yang dipengaruhi media bahwa Muslim penuh kekerasan &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&amp;quot;Bagaimana Muslim berperilaku itulah yang menarik saya kepada Islam.&amp;quot; ujarnya. &amp;quot;Saya terinspirasi oleh budaya Muslim dan saya mengagumi kemurnian moral mereka, perlakuan baik kepada orang-orang dan khususnya rutinitas teratur shalat lima waktu setiap hari,&amp;quot; tuturnya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;img style="display: inline; margin-left: 0px; margin-right: 0px" alt="" align="right" src="http://static.republika.co.id/uploads/images/inline/loon-muslim-rapper1.jpg" /&gt;Kini setelah memeluk Islam, Amir pun tetap keliling dunia, namun kali ini untuk menginspirasi orang. Ia telah melakukan tur ke beberapa negara dan kot seperti Fort McMurray, Alberta, Kanada, untuk membagi kisahnya mengejar kebahagiaan menuju Islam.       &lt;br /&gt;&amp;quot;Kembali ke kesederhanaan, itulah esensi Islam,&amp;quot; kata mantan rapper yang kini bertutur kata halus. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&amp;quot;Itulah alat anda menuju kebahagiaan,&amp;quot;      &lt;br /&gt;Saat memeluk Islam, Amir mengatakan, ia menemukan kedamaian yang tak pernah ia temukan di kehidupan sebelumnya. &amp;quot;Perubahan positif dalam hidupnya ikut menarik istri dan putranya untuk ikut beralih ke Islam.       &lt;br /&gt;&amp;quot;Masa 'Bad Boys' sudah selesai,&amp;quot; ujar Amir. &amp;quot;Kini anda bisa memanggil saya 'good boy'&amp;quot;&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;(Hawkins saat masih menjadi penyanyi rap dan belum memeluk Islam)&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Redaktur:&lt;/b&gt; Ajeng Ritzki Pitakasari&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Sumber:&lt;/b&gt; Gulf News&lt;/p&gt; &lt;/span&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4118448489383692634-3358605125061336586?l=batupengajar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://batupengajar.blogspot.com/feeds/3358605125061336586/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2011/11/republika_51.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/3358605125061336586'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/3358605125061336586'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2011/11/republika_51.html' title='Kaya, Tenar, tak Bahagia, Rapper AS Mengaku Damai dalam Islam'/><author><name>HermawaN PujakelaM</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-RR_OH2HFN0k/Tt28E8BE4DI/AAAAAAAABJs/iCNRifYWe6M/s220/Image0027.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh5.ggpht.com/-FOXmC7IXtgw/TsNZd6GGfoI/AAAAAAAABJg/yjoUL6GC0VI/s72-c/image_thumb%25255B2%25255D.png?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4118448489383692634.post-8867009216495722299</id><published>2011-11-15T22:33:00.001-08:00</published><updated>2011-11-15T22:33:34.868-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mualaf'/><title type='text'>Mualaf Elena Pouliasi Sempat Salah Duga tentang Kehidupan Muslimah</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/-hiK0ffoYL7k/TsNZOCRde2I/AAAAAAAABJI/ltlSYSQFWOs/s1600-h/image%25255B2%25255D.png"&gt;&lt;img style="border-right-width: 0px; display: inline; border-top-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: 0px; border-left-width: 0px; margin-right: 0px" title="image" border="0" alt="image" align="left" src="http://lh3.ggpht.com/-vydFufiPmac/TsNZPMxHqQI/AAAAAAAABJQ/x50YXUAWJsk/image_thumb%25255B2%25255D.png?imgmax=800" width="184" height="135" /&gt;&lt;/a&gt; REPUBLIKA.CO.ID, ATHENA - Melihat penampilannya sekarang, tak ada yang menyangka gadis yang tumbuh di lingkungan kelas menengah Yunani ini belum pernah bersinggungan dengan islam sampai ia menginjak usia 20-an tahun. Elena Pouliasi, kini anggun dalam balutan busana Muslimah. Ia bersyahadat setahun lalu dengan mengambil risiko yang sangat besar, pecahnya hubungan dengan keluarga besarnya. &amp;quot;Setidaknya, orang tua saya tahu saya 'jatuh' ke arah kebenaran, bukan ke jurang narkoba,&amp;quot; ia trsenyum menuturkannya. &lt;/p&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;p align="justify"&gt;Elena mengenal Islam jauh dari negerinya, di Inggris. Ia terbang ke negara itu untuk melanjutkan pendidikan, tiga tahun lalu. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Di negara ini, populasi Muslim populasi Muslim cukup banyak. Ia kerap bersinggungan dengan mereka baik di kampus atau di sekitar tempat ia tinggal di London. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&amp;quot;Seperti kebanyakan orang Yunani, aku tumbuh dengan mentalitas bahwa Muslim adalah orang-orang yang ketat dan tertindas. Aku melihat wanita dengan jilbab dan aku prihatin. Mereka sungguh tak punya kehidupan,&amp;quot; ia menceritakan apa yang ada dalam pikirannya saat sebelum berislam. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Namun makin dekat dengan mereka, Elena menemukan kondisi yang berbeda. Dua sahabatnya di London berasal dari Arab Saudi - ia menggambarkan mereka sebagai sangat cerdas dan berbakat - dan apa yang dibayangkannya tentang ketertindasan sangat jauh dari kenyataan. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&amp;quot;Mereka secara alami mengenakan jilbab.Tapi mereka sungguh independen,&amp;quot; katanya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Elena mulai mencari tahu tentang Islam. Ia juga kerap membaca Quran dalam terjemahan bahasa Yunaninya. &amp;quot;Aku mulai menyadari bahwa aku keliru selama ini. Aku melihat, sebagai contoh, cinta dan menghormati wanita dan ibu adalah utama dalam Islam,&amp;quot; katanya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Ia makin larut belajar Islam. &amp;quot;Hampir tidak sadar aku berhenti minum dan makan daging babi,&amp;quot; katanya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Proses ini berlangsung sekitar delapan bulan. &amp;quot;Aku merasa aku mulai hidup sebagai seorang Muslim. Aku berhati-hati saat aku pergi, aku lebih berhati-hati dengan pakaian yang kupakai, aku berhenti bersumpah serapah, dan menjadi lebih murah hati dan sopan,&amp;quot; katanya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Pada 15 Mei tahun lalu, ia resmi menjadi seorang Muslim. Jilbab sempat menjadi hal yang dikhawatirkannya. Pada awalnya, ia mengenakan jilbab ketika ia di keluar kantor, tapi begitu masuk halaman kantornya, ia buru-buru melepaskan dan menyimpannya di dashboard mobilnya. Namun, kini ia konsisten mengenakannya, apapun risiko yang dihadapi. Elena kini memiliki kantor sendiri, sebuah biro penerjemah resmi.&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Redaktur:&lt;/b&gt; Siwi Tri Puji B&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Sumber:&lt;/b&gt; Kathimerini.gr &lt;/p&gt; &lt;/span&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4118448489383692634-8867009216495722299?l=batupengajar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://batupengajar.blogspot.com/feeds/8867009216495722299/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2011/11/republika_702.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/8867009216495722299'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/8867009216495722299'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2011/11/republika_702.html' title='Mualaf Elena Pouliasi Sempat Salah Duga tentang Kehidupan Muslimah'/><author><name>HermawaN PujakelaM</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-RR_OH2HFN0k/Tt28E8BE4DI/AAAAAAAABJs/iCNRifYWe6M/s220/Image0027.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh3.ggpht.com/-vydFufiPmac/TsNZPMxHqQI/AAAAAAAABJQ/x50YXUAWJsk/s72-c/image_thumb%25255B2%25255D.png?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4118448489383692634.post-3968692524965017815</id><published>2011-11-15T22:32:00.001-08:00</published><updated>2011-11-15T22:32:46.434-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mualaf'/><title type='text'>Beban Sejarah Membuat Mualaf Yunani Harus Sembunyikan Agama Barunya</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/-o3IKNtSOHl8/TsNZCNUa90I/AAAAAAAABI4/ORc7oAN-TEQ/s1600-h/image%25255B2%25255D.png"&gt;&lt;img style="border-right-width: 0px; display: inline; border-top-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: 0px; border-left-width: 0px; margin-right: 0px" title="image" border="0" alt="image" align="left" src="http://lh5.ggpht.com/-Ht9yi9dA_tg/TsNZDBpR_qI/AAAAAAAABJA/9CCtyv166rI/image_thumb%25255B2%25255D.png?imgmax=800" width="185" height="136" /&gt;&lt;/a&gt; REPUBLIKA.CO.ID, ATHENA - Yunani punya hubungan yang tak mengenakkan dengan Turki di masa lalu. Imbasnya, segala hal yang berbau Turki membuat publik Yunani alergi, termasuk agama Islam. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Bahkan, seperti dikatakan Tina Stylianidou, yang setelah menjadi Muslim memutuskan pindah ke negara lain, sejak kanak-kanak, rasa benci itu sudah ditanamkan. &amp;quot;Tak hanya benci Turki, mereka juga diajarkan benci Islam,&amp;quot; katanya. &lt;/p&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;p align="justify"&gt;Yunani - yang diduduki oleh Turki selama lebih 400 tahun - mengajarkan padanya untuk percaya bahwa untuk setiap kejahatan yang dilakukan terhadap orang-orang Yunani, Islam yang bertanggung jawab. Bahwa Turki adalah Muslim dan kejahatan mereka mencerminkan keyakinan agama mereka. &amp;quot;Jadi selama ratusan tahun kami diajarkan dalam sejarah kami dan buku-buku agama untuk membenci dan mengolok-olok Islam,&amp;quot; tambahnya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Di sekolah, ia mendapat pelajaran bahwa Islam sebenarnya bukan agama dan Muhammad&amp;#160; adalah bukan seorang nabi. &amp;quot;Dia hanya seorang pemimpin yang sangat cerdas dan politisi yang mengumpulkan sejumlah aturan dan hukum dari orang-orang Yahudi dan Kristen, menambahkan beberapa ide sendiri dan menaklukkan dunia.