Paska Rezim Komunis, Muslim Ceko Berkembang Pesat

Ada sekitar 200.000 kaum Muslim di Ceko.  Masjid-masjid di Praha menjadi saksi para mualaf baru
  Mosque in Lednice (Czech Republic) gardenHidayatullah.com--Ceko dan muslim adalah dua hal yang berlawanan, dan tak mungkin bisa bersatu. Tapi kini, dua dasawarsa setelah kejatuhan rezim komunis di Cekoslowakia (saat belum pecah menjadi Ceko dan Slowakia), umat Islam di negara Eropa Timur ini semakin bertambah. Mereka semakin aktif dan mendirikan berbagai organisasi baru sebagai perwakilan.


"Sekitar 300 orang datang ke masjid utama dan sekurangnya 200 orang datang ke ruangan salat," ujar Vladimir (Umar) Sanka, salah satu takmir di masjid utama di Praha.

 

Menurutnya, jumlah umat Muslim di Republik Ceko terus bertambah, sekalipun lambat.


"Ruang salat penuh sesak setiap Jumat sehingga kami terpaksa menggelar dua kali salat Jumat dan khotbah agar semua umat Islam dapat tertampung," jelasnya.


Masjid ini terpaksa menyewa ruang olahraga untuk salat Iedul Adha guna menampung jumlah jamaah muslim yang mencapai 1.500 orang. Peningkatan umat Islam berkaitan dengan meningkatnya jumlah orang Ceko yang menjadi mualaf.


"Di masjid kami di Praha, kami merasa tersanjung dan senang karena menyaksikan adanya mualaf baru hampir setiap pekan," tegas Sanka.
Jumlah terakhir yang tercatat sebagai umat Islam di Ceko pada 2007 lalu mencapai sekitar 12.000 jiwa, meski perkiraan terakhir mencapai sekitar 20.000 jiwa, termasuk 400 orang yang mualaf. Organisasi Islam resmi pertama, Yayasan Islam, dibentuk pada 1991.


Pada 1998, Yayasan Islam membuka masjid pertama di Brno dan setahun kemudian di Praha. Mereka juga mencoba mendirikan masjid di kota-kota kecil, terutama kota Spa yang populer dengan klien orang Arab. Namun upaya ini mendapatkan perlawanan dari masyarakat dan gereja.


Agama Islam belum diakui sebagai agama oleh pemerintah Ceko hingga tahun 2004.


Hingga kini, sejumlah masjid di Kota Brno dan Praha menjadi badan resmi yang mewakili orang muslim di Republik Ceko. Tapi kini mulai berdiri organisasi baru untuk memenuhi kebutuhan umat Islam yang terus berkembang.


Mohamed Abbas adalah tokoh media massa yang dikenal luas dan penerbit berbagai literatur Islam, termasuk Alquran dan terjemahan Riyad us Saaliheen, satu-satunya buku hadis yang dipublikasikan dalam bahasa Ceko.


Abbas juga salah satu pendiri organisasi baru yang disebut Islamic Community, yang bertujuan memberikan aktivitas lebih luas bagi orang muslim.


Saat ini Islamic Community berhasil mendapatkan 300 tanda tangan yang dibutuhkan agar bisa menjadi organisasi yang diakui secara resmi dan menjadi badan Muslim kedua di Ceko yang layak mendapat dana negara.


Nantinya, organisasi ini akan dapat menyewa, membangun, dan mengelola berbagai Islamic center, mendirikan sekolah Islam, dan setelah 10 tahun dapat meminta hak khusus, seperti mengurus orang muslim yang membutuhkan bimbingan di penjara dan militer, selain juga pernikahan secara Islam di masjid.


Organisasi lain yang juga sudah berdiri dan berbeda dengan yang lain adalah sebuah kelompok Facebook yang menjadi wadah bagi umat Islam di Republik Ceko. Group Facebook ini dibentuk oleh seorang mualaf baru bernama Jitka Cervinkova.


Ketika Jitka pertama kali masuk Islam pada September tahun lalu, ia mencari Facebook untuk kelompok muslim di negaranya. Setelah tidak menemukan, ia pun menciptakan Facebook khusus ini. Sejak dibentuk pada November 2008, kelompok ini berkembang pesat dan kini memiliki 300 anggota.


Kelompok Facebook ini terutama memikat generasi muda, yang terdiri atas para mualaf Ceko dan umat Islam dari negara lain, seperti dunia Arab atau orang Bosnia, yang tinggal karena studi di Republik Ceko dan juga orang non-muslim yang tertarik pada Islam. [iol/ht/www.hidayatullah.com]

0 Response to "Paska Rezim Komunis, Muslim Ceko Berkembang Pesat"

Post a Comment