Panglima Perang Muhammad

Golongan kafir Ahli Kitab, khususnya Kristen, tidak henti-hentinya menyuarakan kepada umat manusia bahwa Muhammad adalah nabi palsu karena menurut mereka kedatangannya sudah diramalkan oleh Alkitab (Matius 7:15). Padahal, ayat-ayat selanjutnya dari Matius tersebut (Matius 7:16-20) justru menolak kepalsuan Muhammad sebagai seorang nabi. Dan tentu saja, perdebatan mengenai ayat-ayat Matius ini tak kunjung usai tanpa titik temu. Memang, sesudah kenaikan Yesus dan sebelum Muhammad lahir, disinyalir banyak nabi-nabi palsu yang bermunculan di tengah-tengah masyarakat Israel pada waktu itu. Akan tetapi, apakah Muhammad nabi palsu? Uraian singkat di bawah ini dengan tegas membantah tuduhan ini.
Umat Kristen, yang mengklaim Perjanjian Lama sebagai bagian dari kitab suci mereka, tampaknya sengaja melupakan firman Tuhannya sendiri sebagaimana tersebut dalam Kitab Ulangan berikut ini:

18:20 Tetapi seorang nabi, yang terlalu berani untuk mengucapkan demi nama-Ku perkataan yang tidak Kuperintahkan untuk dikatakan olehnya, atau yang berkata demi nama allah lain, nabi itu harus dibunuh. (al. Douay Rheims Bible & New Century Version)

Sebagaimana diketahui, Muhammad tidak henti-hentinya menyerukan ajaran Tauhid, bahwa tidak ada tuhan selain Allah, karena itu sembahlah Dia saja, satu-satunya Tuhan yang hak. Muhammad juga, senantiasa membaca basmalah (dengan nama Allah) ketika menyampaikan ayat-ayat Al-Qur'an kepada umatnya yang baru beliau terima dari Allah. Sebagaimana diketahui juga, Muhammad mengemban misi kenabiannya dari tahun 610 hingga 632 M atau kira-kira selama 22 tahun dengan menerima wahyu berupa aya-ayat suci Al-Qur'an secara berangsur-angsur. Bandingkan dengan misi kenabian Yesus yang hanya selama kira-kira 3 tahun!**
Umat Muhammad pada waktu itu, adalah umat yang buta huruf, dan kebanyakan dari mereka adalah kaum yang fasik dan musyrik. Dalam permulaan dakwahnya, Muhammad senantiasa mendapat ancaman bahkan upaya pembunuhan dari orang-orang kafir yang menentang dakwahnya. Namun demikian, pengikut Muhammad yang sedikit ketika itu senantiasa membela beliau hingga ke medan peperangan. Mereka rela mati demi membela Muhammad. Tercatat tidak kurang dari 12 kali peperangan fisik yang dilakukan antara Muhammad dan pengikutnya melawan kaum kafir, dan dapat dikatakan semua peperangan tersebut dimenangkan dengan gemilang oleh Muhammad.
Dari peperangan yang banyak itu, yang paling terkenal hingga sekarang adalah Perang Badar, yakni peperangan antara 300 tentara pimpinan Muhammad melawan 700 tentara kafir Mekah (H.G. Wells, The Outline of History, 1949). Kemenangan yang diraih dalam Perang Badar ini--sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur'an--tidak terlepas dari bantuan dari 3.000 malaikat yang secara khusus diturunkan oleh Allah dari langit untuk membantu tentara pimpinan Muhammad:

"Sungguh Allah telah menolong kamu dalam peperangan Badar, padahal kamu adalah (ketika itu) orang-orang yang lemah. Karena itu bertakwalah kepada Allah, supaya kamu mensyukuri-Nya." (QS. 3:123)
"(Ingatlah), ketika kamu mengatakan kepada orang mu'min: 'Apakah tidak cukup bagi kamu Allah membantu kamu dengan tiga ribu malaikat yang diturunkan (dari langit)?'" (QS. 3:124)
"Ya (cukup), jika kamu bersabar dan bersiap-siaga, dan mereka datang menyerang kamu dengan seketika itu juga, niscaya Allah menolong kamu dengan lima ribu Malaikat yang memakai tanda." (QS. 3:125)