&amp;quot; Hampir di semua jenjang, pelajaran tak resmi yang diberikan adalah: membenci Islam. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Dalam situs komunitas online global Muslim Yunani, sebagian besar mualaf Yunani membuat keputusan sadar memeluk Islam di luar negeri. Hanya segelintir yang berislam di negerinya. Itupun dengan catatan, mereka menyembunyikan keyakinan barunya dari keluarga mereka di tanah air asalnya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&amp;quot;Ini adalah jalan, pengalaman sulit untuk mengubah agama Anda menjadi Muslim di sini,&amp;quot; ujar pria yang minta hanya ditulis sebagai profesor &amp;quot;K&amp;quot;, pakar Filsafat Perbandingan di Universitas Athena. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Di Yunani, katanya, ada tradisi mengelu-elukan Muslim yang murtad namun tidak sebaliknya, pada mualaf. Banyak Muslim setiap tahun dibaptis menjadi Kristen Ortodoks di gereja-gereja mereka, sebagian karena alasan pernikahan. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Sebaliknya, mualaf akan dihujat oleh komunitasnya, bahkan tak jarang diusir dari lingkungannya dan keluarganya dikucilkan. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Maka tak ada pilihan, mualaf asal Yunani memilih untuk menyembunyikan keislamannya, demi menjaga keluarga besarnya. Atau seperti pilihan yang diambil Tina Stylianidou dan mualaf lain; mencoba peruntungan baru dengan berpindah ke luar negeri.&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Redaktur:&lt;/b&gt; Siwi Tri Puji B&lt;/p&gt; &lt;/span&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4118448489383692634-3968692524965017815?l=batupengajar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://batupengajar.blogspot.com/feeds/3968692524965017815/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2011/11/republika_9840.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/3968692524965017815'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/3968692524965017815'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2011/11/republika_9840.html' title='Beban Sejarah Membuat Mualaf Yunani Harus Sembunyikan Agama Barunya'/><author><name>HermawaN PujakelaM</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-RR_OH2HFN0k/Tt28E8BE4DI/AAAAAAAABJs/iCNRifYWe6M/s220/Image0027.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh5.ggpht.com/-Ht9yi9dA_tg/TsNZDBpR_qI/AAAAAAAABJA/9CCtyv166rI/s72-c/image_thumb%25255B2%25255D.png?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4118448489383692634.post-9131910131849888893</id><published>2011-11-15T22:31:00.001-08:00</published><updated>2011-11-15T22:31:45.310-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mualaf'/><title type='text'>Kisah Sulaiman, Atheis yang Menemukan Islam Lewat Ramadhan</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/-oyFIsExebTE/TsNYyR2FdNI/AAAAAAAABIo/i184yCu-Yx4/s1600-h/image%25255B2%25255D.png"&gt;&lt;img style="border-right-width: 0px; display: inline; border-top-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: 0px; border-left-width: 0px; margin-right: 0px" title="image" border="0" alt="image" align="left" src="http://lh4.ggpht.com/-aqQpbAiDRyA/TsNYzxoJ0LI/AAAAAAAABIw/jwgNMINFa3o/image_thumb%25255B2%25255D.png?imgmax=800" width="174" height="128" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;REPUBLIKA.CO.ID,REPUBLIKA.CO.ID, Ketika Sulaiman, pertama kali datang ke Bahrain, ia mengharapkan bisa menemui adat-istiadat Timur Tengah. Ternyata harapannya sulit terwujud.    &lt;br /&gt;Sebalinya, Sulaiman menemui dirinya dikelilingi orang asing dari berbagai macam kebangsaan dan keyakinan. Mereka di sana untuk bekerja, untuk mencapai cita-cita masing-masing. &amp;quot;Itu bukan yang saya harapkan, bukan budaya yang ingin saya jumpai,&amp;quot; ujarnya. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Jadi, untuk beberapa waktu, Islam tertutupi dari orang-orang yang datang ke Teluk. Bagi Sulaiman, dalam beberapa waktu hidupnya ia tidak menemukan apa pun tentang Islam. &lt;/p&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;p align="justify"&gt;&amp;quot;Saya mendengar Adhzan dan saya pikir ini sangat indah,&amp;quot; ungkapnya. Sulaiman sempat bertanya apa makna kata-kata tersebut. Orang-orang pun memberitahunya. Namun sejauh itu, semua hanya informasi. &amp;quot;Yang terasa bagi saya sekedar turisme,&amp;quot; tuturnya.      &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;       &lt;br /&gt;Ramadan di Turki&lt;/strong&gt;       &lt;br /&gt;Sepuluh tahun lalu setelah ia bepergian ke Bahrain menuju Shorjah, lalu Irak, akhirnya ia sampai di Turki, di mana ia menemukan sesuatu yang berbeda. &amp;quot;Itu bukan berarti Islam terlihat lebih baik dan lebih agung di Turki, tidak sama sekali. Faktanya, secara menyedihkan Islam di Turki di tekan di banyak aspek,&amp;quot; ungkapnya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Saat berada di negara itu, Sulaiman menemukan banyak hal luar biasa, salah satunya arsitektur Islam dari periode Ottoman yang ia anggap sangat indah. &amp;quot;Tak butuh waktu lama hingga saya bisa mengenal orang-orang di Turki dengan baik,&amp;quot; tuturnya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Lalu tibalah Ramadhan, sesuatu yang ia saksikan berulang kali di Teluk dan lewat begitu saja, tak ada yang berkesan. Tapi di Turki Sulaiman merasakan hal berbeda. &amp;quot;Saya merasakan sesuatu yang lin. Segera saya sadari bahwa mereka yang berpuasa saat Ramadhan adalah orang-orang yang saya kenal dan saya sukai. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Saat itu ia melihat ada hubungan gamblang antara orang-orang terbaik dengan orang yang berpuasa. Ini menunjukkan pada saya sebagian dari Muslim terbaik dan saya pun tertarik dengan mereka. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Sulaiman tak sekedar tertarik ikut dengan aktivitas mereka. ia pun mulai berpuasa saat Ramadhan meski saat itu ia bukanlah Muslim. &amp;quot;Sungguh membahagiakan di banyak hal, memang sangat menantang di sisi lain, namun sangat menyenangkan,&amp;quot; tuturnya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Sulaiman mengaku menikmati puasa. &amp;quot;Terutama di saat menunggu Adhzan Maghrib dan ketika menunggu dengan diam dan tenang bersama orang-orang lain yang berpuasa sepanjang hari,&amp;quot; akunya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Mereka, meski berpuasa tetap bekerja karena seperti negara bermayoritas Muslim lain, di Turki pun aktivitas publik dan pekerjaan jalan terus. Kenyataan itu memikat Sulaiman, orang-orang berpuasa sepenuhnya dari awal hari hingga senja dan tetap bekerja sepanjang hari. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&amp;quot;Saya juga melakukan itu dan sangat sulit, namun alhamdulillah saya berhasil,&amp;quot; ungkapnya. Ia pun terkesan dan merasa melakukan prestasi besar. &amp;quot;Pengalaman itu menginspirasi saya untuk lebih banyak mengkaji Islam,&amp;quot; ujarnya.      &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;       &lt;br /&gt;Membaca Al Quran&lt;/strong&gt;       &lt;br /&gt;Pertama kali membaca ayat-ayat dalam kitab suci Islam, Sulaiman mengaku terpukau. &amp;quot;Karena saya tidak menemukan sesuatu yang asing dalam buku ini,&amp;quot; tuturnya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Ia mendapat terjemahan Al Quran pertamanya saat mulai dekat dengan komunitas Muslim. Kitab suci yang ia terima adalah versi terjemahan Yusuf Ali sehingga ia mampu membaca arti dalam Bahasa Inggris dan memahami maknanya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Pertama kali membaca ayat-ayat dalam kitab suci Islam, Sulaiman mengaku terpukau. &amp;quot;Karena saya tidak menemukan sesuatu yang asing dalam buku ini,&amp;quot; tuturnya &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Rupanya ia berpikir kitab itu akan dipenuhi oleh hal-hal berbau mistisisme ketimuran. &amp;quot;Mungkin seperti hal-hal yang orang Barat bisa imajinasikan. Tapi tidak, faktanya saya menyimpulkan isinya jauh berbeda dengan Injil,&amp;quot; ujarnya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Sulaiman mengaku tak pernah bisa memahami Injil. &amp;quot;Injil bagi saya, memiliki banyak kontradiksi, cerita-cerita ganjil yang sepertinya tidak mengadaptasi atau mengantarkan pesan-pesan Kristus,&amp;quot; ujarnya. Ia melihat pesan-pesan Yesus tak tercermin di Injil kecuali di beberapa bagian. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Ia pun mengkaji kontradiksi itu lebih dekat dan akhirnya memahami alasannya. &amp;quot;Namun itu bukan lagi hal penting, yang terpenting Al Quran-lah yang sepenuhnya masuk akal,&amp;quot; &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Selain membaca Al Qur'an, Sulaiman juga membaca biografi Rasul, kisah kehidupan Nabi Muhammad yan ternyata sungguh menginspirasinya. &amp;quot;Ini sangat menarik karena pria ini adalah pria besar dalam sejarah dan itu fakta. Sesuatu yang bisa saya hubungkan dengan ketertarikan Barat terhadap logika,&amp;quot; ujarnya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Sulaiman terus mengikuti kata hatinya yang kian cenderung pada Islam. &amp;quot;Namun masih belum ada orang yang melakukan dakwa serius kepada saya, tak seorangpun mencoba meyakinkan saya bahwa saya harus berganti jalan menuju jalan lain,&amp;quot; ujarnya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Padahal saat itu keterlibatan Sulaiman dengan kegiatan Islam di komunitas Muslim sudah terlihat. &amp;quot;Jadi saya bisa menyebut diri 'pelajar Islam yang abstrak'. &amp;quot;Saya sebenarnya saat itu bisa saja mengambil studi kajian tentang Islam. Namun itu tak ada nilainya bila anda tak berniat melakukan sesuatu dengan itu, dan sayangnya saya tidak,&amp;quot; tutur Sulaiman. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Kembali ke Dubai&lt;/strong&gt;       &lt;br /&gt;Setelah saya kembali dari Turki ke Dubai, oleh Allah Sulaiman ditakdirkan untuk bekerja dengan orang istimewa. &amp;quot;Orang ini yang dulu adalah bos saya kini menjadi sahabat terbaik saya,&amp;quot; ujarnya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&amp;quot;Malam seusai kerja kami akan berdiskusi sambil makan malam. Mungkin juga ketika saat di kantor. Ia akan membantu saya mempelajari hal-hal yang benar dan mengajak saya bertemu orang-orang yang tepat. Ia juga mencoba menjawab beberapa pertanyaan-pertanyaan saya sebaik yang ia bisa,&amp;quot; tutur Sulaiman. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Namun, si kawan masih bisa melihat semua keberatan Sulaiman terutama berkaitan dengan logial. &amp;quot;Semua pertanyaan tentang adat dan praktek-praktek ibadah, semua ini keluar dari bawaan sekuler,&amp;quot; ungkapnya. Sulaimen mengaku tak pernah benar-benar menjadi seorang Kristen. &amp;quot;Saya hanyalah orang yang agnostik (percaya tuhan tapi tidak percaya agama). &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Semua telah digariskan. Setahun kemudian beberapa pria datang padannya, Muslim Eropa. Mereka pengusaha yang tengah memulai proyek besar. Mereka ingin mengenalkan dinar emas Islam sebagai mata uang Muslim. Hingga kini, itu adalah keinginan dan tujuan besar. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Si bos berbicara kepada Sulaiman, &amp;quot;Hei kamu orang keuangan, bagaimana menurutmu tentang ini?&amp;quot; Orang-orang itu adalah Muslim Kaukasia Eropa yang mencoba mengusung aspek praktis tentang islam. Gagasannya, anda tak bisa membayar zakat kecuali dengan dinar emas. Meski ada lima rukun Islam tapi anda mesti menemukan satu alat tepat. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Ia bertanya pada Sulaiman, &amp;quot;Bagaimana menurutmu tentang ide ini?&amp;quot;. Sulaiman saat itu telah belajar tentang Islam dan mengetahui maksud rukun tersebut. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Ia menjawab, &amp;quot;Omong kosong, itu tak bisa dilakukan, tak ada yang bisa menguasai sistem keuangan internasional dan itu akan gagal.&amp;quot; &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Si bos balik menjawab, &amp;quot;Baiklah, mengapa kamu tak kemari dan mengatakan kepada mereka tentang itu.&amp;quot; &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Sulaiman saat itu dalam mood yang jelek dan sekedar berkata, &amp;quot;Ya tentu, saya akan katakan pada mereka.&amp;quot; &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Ia diajak sang bos pergi dan bertemu para Muslim Eropa dengan gagasan tadi. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Muslim Eropa dan Syahadatku&lt;/strong&gt;       &lt;br /&gt;Ternyata mereka tak hanya menjawab pertanyaan Sulaiman dari sudut pandang agama, namun mereka juga menjawab dari sudut panjang logika dan ilmiah. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Mereka berkebangsaan Spanyol dan Jerman dan berbahasa Inggris dengan baik. Mereka sangat berpendidikan, bijak dan pengkaji Islam yang beralih menjadi Muslim sekitar 10 atau 20 tahun sebelumnya. Pengetahuan mereka tentang Islam, menurut Sulaiman, sangat besar. &amp;quot;Hingga kini mereka masih melakukan dakwah di penjuru dunia,&amp;quot; tuturnya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Mereka pun berdiskusi. &amp;quot;Kami pergi ke restoran untuk berbincang dan berbincang.&amp;quot; &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Saat itu Rabu malah di tengah pekan tepat pukul 1.00 dini hari. Mereka berkata pada Sulaiman. &amp;quot;Jadi apakah kamu masih memiliki pertanyaan lagi?&amp;quot;      &lt;br /&gt;&amp;quot;Tidak...saya tak punya, saya sudah kehabisan pertanyaan,&amp;quot; balas Sulaiman. Merka balik merespon &amp;quot;Kini apa, apakah anda akan menerima Islam?&amp;quot; &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&amp;quot;Apa yang bisa saya katakan, saat itu saya hanya bisa menjawab 'Ya',&amp;quot; kata Sulaiman menuturkan situasi malam itu. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Mereka pun mengundang Sulaiman datang ke rumah pada Jumat berikut, dua hari lagi. Saat tiba di sana, rumah dalam kondisi dipersiapkan sangat baik. &amp;quot;Mereka memberi saya pelajaran dan anjuran terakhir, hal-hal yang perlu saya ketahui tentang shalat, wudhu, dan kami pun pergi ke Masjid Jumairah di mana saya mengucapkan syahadat,&amp;quot; kenang Sulaiman &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Pengalaman berharga yang saat itu ia terima, segera saja ia memiliki ribuan saudara. Mereka memeluk Sulaiman dan bahagia. &amp;quot;Saya tak pernah melihat begitu banyak wajah bahagia, tidak, tak saat di pesta ulang tahun saya, tidak saat perkumpulan Kristen juga dalam pertemuan lain, Di sini banyak orang bahagia dan mereka semua bahagia untuk saya,&amp;quot; &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Kini video penuturan Sulaiman bisa diakses di YouTube. Dalam cuplikan itu, Sulaiman berkata, &amp;quot;Kepada mereka yang lahir sebagai Muslim, alhamdulillah anda benar-benar diberkati dan saya hanya berharap anda selalu menghargai dan memperlakukan pemberian itu sebagai hadiah lahir yang sangat besar, yang indah luar biasa. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Bila anda adalah orang yang beralih menjadi Muslim seperti saya, maka selamat pula, alhamdulillah dan selalu bersyukurlah. Saya yakin apa pun kisah anda, apakah itu penemuan tiba-tiba atau penuh dengan argumen menyiksa seperti jalan saya, itu adalah kisah indah dan saya harap telah menuntun anda ke jalan benar. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Bila anda bukan seorang Muslim, lalu saya harus berbagi kepada anda. Lihatlah saya sekarang, hanya seorang pria tua jelek, tapi saya bahagia, lebih bahagia dari sebelumnya dan lebih puas dan lapang ketimbang saya yang pernah ada. Semua keraguan dan ketakutan, semua keinginan dan kerinduan untuk material bodoh, yang fana, tak peduli apa yang saya kumpulkan setelah 70, 80 atau 90 tahun--bila saya beruntung bisa hidup selama itu--akan saya berikan. Saya akan menukarkan itu untuk sesuatu yang abadi. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Saya tidak akan menggurui anda bila anda tak mau mendengar, maka tak anda tak harus mendengar. Hanya, lihatlah apa yang ada di wajah saya. Saya bahagia dan anda dapat bahagia pula, ini sesuatu yang anda perlu pertimbangkan, semoga anda mempertimbangkan.&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Redaktur:&lt;/b&gt; Ajeng Ritzki Pitakasari&lt;/p&gt; &lt;/span&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4118448489383692634-9131910131849888893?l=batupengajar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://batupengajar.blogspot.com/feeds/9131910131849888893/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2011/11/republika_6108.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/9131910131849888893'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/9131910131849888893'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2011/11/republika_6108.html' title='Kisah Sulaiman, Atheis yang Menemukan Islam Lewat Ramadhan'/><author><name>HermawaN PujakelaM</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-RR_OH2HFN0k/Tt28E8BE4DI/AAAAAAAABJs/iCNRifYWe6M/s220/Image0027.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh4.ggpht.com/-aqQpbAiDRyA/TsNYzxoJ0LI/AAAAAAAABIw/jwgNMINFa3o/s72-c/image_thumb%25255B2%25255D.png?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4118448489383692634.post-2361692655793138778</id><published>2011-11-15T22:30:00.001-08:00</published><updated>2011-11-15T22:30:12.883-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mualaf'/><title type='text'>Pernah Membuat Karikatur Mengolok-Olok Rasulullah, Tina Stylianidou Berislam Setelah Baca Shirah Nabi</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/-ALcujAIoXVQ/TsNYaft1U-I/AAAAAAAABIY/y9OC_VXwd9o/s1600-h/image%25255B2%25255D.png"&gt;&lt;img style="border-right-width: 0px; display: inline; border-top-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: 0px; border-left-width: 0px; margin-right: 0px" title="image" border="0" alt="image" align="left" src="http://lh6.ggpht.com/-9gf88O9qKT0/TsNYb7Hv44I/AAAAAAAABIg/qG0wQhX3CNA/image_thumb%25255B2%25255D.png?imgmax=800" width="174" height="128" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;REPUBLIKA.CO.ID, ATHENA - Dulu, Keluarga Tina Stylianidou terkenal sebagai keluarga terpandang keturunan Yunani di Turki. Ketika pemerintah Turki memutuskan untuk menendang mayoritas warga negara Yunani keluar dari Turki dan menyita kekayaan mereka, keluarganya kembali ke Yunani dengan tangan kosong. Inilah yang melandasi keluarganya sangat antipati pada Islam. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dari sisi keluarga ibunya, mereka tinggal di sebuah pulau di Yunani yang persis berbatasan dengan Turki. Selama perang,&amp;#160; Turki menduduki pulau dan membakar rumah-rumah mereka. Jadi mereka melarikan diri ke daratan Yunani untuk bertahan hidup. &amp;quot;Tak hanya benci Turki, mereka juga benci Islam,&amp;quot; katanya. &lt;/p&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;p align="justify"&gt;Yunani - yang diduduki oleh Turki selama lebih 400 tahun - mengajarkan padanya untuk percaya bahwa untuk setiap kejahatan yang dilakukan terhadap orang-orang Yunani, Islam yang&amp;#160; bertanggung jawab. Bahwa Turki adalah Muslim dan kejahatan mereka mencerminkan keyakinan agama mereka. &amp;quot;Jadi selama ratusan tahun kami diajarkan dalam sejarah kami dan buku-buku agama untuk membenci dan mengolok-olok Islam,&amp;quot; tambahnya.      &lt;br /&gt;Di sekolah, ia mendapat pelajaran bahwa&amp;#160; Islam sebenarnya bukan agama dan Muhammad&amp;#160; adalah bukan seorang nabi. &amp;quot;Dia hanya seorang pemimpin yang sangat cerdas dan politisi yang mengumpulkan sejumlah aturan dan hukum dari orang-orang Yahudi dan Kristen, menambahkan beberapa ide sendiri dan menaklukkan dunia.&amp;quot; &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Salah satu tugas dari sekolah, adalah membuat olok-olok tentang dia dan istrinya atau sahabatnya. Ia pun mengerjakan tugas itu dan menerjemahkannya menjadi sebuah karikatur yang diacungi jempol oleh guru-gurunya.&amp;#160; &amp;quot;Semua karikatur dan fitnah terhadap dirinya yang diterbitkan di media hari ini sebenarnya merupakan bagian dari kurikulum kami,&amp;quot; katanya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Tetapi, aku Tina, Allah melindunginya sehingga kebencian terhadap Islam, tidak masuk hatinya. Sebagai seorang remaja, dia suka&amp;#160; membaca dan&amp;#160; tidak benar-benar puas atau yakin dengan kekristenannya. &amp;quot;Saya memiliki kepercayaan pada Tuhan, rasa takut dan mencintai Dia, tetapi untuk hal-hal yang lain bingung. Saya mulai mencari-cari tapi saya tidak pernah mencari terhadap Islam, mungkin karena latar belakang saya menentangnya). Tapi pada akhirnya, Allah mengasihani jiwa saya dan menuntun saya dari kegelapan menuju cahaya kebenaran - Islam - tunduk hanya kepada Satu Allah.&amp;quot; &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Di tengah kebimbangan, ia dipertemukan dengan seorang pemuda yang telah lebih dulu memutuskan menjadi Muslim. Dari dialah, ia belajar Islam lebih dalam. termasuk, membaca secara lengkap Shirah nabawiyah, sejarah rasulullah Muhammad SAW. Belakangan, ia menerima pinangan pemuda itu dan bersyahadat. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&amp;quot;Menjadi seorang Muslim, saya&amp;#160; merahasiakannya dari keluarga dan teman-teman selama bertahun-tahun. Kami tinggal bersama suami saya di Yunani berusaha mempraktikkan Islam tapi itu sangat sulit - hampir mustahil,&amp;quot; katanya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Di kotanya, tidak ada masjid, tidak ada akses ke studi Islam, tidak ada orang berdoa, berpuasa, atau perempuan memakai jilbab (penutup kepala Islam). Yang ada hanya beberapa imigran Muslim yang datang ke Yunani hanya demi alasan ekonomi, dan tidak begitu peduli dengan kehidupan spiritualnya. &amp;quot;Bahkan, mereka lebih Barat ketimbang kami yang orang Barat,&amp;quot; katanya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Dia dan suaminya, harus shalat buru-buru, agar tak diketahui orang. Mereka menandai kalender dengan tanda-tanda tertentu, agar sesuai dengan kalender Hijriyah; terutama Ramadhan dan Dzulhijah. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&amp;quot;Ketika putri saya lahir, kami memutuskan untuk bermigrasi ke sebuah negara Muslim. Kami tidak ingin membesarkannya di lingkungan di mana dia akan berjuang untuk mempertahankan identitas Muslimnya, atau bahkan lebur bersama mereka,&amp;quot; katanya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Sekarang, empat tahun sudah mereka tinggal di Turki. &amp;quot;Saya kerap merasa sangat rindu rumah, dan bertanya-tanya apakah sudah waktunya untuk kembali ke Yunani, negara yang indah dimana saya dilahirkan dan mencoba menemukan cara untuk menggabungkan identitas indah dan budaya nenek moyang Yunani&amp;#160; serta identitas Islam saya. Tapi saya merasa bangga dan bersyukur kepada Allah bahwa saya dapat menjadi warga Yunani dan Muslim yang baik,&amp;quot; katanya.&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Redaktur:&lt;/b&gt; Siwi Tri Puji B&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Sumber:&lt;/b&gt; © Muslim Association of Greece&lt;/p&gt; &lt;/span&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4118448489383692634-2361692655793138778?l=batupengajar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://batupengajar.blogspot.com/feeds/2361692655793138778/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2011/11/republika_3175.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/2361692655793138778'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/2361692655793138778'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2011/11/republika_3175.html' title='Pernah Membuat Karikatur Mengolok-Olok Rasulullah, Tina Stylianidou Berislam Setelah Baca Shirah Nabi'/><author><name>HermawaN PujakelaM</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-RR_OH2HFN0k/Tt28E8BE4DI/AAAAAAAABJs/iCNRifYWe6M/s220/Image0027.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh6.ggpht.com/-9gf88O9qKT0/TsNYb7Hv44I/AAAAAAAABIg/qG0wQhX3CNA/s72-c/image_thumb%25255B2%25255D.png?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4118448489383692634.post-3701227336409242166</id><published>2011-11-15T22:29:00.001-08:00</published><updated>2011-11-15T22:29:09.471-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mualaf'/><title type='text'>Ratusan Orang Jadi Mualaf di Masjid Al Azhar Jakarta, Mereka Bilang Islam Agama Menenangkan</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/-KpCCXDf8NH8/TsNYMFxdvdI/AAAAAAAABII/hSzFkQwL1jE/s1600-h/image%25255B2%25255D.png"&gt;&lt;img style="border-right-width: 0px; display: inline; border-top-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: 0px; border-left-width: 0px; margin-right: 0px" title="image" border="0" alt="image" align="left" src="http://lh6.ggpht.com/-BcAc8-u63pU/TsNYM9zzPnI/AAAAAAAABIQ/GPDuXTyE4Y0/image_thumb%25255B2%25255D.png?imgmax=800" width="182" height="134" /&gt;&lt;/a&gt; REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA—Yayasan Pesantren Islam (YPI) Al Azhar mengislamkan mualaf rata-rata 100 orang tiap tahunnya. Dalam kurun 10 tahun belakangan, Lembaga Muqtadin Al Azhar (LMA) sudah mengislamkan sekitar 1.000 mualaf. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;“Tahun ini saja sudah 63 orang yang masuk Islam di Al Azhar,” ungkap Hartono, Takmir Masjid Al Azhar. Menurut Hartono, paling banyak alasan mualaf masuk Islam karena melihat Islam dari sisi rasional.&lt;/p&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;p align="justify"&gt;Mereka melihat Islam sebagai agama yang memberi ketenangan dan kedamaian. “Banyak yang masuk Islam karena melihat ketenangan dan kedamaian dalam Islam,” terangnya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Ada juga alasan mualaf masuk Islam karena menikah. Menurut Hartono, dibutuhkan pengarahan agar alasan karena menikah dijadikan alasan kedua. Al Azhar mengkhawatirkan jika nanti ada masalah selama masa pernikahan menjadikan mualaf kembali ke agama sebelumnya. “Maka kita beri pengarahan dulu agar kalau ada masalah di pernikahannya, mualaf tetap Islam,” tambahnya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Al Azhar mencatat 70 persen mualaf berasal dari Indonesia. Sisanya dalah warga negara asing. “Warga negara asing paling banyak dari Amerika, Inggris, Perancis, Jepang dan Korea,” ungkap Hartono. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Menurut Hartono, Al Azhar juga memfasilitasi mualaf dengan Islamic Study. “Kita ada kegiatan mualaf, kajian untuk mualaf, juga belajar membaca Qu’an untuk mualaf,” tambah Hartono. Untuk syarat mualaf, menurut Hartono hanya syarat administrative seperti fotocopy KTP dan Kartu Keluarga. “Yang paling mutlak bagi laki-laki untuk menjadi mualaf harus sudah dikhitan,” ungkatnya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Hartono menambahkan, ada mualaf yang mengaku hidupnya menjadi lebih baik setelah masuk Islam. “Dia cerita pada saya setelah masuk Islam hidupnya jadi ebih baik. Dan dia juga membawa temannya masuk Islam di Al Azhar,” tambah Hartono.&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Redaktur:&lt;/b&gt; Stevy Maradona&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Reporter:&lt;/b&gt; c20&lt;/p&gt; &lt;/span&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4118448489383692634-3701227336409242166?l=batupengajar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://batupengajar.blogspot.com/feeds/3701227336409242166/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2011/11/republika_2543.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/3701227336409242166'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/3701227336409242166'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2011/11/republika_2543.html' title='Ratusan Orang Jadi Mualaf di Masjid Al Azhar Jakarta, Mereka Bilang Islam Agama Menenangkan'/><author><name>HermawaN PujakelaM</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-RR_OH2HFN0k/Tt28E8BE4DI/AAAAAAAABJs/iCNRifYWe6M/s220/Image0027.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh6.ggpht.com/-BcAc8-u63pU/TsNYM9zzPnI/AAAAAAAABIQ/GPDuXTyE4Y0/s72-c/image_thumb%25255B2%25255D.png?