Dan katakanlah: "Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir." Sesungguhnya Kami telah sediakan bagi orang orang zalim itu neraka, yang gejolaknya mengepung mereka. Dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek. Qs: Al Kahfi 29
Name :
Web URL :
Message :

islamedia.web.id

Yahoo bot last visit powered by MyPagerank.Net Msn bot last visit powered by MyPagerank.Net Powered by  MyPagerank.Net Free Automatic Backlink Free Automatic Link Top Blogs Personal Mister-Linky Text Back Links Exchange Free Automatic Link links free referer Increase Page Rank My Popularity (by popuri.us) Pasang Iklan SEO Stats powered by MyPagerank.Net

Kisah Lia Rojas (1): Ingin Mendalami Agama yang Dianutnya, Ia Malah Terpikat Islam

23 Desember 2011

image

Lia Rojas memeluk Islam sejak enam bulan lalu. Sebelumnya, wanita asal Dallas, Texas ini memeluk Katolik sejak kecil. Ia bersyahadat setelah mempelajari Islam selama satu tahun.

Rojas mengalami sebuah proses yang unik dalam menemukan Islam. Awalnya, ia yang seorang calon guru agama Katolik berniat mempelajari lebih dalam ajaran agama yang dianutnya sebagai bekal memberikan ajaran kepada murid-muridnya.

Rencananya, ia akan membawakan materi ‘Mengapa Katolik’. Sebelum memeberikan materi itu, ia benar-benar mempersiapkan diri. Hampir delapan bulan ia berupaya membekali diri untuk mengajar. Siapa sangka, saat ia berniat mempelajari lebih dalam agama Katolik, ia justru ‘tersandung’ Islam.

Sempat ia bercerita kepada temannya yang muslim, sang kawan semakin ‘mendorongnya’ kepada cahaya Islam. “Saya punya beberapa teman Muslim tapi saya tidak tahu mereka adalah Muslim. Saya memberitahu mereka tentang kelas saya dan bagaimana saya sedang belajar tentang Islam,” ujar Rojas.

Rojas lalu diberi salinan Alquran dalam bahasa Inggris yang kemudian ia pelajari lebih jauh. Selama waktu delapan bulan itu, ia justru lebih banyak mempelajari Islam dibanding mendalami agama Katolik.

Sebuah proses menuju cahaya Islam yang ditemukan dengan jalan yang tak pernah ia pikirkan. Sejak saat itu, ia tak lagi pergi ke gereja. Ia malah membatalkan mengajar kelas Katolik, tugas yang awalnya dipercayakan padanya.

Hampir seperti mualaf lain, Rojas juga mempelajari Alquran melalui internet. “Kemudian saya mulai mengunjungi ke masjid,” ujar dia.

Saat menemukan hidayah Islam, Rojas kini beranggapan Allah-lah yang telah menyelamatkannya dari segala kebutaan yang pernah ia lalui. “Sebelumnya kita berdoa kepada Maria atau Yesus untuk menolong kita. Aku berumur 40 tahun dan aku nyaris tidak menyadarinya (kesalahan dalam berdoa),” ujar dia.

Ia kini menyadari Maria adalah ibu dari Yesus Kristus, tapi Maria bukanlah ibu dari Tuhan. “Aku hanya tidak bisa percaya bahwa selama ini aku begitu buta,” kata dia.

Redaktur: Ajeng Ritzki Pitakasari

Reporter: Dwi Murdaningsih

Sumber: onislam REPUBLIKA.CO.ID,

0 comments:

Poskan Komentar

voa-islam.com - Islamia