Namun demikian, pokok bahasan di sini bukanlah untuk menunjukkan kehebatan Muhammad dan para tentaranya yang rela mati, tetapi yang terpenting adalah bahwa kemenangan yang diraih Muhammad dalam setiap peperangan melawan orang-orang kafir pada waktu itu, justru bertolak belakang dengan firman Tuhan dalam Kitab Ulangan 18:20 di atas, yang menyatakan bahwa "seorang nabi, yang terlalu berani untuk mengucapkan demi nama-Ku perkataan yang tidak Kuperintahkan untuk dikatakan olehnya, atau yang berkata demi nama allah lain, nabi itu harus dibunuh".
Mengapa Muhammad tidak dibunuh lebih awal jika ia adalah nabi palsu? (Mengapa Tuhan malah membantu Muhammad dalam perang Badar?) Mengapa Tuhan membiarkan Muhammad mengemban misi kenabian selama 22 tahun jika ia adalah nabi palsu?
Sebagaimana tercatat dalam banyak buku sejarah, Muhammad meninggal pada usia 63 tahun beberapa lama setelah wahyu Islam terakhir diturunkan:

"Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah, (mengundi nasib dengan anak panah itu) adalah kefasikan. Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Ku-sempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu menjadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. 5:3)

Dengan demikian, jelaslah, bahwa tuduhan yang dilontarkan golongan kafir Ahli Kitab, khususnya kaum Kristen, membuktikan bahwa mereka adalah kaum yang mendustakan firman Tuhannya sendiri. Mereka lebih senang membaca bualan Paulus Tarsus ketimbang firman Tuhan Semesta Alam.
Keterangan:

**Lukas menempatkan pembaptisan Yesus pada tahun ke-15 pemerintahan Kaisar Roma Tiberius, dan saat Pontius Pilatus menjadi pejabat gubernur Yudaea (Lukas 3:1). Dalam hal ini dinyatakan bahwa Pontius Pilatus menjadi pejabat Yudaea dari tahun 26 hingga 36 M, dan bahwa Tiberius menggantikan Kaisar Agustus pada tahun 14 M.1 Oleh karenanya, jika kita menerima kronologi yang dibuat oleh Lukas, berarti Yesus dibaptis oleh Yohanes Pembaptis pada tahun 29 M, yakni ketika Yesus berumur kira-kira 30 tahun, dan pembaptisan tersebut menjadi titik tolak Yesus untuk memulai pekerjaannya sebagai seorang nabi (Lukas 3:23). Bahwa konon Yesus disalib pada masa pemerintahan Pontius Pilatus,2 yang berarti waktunya tidak lebih dari tahun 36 M, dan dengan mengasumsikan bahwa peristiwa penyaliban terjadi pada pertengahan masa pemerintahan Pontius Pilatus, maka Yesus mengemban misi kenabian selama kira-kira 3 tahun!
Rujukan:

1. A) Josephus F (1998) B) Asimov I (1969) C) Braid W (1971) D) Duncan GB (1971) E) Leon-Dufour X (1983).
2. Markus 15:15; Matius 27:26; Lukas 23:25; Yohanes 19:16.

Tambahan:
Selain pembangkangan Yahudi dan Kristen terhadap firman Tuhan dalam Kitab Ulangan 18:20 di atas, masih terdapat satu pembangkangan lagi yang khusus dilakukan oleh umat Kristen, yaitu pembangkangan terhadap "firman Tuhan" dalam Kitab 1 Yohanes berikut ini:

4:1 Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia.
4:2 Demikianlah kita mengenal Roh Allah: setiap roh yang mengaku, bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia, berasal dari Allah,

Berkenaan dengan ayat 2 di atas, Al-Qur'an mencatat berulangkali bahwa Isa (Yesus) adalah al-Masih (Kristus), antara lain: QS. 3:45, QS. 5:72, dan QS. 5:75. Namun demikian, mengapa umat Kristen tidak beriman kepada (roh) Muhammad? Bukanlah Yahudi dan Kristen namanya kalau tidak mengakali dan membantah firman Tuhannya sendiri!
Wassalaam.