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4118448489383692634.post-2844718055543811517</id><published>2011-11-15T22:27:00.001-08:00</published><updated>2011-11-15T22:27:59.866-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mualaf'/><title type='text'>Hari Kelima Ramadhan, 195 Ekspatriat di Kuwait Nyatakan Diri Masuk Islam</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/-tlQx5d5YWPQ/TsNX6qKzWaI/AAAAAAAABH4/n1gJdJc-HNo/s1600-h/image%25255B2%25255D.png"&gt;&lt;img style="border-right-width: 0px; display: inline; border-top-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: 0px; border-left-width: 0px; margin-right: 0px" title="image" border="0" alt="image" align="left" src="http://lh4.ggpht.com/-epxEAU5_KGQ/TsNX7qs26OI/AAAAAAAABIA/IiRJnTlLPX0/image_thumb%25255B2%25255D.png?imgmax=800" width="179" height="131" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;REPUBLIKA.CO.ID, MANAMA - Sekitar 195 orang menyatakan diri masuk Islam dengan bersyahadat di hari kelima Ramadhan. Mereka adalah para ekspatriat yang beberapa tahun ini bertugas dan tinggal di negeri itu. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;quot;Jumlahnya akan terus bertambah,” kata Jamal Al Shatti, pimpinan The Committee to Promote Islam, organisasi yang menghimpun dan memberi pendampingan bagi mualaf. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;quot;Kami percaya bahwa lebih banyak orang akan mengumumkan konversi mereka sebelum akhir bulan,&amp;quot; katanya dalam sambutannya, seperti dikutip oleh harian Kuwait, &lt;em&gt;Al Watan.&lt;/em&gt; &lt;/p&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;p align="justify"&gt;Komite ini pantang dengan ide-ide kekerasan. Mereka mempromosikan Islam melalui kata-kata yang baik dan perbuatan, katanya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Kuwait adalah sebuah negara mayoritas Muslim, tetapi ribuan non-Muslim, terutama orang asing dari negara-negara Asia, tinggal di negara ini.&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Redaktur:&lt;/b&gt; Siwi Tri Puji B&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Sumber:&lt;/b&gt; Al Watan&lt;/p&gt; &lt;/span&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4118448489383692634-2844718055543811517?l=batupengajar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://batupengajar.blogspot.com/feeds/2844718055543811517/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2011/11/republika_5717.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/2844718055543811517'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/2844718055543811517'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2011/11/republika_5717.html' title='Hari Kelima Ramadhan, 195 Ekspatriat di Kuwait Nyatakan Diri Masuk Islam'/><author><name>HermawaN PujakelaM</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-RR_OH2HFN0k/Tt28E8BE4DI/AAAAAAAABJs/iCNRifYWe6M/s220/Image0027.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh4.ggpht.com/-epxEAU5_KGQ/TsNX7qs26OI/AAAAAAAABIA/IiRJnTlLPX0/s72-c/image_thumb%25255B2%25255D.png?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4118448489383692634.post-389542889052246785</id><published>2011-11-15T22:26:00.001-08:00</published><updated>2011-11-15T22:26:58.797-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mualaf'/><title type='text'>Di Tengah Meningkatnya Sentimen Anti Islam, Hannah Snider 'Melawan Arus' dan Bersyahadat</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/-Ti0yWo8SjjI/TsNXq4qqnsI/AAAAAAAABHo/ozzL2JSCC3g/s1600-h/image%25255B2%25255D.png"&gt;&lt;img style="border-right-width: 0px; display: inline; border-top-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: 0px; border-left-width: 0px; margin-right: 0px" title="image" border="0" alt="image" align="left" src="http://lh3.ggpht.com/-i_gr5kSV9Oc/TsNXsIunKdI/AAAAAAAABHw/xcTkolnNs-g/image_thumb%25255B2%25255D.png?imgmax=800" width="174" height="128" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;REPUBLIKA.CO.ID, LOS ANGELES - Pada 27 Mei 2011, Hannah Snider bersyahadat, mendeklarasi imannya dalam Islam. Namun, wanita Asal Los Angeles, Amerika Serikat ini, mengaku tidak menjadi seorang Muslim pada hari itu. &amp;quot;Saya selalu Muslim, tapi tidak menyadarinya. Saya selalu percaya pada satu Tuhan. Hati saya telah Muslim,&amp;quot; katanya. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Pemikiran ini, katanya, tak hanya merupakan salah satu pilar yang paling dasar, namun yang paling penting dari sebuah agama. &lt;/p&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;p align="justify"&gt;Tumbuh dalam lingkungan yang tak pernah bersinggungan dengan Muslim, Hannah tak pernah tahu tentang Islam. &amp;quot;Alasan saya tidak pernah tahu tentang agama agung ini karena tidak ada yang pernah mengatakan kepada saya. Aku punya teman sekamar Muslim, telah bertemu dengan orang Muslim, tapi tak seorang pun memberitahu saya apa yang umat Islam yakini,&amp;quot; katanya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Akhirnya, setelah bertahun-tahun mencoba memahami tentang berbagai agama, seorang teman memintanya menjelaskan keyakinan dasarnya. Saat itu, ia mengaku percaya Tuhan tapi tak menganut satu agamapun. &amp;quot;Dia mengoreksi saya dengan menjelaskan bagaimana Islam masuk ke dalam keyakinan saya, dan saya mulai meneliti dan belajar dan membaca Alquran,&amp;quot; katanya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Jujur, katanya, ia takut ketika menyadari bahwa Islam telah merasuki hidupnya. Tempat dia lahir dan dibesarkan, Amerika, tidaklah 'ramah' untuk umat Islam. &amp;quot;Dan setelah semua gambaran media yang negatif tentang Islam, semua teman-teman saya berpandangan sama tentang agama ini,&amp;quot; tambahnya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Namun, katanya, setelah ditelusuri, kebencian mereka pada Islam bersumber pada kurangnya pengetahuan tentang Islam, dan seringkali dangkalnya pengetahuan akan agama mereka sendiri. Rasa takutnya bakal dikucilkan setelah memeluk Islam sirna, dan ia bertekad untuk bisa menjelaskan lebih jauh tentang Islam pada rekan-rekannya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Ia pun bersyahadat. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;*** &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Kini, diakui atau tidak, Hannah bak humas bagi Islam. Orang-orang nyaman mengajukan pertanyaan-pertanyaan padanya tentang agama barunya, baik di toko kelontong, atau di mal, atau di kantor. &amp;quot;Saya tidak pernah tersinggung. Ini adalah bagian dari agama kita untuk menjangkau orang lain dan menyebarkan pesan Islam. Ini disebut dakwah,&amp;quot; katanya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Ia menjelaskan tentang Islam, tanpa pretensi menarik pengikut. &amp;quot;Beragama itu lahir dari kesadaran, bukan paksaan,&amp;quot; tambahnya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Harapannya, kalaupun mereka tidak setuju pada ajaran Islam, setidaknya bisa menoleransi. &amp;quot;Menemukan perbedaan, menemukan kesamaan, dan merangkul mereka. Dan untuk populasi Muslim: sangat penting bahwa kita mengenal orang lain dan membantu mereka untuk memahami agama kita. Bukan bertengkar tentang hal itu dan membiarkan media menggambarkan kita,&amp;quot; katanya.&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Redaktur:&lt;/b&gt; Siwi Tri Puji B&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Sumber:&lt;/b&gt; turn to islam&lt;/p&gt; &lt;/span&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4118448489383692634-389542889052246785?l=batupengajar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://batupengajar.blogspot.com/feeds/389542889052246785/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2011/11/republika_3791.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/389542889052246785'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/389542889052246785'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2011/11/republika_3791.html' title='Di Tengah Meningkatnya Sentimen Anti Islam, Hannah Snider &amp;#39;Melawan Arus&amp;#39; dan Bersyahadat'/><author><name>HermawaN PujakelaM</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-RR_OH2HFN0k/Tt28E8BE4DI/AAAAAAAABJs/iCNRifYWe6M/s220/Image0027.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh3.ggpht.com/-i_gr5kSV9Oc/TsNXsIunKdI/AAAAAAAABHw/xcTkolnNs-g/s72-c/image_thumb%25255B2%25255D.png?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4118448489383692634.post-7669210679151133108</id><published>2011-11-15T22:23:00.001-08:00</published><updated>2011-11-15T22:23:16.078-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mualaf'/><title type='text'>Wanita Atheis Skotlandia Ini Menemukan Islam pada Usia 65 Tahun</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/-TQ7KgM2TgJ8/TsNWzqOQpbI/AAAAAAAABHI/-Tma7RYa1yA/s1600-h/image%25255B2%25255D.png"&gt;&lt;img style="border-right-width: 0px; display: inline; border-top-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: 0px; border-left-width: 0px; margin-right: 0px" title="image" border="0" alt="image" align="left" src="http://lh6.ggpht.com/-bSbVF22IwmE/TsNW0Z1pJII/AAAAAAAABHQ/8pUsK8-IYVM/image_thumb%25255B2%25255D.png?imgmax=800" width="160" height="118" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;REPUBLIKA.CO.ID, Nama Islaminya adalah Maryam Noor. Sedangkan nama aslinya adalah Margaret Templeton. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Wanita ini lahir di Skotlandia dan tumbuh besar di keluarga atheis sehingga ia pun tak percaya Tuhan. Dalam rumahnya anggota keluarga dilarang berbicara tentang Tuhan. &amp;quot;Bahkan ketika kami belajar di sekolah, kami tak dibolehkan menyoal itu di rumah, bila tidak kami dihukum.&amp;quot; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Namun sejauh yang bisa ia ingat, Maryam selalu berupaya mencari Kebenaran mengapa ia hidup di dunia. &amp;quot;Mengapa saya hidup dan apa yang seharusnya saya lakukan.