Alicia Brown: Bahagia Menjadi Muslimah (Bag 2)

Alicia  mulai bersentuhan dengan Islam, ketika berkenalan dengan Hayat di rumah sakit. Ia mulai memberanikan bertanya tentang agama yang sejak kecil tidak pernah ia pahami. Dari Hayat inilah ia pun mulai mengenal Islam secara lebih baik.

Sebelumnya ia pun memiliki persepsi yang negatif tentang Islam, meski ia dibesarkan dalam Kristen yang tidak begitu religius. Ia meyakini paham Islam sangat bertentangan dengan Kristen. Ia meyakini Yesus mati di kayu salib dan sebagai anak Allah, namun tidak dalam Islam.

”Berkat pertanyaanku ke beberapa teman Muslim akan agama. Perlahan kebingunganku terhadap agama pun mulai terjawab,” ungkap Alicia. Seperti pertanyaan mengapa Yesus harus mati di kayu salib untuk dosa manusia? atau mengapa Tuhan tidak mengampuni saja dosa manusia tanpa harus Yesus disalib? Mengapa ini harus terjadi, padahal Allah adalah Maha Pengampun dan Maha Kuat?

Akhirnya Alicia pun memulai membaca Alkitab untuk memperjelas semua keyakinan Kristennya. Namun ia tidak juga mendapatkan kepuasan batin. Karena dalam Alkitab sendiri banyak versi terjemahan yang berbeda. Bahkan ketika ia berkunjung ke satu gereja dengan gereja lain, Ia mendapati berbagai versi Alkitab dari berbagai gereja. “Itu semakin membuatku bingung,” ujarnya.

Alicia sempat iri ketika melihat Islam yang hanya memegang satu versi kitab suci Al-Quran. Dan hampir semua orang Islam memahami konsep agamanya sesuai Al-Quran. Membaca terjemahan dalam bahasa inggris sama persis dengan apa yang disampaikan dengan bahasa arab. Dan yang mengherankan baginya, ternyata konsep agama Islam dan ketuhanannya lebih mudah ia pahami. Inilah yang membuatnya semakin tertarik terhadap Islam.   

Alicia pun memberanikan memeluk agama Islam di akhir tahun 2011 dengan bantuan Hana, ibunya Hayat. Hana pun menunjukkan beberapa ayat didalam Al-Quran untuk benar-benar meyakini akan keputusanku. Diantaranya tentang posisi Yesus, yang mengatakan bahwa ia bukan Tuhan namun hanya nabi utusan Allah. Dan di akhir ayat tersebut ia membaca terjemahan ‘Untuk orang yang mencari tanda, ini adalah tanda bagi orang yang berfikir.’

Kemudian Hana mengatakan, ''ini adalah tanda untukmu Alicia.'' “Bagi saya itu perasaan yang luar biasa menghampiri saya, dan  seketika itupula saya menangis,” ujarnya. Ini adalah persis seperti apa yang ia cari selama ini, dan ia meyakini Tuhan memberikan Islam, karena ini adalah sesuatu yang spesial. Itu terbukti dengan perasaan yan ia alami yang benar-benar membuatnya bahagia, ia tidak pernah merasakan kebahagian seperti ini sebelumnya. “Aku tidak pernah sebahagia ini sampai ketika aku memeluk Islam” jelasnya.

Alicia merasa benar-benar seperti memulai kehidupan yang baru. Ia mengibaratkan, seperti melepaskan beban berat yang selama ini telah dipikulnya. Ia merasakan lebih lapang dan mudah serta tidak perlu khawatir tentang berbagai hal. “Insya Allah, saya telah berkomitmen dengan Islam dan semua hal yang terjadi dalam hidup saya sebelumnya tidaklah penting lagi,” paparnya.

Redaktur: Heri Ruslan

Reporter: amri amrullah

Sumber: onislam.net

0 Response to "Alicia Brown: Bahagia Menjadi Muslimah (Bag 2)"

Post a Comment