&amp;quot; &lt;/p&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;p align="justify"&gt;Ketika ia cukup dewasa, ia mulai mencari beberapa informasi tentang 'sosok&amp;#160; yang disebut Tuhan' yang selalu disebut oleh orang-orang dan didengar Maryam selama hidupnya. &amp;quot;Saya mencari Kebeneran, bukan agama tertentu,&amp;quot; tutur Maryam. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&amp;quot;Kebenaran yang masuk akal bagi saya, sesuatu yang membuka hati saya dan membuat saya layak untuk hidup,&amp;quot; ujarnya. Saat mencari ia memasuki setiap jenis gereja baik di Inggris maupun dekat rumahnya. &amp;quot;Tak pernah sebelumnya terbesit untuk berpikir tentang Islam.&amp;quot; &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Maryam tertarik dengan Islam, namun saat itu perang tengah berkecamuk di Irak dan ia membaca banyak hal mengerikan tentang Muslim di surat kabar. &amp;quot;Saya merasa berpengalaman dan memiliki pendidikan dalam mempelajari agama lain, sehingga saat itu pun saya berpikir semua itu tak benar,&amp;quot; ungkap Maryam. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Ia pun mencari seseorang yang bisa mengajarinya dan memberi tahunya tentang Islam dan cara hidup berdasar agama ini. &amp;quot;Sehingga saya bisa membedakan mana yang benar, mana yang salah, mana yang berasal dari tipu daya setan,&amp;quot; tutur Maryam. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Satu hal yang selalu ia lakukan selama pencarian, ia sellau berbicara dengan siapa pun dan tersenyum dan menyapa setiap orang. &amp;quot; Saya berkata 'Halo', 'Bagaimana kabarmu?', 'Bagaimana harimu?', karena Yesus selalu menyebarkan kebahagiaan di mana pun dan kapan pun ia berada. Saat itu saya penganut Katholik Roma,&amp;quot; ungkap Maryam. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Namun ia merasa tak bahagia dengan agama tersebut dan akhirnya meninggalkan gereja. &amp;quot;Tapi saya tak tahu kemana lagi harus pergi,&amp;quot; ujarnya.      &lt;br /&gt;Di saat bersamaan ia tengah mencari pula guru Islam. &amp;quot;Saya berdoa setiap saat, setiap hari kepada Tuhan 'Bantu aku, bantu aku, bantu aku'. Ia lakukan itu berulang-ulang, terus menerus selama dua tahun. &amp;quot;Karena saya tak tahu apa yang harus diperbuat dan pergi ke mana,&amp;quot; ungkap Maryam. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Hingga suatu hari seorang kawan dari temannya membawa seorang yang alim ulama. Namanya Nur El-Din. Ia adalah seorang Arab yang lahir di negara itu. Ia mengundang Maryam untuk datang ke rumahnya dan memberi tahu buku apa yang harus dibeli dan apa yang harus ia lakukan. Bahkan Nur membuka diri untuk dihubungi kapan saja bila Maryam memiliki pertanyaan. &amp;quot;Itulah hubungan kami, ada tujuh volume buku yang saya baca mengenai tafsir dan terjemahan terhadap Al Qur'an dan buku itu sangat luar biasa.&amp;quot; &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Maryam pun mulai mengkaji Islam. Ia membuka buku pertamanya dan membaca kata pengantar. Ia tidak memulai dari belakang, melainkan dari depan. Ia langsung menuju surah Al Baqarah. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Sebelum Al Baqarah terdapat Surah Al Fatihah. Rupanya Maryam kembali ke awal lagi dan membaca umul kitab tersebut. &amp;quot;Begitu saya membaca, rasanya seperti tersambar. Air mata saya bercucuran. Hati saya berdebar keras, saya berkeringat dan gemetar,&amp;quot; tutur Maryam. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Awalnya ia takut itu adalah godaan setan. &amp;quot;Seperti ia mencoba menghentikan saya karena saya mungkin menemukan jalan, karena buku ini mungkin membukakan saya menuju Kebenaran, sesuatu yang selama ini saya cari,&amp;quot; ujarnya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Maryam pun langsung menelpon Nur El-Din. &amp;quot;Ia berkata datanglah saya ingin bertemu kamu. Saya pun pergi ke tempatnya. Saat itu musim dingin, begitu sampai rasanya tubuh saya seperti balok es,&amp;quot; ungkapnya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Ia menuturkan pengalaman kepada Nur El-Din. &amp;quot;Saya berkata padanya ini pasti ulah setan, apa yang harus saya perbuat?&amp;quot; ujarnya. Maryam menuturkan kala air matanya bercucuran ia bisa melihat jelas ke dalam hatinya, begitu besar, merah--alih-alih terang, dan tidka berbentuk sama sekali. &amp;quot;Saya sangat takut,&amp;quot; ujarnya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Nur El-Din pun berkata padanya, &amp;quot;Margaret, dikau akan menjadi seorang Muslim.&amp;quot; Maryam membalas, &amp;quot;Tapi saya tidak membaca buku-buku ini untuk menjadi seorang Muslim. Saya membaca demi membantah semua kebohongan yang telah disebarkan di media mengenai Muslim,&amp;quot; ujarnya. &amp;quot;Saya tak ingin menjadi Muslim,&amp;quot; kata Maryam lagi. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Namun Nur El-Din tetap pada keyakinannya. &amp;quot;Margeret dikau akan menjadi Muslim karena, baiklah saya harus memberi tahumu bahwa ada campur tangan kekuatan Tertinggi dalam hidupnya. &amp;quot;Saat itu saya berusia 65 tahun. Kini saya 66 tahun dan saya telah menjadi Muslim selama satu tahun.&amp;quot; &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Ia akhirnya melakukan kajian lebih dalam lagi dengan si ulama mulai November hingga Februari. Akhirnya ia tak bisa menahan diri untuk bersegera mengucap syahadat. Saat dorongan itu timbul Maryam sempat bertanya apakah itu tak terlalu terburu-buru baginya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&amp;quot;Anda tahu, ketika bertanya itu, alasannya bukan lagi karena saya tak mau menjadi Muslim. Saya telah meyakini bahwa Allah akan selalu mengampuni hambanya, yang saya pikirkan saya terlalu kecil, terlalu banyak dosa, dan hidayah itu rasanya hadiah terlalu besar bagi saya yang tak seberapa,&amp;quot; tutur Maryam. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Nur El Din hanya berkata satu kata &amp;quot;Nur&amp;quot;. Saat itu 11 Februari 2003, Maryam duduk sedikit jauh dari Nur El Din yang berpakaian serba putih mulai. &amp;quot;Ulangi persis seperti yang saya ucap,&amp;quot; ujar Nur El Din. Ia mengucapkan syahadat yang langsung diulang oleh Maryam. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Usai mengucap syahadat Maryam bertanya, &amp;quot;Apa yang barusan saya ucapkan?&amp;quot;. Nur El Din memaparkan artinya dalam Bahasa Inggris. Setelah itu ia pun resmi menjadi Muslim dan mengganti namanya dengan Maryam. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&amp;quot;Saya tak bisa berkata bahwa saya Muslim yang baik, karena itu luar biasa sulit,&amp;quot; ungkap Maryam. &amp;quot;Saya kehilangan semua teman Katholik, semua teman mengobrol saya. Bahkan putri saya menganggap saya gila. Satu-satunya yang percaya saya adalah putra saya yang mengatakan mungkin saya menemukan Kebenaran. Ia adalah salah satunya yang mungkin menyusul saya menjadi Muslim,&amp;quot; ungkapnya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Tantangan terberat yang dirasakan Maryam adalah tempat tinggal di mana ia hidup di dunia sekuler, bukan dunia Muslim. &amp;quot;Dengan sepenuh hati, saya ingin tinggal di dunia Muslim dan memiliki komunitas Muslim. Saya satu-satunya Muslim yang tinggal di kawasan ini. Namun Allah selalu baik kepada saya karena ditengah kesulitan, saya tetap bahagia dan terus memiliki kesempatan belajar,&amp;quot; &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Maryam mengaku kini membaca Al Qur'an dalam terjemahaan Bahasa Inggris. &amp;quot;Usia saya sungguh membuat saya sulit menghafal jadi saya menggunakan buku terjemahan. Dan saya memohon pada Allah, 'Mohon Ya Allah yang Maha Pengasih dan Penyanyang, saya hanyalah seorang bayi berusia 65 tahun dan saya memiliki kesulitan dan bantulah aku,&amp;quot; setiap saya berdoa itu saya selalu menemukan jalan. Ia benar-benar membantu saya.&amp;quot;&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Redaktur:&lt;/b&gt; Ajeng Ritzki Pitakasari&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Sumber:&lt;/b&gt; Onislam.net&lt;/p&gt; &lt;/span&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4118448489383692634-7669210679151133108?l=batupengajar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://batupengajar.blogspot.com/feeds/7669210679151133108/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2011/11/republika_6839.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/7669210679151133108'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/7669210679151133108'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2011/11/republika_6839.html' title='Wanita Atheis Skotlandia Ini Menemukan Islam pada Usia 65 Tahun'/><author><name>HermawaN PujakelaM</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-RR_OH2HFN0k/Tt28E8BE4DI/AAAAAAAABJs/iCNRifYWe6M/s220/Image0027.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh6.ggpht.com/-bSbVF22IwmE/TsNW0Z1pJII/AAAAAAAABHQ/8pUsK8-IYVM/s72-c/image_thumb%25255B2%25255D.png?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4118448489383692634.post-6988232798462666396</id><published>2011-11-15T22:21:00.001-08:00</published><updated>2011-11-15T22:21:42.939-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mualaf'/><title type='text'>Sara dan Elaine: Sebelum Jadi Muslim Coba-coba Puasa....Kini Bersyukur Rasakan Ramadhan</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/-Uuu0xrk-ieI/TsNWcp4tLII/AAAAAAAABG4/KaAmtg4Wqbg/s1600-h/image%25255B2%25255D.png"&gt;&lt;img style="border-bottom: 0px; border-left: 0px; display: inline; margin-left: 0px; border-top: 0px; margin-right: 0px; border-right: 0px" title="image" border="0" alt="image" align="left" src="http://lh3.ggpht.com/-D3UHqJi5OU8/TsNWdQPi4WI/AAAAAAAABHA/N1YiQsN_fQg/image_thumb%25255B2%25255D.png?imgmax=800" width="169" height="124" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;REPUBLIKA.CO.ID, KUALA LUMPUR - Seperti tengah menjalani cinta pertama. Inilah yang dirasakan Siti Sara Phang Abdullah dan Nur Balqis Elaine ketika menceritakan kembali konversi mereka ke dalam Islam. Ramadhan bagi keduanya, bak dicinta ulam tiba. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dibesarkan dalam keluarga Kristen, Sara, 19, pada mulanya terpesona pada budaya Islam. Dia terpikat oleh tradisi seperti jilbab, dan bagaimana teman-teman Muslim-nya mempunyai banyak doa, sejak dari bangun tidur, makan, ke toilet, berkendara, hingga tidur lagi. Saat Ramadhan, mereka berpuasa. &lt;/p&gt; &lt;span class="fullpost"&gt; &lt;p align="justify"&gt;&amp;quot;Tapi mereka tidak bicara tentang Islam, atau mempromosikannya pada saya. Saya jatuh cinta dengan keindahan Islam dengan sendirinya,&amp;quot; tambahnya. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Elaine, 20, yang berdarah campuran Cina-Dayak, mengakui hal sama. &amp;quot;Aku punya teman banyak di sekolah Melayu, dan hatiku tertambak pada Islam. Ini adalah benar-benar baru dan perasaan yang hebat,&amp;quot; katanya dalam bahasa Melayu fasih. Ibunya adalah seorang Katolik Roma. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sambil tersenyum, dia menambahkan bahwa dia merasa lebih tenang sekarang banyak setelah memeluk Islam. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Berpakaian sederhana, dua wanita muda ini antuasias menceritakan kisah mereka di Perkim, sebuah organisasi kesejahteraan Islam yang didirikan untuk membantu mualaf Malaysia menyesuaikan diri dengan kehidupan baru sebagai Muslim. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;quot;Ketika saya bangun selama sahur, saya senang untuk berpuasa,&amp;quot; kata Sara. Ia, yang dulu kerap coba-coba berpuasa, mengikuti kebiasaan teman-teman muslimnya saat Ramadhan, menambahkan bahwa ia sedikit lelah dan haus di siang hari. &amp;quot;Jika saya bisa tahan, saya teruskan, tapi kalau perut terasa sangat nyeri karena asam lambung naik, saya berbuka.&amp;quot; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sedang Elaine, ia mengaku terbiasa berpuasa. Saat bersekolah di Kedah, ia kerap ikut berpuasa setiap hari Senin dan Kamis. &amp;quot;Perut saya sakit sedikit karena udara di dalam,&amp;quot; akunya. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Elaine menambahkan bahwa puasa membuatnya sangat bahagia. Ia merasa tenang dan mengingatkan kerendahan hati dan kesabaran. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Meskipun kisah-kisah mereka diceritakan dengan kegembiraan yang besar, namun perjalanan mereka menemukan Islam tidaklah mulus. Sara dan Elaine tinggal di penampungan Perkim untuk anak perempuan, setelah keluarga mereka mengusirnya karena berpindah agama. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sara berkata bahwa keluarganya tidak setuju dengan pilihannya pada Islam. Walau ia menyembunyikannya, akhirnya keluarga besarnya mengendusnya.    &lt;br /&gt;&amp;quot;Ayah saya melihat saya memiliki lebih banyak baju kurung,&amp;#160; buku-buku Islam dan hal-hal keagamaan lainnya, sehingga ia bertanya,&amp;quot; ia menjelaskan. Sara, yang dibesarkan sebagai seorang Protestan, akhirnya mengaku ia telah menjadi Muslim. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dia mengatakan bahwa ibunya dan saudara perempuannya menerima, tetapi ayahnya telah memberinya ultimatum untuk memilih antara tinggal di rumah atau menjadi seorang Muslim. Dia memilih yang terakhir dan sekarang ia tinggal di penampungan dengan Elaine. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Elaine menyatakan ayahnya yang seorang Buddha telah menerima agama barunya. Tak demikian dengan sang ibu. &amp;quot;&amp;quot;Karena aku seorang Muslim sekarang, akan lebih mudah buatku untuk tinggal di luar saja,&amp;quot; tambahnya.    &lt;br /&gt;Dia mengakui bahwa &amp;quot;agak aneh&amp;quot; bagaimana dia tertarik dengan Islam. &amp;quot;Setiap kali saya mendengar azan, hati saya gelisah,&amp;quot; katanya dengan kilau di matanya. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Inilah yang mendorongnya untuk lebih banyak tahu tentang islam. &amp;quot;Islam lebih menenangkan. Aku lebih tenang sekarang,&amp;quot; katanya. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Kedua gadis ini menjelaskan bahwa mengubah nama mereka tidak terlalu sulit. Yang dibutuhkan, katanya,&amp;#160; adalah &amp;quot;Kad Islam&amp;quot; dari Departemen Agama Islam (Jawi), atau sebuah &amp;quot;Surat Sumpah&amp;quot;, disertai akte kelahiran dan kartu identitas mereka. &amp;quot;Diurus di Putrajaya, maka di hari yang sama kita sudah bisa menyandang nama baru Muslim,&amp;quot; kata Elaine.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Redaktur:&lt;/b&gt; Siwi Tri Puji B&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Sumber:&lt;/b&gt; The Malaysia Insider, Perkim&lt;/p&gt; &lt;/span&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4118448489383692634-6988232798462666396?l=batupengajar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://batupengajar.blogspot.com/feeds/6988232798462666396/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2011/11/republika_8287.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/6988232798462666396'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/6988232798462666396'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2011/11/republika_8287.html' title='Sara dan Elaine: Sebelum Jadi Muslim Coba-coba Puasa....Kini Bersyukur Rasakan Ramadhan'/><author><name>HermawaN PujakelaM</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-RR_OH2HFN0k/Tt28E8BE4DI/AAAAAAAABJs/iCNRifYWe6M/s220/Image0027.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh3.ggpht.com/-D3UHqJi5OU8/TsNWdQPi4WI/AAAAAAAABHA/N1YiQsN_fQg/s72-c/image_thumb%25255B2%25255D.png?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4118448489383692634.post-5468683914928340282</id><published>2011-11-15T22:13:00.001-08:00</published><updated>2011-11-15T22:13:59.051-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mualaf'/><title type='text'>Saat Bertugas di Perang Teluk, Abdal Malik Rezeski Terkesan Kesalehan dan Sikap Rendah Hati Muslim</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/-3-iYAv11APo/TsNUoSoA5qI/AAAAAAAABGo/5sBIffUsqec/s1600-h/image%25255B2%25255D.png"&gt;&lt;img style="border-bottom: 0px; border-left: 0px; display: inline; margin-left: 0px; border-top: 0px; margin-right: 0px; border-right: 0px" title="image" border="0" alt="image" align="left" src="http://lh4.ggpht.com/-jDwQsWwMGFs/TsNUpV7XRBI/AAAAAAAABGw/f5wxM4k4Yug/image_thumb%25255B2%25255D.png?imgmax=800" width="178" height="131" /&gt;&lt;/a&gt; REPUBLIKA.CO.ID, Ia adalah warga New York kelas menengah sekaligus perwira dalam Angkatan Darat Amerika Serikat (AS). Pada 1991 ia dengan senang hati bergabung melayani negara dalam tugas di Perang Teluk I. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Tahun berikut ia dikirim ke Pakistan, dimana ia bertemu orang saleh dan terkesan dengan mereka. &amp;quot;Mereka baik, orang-orang rendah hati yang mencoba menjalankan ibadah dengan taat,&amp;quot; tuturnya. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ia mulai belajar Islam pertama karena didorong oleh rasa ingin tahu, lalu keluar dari keyakinan. Tepat di akhir tahun, ia menjadi seorang Muslim.    &lt;br /&gt;&amp;quot;Ayah saya seorang Yahudi, ibu saya Kristiani,&amp;quot; tutur Abdal Malik Rezeski yang tinggal di Dallas. &amp;quot;Islam adalah agama pertama yang masuk akal bagi saya.&amp;quot; &lt;/p&gt; &lt;span class="fullpost"&gt; &lt;p align="justify"&gt;Islam adalah salah satu agama yang tumbuh cepat di Amerika. Salah satu penyebab adalah pertambahan imigran dan angka kelahiran yang tinggi di kalangan mereka. Namun seiring waktu, justru lebih banyak warga asli Amerika yang beralih ke Islam. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Mereka tertarik dengan aturan moral ketat yang diusung Islam, sistem keyakinan yang sebenarnya serupa dengan Yudaisme dan Nasrani. Kemiripan itu, menurut ulama, memudahkan langkah-langkah untuk mempraktekan dan beralih ke Islam. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;quot;Pesan langsung mengenai Tuhan, jauh lebih mudah dipahami ketimbang konsep Trinitas, ujar Jane Smith, seorang pakar studi Islam di Hartford Seminary. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Mayoritas warga Amerika yan beralih, 64&amp;#160; persen adalah Afrika-Amerika, demikian menurut The Mosque Report, sebuah kajian nasional yang dilakukan empat organisasi Muslim. Salah satunya adalah Share Muhammed, 48, yang sejak kecil rajin mendatangi gereja kulit hitam. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;quot;Yang langsung menarik perhatian saya dari Islam adalah saya tidak melihat rasisme,&amp;quot; ujarnya. Di masjid, wanita itu mengaku bertemu dengan banyak imigran dari penjuru dunia dan kemajemukan Amerika. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sekitar 6 juta Muslim tinggal Amerika Serikat. The Mosque Report memperkirakan sekitar 30 persen jamaah adalah mualaf. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Namun tak seorang pun tak pasti berapa mualaf di sana karena Muslim tidak mencatat informasi itu. Mereka mengatakan hal itu juga cukup sulit karena orang kerap beralih memeluk Islam tanpa keterlibatan masjid. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;quot;Bagi Muslim, itu adalah antara diri anda dan Tuhan,&amp;quot; ujar seorang pakar sosiologi agama, Dr. Behrooz Ghamari-Tabrizi, di Georgia State University. &amp;quot;Sementara dalam Yahudi dan Kristen, anda harus mengikuti ritual formal.&amp;quot; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Seperti yang dialami Rezeksi, di hari ia memutuskan memeluk Islam, ia mencari teman-teman Pakistannya. Dengan keberadaan mereka ia mengucapkan dua kalimat syahadt. &amp;quot;Tiada Tuhan selain Allah (swt) dan Muhammad adalah rasul-Nya.&amp;quot; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Begitu mengkaji Al Qur'an, kitab suci Muslim, ia mengaku kian tertarik lebih dalam dengan agama tersebut. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;quot;Dengan Islam saya bisa melihat ramuan bagaimana agar berhasil menjalani kehidupan saat ini dan kehidupan masa nanti.&amp;quot; ujarnya. &amp;quot;Tidak hanya panduan praktikal mengenai perceraian dan bagaimana memperlakukan anak yatim, tetapi juga petunjuk spiritual yang memaparkan apa Tuhan itu dan bagaimana kita seharusnya berhubungan dengan-Nya.&amp;quot;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Redaktur:&lt;/b&gt; Ajeng Ritzki Pitakasari&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Sumber:&lt;/b&gt; Dallasnews.com&lt;/p&gt; &lt;/span&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4118448489383692634-5468683914928340282?l=batupengajar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://batupengajar.blogspot.com/feeds/5468683914928340282/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2011/11/republika_15.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/5468683914928340282'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4118448489383692634/posts/default/5468683914928340282'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://batupengajar.blogspot.com/2011/11/republika_15.html' title='Saat Bertugas di Perang Teluk, Abdal Malik Rezeski Terkesan Kesalehan dan Sikap Rendah Hati Muslim'/><author><name>HermawaN PujakelaM</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-RR_OH2HFN0k/Tt28E8BE4DI/AAAAAAAABJs/iCNRifYWe6M/s220/Image0027.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh4.ggpht.com/-jDwQsWwMGFs/TsNUpV7XRBI/AAAAAAAABGw/f5wxM4k4Yug/s72-c/image_thumb%25255B2%25255D.png?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4118448489383692634.post-4703837604164544146</id><published>2011-11-15T22:12:00.001-08:00</published><updated>2011-11-15T22:12:42.756-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mualaf'/><title type='text'>Perubahan Perilaku Jason Perez Membuat 55 Orang Terdekatnya Ikut Menganut Islam</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/-dzdwsqJ3o38/TsNUVZh03hI/AAAAAAAABGY/VDEk8p0HVDw/s1600-h/image%25255B2%25255D.png"&gt;&lt;img style="border-right-width: 0px; display: inline; border-top-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: 0px; border-left-width: 0px; margin-right: 0px" title="image" border="0" alt="image" align="left" src="http://lh3.ggpht.com/-i8Ugof4eGJk/TsNUWCL_3sI/AAAAAAAABGg/s4rH6nKYo6E/image_thumb%25255B2%25255D.png?imgmax=800" width="169" height="124" /&gt;&lt;/a&gt; REPUBLIKA.CO.ID, Tayangan &lt;em&gt;The New Muslim Cool&lt;/em&gt; sangat menyentuh publik Amerika Serikat. Di dalamnya berisi tentang pengalaman rohani salah satu rapper negeri itu, Jason Perez - namanya menjadi Hamza Perez setelah masuk Islam dan pandangannya tentang agama. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ada satu kutipan satir tapi membuat publik terhenyak tentang betapa SARA di AS mulai memprihatinkan adalah, &amp;quot;Anda seorang ayah tunggal, sekarang Anda menikah lagi, jadi Anda seorang pria yang sudah menikah, Anda muslim, Anda orang Amerika, Anda Puerto Rika, kau dari the hood, Anda seorang seniman, Anda rapper ... terdengar seperti mimpi terburuk Amerika!&amp;quot; &lt;/p&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;p align="justify"&gt;Berikut ini wawancara &lt;em&gt;islamicbulletin.com&lt;/em&gt; dengan Jason: &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Islamicbulletin: Bisakah Anda ceritakan sedikit tentang diri Anda?      &lt;br /&gt;Jason: Saya lahir di Brooklyn, NY. Saya dibesarkan di sebuah proyek perumahan di seberang jalan masjid. Ibu saya membesarkan saya di sana. Setelah saya besar, kami pindah ke Puerto Rico, dan setelah itu kami pindah bolak-balik antara Massachusetts dan Puerto Rico. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;IB: Dapatkah Anda menceritakan sedikit tentang pendidikan agama Anda?      &lt;br /&gt;J: Ya, ibu saya Katolik. Tapi, nenek saya di Puerto Rico adalah Pembaptis. Selama sekolah, saya selalu di sekolah Katolik. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;IB: Bagaimana Anda bisa berpindah menjadi Muslim? &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;J: Saya memiliki seorang teman bernama Louie Ekuador. Kami tumbuh bersama, dan kemudian kami terlibat dalam penjualan narkoba bersama-sama. Saya adalah pencari kebahagiaan sebagai orang muda, tetapi saya tidak pernah menemukannya. Saya mencoba kehidupan jalanan dan obat-obatan tapi itu hanya membuat saya lebih tertekan. Meskipun kita menghasilkan uang, tidak memberi kita rasa atau kepuasan kebahagiaan. Suatu hari, ia berjalan dengan masjid, dan dia duduk di tangga. Seorang Muslim mendekatinya dan bertanya apa yang dia lakukan di sana dan mulai berbicara kepadanya tentang Islam. Dan dia akhirnya menjadi seorang Muslim. Kami tahu masjid ini karena kami dibesarkan di jalan, tapi, kami tak pernah tahu tentang Muslim dan ajarannya. Satu-satunya hal yang kita tahu tentang mereka adalah bahwa mereka membunuh kambing. Jadi, dalam masyarakat, masjid mereka lebih dikenal sebagai tempat dimana kambing dibunuh. Jadi kita akrab dengan gedung tetapi tidak benar-benar tahu tentang apa yang terjadi di dalamnya. Louise berakhir menjadi Muslim dan sempat menghilang selama 40 hari. Dia pergi dengan Jamaah Tabligh (komunitas guru Islam) menyebarkan Islam. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Namanya pun berubah, menjadi Lukman. Suatu hari Lukman datang berpakaian serba putih dengan seorang syekh bernama Iqbal. Kami sedang bermain dadu, minum, dan merokok saat itu. Tiba-tiba aku melihat sisi berbeda darinya. Ia terlihat lebih bercahaya. Saya bisa melihat perubahan dalam dirinya. Saya pikir, sesuatu yang serius telah terjadi dalam hidupnya. Jadi, saya meninggalkan orang lain yang minum dan merokok dan berjalan ke arah mereka. JDi sana, syekh bertanya apakah aku percaya bahwa hanya ada satu Allah. Aku berkata, &amp;quot;Ya.&amp;quot; Dan kemudian dia bertanya apakah saya percaya pada Nabi Muhammad. Terus terang, saya tak pernah tahu tentang Muhammad SAW, tapi saya melihat cahaya dalam karakter dan wajah Luqman teman saya, jadi saya percaya. Saat itu juga saya minta dituntun mengucapkan syahadat, di pinggir jalan. Adik saya yang menyaksikan, ikut pula bersyahadat. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;IB: Bagaimana orangtua Anda bereaksi terhadap Anda yang menerima Islam? &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;J: Keluarga saya awalnya kesal. Tetapi setelah mendapatkan kami bebas dari narkoba dan jauh dari kegiatan berbahaya lainnya, mereka menyukainya. Ibu saya sangat mendukungnya. Dia pikir itu sangat positif. Saya pun menjadi lebih peduli padanya;&amp;#160; Saya&amp;#160; membantu dalam urusan rumah tangga, dan melakukan apapun yang dimintanya. Dulu sebelum menjadi Muslim, saya tak pernah peduli padanya. Perubahan dalam diri saya membuat kakak saya menjadi Muslim juga. Kemudian salah satu teman saya menjadi Muslim. Lebih dari 55 orang yang kita kenal menjadi Muslim. Kami kembali ke tempat yang sama kita gunakan untuk menjual obat-obatan dan memasang tanda yang mengatakan, &amp;quot;Heroin membunuh kamu dan Allah menyelamatkan Anda!&amp;quot; Jadi, Anda tahu, banyak dari mereka dipengaruhi oleh Lukman. Termasuk saya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;T: Apakah Anda pernah menemukan masalah dengan penerimaan Islam Anda? &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;J: Pada awalnya, karena saya merek baru Muslim, saya pikir saya harus mendengarkan setiap apa yang dikatakan seorang Muslim. Saya benar-benar tidak ada arah. Beberapa orang mengajarkan saya untuk melihat Muslim lain dan mengkritik umat Islam lain yang berjanggut panjang dan 'pakaian aneh' mereka. Sampai kemudian di satu titik: mengkritik orang menjadi lebih sering sementara mengingat Allah menjadi sedikit. Aku mulai kehilangan rasa manis yang saya alami ketika saya pertama kali menjadi Muslim. Kemudian saya melewati sebuah transformasi besar; hanya melihat kesalahan diri dan bukan kesalahan orang. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;IB: Apakah Anda melihat kesamaan antara Islam dan agama-agama lain?      &lt;br /&gt;J: Ya, tentu saja. Ini semua terhubung. Saya tahu siapa Yesus, saya melihat gambar yang dikaitkan dengannya, tapi saya tidak benar-benar tahu tentang Yesus selain Natal, dan ayat-ayat yang kita baca diarahkan kepada kita oleh para imam dan pendeta. Kadang-kadang saya merasa kini saya menjadi pengikut Kristus dengan cara yang lebih baik setelah saya menjadi Muslim. Isa adalah Nabi-nya, bukan Tuhan. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;T: Apa dampak yang Islam telah pada kehidupan Anda?      &lt;br /&gt;J: Islam telah membuka mata saya untuk kesalahan saya sendiri. Sebelumnya, saya punya hal yang disebut
